Say it with flower
Sesungguhnya bunga-bunga yang mekar mewangi di pagi hari ingin menyapamu dengan suka cita
Saya baru saja selesai mengikuti misa pernikahan putra Bapak Eddy Kaslim, internal audit dan consultant kami. Misa dipimpin konselebran Pastor Anton Gunadi, Pastor Suryadi dan Pastor Maxi (sahabat kami di Brisbane, Queensland Australia). Aku duduk di belakang, tapi di depan bangku ada bunga yang dirangkai dengan cantik sekali. Ada mawar putih digabung dengan kuncup mawar merah dengan untaian anjelier dan bunga seruni dan dedaunan bunga matahari. Cantik sekali. Demikian juga pasangan pengantin yang cantik. Gereja Santo Yakobus terisi penuh oleh umat, karena orang tua pengantin merupakan aktivis gereja. Waktu saya keluar, di depan pintu gereja penuh dengan Dendrobium Angelica (Anggrek Hitam ) yang indah sekali.
Bunga-bunga memang tidak terlepas dari kehidupan manusia, terutama acara acara khusus, seperti pesta perkawinan, ulang tahun sampai saat orang meninggal. Apa hubungan antara bunga dan cinta sampai bisa mewakili bahasa Cinta : “Say it with flower”?
Ada rumors pada saat Marilyn Monroe meninggal, di kamarnya di temukan 7 karangan bunga dari 7 kepala negara. Tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa bunga sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Bisa dibayangkan kalau tidak ada bunga dalam sebuah acara. Atau coba kita lihat suatu hari gereja tanpa bunga?
Pernah ada seorang tua mengatakan bahwa jangan kasih nama anak dengan nama bunga. Mengapa? Katanya kalau pakai nama bunga mudah layu. Tetapi ada yang mengatakan aku ingin punya anak diberi nama Mawar atau Anggrek biar bisa membuat dunia semerbak. Banyak pujangga memuji bunga sebagai bagian dari cinta dan melukiskan ibarat untaian permata bahkan lebih indah dari kehidupannya sendiri.
Sampai raja Daud pun tidak memiliki baju seindah bunga bakung.
Mari memandang bunga sebagai berkat karunia dari Tuhan agar keindahannya menjadi sumber suka cita bagi semua sahabat.







