Modal Asing

Pemakaian modal asing ibarat pisau bermata dua.

Saat makan siang di Rancamaya Golf CC sehabis turnamen golf, yang dilakukan oleh Suara Pembaruan,
saya bertemu dengan teman lama Dr. Hariman Siregar, SpPd. Tentu kita semua masih ingat nama beliau saat peristiwa Malari (Malapetaka Lima Belas Januari 1974). Saat itu beliau sebagai Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia.
Perjumpaan ini cukup bernostalgia karena saya dekat dengan beliau semasa muda. Pokok pembicaraan kita lalu menuju ke masalah modal asing yang masuk ke Indonesia. Sebagai pemilik Rumah Sakit BARUNA, beliau juga dikenal sangat kritis terhadap kebijakan pemerintah khususnya mengenai modal asing yang masuk ke Indonesia. Beliau sepakat dengan pendapat saya mahwa modal asing itu seperti pisau bermata dua. Maksudnya sangat bermanfaat buat kemajuan bangsa dan negara tetapi sekaligus menjadi bahaya bagi nilai-nilai kebangsaan. Harga diri sebagai bangsa yang besar akan memudar. Istilah beliau akhirnya kita jadi kacung saja.
Beliau katakan sebentar lagi Indonesia tidak punya rumah sakit lagi. Semuanya milik asing. Semoga tidak terjadi ya.
Hidup berketergantungan juga sama halnya dengan menarik Modal asing, para pemimpin kita dahulu mengatakan Go to hell, Kapitalis, lalu apa yang. Terjadi sekarang, Pinjaman luar negeri kita luar biasa besarnya, sebaliknya Modal Asing mengalir terus.
Setiap hari kita bekerja, tentu di luarnya tidak terpikir apa yang terjadi? Itu urusan yang punya modal. Pertanyaan akan menarik kalau ditanya : Apa modal kita dalam menghadapi kehidupan? Terlepas dari materi duniawi, bagaimana kita memodali perputaran kehidupan rohani kita ?
Sungguh suatu kebahagiaan besar kalau kita bisa memodali sendiri kehidupan ini. Tetapi bagaimana dengan orang yang membutuhkan modal untuk kehidupan rohaninya ? Ibarat sebuah perusahaan kecil atau usaha kecil-kecilan yang baru tumbuh perlu modal usaha, demikian halnya bagi kita yang baru mau mulai investasi di Ladang Tuhan. Modal utama kita hanya Iman, Pengharapan dan Kasih. Tetapi kadang-kadang kurang cukup sehingga kita memerlukan modal asing, yaitu inteligensi, komunikasi dan teknologi. Masuknya Alkitab dalam Blackberry, Puji Syukur dan Doa Novena dalam Iphone benar-benar bagai pisau bermata dua!
Saya cuma bisa mengharap kita bisa memperkuat modal kita sendiri berupa Iman, Pengharapan dan Kasih dengan ditambah kekuatan persekutuan/persahabatan, Semoga melalui CINTA kita bisa diselamatkan dan dibimbing Roh Kudus menuju hidup dalam damai sejahtera dan penuh kebahagiaan.
Mari memperkuat modal kita semua melalui progran ATT (Alkitab Tulis Tangan). Dengan menulis Sabda Ilahi, kita memelihara Sabda hidup dalam keluarga. Ini modal kita dalam diri kita sendiri.

17 responses to this post.

  1. Pisau bermata 2, berarti baik dan buruk, tergantung dengan orang yang menggunakannya. Modal asing tidak salah, asalkan kita menggunakan modal itu dengan baik. Indonesia banyak meminjam di negara orang karena Indonesia tidak bisa menggunakan modal itu dengan baik. Negara asing melihat Indonesia sebagai tempat tambang, maka dari itu negara asing ingin menguasai Indonesia. Tapi negara asing juga tidak salah, karena mereka membantu Indonesia dengan fasilitas-fasilitas yang mereka bangun, seperti rumah sakit. Rumah sakit pasti membutuhkan tenaga kerja, dan biasanya Indonesia selalu membuat perjanjian dengan negara asing yang membangun suatu perusahaan, untuk mempekerjakan orang-orang Indonesia. Dengan begitu, pengangguran di Indonesia akan berkurang.
    Indonesia juga memberikan pajak yang sangat tinggi kepada perusahaan asing.

    Reply

  2. Modal asing memang sangat dibutuhkan, namun jika sebagian besar keuntungan yang kita dapatkan harus menjadi milik perusahaan lain/asing, hal tersebut sangat tidak menguntungkan untuk kita. Sebenarnya yang kita butuhkan adalah modal berupa uang/alat-alat infrastruktur untuk membangun dan menjalankan hal-hal yang masih belum bisa kita kerjakan sendiri. Sebaiknya pekerja yang digunakan juga adalah pekerja yang berasal dari indonesia. Masalah keuntungan, kita harus mendapatkan lebih banyak daripada si pemberi modal pastinya.

    Reply

  3. ketika kita membutuhkan dana kita memang bisa menggunakan modal asing namun sebaiknya kita juga harus memastikan apakah kita bisa mengembalikan utang tersebut karena UTANG adalah sebuah KEWAJIBAN yang harus diselesaikan

    Reply

  4. saat mendapat modal asing, itu seperti seorang pengusaha meminjam uang dari bank untuk memulai atau menutupi kebutuhan aset dalam perusahaannya,
    untuk mendapatkan hasil yang maksimal diperlukanya, perencanaan yang tepat agar modal yang dikeluarkan tidak menjadi sia-sia dan menghasilkan profit yang baik, juga untuk melunasi modal yang telah dipinjam sebelumnya.

    Reply

  5. modal asing memang dibutuhkan tetapi sebaiknya hanya berapa perseen saja jangan sampai suatu perusahaan merajai tau bangsa asing menanamkan modal di perusahaan – perusahaan indonesia terlalu banyak karena keuntungan yang besar akan dimiliki oleh bangsa asing, sedangkan indonesia hanya mendapatkan keuntungan kecil dan efeknya saja.

    Reply

  6. yang namanya meminjam,suatu hari pasti harus di kembalikan..karena hutang adalah hutang dan bagai mana pun tetap menjadi hutang..

    Reply

  7. Setuju! Bagaikan kita mempunyai usaha untuk mendapatkan apa yang kita inginkan tetapi ada kalanya kita kesulitan dan kita membutuhkan bantuan seseorang. Saat seseorang itu datang dan memberikan kita bantuan adakalanya mereka meminta imbalan, baiknya bila kita bisa melakukannya sendiri walaupun repot usahakan agar tetap berusaha sendiri.

    Reply

  8. Setiap hari kita bekerja, tentu di luarnya tidak terpikir apa yang terjadi? Itu urusan yang punya modal.

    Reply

  9. modal asing itu memang dibutuhkan karena dari orang asing kita dapat mengambil pengalaman na, jangan melihati siapa dan berapa besarnya tapi ambiillah pengalaman na, karena pengalaman itu tidak bisa dinilai secara kuantitas.

    Reply

  10. modal asing.. jadi kita meminjam uang dari orang asing dan suatu saat kita harus mengembalikannya juga

    Reply

  11. Posted by charakitti on December 18, 2012 at 12:41 pm

    Pisau ada yang tajam dan yang tumpul berarti baik dan buruk, tergantung dengan orang yang memakainya dengan perbuatan apayang ia lakukan. Modal asing tidak salah, asalkan kita menggunakan modal itu dengan baik. Indonesia banyak meminjam di negara orang karena Indonesia tidak bisa menggunakan modal itu dengan baik. Negara asing melihat Indonesia sebagai tempat tambang, maka dari itu negara asing ingin menguasai Indonesia. Tapi negara asing juga tidak salah, karena mereka membantu Indonesia dengan fasilitas-fasilitas yang mereka bangun, seperti rumah sakit. Rumah sakit pasti membutuhkan tenaga kerja, dan biasanya Indonesia selalu membuat perjanjian dengan negara asing yang membangun suatu perusahaan, untuk mempekerjakan orang-orang Indonesia. Dengan begitu, pengangguran di Indonesia akan berkurang.
    Indonesia juga memberikan pajak yang sangat tinggi kepada perusahaan asing. asal jang buat korupsi saja

    Reply

  12. Tidak salah kalau kita menggunakan modal asing.Tapi kita perlu menggunakannya dengan bijaksana.Karena,kalau kita hanya mengandalkan modal asing 100%,kita akan mudah hancur karena ketidaktahuan kita.

    Reply

  13. Posted by hedwig gerardine calvin on December 19, 2012 at 4:01 pm

    Menjadi Pribadi Unggul dan Berprestasi “ Jauhilah orang-orang yang berusaha mengecilkan impian anda. Orang kecil selalu melakukan hal itu, sebaliknya orang yang sungguh-sungguh besar akan membuat Anda merasa bahwa Anda pun bisa menjadi orang besar.”

    Reply

  14. Hidup berketergantungan juga sama halnya dengan menarik Modal asing, para pemimpin kita dahulu mengatakan Go to hell, Kapitalis, lalu apa yang. Terjadi sekarang, Pinjaman luar negeri kita luar biasa besarnya, sebaliknya Modal Asing mengalir terus.

    Reply

  15. Modal Asing memang sangat membantu negara-negara berkembang seperti negara indonesia kita ini. dengan bantuan modal asing maka kita dapat lebih cepat membangun negara kita ini. tetapi apa yang terjadi? sebagian dana dipakai oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. sehingga lama kelamaan modal asing bukan lah membantu tetapi semakin memperburuk negara kita ini.

    Reply

  16. Posted by dwiandra annas putra on May 26, 2013 at 3:58 pm

    ketika kita membutuhkan dana kita memang bisa menggunakan modal asing namun sebaiknya kita juga harus memastikan apakah kita bisa mengembalikan utang tersebut karena utang adalah sebuah kewajiban yang harus diselesaikan

    Reply

  17. Posted by yugi p5 ubm on June 21, 2013 at 12:42 pm

    Modal asing itu bagus untuk kita memulai bisnis, namun jika sebagian hasilnya harus dibayar kepada pemodal maka sama aja itu merugikan kita sebagai peminjam modal asing maka dari itu kita harus bisa memaksimalkan pengeluaran biaya kita dalam berbisnis..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: