Monthly Archives: December 2012

Bunga

Say it with flower

Sesungguhnya bunga-bunga yang mekar mewangi di pagi hari ingin menyapamu dengan suka cita

Flowers wallpapers.Saya baru saja selesai mengikuti misa pernikahan putra Bapak Eddy Kaslim, internal audit dan consultant kami. Misa dipimpin konselebran Pastor Anton Gunadi, Pastor Suryadi dan Pastor Maxi (sahabat kami di Brisbane, Queensland Australia). Aku duduk di belakang, tapi di depan bangku ada bunga yang dirangkai dengan cantik sekali. Ada mawar putih digabung dengan kuncup mawar merah dengan untaian anjelier dan bunga seruni dan dedaunan bunga matahari. Cantik sekali. Demikian juga pasangan pengantin yang cantik. Gereja Santo Yakobus terisi penuh oleh umat, karena orang tua pengantin merupakan aktivis gereja. Waktu saya keluar, di depan pintu gereja penuh dengan Dendrobium Angelica (Anggrek Hitam ) yang indah sekali.
Bunga-bunga memang tidak terlepas dari kehidupan manusia, terutama acara acara khusus, seperti pesta perkawinan, ulang tahun sampai saat orang meninggal. Apa hubungan antara bunga dan cinta sampai bisa mewakili bahasa Cinta : “Say it with flower”?
Ada rumors pada saat Marilyn Monroe meninggal, di kamarnya di temukan 7 karangan bunga dari 7 kepala negara. Tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa bunga sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Bisa dibayangkan kalau tidak ada bunga dalam sebuah acara. Atau coba kita lihat suatu hari gereja tanpa bunga?
Pernah ada seorang tua mengatakan bahwa jangan kasih nama anak dengan nama bunga. Mengapa? Katanya kalau pakai nama bunga mudah layu. Tetapi ada yang mengatakan aku ingin punya anak diberi nama Mawar atau Anggrek biar bisa membuat dunia semerbak. Banyak pujangga memuji bunga sebagai bagian dari cinta dan melukiskan ibarat untaian permata bahkan lebih indah dari kehidupannya sendiri.
Sampai raja Daud pun tidak memiliki baju seindah bunga bakung.
Mari memandang bunga sebagai berkat karunia dari Tuhan agar keindahannya menjadi sumber suka cita bagi semua sahabat.

Pembukuan

Sebuah pekerjaan besar bisa gagal hanya karena salah pembukuannya.

wpid-pembukuan0612Semua perencanaan sudah dibuat bagus sekali, mulai dari feasibilty study, planning dan organizingnya semua sempurnalah sudah, tetapi cash flow menjadi kendala, karena laporan pembukuan tidak benar. Sebuah perusahaan berada dalam kondisi lampu merah apabila direktur keuangannya tidak benar. Yang lebih parah lagi kalau manajemennya tidak care atau tidak ada perhatian terhadap masalah keuangan. Muara dari semua usaha akan keluar dari sumber keuangan. Jadi, kalau sumbernya tidak ditata secara baik maka hasilnya semua akan tidak baik.
Kejatuhan perusahaan Lehman Brothers Holdings. Inc. di Amerika beberapa tahun lalu bukan karena masalah operasionalnya, karena semua operasinya sudah ditangani oleh para pakar usaha terutama juga bidang investment, properti dan keuangan. Laporan keuangan di tahun 2007 menyebutkan suatu keuntungan yang signifikan bahkan CEOnya Mr. Richard S. Fuld Jr. mengatakan bahwa mereka bisa membeli dunia.
Tetapi apa yang terjadi setahun kemudian tepatnyaa 20 September 2008, Lehman Brothers Holdinginc. dinyatakan bankcrupt, dan mereka runtuh bak bangunan roboh dan meninggalkan korban cukup besar sekali.
Mengapa pembukuan demikian penting dalam perusahaan, saya mengibaratkannya sebagai parameter, indikator atau dimobil di dashboard kita bisa melihat berapa banyak saldo bensin kita, jadi kalau mau jalan jauh sudah diprediksi sampai dimana, atau dimana akan refueling sampai ketempat tujuan.
Bagaimana dengan kehidupan kita sehari-hari pembukuan apa yang kita buat, tentu bukan keuangan yang saya maksud, tetapi pembukuan tentang kehidupan kita, apa yang telah kita buat dan apa yang akan kita buat, berbahagialah kita semua karena kalau kita terlalu banyak hutang “dosa” kini tiba saatnya masa adven kita bisa melunasinya dengan minta ampun dan mengaku dosa. Lunaslah sudah dan kita membuat pembukuan baru lagi di tahun 2013.

Adven

Semakin penting sesuatu yang kita nantikan, semakin gelisah hati ini.

advent-wreathDalam perjalanan pulang dari Melbourne ke Jakarta bulan Maret lalu, kami naik pesawat Garuda. Dalam perjalanan saya bercerita dengan Cabin Superintendant, seorang Pramugari yang cantik. Kami ada masalah dengan terlambatnya penerbangan ini. Semua system airport Melbourne shutdown sehingga pesawat baru terbang 45 menit melewati jadwal. Setelah mendengar cerita saya lalu dia menyampaikan kepada Pilot lalu kami bertiga berbincang-bincang, sementara Blackberry saya dan internet hidup online terus dengan Cengkareng Airport.
Akhirnya Pilot setuju menaikan speed dari kecepatan 0.7 M menjadi 1 Match, artinya kita bisa mengejar keterlambatan 45 menit tadi. Jadwal mendarat di Jakarta 16.30 kalau delay bisa 17.30, sedangkan saya harus connecting flight jam 18.30 WIB. Syukur dan puji Tuhan akhirnya kita mendarat tepat jam 16.00 sungguh luar biasa. Selama masa perjalanan hati saya gundah gulana dan gelisah sekali karena belum menikmati tidur sejak kemarin berurusan dengan penerbangan. Kerja sama dan bantuan Garuda sungguh berarti bagi kami, ucapan terima kasih khusus buat Garuda dan Bapak Emir sebagai Dirut yang membantu langsung pergerakan penerbangan.
Masa menunggu memang membosankan, jenuh dan sedikit tegang. Saya rasa ini kondisi normal. Semakin penting sesuatu yang kita nantikan, semakin tegang rasa hati ini.
H-19, kita menantikan kelahiran Orang yang paling kita cintai. Bagaimana kita menyiapkan diri. Saya sendiri menyempatkan diri ikut Persekutuan Doa dan Pendalaman Alkitab di kantor, walau belum sempat mengikuti novena, tapi terus terang mengharap agar jiwa dan raga saya sudah siap mengharapkan kedatangan Natal, sebab bagi saya Natal merupakan masa yang paling dinantikan selama tahun ini. Selama masa Adven, kami isi dengan beberapa kegiatan. Masih sekitar penulisan ATT dan kegiatan Pemberkataan Pernikahan Masal (22 pasang) nanti pada tanggal 12 bulan 12 tahun 2012 jam 12 di Stasi Polikarpus bersama Wanita Katolik Ranting Santa Clara dan Lions Club Jakarta Mitra Mandala.
Masa penantian Natal merupakan suasana yang sangat indah. Di sisi lain kita disibukkan dengan pekerjaan akhir tahun yang harus diakhiri bersamaan dengan agenda tutup tahun. Saya sungguh percaya bahwa Tuhan memancarkan Cinta begitu indahnya buat kita. Dalam masa Adven ini saatnya kita memikirkan apa yang akan kita berikan kepada Tuhan tentu teringat ucapan Malaikat Michael, dia yang disebut Malaikat bahagia, karena dia memberikan apa yang Tuhan butuhkan bukan yang Tuhan inginkan. Apa yang Tuhan inginkan adalah kita memberikan hidup kita kepada-NYA, tapi Tuhan membutuhkan kita saling mencintai saling mengasihi dan hidup rukun dan damai. Gloria in excelsis Deo.

Tumbuh

Hidupnya seperti pohon yang tumbuh di tepi sungai, buahnya banyak saat musimnya tiba, dan apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Sungguh indah sekali menikmati pagi hari. Apa lagi bisa menikmati memandang matahari terbit. Buat orang biasa hal yang membosankan karena apa yang mau dinikmati karena semuanya sama selalu. Bagi orang bijak suatu hal yang berbeda karena setiap hari semuanya tumbuh, tetapi karena perbedaan begitu tipis kita tidak merasa. Bagi orang seusia saya bila memandang matahari pagi, dengan saat saya masih bujangan, saat saya masih kuliah, saat saya masih sekolah dan saat saya masih anak-anak semua berbeda total.
Matahari pagi serasa semakin indah setiap berganti pagi. Sehingga membuatku begitu “Rindu” menantikan hari esok. Besok lebih baik (Tomorrow will be better). Atau ada orang yang matahari paginya setiap berganti pagi semakin gelap. Semakin redup dan lama-lama serasa tidak ada lagi cahaya dalam hidupnya.
Pada pertengahan tahun 2000 sekelompok orang muda dari suatu kelompok organisasi gereja mengadakan rekoleksi di Rancamaya, di kaki gunung selama 3 hari. Sepanjang bangun pagi mereka diminta memberi komentar tentang pagi hari ini. Tentu saja juga tentang sinar matahari pagi apakah indahnya bisa dirasakan.
Hari pertama semuanya menulis panjang lebar bercerita, sampai kepada rasa rindu pada orang tua, kenangan masa lalu dan cita-cita, bahkan ada yang menulis sampai 5-6 halaman. Hari kedua mungkin karena kehabisan bahan yang mau ditulis, mereka cuma menulis kurang dari satu halaman. Hari ketiga mereka cuma menulis beberapa baris, bahkan ada yang tidak menulis sama sekali.
Tiba malam perpisahan mereka semua berkumpul di depan api unggun. Sang pemandu (saya rasa seorang pastor muda) menjelaskan mengapa mereka disuruh menulis tentang indahnya pagi, tetapi tidak ada seorang pun memberi komentar. Beliau mulai menjelaskan mengenai mengapa kita harus memandang pagi hari sebagai sebuah berkat yang berlimpah!
Berbagai pendapat yang ditulis juga dari sudut pandang yang berbeda. Beliau mengatakan : “Adakah yang merasakan bahwa kuku kita bertambah sekian mm atau rambut kita bertambah panjang semuanya bertumbuh tapi kadarnya besarannya berbeda-beda?”. “Siapa yang tahu, dari bagian tubuh kita hanya 1 bagian saja yang tidak tumbuh?”
Bagian tubuh kita satu-satunya yang tidak tumbuh sejak kita lahir sampai dewasa hanya kornea mata (bukan biji mata). Mengapa? Karena dari situ kita bisa melihat perubahan kita sehari-hari. Jadi, kalau ini lebih jelek dari kemarin dan besok lebih jelek dari hari ini seperti yang anda-anda tulis, maka apalah jadinya dunia ini.
Mazmur 1:1-3 mengingatkan kita tentang hidup kita yang mutlak harus tumbuh supaya kita bisa mencapai cita-cita yang sudah kita gantung setinggi langit. Semua peserta disuruh baca ulang apa yang mereka tulis, selama tiga pagi hari itu, dan hampir seluruh peserta menangis tersedu-sedu sampai ada beberapa yang histeris.
Pagi hari ini saya mencoba membuka matahari pagiku walaupun jendelanya sudah agak berkarat. Kata sahabatku untuk membuka jendela berkarat itu dengan mengaku dosa, sedangkan saya sudah menumpuk dosanya belum dihapuskan.
Tetapi indahnya pagi hari ini memberi inspirasi saya untuk mau melangkah maju, boleh mundur selangkah tapi harus maju dua langkah. Semoga Tuhan melindungiku dan anda, memberkati dan menyayangi
ever ever and ever. May peace of the Lord always be with you.

Uang

Uang bisa membeli segalanya kecuali cinta

uang-koin-100-000Seminggu ini kita disibukkan dengan berita sanering (pemotongan nilai uang) dari Rp. 1.000,- menjadi Rp. 1,-. Seperti kejadian 40 tahun dan 50 tahun yang lalu. Indonesia pernah mengalami uang bisa digunting bagi dua jadi kalau Rp. 100.000,- digunting maka nilainya tetap berlaku separuh, lalu tahun 1966 Uang Rp. 1000,- menjadi Rp. 1,-
Saya tidak mengerti soal uang, tapi saya merasakan dampak dari sanering ini, yang terang banyak yang menderita khususnya orang kecil, karena negara akan mengalami inflasi besar-besaran. Orang yang punya uang atau deposito bakalan mengalami masalah karena jatuhnya nilai mata uang secara drastis.
Memang uang adalah uang. Uang bisa buat susah bisa buat senang. Uang bisa buat selamat bisa buat celaka. Mengapa uang begitu kuat menguasai kehidupan manusia? Tanpa uang seakan-akan tamatlah sudah kehidupan ini. Semua butuh uang, sampai kalau kita bilang “It’s not a matter of money” kita sudah bicara tentang money atau uang.
Sedemikian kuatnya pengaruh uang terhadap manusia sampai merontokkan pemikiran hiidup sekalipun dalam bidang rohani. Apa yang terjadi kalau gereja tidak. ada uang karena kantong kolekte kosong! Tidak terbayangkan.
Pemikiran saya sebagai berikut. Pertama, uang itu adalah suatu alat untuk mencapai suatu kebutuhan, tapi penyalahgunaan uang bisa berdampak bagi kehidupaan kita. Sampai bisa menjual diri demi uang. Oleh karena itu, uang harus ditempatkan dalam proporsi tersendiri dalam kehidupan. Jadi, saat pemakaiannya juga secara terpisah dan dikelola secara baik. Ambil contoh kita punya uang 10 juta maka letakkan uang itu di tempat tersendiri. Anggap kita tidak memilikinya, sehingga uang itu tidak menguasai kita tetapi kita yang menguasainya. Lalu kita tentukan penggunaannya. Untuk makan, sewa rumah, kepentingan anak dan semua pengeluaran. Itu pun maksimal hanya 70 persen saja sedangkan 30 persen harus ditabung.
Pernah saya bicara dengan seorang sahabat. Dia tidak setuju dengan pendapat saya katanya untuk makan saja tidak cukup kok memikirkan menabung. Pemikiran ini benar tapi sekaligus salah jadi tergantung di mana hati. Kita itu “MAU”. Kalau mau maka semuanya bisa.
Kedua, anggaplah uang itu adalah pemberian Tuhan, sehingga seberapa besar pun kita terima kita harus mempertanggung jawabkan kepada yang memberi, dengan hati yang tulus dan penuh syukur. Terima kasih maka saya yakin uang ini tidak akan menguasai kehidupan kita.
Ketiga, jangan lupa sebagian uang kita adalah milik orang miskin, bukan seratus persen milik kita. Pandanglah ke bawah, berapa banyak manusia yang kurang beruntung. Pantaskah kita memakai hak mereka untuk kepentingan kita secara tidak wajar. Pemikiran ini sekaligus akan menghantar kita ke kehidupan penuh damai sejahtera.
Terakhir, suka atau tidak suka, kita harus menjadikan uang adalah sumber kebahagiaan, damai dan sejahtera, dan sumber pemersatu keluarga. Kalau uang menjadi pemecah keluarga, perebutan harta, dan kebencian maka haruslah kita hindari, sehingga uang akan berubah menjadi alat tukar bukan secara jasmaniah saja tetapi sekaligus alat tukar rohaniah.

Mencari

Siapa yang punya akan diberi, siapa yang tidak punya akan diambil, kecuali kalau dia mencari

1291617197IWUcOLSaya menuju kota Bandung ingin jumpa seorang sahabat, dosen di Universitas Trisakti, beliau juga dosen di ITB. Saat tiba di kompleks perumahannya, lalu kami mencari rumahnya Blok O. Tetapi setiap kali kami cari Blok O, selalu ditunjukkan Blok U. Ketiga kali kami cari putar-putar kembali tetap kami ditunjuk blok U. Akhirnya kami memberi tanda dengan jari tangan, menunjuk huruf O. Barulah mereka mengerti itu bukan O, tetapi OOO (dialeg Sunda). Dan akhirnya kami sadar bahwa ada kekeliruan dalam menyebutkan O dalam dialeg Sunda, kami hanya bisa tersenyum karena alamat yang dicari sudah ditemukan.
Aku di kantor memiliki tenaga ahli dalam bidang pemasaran. Kerjanya setiap hari mencari, mencari dan mencari order untuk perusahaan berupa proyek atau pekerjaan lainnya. Kepada mereka ditanamkan apa yang harus dicari! Karena selain kita mencari apa yang diinginkan perusahaan sering yang diperoleh tidak sesuai dengan apa yang diharapkan karena adanya miskomunikasi atau adanya distorsi bahasa dan hal-hal lain seperti kendala waktu, biaya dan usaha lainnya.
Mencari boleh dibilang menjadi kegiatan siapa saja, terutama buat para pemuda-pemudi, yang mencari pasangan hidup. Ada yang sampai putus asa dan pasrah. Kisah Novel Arjuna mencari Cinta sangat inspiratif buat para muda-mudi karena ada baiknya ada juga buruknya. Orang bilang jodoh di tangan Tuhan. Ada yang bilang jodoh ditangan hansip. Ada juga bilang jodoh ya dijodohkan kaya kisah Siti Nurbaya. Satu hal bahwa kita memang harus mencari, terserah jodoh atau tidak jodoh kita tetap harus mencari. No Pass No Chance, istilah dalam pukulan puter Golf.
Siapa yang punya akan diberi, yang tidak punya akan diambil. Agak aneh buat pendengaran normal. Tapi bagi siapa yang sudah biasa mencari maka akan mengerti maknanya. Punya atau memiliki di sini artinya punya niat baik, semangat, kepekaan, kebaikan, ketulusan, kemauan keras dan tiidak lupa kawan. Kalau tidak punya teman jangan harap bisa mendapat sekalipun cari keujung dunia.
Maka kepadanya akan diambil, yakni lelah, putus asa, kesedihan, kehilangan gairah, hidup tanpa suka cita.
Kita juga dari hari ke hari harus mencari Tuhan walau sebenarnya Tuhan sudah mencari kita sebelum kita mencari-NYA, tetapi bukan berarti kita bisa menemukan-Nya begitu saja. Kita harus punya hati yang bersih, niat dan cinta. Jalan yang kita cari menuju Tuhan tidak selalu mulus, melainkan banyak distorsi dan hambatan. Semoga mulai hari ini kita semua belajar mencari, mencari dan mencari.
Aku sendiri mau mencari damai sejahtera bersama sahabatku semua Tuhan memberkati, menyayangi dan melindungi kita semua.

Nafas

Selama nafas masih dikandung raga, Jiwaku memuliakan Tuhan sebagai nafas rohku

Semenjak RS Mount Elisabeth Singapura berdiri, ada sebuah ungkapan di antara para anggota Yayasan. Katanya: “Kita ini bisnis nafas”! Saya tertawa pada saat disampaikan dalam jamuan makan malam untuk mengenang para pendiri di Shangrilla, Singapura. Karena agak janggal dan tidak mengerti bagaimana nafas kok dibisniskan. Ternyata setelah dijelaskan panjang lebar akhirnya saya mengerti bahwa apa arti nafas itu! Nafas bukan datangnya dari kita, tapi dari Tuhan. Tidak seorang pun di dunia bisa membuat nafas, hanya Tuhan. Jadi, bisnis ini milik Tuhan katanya. Lalu apa yang terjadi kalau nafas itu berhenti? Tamatlah sudah oleh karena itu perlu kesinambungan, terus menerus dan estafet dari generasi ke generasi. Nafas itu hidup. Artinya perlu berkomunikasi secara sosial dan menjadikan kita bisa berkembang biak dan masih banyak penjelasannya.
Saya sungguh bersyukur karena bisa bernafas dan menikmati pemberian Tuhan yang sungguh-sungguh nikmat dan menyegarkan kehidupan saya. Dan saya belajar banyak hal bernafas. Ada satu hal yang menjadi misteri buat kita hayati bahwa nafas itu memulai awal kehidupan dan sekaligus mengakhiri sebuah kehidupan. Tetapi di dalam proses perjalanan hidup kita, nafas kita lupakan, baik dalam keadaan sadar maupun saat tidur. Kita tidak pernah mau atau sedikit saja memperhatikan nafas yang begitu penting bagi kita.
Misalnya pada saat kita mau tidur apa yang harus kita persiapkan untuk menjaga nafas kita? Pertanyaan pertama siapa yang menjaga nafas kita? Kedua apa guna nafas bagi kita.
Oleh karena itu, maka untuk menjaga nafas kita, haruslah kita minta pertolongan Tuhan melalui doa dan permohonan kita agar Tuhan mau memperpanjang nafas kita. Mari kita menarik nafas panjang, tahanlah sejenak lalu renungkan untuk siapakah nafasku ini. Apakah hanya untuk kehidupan atau ada kegunaan lainnya, lalu hembuskanlah nafas kita dan sekali lagi rasakan betapa besar Karya Agung Tuhan buat kita. Kita renungkan apa yang harus kita berikan sebagai ungkapan terima kasih kita buat Sang Pemberi.
Pernah suatu hari saya merenung, bagaimana suatu saat di bumi ini kehabisan oksigen, sebagai makanan utama nafas dan paru-paru kita. Kala kita membayangkan anak-cucu kita tersesak sesak saat bernafas, lalu mengapa kita merusak nafas dunia dengan merusak alam sekitarnya, lingkungan hidup kita? Apa kelak ada cadangan? Saya yakin kalau kita semua mau menjaga alam kehidupan kita, maka nafas kita dan anak-cucu kita serta keturunan kita semua bisa terjaga.
Selain Badan kita memiliki nafas, juga Roh kita memiliki nafas. Nafas roh adalah menghirup firman Allah dan menghembuskan kasih serta kabar gembira. Demikianlah kita diutus.
Siapa memiliki nafas raga tapi tidak memiliki nafas Roh sama saja dengan bernafas secara terbalik sehingga ia tidak menghasilkan hidup baik untuk dirinya maupun untuk sesama. Nafas roh ini berhenti sama juga seperti nafas raga kita berhenti. Selamat menulis Sabda Ilahi dan mengamalkannya sebagi nafas Roh kita.

Gunung

Bila imanmu sebesar biji sesawi saja, maka gunung pun pindah bila disuruh.

Give me this mountainMendaki gunung bukan hobiku, tapi waktu muda aku sudah beberapa kali ikutan. Pengalaman pertama naik Gunung Bromo, di Jawa Timur, sewaktu SMA. Perjalanan memakan waktu 4 jam dari lokasi penginapan untuk mencapai puncaknya. Jadi, kami harus jalan kaki jam 1 pagi sampai jam 5 pagi dan menikmati terbitnya matahari. Suatu pemandangan yang sungguh indah dan tidak bisa dilukiskan. Bromo, anak Gunung Tengger di Pasuruan indah sekali. Masyarakat di sana mayoritas beragama Hindu, percaya bahwa gunung tersebut dikuasai oleh seorang raksasa, yang suka marah. Setiap tahun mereka memberi korban sapi yang dibuang ke kawah yang masih ada laharnya. Alkisah dulu yang dikorbankan adalah anak gadis, cantik dan masih suci, tapi sekarang cukup sapi saja.
Pagi ini saya melintas Gunung Pangrango menuju Bandung, teringat pengalaman mendaki gunung ini saat masih mahasiswa. Perjalanan ke Puncak Gunung dijangkau dari Telaga Swarga selama 12 jam. Kita harus menginap di Desa Koja, lalu melanjutkan perjalanan keesokan paginya, lalu berkemah di puncak gunung. Perjalanan sangat berbahaya karena melintas jurang, bukit dan lereng yang curam dan licin. Kalau hujan basah kuyup dan jalan licin. Kalau sekarang anak-anak saya minta ijin ke sana mungkin saya tidak kasih, tapi dulu aku k esana tanpa minta ijin rang tua.
Dari perjalanan ke puncak gunung banyak sekali masalah. Bekal mungkin tidak jadi masalah tapi kondisi alam sungguh berat. Lagi-lagi terpikir olehku mau cari apa sebenarnya. Kok susah-susah dan melawan bahaya apalagi kalau fisik tidak kuat bisa sakit karena banyak nyamuk, serangga, ular dan binatang buas. Beberapa kali pawang pandu kami menangkap ular berbisa dan binatang berbisa lainnya. Tetapi saat tiba di atas gunung kami semua sangat berbahagia, puas dan penuh keakraban dengan teman-teman semua.
Inilah yang dijadikan perumpamaan gunung. Kalau kita punya iman sebesar biji sesawi, maka gunung pun bisa disuruh pindah. Kalau kita sudah pernah naik gunung saya rasa kita tahu maksud arti gunung. Masalah diibaratkan sebagai gunung, persoalan hidup, himpitan penderitaan, kekecewaan, kekhawatiran, ketakutan dan lain sebagainya. Hanya iman yang bisa menyingkirkannya, karena percaya kepada Tuhan bahwa gunung itu akan menjadi kecil kalau hati kita besar. Untuk membesarkan hati, kita perlu iman yang kuat. Gunung pun bisa berubah menjadi debu. Di alas kaki Tuhan, jadi apalah arti besarnya gunung.
Ada pepatah mengatakan: ”Jangan mengatakan Tuhan masalahku besar banget, tetapi katakanlah kepada masalah singkirlah dariku karena Tuhanku besar banget”. Masih mengutip sebuah tulisan di meja Dina, karyawanku : “Bukan kesulitan yang membuatku takut, tetapi ketakutan yang membuatku sulit”.
Selamat pagi, sahabatku semua, kukirim doaku buatmu satu persatu dimana pun anda berada. Tuhan menyayangi, membimbing dan melindingimu setiap saat dari terbitnya matahari, sampai fajar menjemput kembali.