Bandara

Menanti landasan, melebar sayap, menyusur angin, mendarat dengan santai, bandara itu rinduku (Capt. Pilot Iwan Setiawan)

17082012_bandaraSaya mendarat di bandar udara Changi Singapura kemarin sore hari, cuaca cerah dan pendaratan sangat mulus sekali. Suasana airport sangat ramai sekali, sepintas saya teringat beberapa sahabat saya yang menjadi captain pilot di Garuda, sudah sangat lama tidak jumpa, tetapi saya selalu ingat puisi d irumah Capt Iwan,
“Menanti landasan,
Melebar sayap,
Menyusur angin,
Mendarat dengan santai,
Bandara itu rinduku”

Juga bersama Capt Bobby, Capt Yudho dan Capt Boy. Keempat kawan saya ini yang mempelopori wacana baru penerbangan dalam negeri walau sempat grounded setahun lebih. Sering kami berkumpul berbincang dan bercerita terutama mengenai bandara, sehingga saya juga mengerti sedikit tentang bandara, arah angin bahkan komunikasi, juga strategi bagaimana melakukan approach pendaratan agar penumpang merasa nyaman.
Bercerita tentang Bandar Udara tentu mengingatkan kita terhadap beberapa hal yang juga berguna bagi kita semua, terutama kehidupan kita.
Pertama kalau berbicara tentang bandara, kita akan mengutamakan keselamatan, dan seluruh fasilitasnya. Para insinyur merancang bagaimana keamanan prima, baik konstruksinya, maupun zonningnya, fasilitas gedung dan kenyamanan bagi para penumpang. Kedua, adalah fasilitas komunikasi, baik radio radar sampai ke komunikasai menara saat lepas landas maupun saat mendarat. Ketiga, adalah pengaruh cuaca di lokasi, angin, hujan dan badai, di sini kemampuan atau skill pilot sangat diperlukan, pengalaman dan jam terbang.
Sore hari ini kenangan itu mengingatkan saya saat Tsunami terjadi di Aceh, bantuan dari MSF (Medecins Sans Frontieres – Dokter Lintas Batas atau Doctor without Border). Mereka pertama kali mengirimkan bantuan dengan pesawat Ilusion 76 yang sayapnya sangat lebar bisa 4 kali pesawat Boeing 737. Ternyata landasan yang bisa dipakai hanya Soekarno Hatta dan akhirnya bisa mendarat dan semua kesulitan bisa diatasi. Semua ini dikarenakan kesiapan bandara.
Dalam kehidupan kita, mari kita membangun bandara di hati kita, sehingga siapa saja yang mendarat di hati kita akan merasa nyaman, aman, tentram dan damai sejahtera. Betapa sulitnya membangun suatu instalasi dalam hati yang demikian rumitnya namun dengan ketekunan dalam kasih dan pengharapan saya yakin bahwa kita semua pasti mampu dan bisa.
Semoga kita semua diberkati dengan berkemampuan membangun sebuah bandara di hati kita semua dan membangun dengan cinta dan membangun dengan harapan sampai kita menemukan
bandara adalah rinduku. Salam dan doa.

Lampu (3)

Firman-MU pelita bagi kakiku, Terang bagi jalanku.

indexPagi-pagi buta saya menuju airport Soekarno Hatta, kiri kanan masih gelap gulita, cuma diterangi beberapa lampu kecil. Rupanya lampu jalan sedang tidak beroperasi, tetapi karena begitu banyak mobil, suasana cukup terang juga. Kelihatannya Kota Jakarta seperti tidak ada matinya, jumlah kendaraan semua berlalu lalang hampir tidak kenal waktu.
Teringat sebuah kisah tentang Jendral Qing Fang, yang nantinya menjadi raja sebuah dinasti. Kisah ini diceritakan oleh mama saya semasa kami masih kecil, namun selalu teringat di hati kami semua. Qing kecil dilahirkan sangat miskin dan tidak punya apa-apa. Yang menjadi sengsaranya bahwa “lampu” saja tidak punya sehingga jika malam tiba seluruh rumahnya penuh kegelapan.
Qing sangat rajin dan dia tidak pernah lelah atau mau berhenti belajar. Jika malam tiba dia menuju rumah orang kaya tetangganya dan melalui celah-celah lubang dinding dia bisa memperoleh cahaya untuk bisa membaca dan menulis. Setiap hari dilakukannya hal itu. Yang sungguh menyedihkan adalah tibanya musim dingin. Kebekuan yang terjadi luar biasa. Apa lagi salju sudah menutupi bumi sedang dia hanya memiliki baju di badan saja.
Kehidupan Qing kecil tidak pernah berubah karena kemiskinan melanda negerinya sampai suatu saat di musim dingin karena sangat dinginnya Qing tidak tahan, tetapi semangatnya untuk belajar memaksanya terus untuk belajar. Cuma hari itu perutnya kosong karena kelaparan melanda negerinya. Qing tidak tahan dan pingsan, tetapi nasib mujur segerombolan pasukan tentara lewat dan melihatnya dan akhirnya membawa Qing ikut serta mereka dan mereka merawat Qing.
Qing tumbuh di antara para serdadu barbar dari hari ke hari sampai dewasa dan dia diterima menjadi tentara. Karena sangat pintar akhirnya Qing bisa menjabat sebagai jendral. Dia pulang ke kampung mengajak keluarganya ke kota, tetapi sempat mampir ke rumah orang kaya tetangganya. Ia memberi hormat dan terima kasih karena cahaya lampunya telah menolong dia menjadi orang besar. Kelak Qing Fan menjadi raja dan dia tetap belajar. Dia menjadi pelopor pembuatan lampu bagi rakyat kecil supaya bisa berlajar di malam hari. Di sini pesta lampion dimulai.
Lampu tidak bisa dipisahkan dengan kecerdasan, kemauan dan juga semangat atau spirit. Jadi, bukan saja masalah terang. Demikian sebuah lampu dinyalakan tidak disembunyikan di bawah tempat tidur, melainkan harus ditaruh di atas kaki dian, agar bisa menerangi semua ruangan. Lampu tidak dinyalakan lalu ditaruh di dalam gentong (kisah tentang lampu dinyalakan dalam gentong dikisahkan turun temurun bangsa yahudi saat menyerang kota Sujk, karena di malam hari lampu-lampu ditaruh dalam gentong. Ketika malam hari pasukan menyerang pertama-tama dengan memanah gentong-gentong tersebut dan terjadi terang benderang sehingga mudah buat memanah musuh. Artinya terang itu juga punya arti terselubung).
Dalam kehidupan, kita bukan saja butuh cahaya terang, tetapi kita sendiri harus menjadi terang. Artinya kita harus memiliki kemauan, kecerdasan dan semangat atau spirit. Tanpa itu semua kita ibarat lampu tanpa minyak, atau bolham putus, mungkin akan dibuang orang karena tidak bisa dipakai.
Semoga kita semua bisa memiliki semangat kerja, kecerdasan dan kemauan keras untuk bekerja dan berkarya bagi pembangunan dunia. Salam dan doa.

Toleransi

Jika ada pemancar tanpa antena, itu adalah komunikasi yang salah (Bell)
imagesAda sebuah kisah terpenggal dalam film Romeo dan Juliet karya William Shakespeare, yakni komunikasi antar keluarga hanya berjalan satu arah saja, tetapi ikatan cinta kedua remaja benar-benar kuat sekali. Kalau diibaratkan radio mungkin antenanya nempel sekali. Tetapi ada bagusnya kisahnya begitu indahnya dan sangat menarik sampai jaman modern. Kisah cinta memang tidak terlepas dari komunikasi dan dalam komunikasi yang terpenting adalah transmiter dan responden dan penghubung keduanya adalah antena. Bayangkan saja kalau alat komunikasi tidak ada antena, wah terjadi spleteran amburadul. Gelombangnya akan merusak frequensi dan akhirnya merusak radionya sendiri.
Untuk seorang Marconis atau operator radio, dia sudah mengenal betul dan menguasai ilmu gelombang, jadi kalau memancarkan radionya harus match atau menggunakan alat yang dinamakan antena tuner. Antena menjadi sangat penting bagi kita jaman sekarang. Kalau mau dengar radio, nonton tv atau alat komunikasi apa saja termasuk handphone, namun handphone sekarang antemanya sudah disembunyikan.
Kita memasuki minggu kampanye, masing-masing kontestan dan para caleg memasang pemancar melalui iklan dan promosi, dan juga memasang antena untuk mendengar bagaimana pasar berbicara, lalu dengan hati dakdikduk menanti hasil pemilihan.
Sebagai orang awam dari politik saya melihat bahwa hal yang terbaik dari kontestan justru mencoba mengeliminasi kelemahan-kelemahan. Bagi para pemilih juga demikian, pasang mata telinga baik-baik untuk siapa yang dipilih supaya sesuai hati nuraninya. Pilihlah yang menurut anda terbaik. Bagi orang yang tidak memilih itu ibarat orang menonton TV atau mendengar radio tanpa antenna. Gambarnya burem, suaranya kresek kresek.
Dalam hubungan antar manusia antena yang sangat dibutuhkan adalah toleransi. Toleransi itu ibarat antena, karena jika kita memesan toleransi maka komunikasi itu menjadi jelas, clear dan tidak salah paham atau miskomunikasi. Cuma bedanya memasang antena mudah tetapi memasang toleransi sangat sulit, tetapi kunci memasang toleransi adalah berpikiran positif.
Sebuanh ungkapan yang saya baca dibeberapa profile bb, mengatakan begini : “Jika kita memohon ampun kepada Tuhan, maka Tuhan akan mengirim orang untuk menyakiti kita, dengan demikian jika kita bisa mengampuni orang tersebut maka dosa kita dengan sendirinya dihapuskan”
Sekarang pertanyaannya bagaimana kita bisa menangkap signal tersebut? Orang banyak begitu keluar gereja berantem karena mobil bersrempetan atau macet tidak mau mengalah. Atau sehabis pulang gereja suami istri berantem! Mereka ini memang tepat diibaratkan tidak memiliki antena, karena pemancar gereja begitu kuta tetapi mereka tidak bisa menerima. Mari kita berdoa agar kita semua bisa lebih peka lagi terutama dalam masa prapaska. Toleransi, toleransi dan toleransi.

Hiburan

Keinginan seseorang adalah bagian dari hiburan, dimana jika terkabul akan menjadikan kebahagiaan tersendiri, semakin banyak keingingan hatinya maka sukacita semakin besar karena ada pengharapan (Adh)

hiburanSaya punya hobby makan dan tentu saja mau cari makan yang enak. Keinginan untuk makan bersama sahabat sungguh menjadi bagian dari suka cita saya, tetapi pada saat saya kurang sehat maka seluruh keinginan makan atau saya sebut nafsu makan hilang dan tentu saya sangat sedih. Dari seluruh makhluk hidup di bumi pasti membutuhkan hiburan. Ada suatu hari saya kedatangan seorang keluarga juga sahabat baik. Di depan rumah saya ada pohon mangga, yang sudah setahun lebih tidak berbuah, padahal sudah dikasih pupuk dan disiram air, tetapi ia tetap saja tidak berbuah. Lalu, kata sahabat saya bahwa pohon pun perlu disapa dan dihibur karena dia lagi sedih. Saya tertawa tetapi saya coba juga. Saya buatkan pot melingkar dan setiap pagi saya suruh siram dan lebih lucu lagi saya ajak bicara supaya dia berbuah. Ternyata benar juga dalam seminggu saja pohon mangga saya berbunga dan berbuah banyak juga manis lagi. Sekarang musim hujan terus menerus, bunganya juga banyak sekali tapi banyak yang rontok karena hujan dan angin. Mungkin pohon manggaku lagi sedih juga di musim banjir.
Suatu hari ada temanku, anjingnya sudah seminggu tidak mau makan. Aku juga punya teman lain dengan julukan BA (bakul asu) padahal nama akhirnya Budiman Asmadi, lucu sekali orangnya. Anjing sahabatku sudah seminggu bolak balik dokter dan tidak bisa terus saat ketemu sama temanku BA. Dia bilang anjing ini ingin kawin. Lalu, dia membelai anjing tersebut dan langsung anjingnya lahap sekali makannya dan keesokannya dicari pejantan supaya bisa kawin.
Jadi hiburan bukan hanya milik manusia saja, tetapi Tuhan ingin menghibur seluruh makhluk ciptaan-Nya, tetapi kita kurang menyadarinya. Kita lebih memilih hiburan duniawi dan hiburan tidak sehat daripada hiburan dari Tuhan yang penuh dengan suka cita besar. Sahabat baik adalah hiburan yang sangat indah. Doa adalah penghiburan abadi, karena kita berbicara langsung dengan Tuhan.
Mengunjungi orang sakit, menghadiri pemakaman, memberikan penghiburan yang berduka adalah pesan Tuhan yang disampaikan melalui kita.
Maria (nama samaran) adalah seorang janda muda yang menderita pendarahan. Sudah setahun lebih karena penyakitnya ini dia kehilangan segalanya. Harta benda sudah dijual semua, anak satu-satunya ikut orang tuanya, suaminya sudah menikah lagi dan tidak diketahui dimana rimbanya. Ia bekerja sebagai operator telepon di sebuah perusahaan swasta. Gajinya hanya cukup untuk makan, dan transport serta biaya kos. Sebagai seorang Katolik yang rajin dia tidak pernah absen dalam doa dan ke gereja, tetapi katanya, dia sudah kehilangan segalanya, yang paling berharga : cinta, suami, anak, kesehatan dan mungkin keinginan hidup. Satu-satunya alasan ia bertahan hidup hanya untuk membiayai anaknya, yang sekarang ikut ibunya.
Pengharapan akan masa depan cerah musnahlah sudah, karena memang sudah tidak ada yang diharapkan. Dalam perjalanan hidup yang menderita, Maria punya seorang sahabat wanita di SMA. Entah apa yang membuatnya tiba-tiba teringat, tetapi malu untuk telepon karena sahabatnya itu orang kaya raya. Cuma kerinduan dan keinginannya terus berada dalam hatinya. Ada beberapa kali reuni tapi dia tidak berani hadir karena kondisi yang melarat dan sakit-sakitan.
Suatu hari di kendaraan umum Maria melihat penumpang di sebelahnya seorang ibu. Ia kelihatannya sakit dan menderita. Maria bingung ingin dia membantu ibu ini ke rumah sakit tetapi dia sendiri tidak ada uang. Akhirnya dia mengajak turun dan ganti taxi dan mengantar ibu ini, dan berhentilah mereka di sebuah rumah mewah karena ibu ini adalah pembantu rumah tangga di sana. Dia membayar taxinya lalu Maria mengantarnya masuk. Sungguh luar biasa, ternyata pemilik rumah mewah adalah Astuti (nama samaran) sahabat karibnya di SMA. (Kisah pertemuan dua sahabat lama ini dibacakan saat aku reuni di Surabaya bagian dari acara dan semua sahabat yang hadir mengucurkan airmata karena Maria hadir dalam acara itu)
Tuhan menyediakan penghiburan menurut caranya sendiri dan sungguh luar biasa. Pertemuan adalah hiburan yang menyembuhkan dan tidak ada pertemuan yang kebetulan atau disengaja semua Tuhan yang mengaturnya.
Semoga kita semua bisa merasakan penghiburan yang diberikan Tuhan kepada kita termasuk kehangatan pagi hari ini. Tinggalkan semua kesedihan, galau, kekecewaan, kemarahan, dan kebencian, tetapi sambutlah hiburan yang diberikan Tuhan kepada kita terutama melalui sahabat kita, keluarga, anak istri, suami dan orang tua. Salam dan doa.

Perasaan

Perasaan menciptakan jarak antara kita dengan dosa, tetapi ALLAH mendekatkan jarak-Nya dengan ujian dan cobaan (Hafifah-Malaysia).


how-u-are-feelingHujan turun sejak malam tadi membuat hatiku gundah gulana entah mengapa? Rasanya situasi dan kondisi pengaruh hujan menimbulkan banjir membuat banyak orang susah, terutama teman-teman yang mengalami musibah. Kadang saya merasa sah itu hal yang biasa. Perasaan saja yang membuat jantungku berdetak lebih keras dan menimbulkan kekhawatiran. Aku memiliki seekor anjing yang pintar sekali, sejak semalam juga melolong mungkin menangis karena takut hujan.
Pagi ini saya coba menerawang perasaanku mengapa aku begitu sedih? Memang perasaan manusia itu luar biasa. Dia bisa menimbulkan kasih sayang, cinta, benci, dendam, takut, khawatir, curiga dan gelisah serta macam macam kondisi. Saya mengutip puisi singkat seorang pujangga Malaysia: “Perasaan menciptakan jarak antara kita dengan dosa, tetapi ALLAH mendekatkan jarak-Nya dengan ujian dan cobaan”.
Semalam saya nonton ILC (Indonesian Lawyers Club) Bang Karni mengutip sebuah pepatah, saya lupa dari mana asalnya, katanya : “Sebuah kesalahan manusia menuju kebenaran adalah keluar dari perasaannya”. Dari kenyataan itu memang bisa dilihat ada hubungan antara perasaan dan kebenaran. Memang pada dasarnya manusia memiliki suara hati yang mempengaruhi perasaan manusia, tetapi perlu kita garis bawahi bahwa perasaan manusia bisa menggiring kita untuk lebih dekat dengan DOSA,
tetapi Tuhan yang begitu mengasihi kita mendekatkan kita dengan-Nya dengan cara memberikan cobaan, sehingga DOA kita selalu ditutup dengan”Jangan masukan kami ke dalam percobaan, artinya mengikuti perasaan kita, tetapi bebaskan kami dari yang jahat artinya mendekatkan kita dengan-Nya”.
Dulu saya pernah membaca sebuah buku Novel, ada sebuah tulisan berbunyi : “Sumber dari segala sumber dosa dimulai dari perasaan, saat itu saya kurang sepakat, karena perasaan manusia melalui suara hatinya sepenuhnya adalah baik, karena sejahat-jahatnya seseorang tidak akan memberikan ular kalau anaknya minta roti. Lalu, mengapa perasaan jadi sumber dosa? Misalnya perasaan ingin memiliki sesuatu, membuat seseorang mencuri atau merampok, atau perasaan terharu memaksa seseorang harus menolong orang lain yang susah. Mengapa perasaan harus disalahkan, hanya untuk keluar dari kebenaran? Tetapi ungkapan bahwa suatu kesalahan manusia menuju kebenaran, justru karena keluar dari perasaan, dan mengikuti kehendak duniawi, bukan kehendak-Nya.
Tetapi hujan pagi hari ini memberikan pengertian sendiri, jadi perasaan itu ibarat hujan, sangat menyejukkan, sangat menyuburkan tetapi kalau terlalu banyak bisa menimbulkan banjir. Semoga kita semua bisa mengerti bahwa Tuhan setiap hari berusaha merubah kita menjadi baik, menyayangi dan ingin menyenangkan hati anak-anak-NYA,. Dengan demikian jangan takut. Seberapa besar COBAAN yang kita alami, termasuk banjir yang kita alami hari ini, tidak lain dan tidak bukan karena Tuhan ingin kita dekat dengan-Nya. Salam dan doaku menyertai.

JERUK

Sincia dan jeruk tidak bisa dipisahkan, hampir seluruh dunia merayakan Sincia (tahun baru imlek 2565) dengan jeruk, karena warna kuning orange, seperti warna emas simbol kemakmuran (Adh)

jeruk-lokamBeberapa hari ini menjelang dan setelah Sincia, saya dan keluarga banyak sekali mendapatkan kiriman buah jeruk Lokan dan Shantang. Yah tepatnya sih selain mendapatkan kiriman tetapi juga mendapatkan kelimpahan dari orang yg dikirimi jeruk lokan dan kokan berdus-dus jumlahnya baik, menjelang sincia maupun setelahnya. Sebenarnya saya agak heran sih kenapa sincia atau imlek dihubungkan dengan jeruk? Terlepas mitos dan budaya yang saya tidak tahu tetapi akhirnya saya menemukan sedikit jawabannya. Sincia atau imlek biasanya tidak terlepas dari musim hujan. Pada musim hujan itu biasanya kita cepat sekali daya tahan tubuh lebih cepat tergerogoti, sehingga menyebabkan tubuh rentan terhadap penyakit seperti influenza dan teman-teman virus lainnya.
Jeruk sebagai salah satu buah2an yang mengandung banyak antioksidan dan vitamin C dipercaya dapat meningkatkan daya tahan tubuh secara alamiah. Oleh karena itu pemberian menu makanan jeruk pada waktu menjelang sincia sangatlah tepat. Dengan harapkan orang yg dikirimi jeruk bisa kuat daya tahan tubuhnya sehingga bisa tahan selama menjalani prosesi sincia dimusim hujan yang turun deras dan berkepanjangan.Demikian hasil penerawangan saya entah benar entah tidak tapi saya rasa memang ada benarnya, ungkap Widi sahabatku.
Sincia dan jeruk tidak bisa dipisahkan. Hampir seluruh dunia merayakan Sincia (tahun baru imlek 2565) dengan jeruk. Karena warna kuning orange, seperti warna emas simbol kemakmuran. Nah ini pendapat seorang biksu budha sahabat saya. Sewaktu saya masih kuliah bersama ayahnya, kami diajak menyaksikan turunnya bidadari dewi-dewi saat Sincia. Ratusan orang yang mengikuti ritual tersebut bersuka cita. Mereka makan jeruk lokan bersama bidadari. Saya hanya duduk termenung karena yang saya lihat para biksu dan teman-teman bersuka cita bahkan ada yang menari.
Yang terang “jeruk” itu enak dan manis-manis asam. Saya rasa buah kesukaan saya ini pantas disantap dalam suka cita. Sayangnya di Indonesia tidak ada yang tanam, semua import dari Cina. Entah kapan kita bisa punya tanaman sendiri, padahal di kampung saya ada “lemon cina”. Sebenarnya tidak kalah dengan lokan, tapi sayang ya!! Hanya bisa dinikmati orang lokal saja. Menurut data, Cina mengekspor lokan ke seluruh dunia semasa Sincia sebanyak 21 juta ton ke seluruh dunia, sedangkan ke Indonesia paling puluhan ribu ton.

LEGENDA JERUK
Bumi dipenuhi kekacauan, karena terjadi percekcokan antara dewa angin dan dewa air,
itulah menyebabkan hujan angin rebut. Di sisi lain manusia ketakutan karena ulah para dewa. Dewa bumi sebagai dewa tertua juga pusing memikirkan jalan keluar agar terjadi damai di bumi.
Beberapa sahabat pertapa berunding agar mencari jalan keluar. Akhirnya disepakati menumbuhkan buah yang manis, enak dan berwarna nyorak untuk menarik perhatian dewa-dewa yang bertikai. Dipilihlah Jeruk Lokan, dan benar saja setelah disajikan secara serempak, ternyata setelah makan jeruk kemarahan para dewa yang bertikai reda, mereka malah jadi sahabat sehingga bumi jadi damai dan sejahtera. Cerita ini dikisahkan turun temurun oleh nenek moyang agar semua keturunan menjadi damai sejahtera.
Jeruk memang enak. Tuhan memberikan kita sebuah kenikmatan. Tidak ada suatu yang tidak untuk menyenangkan hati anak manusia. Kita sebagai anak-anaknya bisa menyaksikan secara nyata bagaimana Tuhan menyenangkan hati kita dan mengajarkan bagaimana kita juga harus bisa menyenangkan hati-NYA dan hati sahabat, khususnya keluarga kita. Salam dan doa.

Posisi

Semakin kita memandang rendah seseorang, maka semakin rendah posisi kita. Semakin tinggi kita menghargai seseorang, maka semakin tinggi posisi derajat kita (Confusius)

quote-do-not-worry-about-holding-high-position-worry-rather-about-playing-your-proper-role-confucius-340767Sebuah pesan pendek masuk melalui bbm saya. Bbm itu bercerita sekitar wanita. Ada seorang pria muda berkata kepada seorang kakek, karena kesal sama pacarnya, dia katakan bahwa wanita itu sama seperti sandal jepit. Lalu kakek itu menasehatinya : “Benar sekali kalau menilai seorang wanita itu sandal jepit, karena kamu adalah kakinya atau ceker,” katanya. “Tetapi kalau kamu menilai seorang wanita adalah mahkota, maka sebenarnya kamu adalah rajanya,”lanjutnya. Anak muda itu sadar akan posisinya.
Malam ini udara sejuk sekali apalagi hujan rintik-rintik. Saya dan beberapa teman serta seorang sahabat pastor sedang menikmati minuman ringan di sebuah hotel dan santapan ringan sambil mengobrol dan bercerita panjang lebar, penuh tawa dan canda. Di restoran ini cuma kami berempat dan disebrang kami ada empat orang lainnya yang juga asyik berbincang. Dua diantara mereka adalah orang bule. Kami terperanjat karena salah seorang bule tinggi besar menyapa saya. Katanya tertawa kami sungguh menyenangkan, lalu saya sampaikan bahwa salah satu dari kami adalah pastor. Beliau memegang erat tangan saya dan sekali lagi dia terhibur dengan tawa kami, karena dia sendiri banyak masalah. Lalu beliau bercerita bahwa dia datang dari Swiss dikarenakan barangnya ditahan di Pelabuhan Tanjung Priok, dan sekarang sedih sekali, tapi dia merasa kami bisa menolongnya. Paling tidak dengan tertawa membuat hatinya senang. Saya bersama teman-teman merasa tersanjung karena ungkapan yang sangat polos, lantaran jarang ada bule keepoo (suka campur urusan orang).
Saya teringat sebuah ungkapan Kong Tzu tentang bagaimana menghargai orang,
“Semakin rendah kita memandang rendah seseorang, maka semakin rendah posisi kita di mata Tuhan,
Semakin tinggi kita menghargai seseorang, maka semakin tinggi posisi derajat kita di mata Tuhan”
Sungguh suatu keindahan kalau bisa mengenal posisi di mana keberadaan kita. Coba bayangkan kalau seandainya kita tidak tahu keberadaan dan kondisi kita, maka ibarat kita berlomba lari tapi tidak tahu di mana titik startnya. Di sana kita akan kebingungan karena kita tidak memiliki arah dan pegangan.
Cuma sekarang bagaimana kita mengenal posisi kita? Di sisi lain begitu besar wawasan yang harus kita hadapi. Tentunya sangat sulit apa lagi kita harus mengenal diri kita? Mengenal siapa kita? Tetapi, Tuhan sungguh baik! Barang siapa bisa menghormati sesamanya maka dia akan melihat wajah Tuhan dan sinar kasih-Nya akan menerangi kita, sehingga kita bisa mengenal diri kita. Dari sana kita akan menjadi anak Tuhan yang sejati. Semoga kasih karunia Tuhan selalu bersama kita.

Magnet

Daya tarik menarik magnit diciptakan untuk kutub berbeda (Dalton)images

Dr. Peter Peregrinus de Mericourt adalah orang Perancis yang menemukan bahwa magnet mempunyai dua kutub dan misteri tentang magnet terkuak. Tahun 1600, dokter dari Inggris, Dr. William Gilbert menemukan kemagnetan bumi. Beberapa hewan memiliki magnet yang berfungsi sebagai kompas. Seperti Paus dan lumba-lumba yang menggunakan magnet bumi untuk navigasi. Magnet merupakan sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita. Bumi yang kita diami adalah suatu magnet yang sangat besar. Bintang-bintang seperti matahari yang memberi kehidupan pada makhluk di bumi juga merupakan suatu magnet yang besar. Sifat magnetik mulai ditemukan pada mineral magnetik (Fe3O4) karena dapat menarik partikel-partikel besi (600SM). Kata magnet sendiri diambil dari Magnesia Deperkirakan orang Cina yang pertama kali memanfaatkannya.
Sifat-sifat magnet terlihat pada suatu bahan bersifat magnet jika partikel-partikelnya tersusun teratur dalam arah yang sama (searah). Sebaliknya jika partikel-partikelnya tersusun acak, maka tidak memiliki sifat magnet. Setiap magnet memiliki 2 kutub magnet, yaitu kutub utara dan kutub selatan. Kekuatan magnet terbesar berada pada kutub-kutub magnet tersebut. Selain dapat menarik logam tertentu, magnet juga dapat berinteraksi dengan kutub magnet lain (berbeda magnet).
Apa yang terjadi bila sebuah magnet batang dipotong pada bagian tengahnya? Ternyata potongan-potongan magnet tadi akan membentuk kutub-kutub magnet baru. Jadi, sebuah magnet terdiri atas magnet-magnet kecil yang tersusun dari kutub utara yang menghadap ke arah kutub selatan magnet dan sebaliknya.
Magnet-magnet kecil tersebut dinamakan domain atau magnet elementer.
Sifat domain pada baja sukar diatur, berarti baja sukar dimagnetkan. Akan tetapi, bila telah diatur, maka sukar berubah atau dikatakan sifat kemagnetan baja tetap. Pada besi, domainnya mudah diatur atau mudah dimagnetkan, tetapi juga mudah berubah, atau sifat kemagnetannya sementara.
Magnet dan sifat-sifatnya sangat diperlukan oleh kita manusia, karena pada dasarnya manusia memiliki magnet yakni daya pikat atau daya tarik menarik, cuma berbeda magnet itu tetap kalau utara selamanya utara, selatan selamanya selatan, kalau dengan kutub berlainan terjadi tarik menarik.
Tetapi, berbeda dengan manusia, saat memiliki daya tarik, selanjutnya bisa berobah menjadi daya tolak ! Demikian manusia diciptakan pria dan wanita. Katanya apa yang disatukan Tuhan jangan diceraikan oleh manusia, lalu keduanya disatukan dengan magnet CINTA. Sayangnya dalam perjalanan magnetnya berobah dari daya tarik menarik menjadi tolak-menolak bahkan total berobah dari Cinta menjadi Benci.
Bagaimana merawat daya tarik menarik agar benar-benar seperti magnet, yang bersifat kekal?
Di sana ada 3 (tiga) hal yang mempengaruhi daya tarik magnet. Pertama, adalah adanya magnet lain yang lebih kuat daya tariknya, sehingga harus terjadi perebutan, jadi kita harus menjaga magnet kita terutama dalam keluarga agar jangan ada magnet lain yg mempengaruhi daya tarik menarik kita. Kedua, adanya isolator yang menutupi magnet sehingga daya tarik menarik tertutup, sehingga perlu sesering mungkin membersihkan magnet kita. Ketiga, adalah jarak, semakin jauh jaraknya maka semakin lemah daya tariknya, jadi kita perlu perhatikan “jarak” antara magnet kita jangan sampai letaknya terlalu jauh sehingga daya tarik menariknya lemah atau bahkan hilang sama sekali.
Semoga Tuhan selalu mendampingi magnet CINTA yang terukir dalam hati kita. Salam dalam doa.

Nasib

Sebenarnya nasib manusia sudah ditakdirkan, tetapi takdir itu sendiri menjadi bagian dari manusia untuk menjadi dirinya, bukan untuk kepentimgan dirinya.

akinini-dotcom-kutipan-soekarno-tuhan-tidak-merobah-nasib-bangsa-sebelumPenerbangan Jakarta-Surabaya saya kali ini membangun stress luar biasa, karena saya membuat janji makan malam jam 7 di Surabaya, sekaligus janji makan pagi jam 8 di Jakarta sehingga jadual saya adalah terbang jam 3 sore lalu menggunakan night flight Garuda jam 23.00 malam kembali ke Jakarta. Maksud hati merajut nasib tapi kenyataan takdir berkata lain, karena sejak pagi hari saya coba mengambil ticket ternyata tidak bisa. Semua flight fully booked sampai last flight, 8 jam menunggu di airport akhirnya terbang jam 21.30 malam, sehingga saya miss makan malam dan harus di ganti makan siang besok hari, terpaksa dua jadwal saya di Jakarta harus di eliminir, syukur esoknya bisa diwakilkan.

Ada tiga orang anak laki-laki seorang pengusaha. Dia tahu bahwa anaknya semua baik-baik, tetapi dia ingin anaknya mandiri, akhirnya dia memanggil ketiga anaknya dan kepada mereka masing-masing diberikan uang sebagai modal. Lalu katanya : “Anakku sebelum aku tiada, kiranya kalian bisa mengerti arti sebuah kebijaksanaan, kalian semua sudah sekolah tinggi, sudah bisa menguasai keadaan nah marilah kita melihat nasib masing-masing”, katanya. “Carilah usaha sesuai dengan keinginan kalian dan kita akan lihat tahun depan saat musim semi tiba, siapakah diantara kalian yang bernasib baik dan mujur”, lanjutnya.
Anak-anaknya semua gembira mendengar ucapan ayahnya karena mereka bangga mendapatkan kepercayaan yang begitu besar, dan tentu saja timbul rasa persaingan diantara mereka untuk menunjukkan kemampuannya. Sang anak sulung adalah anak yang pemberani berwibawa dan penuh kepercayaan, berani mengambil resiko, lalu setelah menerima uang tersebut dia membeli segala macam hasil bumi yang ada, lalu mengapalkannya menuju kota besar. Perjalanan pertama sukses besar, lalu dia berusaha keras, kedua, ketiga dan selanjutnya dan modalnya berlipat ganda, tetapi menjelang musim semi, hasil bumi berlimpah, tapi harga jatuh. Sang sulung menderita kerugian, bahkan penuh dengan hutang, juga semua kekayaannya habis. Hanya tinggal baju di badan dan niat baik, tetapi dia tidak putus asa. Dia bekerja sendiri membantu pengusaha lain dan pelan-pelan bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, serta layak menjadi orang normal.
Anak kedua adalah anak yang sangat pintar. Dia tahu berdagang itu beresiko tinggi, lalu dia pergi ke lahan-lahan murah di desa. Di sana dia membeli sawah dan ladang lalu menanam padi dan kacang-kacangan. Hasilnya pada musim panen bagus sekali, saat musim semi tiba juga mengalami hal yang sama. Hasil bumi berlimpah ruah, walaupun tidak sampai merugi seperti kakaknya, sang adik cukup sulit menghadapi situasi ini.
Sang bungsu anaknya tidak terlalu pintar, dia membawa modal dari ayahnya, dia tahu bahwa seperti di alkitab disebutkan, bahwa dia harus usaha, karena kalau tidak pasti ayahnya kelak akan marah kalau dia tinggal diam, tetapi dia tidak punya keahlian dagang. Dia tidak menguasai cocok tanam seperti kakak-kakaknya, tetapi dia tahu bahwa setiap orang mengusahakan hasil bumi perlu distribusi dan pergudangan yang baik. Akhirnya dia membeli kendaraan angkutan dan membangun gudang. Saat musim semi hasil panenan berlimpah sehingga gudangnya penuh sesak. Kendaraan juga overloaded. Walaupun harga sewa gudang sudah dinaikan sampai berlipat ganda, tetapi orang tetap memohon kepadanya, karena kalau tidak hasil buminya akan rusak. Di sisi lain kelebihan hasil bumi harus dikirim ke pelabuhan dan memerlukan truck untuk membawanya. Sungguh luar biasa penghasilannya bak air bah. Ia menerima rejeki dan tidak bisa menolak. Dalam satu musim saja dia menjadi orang kaya raya
Ketiga kakak adik akhirnya menghadap sang ayahanda dan menceritakan riwayat mereka masing masing. Sang Ayah bangga dan tertawa besar lalu katanya “Sebenarnya nasib manusia sudah ditakdirkan, tetapi takdir itu sendiri menjadi bagian dari manusia untuk menjadi dirinya, bukan untuk kepentimgan dirinya”
Anak-anaknya bingung terutama anak sulung dab adiknya. Mereka malu karena tidak berhasil. Sebaliknya menurut mereka adik bungsu punya nasib yang mujur dan ditakdirkan menjadi orang kaya. Tetapi sekali lagi ayahnya menjelaskan bahwa sekali-kali nasib manusia adalah untuk menjadikan dia dirinya sendiri bukan untuk kepentingannya, sehingga banyak disalahgunakan atau disalahtafsirkan. Jika seorang gagal dia akan mengambil escape clause bahwa dia gagal karena nasib, dia gagal karena sudah ditakdirkan gagal, atau dia tidak berhasil karena garis tangannya. Sama halnya seorang pemimpin atau seorang yang ikut pemilihan menjadi pemimpin dan gagal tentu dia akan berkata bahwa itu adalah nasib dan dia telah ditakdirkan tidak menjadi pemimpin.
Sungguh suatu kebahagiaan besar kalau kita bisa mengerti kebijaksanaan Ilahi, karena Tuhan tidak menginginkan anak-anak-Nya susah, gagal atau menderita, tetapi Dia ingin anak-anak-Nya mengenal Dia dan bisa secara bijaksana menjadi dirinya tanpa harus ada keluhan, tanpa kekecewaan dan tanpa saling menyalahkan termasuk menyalahkan nasibnya.
Semoga Tuhan memberkati kita semua menjadi orang yang mengenal dirinya sendiri. Salam dalam doa.

Koin

Melempar koin membagi undi, mengadu nasib di belahan koin (Pantun tua)

con Gold imitativeSejak uang kertas menggantikan koin, maka citra koin dianggap uang receh. Teringat saya pada suatu hari ada pameran uang kuno, ternyata koin menjadi dominandan harganya aduhai… Ada 1 coin dalam dinasti Chin, dijual ratusan juta. Luar biasa. Ada juga pameran koleksi uang golden yang tadinya menjadi koleksi ratu Juliana dari Belanda dan nilainya tinggi sekali. Sekarang kalau kita melihat koin mungkin tidak dilirik, nilainya tidak ada dan hanya untuk pengemis bahkan pengamen saja tidak mau, tetapi kelak nilainya tinggi sekali. Koin, memang sungguh aneh seperti ungkapan pantun tua : Melempar koin membagi undi, mengadu nasib di belahan koin.
Kalau dalam tradisi Tiong Hoa, sehabis sembahyang lalu bakar uang kertas (Hell notes) lalu pemimpin doa mengambil dua koin lalu melempar apabila gambarnya sama maka artinya para roh belum selesai makan, tetapi kalau gambar berbeda maka upacara dianggap selesai. Ini bagian dari kepercayaan yang indah sekali.
Ada seorang sahabat saya memiliki koleksi koin 1.000 rupiah sebanyak 10.000 buah dan kebiasaannya setiap tahun memanggil 3 orang anaknya dan istri menghitung lalu mencuci dengan cleansing milk. Kebiasaan ini sangat menarik karena dia membagi uang jajan kepada anak-anaknya berdasarkan berapa banyak mereka menghitung koin. Artinya dia harus menyediakan uang 10 juta untuk bagi-bagi uang kepada anak-anak sebagai hadiah Natal. Lucu juga tradisi ini tetapi menarik sekali, sebab tradisi mengumpulkan koin, tetapi menuai cinta dalam keluarga yang benar-benar bahagia sekali.
Saya sendiri jarang mengumpulkan koin, karena memberatkan dompet, jadi selalu ditaruh di mobil untuk biaya parker. Siang ini saya sedang sedih lalu kata teman saya ambil koin coba undi nasibmu. Kami bermain lempar koin tetapi nasib saya selalu mujur dengan dua muka sama, tetapi teman saya kurang bagus. Kami tertawa walaupun hanya bercanda. Saya merasa filosofi koin bagus, untuk kita jadikan sebagai pandangan hidup kita. Ia menjadi berharga di saat tua nanti. Ini sungguh indah buat kita semua. Bagaimana kita sekarang berkarya dengan nilai kecil sekali seperti koin tetapi kelak akan sangat bernilai tinggi. Koin akan menjadi bagian dari seni hidup, ukiran sejarah dan alat tukar orang-orang sederhana.
Ada tulisan teman saya, pendeta besar Nus Rheimas, yang menulis buku “Orang Kecil yang Dipakai Tuhan”. Padahal teman saya ini pendeta besar, orangnya juga besar. Anda bisa membeli buku ini di Gramedia untuk bacaan ringan dalam renungan hidup. Semoga kita selalu menjadi bagian kecil dalam hidup. Itu memang sering tidak bernilai bahkan ada kesan pelecehan, tetapi kelak kita dipuja-puja karena nilai kita menjadi tinggi, terutama karya-karya kecil kita untuk Tuhan yang tidak bernilai. Salam dan doa.