Toilet

Sebuah visi menuju sukses, sebuah misi menuju kebahagiaan, itulah toilet (Adh)

bathroom-toilet_17475_600x450Setiap kali mengunjungi mall atau restaurant, saya selalu menyempatkan diri mampir di toiletnya, tapi begitu melihat toiletnya jorok, maka saya sudah tidak nyaman lagi berjalan-jalan di sana, tetapi kalau toiletnya bersih apa lagi wangi dan terawat, maka rasanya senang sekali.
Sering kali building management tidak memperhatikan masalah toilet, bahkan dianggap sepele. Dalam suatu wawancara singkat oleh sebuah majalah terhadap Bapak Ir. Ciputra, kebetulan saat itu saya ada bersama beliau, komentar beliau yang utama adalah : ”Perhatikan toilet, karena ada istilah sebuah visi menuju sukses, sebuah misi menuju kebahagiaan, itulah toilet.”
Sebagai tokoh dalam properti dan khususnya mall maka saya merasa pendapat beliau benar sekali. Kita sering lupa bahwa orang tidak melihat dari megahnya sebuah gedung, tetapi bersih dan tertatanya toilet gedung itu termasuk kenyamanan dan kerapiannya. Percaya atau tidak akan hong sui bahwa semua akan dimulai dari toilet. Kamar tidur tidak boleh menghadap langsung atau kalau rumah susun jangan WC di atas ruang tidur atau ruang makan. Demikian macam-macam syarat yang diberikan dalam bentuk nasihat saat kita membangun rumah baru.
Dalam suatu pertemuan sebuah organisasi besar dimana hadir juga para tokoh nasional di sebuah gedung pertemuan bagus dan mewah. Sewaktu pimpinan rapat sedang seru-serunya berpidato, tiba-tiba dia harus pamit karena hasrat ini tidak bisa di tunda. Namun, selang beberapa menit beliau tidak balik-balik akhirnya topik diisi dengan dua lagu yang dilantunkan oleh seorang tokoh organisasi tersebut. Sampai akhirnya sang pimpinan kembali, tetapi beliau agak marah. Kemarahannya disampaikan dengan baik dalam bentuk pantunan. Saya lupa pantunnya tapi perihal menyinggung toilet gedung yang sangat jorok. Ia terpaksa ke gedung sebelah. Aneh juga saya pikir, tetapi saat mau pulang saya juga mau buang hajat. Ya ampun ternyata hajatnya tidak mau keluar juga karena kondisi toilet sangat kotor.
Sungguh suatu hal yang menarik karena masalah toilet ini berhubungan dengan visi dan misi baik sebuah perusahaan atau pun secara pribadi. Apalagi pernyataan di atas ada korelasinya dengan kemampuan seseorang memimpin suatu organisasi. Saya juga bertanggung jawab terhadap mati hidupnya sebuah perusahaan, sehingga membuat saya harus berpikir tentang makna termasuk apa yang dimaksud dengan “toilet” yang ada dalam diri saya.
Seperti halnya orang mengunjungi rumah saya, mereka juga akan mengunjungi kamar kecil saya. Demikian orang mengunjungi hati saya, juga akan mengunjungi hati kecil saya. Kalau hati kecil saya punya niat kotor, sempit, berbau dan tidak pernah dirawat apalagi dibersihkan, siapa yang mau datang. Kalau tidak ada yang mau datang bagaimana bisa sukses? Kalau tidak sukses bagaimana kita bisa membuat orang lain bahagia?
Dari sini saya mulai paham bahwa toilet itu sederhana saja. Toilet tidak harus berteknologi tinggi atau bermewah-mewah. Toilet cukup saja bersih teratur semua orang akan nyaman mengunjunginya, bahkan bisa keluar pujian. Wah WC atau toilet di rumah pak A atau ibu B sungguh bagus, bersih dan wangi. Bagaimana dengan kita? Bagaimana dengan kesuksesan yang kita canangkan setinggi langit? Bagaimana kita membawa misi kebahagiaan.
Berbahagialah bagi siapa saja yang mengerti bahwa tempat sekecil apapun dan sesempit apapun bagian dari diri kita, terutama dalam hati kita, selalu harus diperhatikan. Ia harus dirapikan dan dirawat dengan wangi sebagai bagian dari kesuksesan yang akan kita raih. Tuhan memberkati. Salam dan doa.

52 responses to this post.

  1. Posted by Andhika on March 26, 2014 at 12:42 pm

    artikel yang sangat bagus, memberikan pelajaran hanya dari sebuah toilet. Terlihat tidak penting memang, namun, dibalik hal itu terdapat hal yang tidak diperkirakan. Dari hal kecil seperti toilet, dapat berpengaruh ke hal besar lain.

    Reply

  2. Posted by Agung Nugroho on March 27, 2014 at 12:12 pm

    saya baru terpikir hati kita dengan toilet mempunyai kesamaan. jika toilet bersih pasti dpat memberikan kenyamanan seperti itu juga hati kita jika hati kita bersih pasti orang nyaman bergaul bersama kita

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: