Sepekan sudah demam sepak bola Piala Eropa. Saya pun ikut-ikutan menonton pertandingan semalam antara Perancis dan Inggris dan score berakhir 1 : 1 atau draw. Permainan cantik kedua kesebelasan diwarnai kartu kuning juga. Selesai pertandingan kamera sempat menyorot pelatih kedua kesebelasan berpelukaan dan bicara akrab sekali. Demikian juga para pemainnya saling berpelukan saat selesai pertandingan. Kalau dulu kita nonton Diego Maradona main, yang menarik beliau suka membuat tanda-salib waktu mau mulai main, atau pada saat membuat gol.
Pertandingan semalam mempertontonkan sportivitas tinggi dan laga menawan. Ia juga memberikan semangat kebersamaan melalui sepak bola. Kita sering memperbincangkan Sportivitas yang mempengaruhi kehidupan kita. Dan, sportivitas tentu saja menjadi bagian dari nilai rohani kita, apa saja nilai tersebut :
jujur dan setia
rasa saling menghormati
mengerti dan mematuhi aturan main
siap kalah siap menang
kebersamaan kompak
motivasi menjadi baik
Demam sepak bola Piala Eropa 2012 ini juga banyak memberikan berkah buat para pedagang kaos, sticker logo, topi dan mainan. Kita juga dapat berkah bisa nonton secara gratis (separuh warga di NTT dan Indonesia Timur lainnya tidak bisa menikmati siaran langsung RCTI karena signalnya acak-acakan tanpa sebab). Sedangkan, nilai rohani yang bisa kita petik dari adanya pertandingan sepak bola Piala Eropa ini adalah Damai dan Sukacita di antara pemain, wasit, penonton dan suporter. Hal itu tentu saja agak berbeda dengan pertandingan liga dalam negeri yang penuh dengki, dendam dan perkelahian, tindakan anarkis suporter, caci maki dan segala sumpah serapah lainnya. Menarik juga kita lihat hajatan Piala Eropa ini karena mempersatukan bangsa Eropa yang sedang menghadapi krisis diseluruh benua dan memberikan konstribusi bagi pembangunan negara, ekonomi dan kebudayaan.
Dalam kehidupan, kita juga memerlukan nilai sportivitas dalam keluarga, persahabatan dan pekerjaan. Ibarat kita sedang bertanding dalam olah raga, dalam berbagai bidang kehidupan pun kita harus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, damai, jujur, setia, saling menghormati dan siap menghadapi kenyataan.
Selamat menonton walaupun pagi hari pasti mengantuk, jangan mengurangi semangat kerja ya. Tuhan memberkati, melindungi dan mengajar kita dengan nilai sportivitas.
Author Archives: adharta
PESAN BAPA SUCI BENEDIKTUS XVI PADA PEMBUKAAN KEJUARAAN SEPAK BOLA EROPA 2012
Yang Mulia
Mgr Józef Michalik
Ketua Konferensi Waligereja Polandia
Warsawa
Dalam waktu dekat akan dimulai Kejuaraan Sepak Bola Eropa, yang akan berlangsung di Polandia dan Ukraina. Peristiwa olah raga ini tidak hanya diperuntukkan bagi para organisator, para atlit dan para penggemar, tetapi – atas cara yang berbeda dan dalam pelbagai bidang kehidupan – bagi seluruh masyarakat. Juga Gereja tidak tinggal diam dengan adanya peristiwa seperti itu, khususnya menyangkut kebutuhan-kebutuhan rohani dari mereka yang berpartisipasi di dalamnya. Dengan rasa syukur saya menerima informasi-informasi tentang program-program-program katekese, liturgi dan doa.
Pendahulu saya yang terkasih, Beato Yohanes Paulus II, berkata: “Potensi-potensi fenomena olah raga menjadi alat penuh makna bagi perkembangan integral dari pribadi manusia dan faktor yang sangat bermanfaat untuk membangun suatu masyarakat yang lebih manusiawi. Rasa persaudaraan, kebesaran hati, kejujuran dan hormat terhadap tubuh yang muncul dari olah raga turut memberi kontribusi bagi pembangunan suatu masyarakat sipil, di mana persahabatan menggantikan pertentangan, perjumpaan lebih dikedepankan daripada konflik dan perlawanan yang pahit digantikan oleh kompetisi yang sehat. Dimengerti atas cara demikian, olah raga bukanlah tujuan tetapi sarana serta dapat menjadi alat budaya dan rekreasi, yang memotivasi semua orang untuk mengupayakan yang terbaik di lapangan dan menolak apa pun yang dapat membahayakaan atau merugikan dirinya sendiri atau orang-orang lain.” Olah raga beregu seperti sepak bola merupakan suatu sekolah penting untuk mendidik rasa hormat dan penghargaan terhadap yang lain, termasuk hormat terhadap lawan main, untuk menumbuhkan semangat pengorbanan pribadi demi kebaikan seluruh regu dan untuk memperbaiki relasi-relasi dalam regu, atau dengan kata lain untuk mengatasi individualisme dan egoisme, yang sering kali mencirikhaskan hubungan-hubungan antar manusia, agar diciptakan ruang bagi persaudaraan dan cinta. Hanya hal seperti inilah yang membuka kemungkinan, di segala tingkatan, untuk mempromosikan kebaikan umum yang otentik.
Dengan pikiran-pikiran yang singkat ini saya mendorong mereka semua yang terlibat dalam acara ini untuk bekerja dengan sepenuh hati, agar kiranya peristiwa ini dihayati sebagai ungkapan paling luhur dari kebajikan-kebajikan dan tindakan-tindakan manusia, dalam semangat perdamaian dan sukacita yang sejati. Dalam doa saya mempercayakan kepada Allah para Gembala, sukarelawan/wati, para pemain, para penggemar dan semua yang terlibat dalam persiapan dan pelaksanaan kejuaraan ini. Kepada anda semua saya memberikan Berkat saya.
Vatikan, 6 Juni 2012
Paus Benediktus XVI.
(terjemahan oleh J. Mangkey MSC, dari teks bahasa Italia)
Pola Makan
Sore ini saya menghadiri Misa Syukur memperingati Ulang Tahun ke-70 Ibu Caroline Nayoan. Misa dipimpin oleh Romo James, MSC. Dalam khotbahnya, beliau mengingatkan bahwa kalau ingin umur panjang dan sehat maka pola makan harus dijaga, karena banyak racun yang kita makan setiap harinya.
Di Jakarta, tumbuh seperti jamur perusahaan yang menjual suplemen kesehatan, dietry, sampai anti aging bahkan perawatan tubuh secara khusus. Buat kita orang awam, sering terkecoh oleh iklan, rayuan dan promosi yang begitu gencar menawarkan khasiat obat, suplemen food, yang bisa membuat kita sehat, segar dan awet muda, tapi akhirnya malah yang diperoleh sebaliknya, addict, kerusakan hati, gagal ginjal dan serangan lambung. Oleh karena itu kita perlu memikir 10x bahkan lebih sebelum mengambil keputusan menggunakan suplemen untuk kesehatan, dietry dan anti aging.
Padahal hidup sehat tidak selalu tergantung hanya pada makanan saja, tapi juga firman yang tumbuh dalam hati kita. Tips hidup sehat pernah diberikan seorang pakar kakanan adalah sebagai berikut :
• Sebelum makan jangan lupa berdoa agar makanan yang disantap berguna bagi kesehatan jasmani dan rohani kita.
• Saat makan jangan lupa berdoa agar kita makan secukupnya, karena banyak orang yang masih lapar/tidak bisa makan.
• Saat sudah agak kenyang kita berdoa kalau makanan yang kita makan juga mengajak kita bersekutu dengan orang lain jadi perlu kita sharing agar tidak makan berlebihan.
• Begitu selesai makan kita berdoa lagi mengucap syukur karena kelaparan telah kita lalui.
• Saat ada makanan lagi di tawarkan ke kita, mari kita ber-doa lagi, agar makanan tambahan ini lebih baik untuk orang lain.
Katanya, berdoa tiada henti saat makan membuat makanan menjadi sehat berlipat ganda, jadi tidak perlu suplemen sama sekali, saat itu hadir beberapa pastor juga, katanya tips ini tidak berlaku di Manado…..:ahahaha (karena ada paniki, tinoranca, rica-rica, woku, brenebon, bubur manado, masih ada kue lapis, panada dll).
Tapi sangat benar kalau kita menjaga POLA MAKAN, mulai saat usia 30-an, mendekati 40-an sudah harus mengatur. POLA GISI dan saat usia 50-an kita sudah harus atur POLA DIET, dan saat diatas usia 60-an kita sudah atur POLA OBAT, dan usia di atas 70-80-90 boleh makan apa saja, asal jangan banyak-banyak yaaaaa.
Syukur kepada Tuhan karena saat ini kita diberikan kesehatan, karena nilai nya sangat mahal, jadi perlu dijaga dirawat dan dikelola secara baik, isilah dengan suka cita karena hilanglah semua sakit penyakit jika hidupmu penuh damai sejahtera.
Work smart not work hard
Salam Bekerja, bekerja, dan bekerja
Hari ke hari berlalu begitu cepat, tiada terasa hari sudah Selasa, dan kita memasuki hari ke-2 mulai bekerja kembali dalam seminggu. Memang kita harus bekerja, sesuai dengan “talenta” yang kita miliki, sehingga kita bisa berpenghasilan yang kita pergunakan untuk makan, pakaian, hiburan, rumah dan lain sebagainya. Sebagai kebutuhan pokok kita semua. Untuk bekerja kita memang perlu memerlukan energi, pikiran dan aturan, tapi kesemuaannya harus dengan smart atau cerdik.
Ada 5 kendala pokok batasan agar kita bisa bekerja secara SMART :
1. Mindset : pikiran kita merpakan starting point sebelum kita bergerak, positive thinking penting jadi dasar pola pikir kita.Seorang pemain Golf saat mengayunkan tongkatnya, dalam pikirannya selalu saya bisa, bisa, bisa dan bisa. Kalau pikirannya masuk air, bolanya pasti masuk air.
2.DOA : memang sepintas lalu tidak ada hubungannya, namun Ora et Labora – berdoa dan bekerja tidak bisa dipisahkan. John Kennedy, saat meninggalkan gedung putih menuju Ross (sekarang Cape Kennedy) harus balik lagi ke ruangnya karena dia katakan aku lupa berdoa, sehingga apapun yang aku kerjakan tiada artinya.
3. Waktu : bekerja artinya kita masuk dalam konstrain waktu, kerja apa saja semua ada waktunya, main bola 2 x 45 menit, kerja kantor 8 jam dan semuanya ditentukan, time corrupt merupakan awal dari kegagalan. Jujur dan setia adalah bagian dari waktu. Tuhan menjanjikan semuanya akan indah pada waktunya, dengan catatan kita setia dan jujur.
4. Pengalaman : siapa saja mau bekerja akan setuju mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang besar. Nah, belajarlah dari pengalaman sendiri, orang lain atau buku-buku. Ilmu Manajemen adalah catatan-catatan pengalaman yang sudah diringkas dan dibuktikan kebenarannya.
5. Komitment : percaya diri (PD) untuk bekerja, ketakutan, kekhawatiran, keraguan membuat suatu komitment berubah dan pemicu inefisiensi dalambekerja.
Jika saja kita semua bisa mengikuti cara kerja yang baik dan benar niscaya Tuhan akan mendampingi kita bukan hanya hari ini tapi selalu dan selamanya. Mari kita mau bekerja dengan smart/cerdik karena itu dibutuhkan Tuhan.
#(Ditulis perjalanan pulang dari Rumah Duka Dharmais pada Minggu, 17 Juni lalu setelah menghadiri kebaktian tutup peti sepupu saya)
Kaki Lima
Apa untung rugi Pedagang Kaki Lima (PKL)? Pertama investasinya tidak besar, tenaga tidak banyak, tetapi proporsi untung cukup besar, tetapi di balik itu kita bisa melihat kehidupan rohaninya. Sungguh luar biasa karena PKL ini melayani orang kecil, memberikan subsidi besar untuk mahasiswa dan memberikan peluang tenaga kerja.
Berbeda dengan perusahaan besar. Pada umumnya hanya memikirkan keuntungan saja tanpa melihat kiri-kanan. Bagaimana membantu rakyat kecil, orang miskin, mahasiswa, pelajar dlsb.
Sadar atau tidak sadar, PKL telah memberikan sumbangsih besar terhadap pembangunan bangsa dan negara. Coba tanya seluruh Alumni Trisakti (kampus. Barat) pasti kenal dengan Aneka Racun atau lokasi PKL jual makanan macam-macam. Mengapa disebut begitu karena memang kotor dan tidak higienis tapi telah menghasilkan ribuan insinyur, drs, dokter bahkan profesor.
Kehidupan kita sehari-hari juga banyak berpikir tentang investasi di akhir hidup kita. Peran kehidupan PKL tentu memberikan inspirasi besar dalam menjalankan visi dan misinya, terutama membantu orang kecil, miskin dan kurang mampu namun bisa menikmati makanan, minuman, pakaian dan peralatan dan sumber suka cita besar bisa dilihat di wajah mereka.
Buat Lingkungan Keluarga Kudus yang dikenal sebagai Lingkungan Pemulung karena dua tahun sekali membuat Basar Ramadan menjual barang bekas layak pakai. Dengan harga Rp. 100,- sampai Rp. 10,000.-, namun kegiatannya membuat pak Lurah, pak Camat, pak Walikota sampai Gubernur harus angkat topi, termasuk Romo Kardinal Julius yang pernah sempat mampir mengunjungi basar ini.
Option for the poor. Istilah yang sering digaungkan namun susah dijalankan, bagaimana misi kita? Sekolah mahal, buku dan peralatan mahal, apa lagi? Kalau saja terpikir sekolah murah ada asrama buat anak-anak tidak mampu dan bantuan buat masyarakat miskin dengan subsidi!!! Siapa yang mau berpikir seperti Pedagang Kaki Lima !!! … Mari !!!
Penglihatan Mimpi
Damai dan sejahtera menemani sahabat semua dalam istirahat malam, dan menyambut fajar dengan suka cita besar. Dan semoga mimpi indah Anda bisa menjadi kenyataan. Siapa yang tidak pernah mimpi? Siapa yang tidak pernah mendapat penglihatan?
Dalam Alkitab banyak sekali kisah tentang penglihatan dalam mimpi. Kita bisa lihat Kitab Daniel, bagaimana Beltsazar membuka rahasia Alam karena rahmat dan kasih karunia Allah (bisa baca Kitab Daniel).
Banyak orang lalu ke dukun untuk menanyakan arti mimpi tersebut, tapi seperti disampaikan Daniel, tidak mungkin ada seorang pun bisa melihat mimpi orang apa lagi mengartikannya. Walaupun kadangkala mimpi itu justru begitu nyata dan ada yang menjadi kenyataan.
Beberapa minggu lalu saya bermimpi sangat seru seperti nonton film saja, tapi saking serunya istri saya harus membangunkan karena saya exciting dan berteriak-teriak. Mimpi saya ini saya ceritakan kepada para sahabat, dan komentarnya seru banget!!! Kisahnya tentang para setan bersatu, lalu berusaha menghancurkan manusia, serangan pertama adalah menghancurkan para Romo, Suster dan Biarawan/biarawati. Penglihatannya sangat luar biasa, kalau diceritakan nanti ada yg kena serangan jantung (cerita lengkap di Japri saja)
Lalu untuk apa manusia dikasih mimpi? Tuhan pasti punya rencana buat kita. Lihat penciptaan manusia dimulai dari mimpi (mimpi basah). Bagaimana kita bisa pakai BB, nonton TV, rumah terang benderang, air, dlsb. Hampir sebagian besar yang kita nikmati adalah hasil dari mimpi para pendahulu kita. Kehidupan manusia menjadi berobah karena mimpi-mimpi yang menjadi kenyataan. Memang ada benarnya bahwa setiap mimpi memberikan pengharapan, sampai sejelek apapun mimpi yang kita lihat pasti ada nilai positifnya yang berguna buat kehidupan kita.
Saya tidak terlalu mengerti penanfsiran mimpi tapi saya memiliki keyakinan bahwa mimpi itu adalah suatu proses pembelajaran di mana melalui proses itu kita menuju kedewasaan baik secara fisik maupun iman. Seperti yang ditulis dalam kitab Wahyu, ulasan Yusuf, kisah Daniel (Beltsazar), semuanya itu berkat Rahmat, kasih Karunia Allah yang selalu dicurahkan kepada kita anak-anak-Nya.
Berbahagialah orang yang memiliki mimpi untuk merobah dunia menjadi baik!
Belajar Samai Cina
Tahun 1985 saya pertama kali menginjakkan kaki di Beijing, ibu kota Cina, tanpa Pasport, hanya menggunakan kertas lusuh, yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Airportnya jorok, ribut, dan mencekam karena kiri kanan penuh tentara. Suasananya menciutkan nyali. 1992 saya mendarat lagi di Beijing, dan suasananya sudah berubah total. Memang bersih sekali tapi tetap ribut, krodit, tentara banyak dan masih mencekam. Selam 12 tahun, setiap tahunnya saya 2 atau 3 kali mendarat di Beijing dan transit ke Pyong Yang, Korea Utara. Ada tugas yang harus dikerjakan bersama DPR Korea. Tahun 2009, saya terakhir datang di Bei Jing (ibu kota utara), wah suasananya indah, cantik, adem dan at home. Semua senyum dan penuh persahabatan. Lalu, 2010 saya dan keluarga sempat mampir di Shang Hai menikmati SH Bun di malam hari dan Xiao Lung Pao Nan Xiang di Ie Yen. Kendatipun saya mengunjungi kota-kota di Cina, saya belum bisa menikmati kereta api tercepat di dunia. Indahnya Shen Zhen, Kwang Chow, Xia Men, Beijing, Shan Tow, Da Lian, Kui Lin sampai Dang Dong mendatangkan kekaguman luar biasa pada keberanian para pemimpin Cina untuk melakukan transformasi di negaranya.
Alkisah suatu hari kami turun dari Ba Da Ling (tembok besar). Kami sengaja melewati desa-desa dan menghindari jalan raya. Desa ini ditata bagus sekali. Sampai di suatu tempat yang sepanjang jalan penuh dengan jeruk dan peer, kami mampir menikmati buah-buahan segar itu. Kami sungguh tercengang. Kami dipersilahkan makan dengan gratis. Saat pulang masih dikasih bungkus, tapi kami ambil secukupnya karena sayang-sayang nanti di buang.
Seharusnya mereka bisa dapat uang karena saya mau beli. Tapi apa jawabnya, “Jka Anda senang di negara ini, kami sudah sangat beruntung!” Satu hal yang terkesan, pada saat mau pulang ke Jakarta saya mencabut uang 200 USD untuk tips tapi dengan sangat sopan sang Guide bilang, “Please don’t, my salary is more than enough”! Luar biasa, tetapi karena kurang enak hati aku mengambil kamera pocket lalu kucabut SD card dan kuhadiahkan kepada Guide, sebagai tanda kenang-kenangaan dan diterima dengan senang hati!!
“Jika Anda senang berada di sini, kami sudah sangat beruntung!” Kalimat ini memiliki nilai rohani sangat tinggi. Kesopanan yang luar biasa dan etika persahabatan diberikan kepada orang yang belum di kenal sama sekali. Seandainya kata-kata ini bergema di hati kita saat kita bertemu seseorang, baik sahabat atau orang yang baru kita kenal, niscaya hasilnya luar biasa, apa lagi bisa di terapkan di lingkungan, kantor, atau bahkan gereja atau di mana saja, maka akan terlihat cinta sangat besar sekali. Anehnya ini bertumbuh mengagumkan di negara yang tidak mengenal Tuhan. Sedangkan, di NKRI yang mendeclare mengenal Tuhan, masih terjadi saling ribut, caci maki bahkan saling membenci antar SARA.
Tentu kita kenal himbauan, mari belajar sampai CINA, karena memang kita harus belajar. Dari negara kotor, terpuruk, dan penuh ketakutan menjelma menjadi negara terang-benderang, bebas merdeka, dan penuh kegairahan pembangunan dalam kurun waktu yang sangat singkat.
Yang menarik buat saya adalah membangun keramah-tamahan, sopan santun, budaya senyum, daya tarik dan kebersihan (dulu kalau kita ke Cina, setiap meja di restoran disediakan tempat buang ludah, karena kebiasaan meludah di seluruh negeri ini). Mari kita memetik sedikit pembelajaran dari mereka, akhir pekan depan aku mau menikmati Bei Jing Gao. Pasti ada lagi sesuatu banget yang membuat saya kagum.Jika Anda senang berada di sini, kami sudah sangat beruntung.
Bencilah Aku dalam Cintamu
Ada sebuah novel yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Kisahnya tentang sepasang kekasih yang saling mencintai tetapi tidak sampai ke perkawinan, karena mereka juga saling membenci. Apapun yang diperbuat masing-masing pihak selalu dianggap menghina, melecehkan, menyakitkan, dan bahkan merusak, sekalipun niatnya baik. Di sisi lain, mereka saling merindukan, dan saling menyayangi. Di akhir cerita, mereka terus bertengkar dan berpisah, dan kata sang gadis “bencilah aku, marahlah aku, cacilah aku sepuas-puasmu, tapi lakukanlah ini dalam cintamu!”
Hari ini ternyata aku bisa melihat, bahwa banyak kejadian perpisahan sepasang kekasih, perceraian suami-istri, dan berakhirnya persahabatan bukan karena benci dan tidak cinta tetapi adanya distorsi komunikasi.
Kadang kala kita menjumpai seseorang di manakita sudah suka sekali. Sebaliknya kerap kita juga berjumpa seseorang tapi kita langsung ada resistensi untuk menyukainya. Kata orang Cina ini namanya “Ciong”. Atau menurut sahabat baikku, katanya, mungkin di kehidupan sebelumnya sudah musuhan, jadi waktu re-inkarnasi terjadilah kebencian.
Hari ini aku harus bertekuk lutut memohon kepada Tuhan agar aku menjadi sabar, jangan marah, santai, relax, tapi bagaimana? Seorang kepercayaanku di kantor, harus meninggalkan kantor dan merusak tatanan, dan aturan main perusahaan. Semua perasaan marah, benci, kesel, sebel, dan dongkol bercampur jadi satu kayak gado-gado!!! Mau ditumplek ke mana? Mau menyalahkan diri sendiri, orang lain atau siapa saja, tapi teringat kisah novel itu. Kita boleh membenci siapa saja, marah siapa saja, tapi lakukanlah ini dalam cinta, terutama Cinta Kasih Tuhan.
Ada sahabat bilang saya aneh, masak mau marah saja harus atas nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus Amin. Tapi sore tadi beliau telepon katanya istrinya lagi marah besar sekali karena waktu ulang tahun dia lupa mengucapkan selamat ulang tahun, terus piring mangkok dibanting sehingaa pecah semua. Lalu, dia tanya bagaimana ngomongnya sama istrinya supaya pakai atas nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Saya tertawa terpingkal-pingkal sampai keluar air mata, aku bilang kamu baru menyaksikan CINTA yang luar biasa besarnya, tapi jangan pakai atas nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Lebih baik pergi mampir di toko berlian lalu beli cincin saja atau kalung beres semua! Dia tertawa! Saya pun tertawa. Kami berdua melupakan sedikit kemarahan masing masing.
Kalau aku maunya cari makanan enak-enak saja sebagai obat pelipur lara!
Janji itu Sakral
Kiranya kita mengerti bahwa janji sekecil apapun membuat dunia ini jadi baik, oleh karena itu mari kita menghargai janji dan meletakkannya sebagai ungkapan kepercayaan dan harus kita penuhi janji tersebut.
Siang ini saya akan mengikuti Misa Perkawinan Adam, keponakan saya, di Gereja Santo Matias di Cinere. Rencananya Misa konselebrasi 3 Uskup dan 5 pastor, termasuk Pastor Yance Mangkey, MSC.
Sebenarnya di dalam kehidupan kita, hampir setiap hari kita tidak terlepas dari “Janji”. Mulai dari bangun pagi hari sampai kita tidur kembali. Tinggal kita pilah-pilah janji kepada siapa. Sakramen Perkawinan pun sebenarnya tidak lain tidak bukan adalah janji, walau mendekati Sumpah karena melibatkan Umat, Pastor dan Tuhan sendiri melalui Kitab Suci. Janji itu sakral adanya! sekecil apapun janji itu nilainya tinggi sekali, ada yang menyebut janji itu hutang, kalau hutang artinya harus dibayar kecuali ngemplang atau lari atau kalau kebanyakan hutang bisa bunuh diri. Seperti pekan lalu seorang penjudi, kalah dan banyak hutang lalu meloncat dari lantai 56 Marina Bay Sands, Singapura. Janji memang menjanjikan baik dalam pengharapan baik atau buruk. Sakramen Perkawinan menjadi sakral dan indah karena pengharapan, tapi banyak perkawinan gagal karena lupa janji : “Dalam suka dan duka, dalam untung dan malang”. Kenyataannya semua jungkir-balik jika janji tidak dipenuhi. Saya mencoba membagi janji dalam 4 (empat) level menurut urut-urutan kehidupan manusia,
PERTAMA, Janji Iman. Janji ini dikeluarkan tanpa harus ada ikatan, hanya diri sendiri yang tahu, dengan iman yang dipercayanya. Misalnya janji akan berbuat baik, janji akan selalu ke gereja, janji membahagiakan diri atau keluarga, janji mau nyumbang gereja, janji mau jaga para klerus!
KEDUA, Janji Persona. Janji ini dipakai manusia untuk membuat dirinya berbeda dengan makhluk lain. Persona punya arti mirip topeng yang tampil beda. Janji antar teman, janji bisnis, janji kunjungan, janji kampanye, janji keluarga. Kalau terlalu banyak akan disebut obral janji semua dikeluarkan agar supaya manusia terlihat baik. Adanya setiap janji persona membuat kehidupan manusia lebih baik jika ditepati, misalnya membuat janji bisnis dan bayar hutang. Kalau semua tepat maka bisnisnya makin baik dan makin dipercaya oleh klien, bank, dan relasi. Tapi, jika tidak ditepati maka bisa di persona non grata.
KETIGA, Janji Kasih. Janji ini sudah lebih mendalam, karena janji ini diikuti sumpah atau pengorbanan, siap susah, siap menderita asal bisa membahagiakan sesama. Janji ini seperti tujuh sakramen dalam Gereja Katolik. Janji ini juga sudah memerlukan saksi umum, umat, pastor, kitab suci. Sayangnya tidak ada Kanji Kasih yang menyebutkan sanksi, misalnya : perkawinan, aku mencintai kamu dalam suka dan duka, untung dan malang dan bla bla bla, kalau aku “melanggar” maka aku masuk Neraka!! Nah, kalau ada sanksi mungkin agak galak, sehingga perkawinan lebih kekal, tapi tidak di buat oleh karena itu saya menyebutnya Janji Kasih karena dibuat atas landasan Cinta Kasih.
KEEMPAT, Janji Dogmatis. Janji ini dibuat atas dasar dogmatid untuk melindungi kita. Janji Abraham dengan Tuhan, janji para Nabi, janji kita (ikutin Credo), termasuk di dalamnya janji terhadap diri sendiri untuk taat terhadap Tuhan (taat seperti mayat), Janji Kristus menemani kita sampai akhir jaman, janji dalam Kitab Suci (PL dan PB). Janji ini mengangkat harkat martabat manusia dimana sebelumnya penuh dosa, berobah menjadi Anak Allah bahkan menjadi Hak Ahli waris Surga.
Semua janji akan dimeterai oleh kemauan baik (Rp.6000 itu artinya berbuat baik untuk negara), namun ada juga janji negatif yang tidak saya sebut di sini mulai dari sembah berhala, black magic, janji dengan setan, janji kotor dan lain-lain.
Kiranya kita mengerti bahwa janji sekecil apapun membuat dunia ini jadi baik, oleh karena itu mari kita menghargai janji dan meletakkannya sebagai ungkapan kepercayaan dan harus kita penuhi janji tersebut. Buat kehidupan hari-hari, jangan terlalu mudah membuat janji untuk mengejar persona. Kata Insya Allah atau atas perkenan Allah indah adanya.
Bangun Gereja
Mari membangun “gereja” kita mengikuti perkembangan jaman dalam Cinta Kasih dan Sumber Kebahagiaan.
Perjalanan pelayanan misi Katolik di Jakarta sudah melebihi 200 tahun, dari beberapa Gereja awal, kita sekarang sudah 60 Paroki dan puluhan stasi di Jakarta. Membangun gereja memang kita harus membangun 3 unsur :
1. Membangun fisik gedung gereja dan fasilitasnya.
2. Membangun Umat sebagai Gereja umat
3. Membangun Lingkungan (lingkungan hidup & kehidupan bermasyarakat)
Gereja di akar rumput, sebuah kisah awal Kristoforus perjalanannya dan kehidupan menggereja menjelang pesta emasnya. Saya rasa umat sangat menantikan terbitnya buku ini, mari kita doakan. Setelah duduk lebih 2 jam di sebuah Gereja tua di Depok, berbincang-bincang masalah gereja. Kami cerita mengapa sudah sekian lama gereja Katolik di bumi Indonesia, tapi kehidupan menggereja masih membutuhkan perhatian khusus. Perubahan jaman demikian cepat, kalau tidak mengantisipasinya maka kita akan ketinggalan, terutama pelayanan masyarakat.
Pelayanan Masyarakat merupakan bagian dari perutusan, kehidupan menggereja menuntut agar kita diutus, pertama-tama harus bisa melayani masyarakat, baik masyarakat Katolik maupun umat beragama lain. Sebagai sumber ajaran cinta kasih maka peran gereja sangat diharapkan. Mari membangun “gereja” kita mengikuti perkembangan jaman dalam Cinta Kasih dan Sumber Kebahagiaan. Jadi, kalau ada hal-hal yg mengecewakan, pertikaian, pertengkaran, perbedaan pendapat harus segera diselesaikan secara damai dan tanggung –jawab dalam bingkai persaudaraan.
Sekarang kita sedang membangun Kantor Gedung Pastoral sebagai bagian dari gereja kita, jadi mari kita doakan semoga pembangunan segera dapat diselesaikan terutama dalam damai.

