Menjadi pribadi yang unggul melalui pergaulan.

Sumber : http://globeinfra.org/?page_id=41
Sejak awal mula Tuhan menciptakan manusia untuk mengambil peran dan kemiripan pribadi-Nya, sehingga manusia berbeda dengan makluk lain. Makhluk lain hanya memiliki jiwa dan badan saja, tetapi manusia memiliki Roh yang sebenarnya itulah yang berada dalam kebersamaan dengan Tuhan. Memang benar kalau kita ingin mengenal Tuhan, maka yang bisa kita lakukan adalah mengenal sahabat-sahabat di dekat kita, terutama orang-orang yang kita cintai.
Pribadi unggul merupakan berkat Tuhan kepada kita berupa talenta. Menurut saya, semua manusia memiliki sebuah kelebihan dalam keunikannya. Jadi, talenta dalam dirinya harus digali dan dicari.
Ada sebuah kesaksian dari seorang sahabat saya bernama Johan. Beliau dari kecil sampai besar tidak mengerti atau bahkan tidak tahu menahu masalah lukisan. Suatu keajaiban berkarya dalam dirinya saat di usia 50-an. Tiba-tiba dia merasa mau melukis. Dia belajar dalam waktu singkat sekali. Sekarang beliau menjadi seorang pelukis dunia yang handal dan berkemampuan tinggi. Ada juga seorang sahabat yang menjadi penyanyi di saat usia lanjut. Banyak contoh bahwa kadang talenta manusia baru dirasakan setelah usia lanjut dan tidak dimiliki sebelumnya.
Menarik sekali buku Lisa Tamsil tentang kepribadian unggul. Saya sangat sepakat dengan beliau bahwa persahabatan dan pergaulan bisa memberikan seseorang menjadi pribadi yang unggul. Bagaimana itu bisa terjadi? Mungkin pengalaman banyak bercerita nantinya.
Dunia usaha tidak berbeda banyak. Coba perhatikan orang sukses atau orang yang berhasil dalam kariernya. Orang ini pasti pandai bergaul dan memiliki banyak teman. Bahkan punya kemampuan lobi yang sangat bagus.
Gereja sendiri membuka lebar setiap umat saling mengenal dan saling berinteraksi. Baik dalam lingkungan maupun dalam paroki. Sayangnya umat tidak memanfaatkannya.
Bagi Orang Muda Katolik boleh tersenyum membaca ini. Perjodohan juga bisa terjadi di gereja. Saya sendiri menikahi istri saya karena persahabatan dalam lingkungan OMK dan organisasi mahasiswa Katolik di Universitas Trisakti.
Bagi Mudika yang masih belum dapat jodoh sering-seringlah ke gereja. Aktiflah dalam organisasi Gereja dan bergaul dengan sesama. Selain kita akan meraih pribadi yang unggul pasti mendapat pasangan serasi daripada mencari jodoh di tempat lain.
Kehidupan rohani tidak terlepas dari persekutuan, karena tidaklah baik bagi manusia itu hidup sendiri. Oleh karena itu, perlu adanya pendampingan. Demikian kita hidup secara rohani. Berbagai kegiatan di lingkungan sangat membantu kita. Di sana kita bisa membentuk pribadi yang unggul dan berkemampuan. Selain itu, saya juga sependapat bahwa semakin banyak bergaul maka semakin bijaksana seseorang. Tentu saja itu mengandaikan dia mau dan berperan aktif dalam pergaulan itu sendiri.
Kata lain, roh kita juga memerlukan sahabat. Roh itu akan melakukan interaksi tanpa batas apakah bagi manusia, hidup atau mati. Itulah yang dimaksud Yesus bahwa siapa yang mengikuti AKU, dia akan hidup walau sudah mati. Memang benar badan atau raga bisa musnah, tetapi pemikiran dan kebijaksanaan akan hidup abadi. Demikian halnya kita mengikuti ajaran-ajaran agama dan melakukannya dengan penuh kebijaksanaan. Cinta akan hidup dan terus berperan. Semoga semua menjadi pribadi unggul melalui komunitas kita di lingkungan, Gereja dan Kantor.




