Author Archives: adharta

Unknown's avatar

About adharta

Be positif

Tumbuh

Hidupnya seperti pohon yang tumbuh di tepi sungai, buahnya banyak saat musimnya tiba, dan apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Sungguh indah sekali menikmati pagi hari. Apa lagi bisa menikmati memandang matahari terbit. Buat orang biasa hal yang membosankan karena apa yang mau dinikmati karena semuanya sama selalu. Bagi orang bijak suatu hal yang berbeda karena setiap hari semuanya tumbuh, tetapi karena perbedaan begitu tipis kita tidak merasa. Bagi orang seusia saya bila memandang matahari pagi, dengan saat saya masih bujangan, saat saya masih kuliah, saat saya masih sekolah dan saat saya masih anak-anak semua berbeda total.
Matahari pagi serasa semakin indah setiap berganti pagi. Sehingga membuatku begitu “Rindu” menantikan hari esok. Besok lebih baik (Tomorrow will be better). Atau ada orang yang matahari paginya setiap berganti pagi semakin gelap. Semakin redup dan lama-lama serasa tidak ada lagi cahaya dalam hidupnya.
Pada pertengahan tahun 2000 sekelompok orang muda dari suatu kelompok organisasi gereja mengadakan rekoleksi di Rancamaya, di kaki gunung selama 3 hari. Sepanjang bangun pagi mereka diminta memberi komentar tentang pagi hari ini. Tentu saja juga tentang sinar matahari pagi apakah indahnya bisa dirasakan.
Hari pertama semuanya menulis panjang lebar bercerita, sampai kepada rasa rindu pada orang tua, kenangan masa lalu dan cita-cita, bahkan ada yang menulis sampai 5-6 halaman. Hari kedua mungkin karena kehabisan bahan yang mau ditulis, mereka cuma menulis kurang dari satu halaman. Hari ketiga mereka cuma menulis beberapa baris, bahkan ada yang tidak menulis sama sekali.
Tiba malam perpisahan mereka semua berkumpul di depan api unggun. Sang pemandu (saya rasa seorang pastor muda) menjelaskan mengapa mereka disuruh menulis tentang indahnya pagi, tetapi tidak ada seorang pun memberi komentar. Beliau mulai menjelaskan mengenai mengapa kita harus memandang pagi hari sebagai sebuah berkat yang berlimpah!
Berbagai pendapat yang ditulis juga dari sudut pandang yang berbeda. Beliau mengatakan : “Adakah yang merasakan bahwa kuku kita bertambah sekian mm atau rambut kita bertambah panjang semuanya bertumbuh tapi kadarnya besarannya berbeda-beda?”. “Siapa yang tahu, dari bagian tubuh kita hanya 1 bagian saja yang tidak tumbuh?”
Bagian tubuh kita satu-satunya yang tidak tumbuh sejak kita lahir sampai dewasa hanya kornea mata (bukan biji mata). Mengapa? Karena dari situ kita bisa melihat perubahan kita sehari-hari. Jadi, kalau ini lebih jelek dari kemarin dan besok lebih jelek dari hari ini seperti yang anda-anda tulis, maka apalah jadinya dunia ini.
Mazmur 1:1-3 mengingatkan kita tentang hidup kita yang mutlak harus tumbuh supaya kita bisa mencapai cita-cita yang sudah kita gantung setinggi langit. Semua peserta disuruh baca ulang apa yang mereka tulis, selama tiga pagi hari itu, dan hampir seluruh peserta menangis tersedu-sedu sampai ada beberapa yang histeris.
Pagi hari ini saya mencoba membuka matahari pagiku walaupun jendelanya sudah agak berkarat. Kata sahabatku untuk membuka jendela berkarat itu dengan mengaku dosa, sedangkan saya sudah menumpuk dosanya belum dihapuskan.
Tetapi indahnya pagi hari ini memberi inspirasi saya untuk mau melangkah maju, boleh mundur selangkah tapi harus maju dua langkah. Semoga Tuhan melindungiku dan anda, memberkati dan menyayangi
ever ever and ever. May peace of the Lord always be with you.

Uang

Uang bisa membeli segalanya kecuali cinta

uang-koin-100-000Seminggu ini kita disibukkan dengan berita sanering (pemotongan nilai uang) dari Rp. 1.000,- menjadi Rp. 1,-. Seperti kejadian 40 tahun dan 50 tahun yang lalu. Indonesia pernah mengalami uang bisa digunting bagi dua jadi kalau Rp. 100.000,- digunting maka nilainya tetap berlaku separuh, lalu tahun 1966 Uang Rp. 1000,- menjadi Rp. 1,-
Saya tidak mengerti soal uang, tapi saya merasakan dampak dari sanering ini, yang terang banyak yang menderita khususnya orang kecil, karena negara akan mengalami inflasi besar-besaran. Orang yang punya uang atau deposito bakalan mengalami masalah karena jatuhnya nilai mata uang secara drastis.
Memang uang adalah uang. Uang bisa buat susah bisa buat senang. Uang bisa buat selamat bisa buat celaka. Mengapa uang begitu kuat menguasai kehidupan manusia? Tanpa uang seakan-akan tamatlah sudah kehidupan ini. Semua butuh uang, sampai kalau kita bilang “It’s not a matter of money” kita sudah bicara tentang money atau uang.
Sedemikian kuatnya pengaruh uang terhadap manusia sampai merontokkan pemikiran hiidup sekalipun dalam bidang rohani. Apa yang terjadi kalau gereja tidak. ada uang karena kantong kolekte kosong! Tidak terbayangkan.
Pemikiran saya sebagai berikut. Pertama, uang itu adalah suatu alat untuk mencapai suatu kebutuhan, tapi penyalahgunaan uang bisa berdampak bagi kehidupaan kita. Sampai bisa menjual diri demi uang. Oleh karena itu, uang harus ditempatkan dalam proporsi tersendiri dalam kehidupan. Jadi, saat pemakaiannya juga secara terpisah dan dikelola secara baik. Ambil contoh kita punya uang 10 juta maka letakkan uang itu di tempat tersendiri. Anggap kita tidak memilikinya, sehingga uang itu tidak menguasai kita tetapi kita yang menguasainya. Lalu kita tentukan penggunaannya. Untuk makan, sewa rumah, kepentingan anak dan semua pengeluaran. Itu pun maksimal hanya 70 persen saja sedangkan 30 persen harus ditabung.
Pernah saya bicara dengan seorang sahabat. Dia tidak setuju dengan pendapat saya katanya untuk makan saja tidak cukup kok memikirkan menabung. Pemikiran ini benar tapi sekaligus salah jadi tergantung di mana hati. Kita itu “MAU”. Kalau mau maka semuanya bisa.
Kedua, anggaplah uang itu adalah pemberian Tuhan, sehingga seberapa besar pun kita terima kita harus mempertanggung jawabkan kepada yang memberi, dengan hati yang tulus dan penuh syukur. Terima kasih maka saya yakin uang ini tidak akan menguasai kehidupan kita.
Ketiga, jangan lupa sebagian uang kita adalah milik orang miskin, bukan seratus persen milik kita. Pandanglah ke bawah, berapa banyak manusia yang kurang beruntung. Pantaskah kita memakai hak mereka untuk kepentingan kita secara tidak wajar. Pemikiran ini sekaligus akan menghantar kita ke kehidupan penuh damai sejahtera.
Terakhir, suka atau tidak suka, kita harus menjadikan uang adalah sumber kebahagiaan, damai dan sejahtera, dan sumber pemersatu keluarga. Kalau uang menjadi pemecah keluarga, perebutan harta, dan kebencian maka haruslah kita hindari, sehingga uang akan berubah menjadi alat tukar bukan secara jasmaniah saja tetapi sekaligus alat tukar rohaniah.

Mencari

Siapa yang punya akan diberi, siapa yang tidak punya akan diambil, kecuali kalau dia mencari

1291617197IWUcOLSaya menuju kota Bandung ingin jumpa seorang sahabat, dosen di Universitas Trisakti, beliau juga dosen di ITB. Saat tiba di kompleks perumahannya, lalu kami mencari rumahnya Blok O. Tetapi setiap kali kami cari Blok O, selalu ditunjukkan Blok U. Ketiga kali kami cari putar-putar kembali tetap kami ditunjuk blok U. Akhirnya kami memberi tanda dengan jari tangan, menunjuk huruf O. Barulah mereka mengerti itu bukan O, tetapi OOO (dialeg Sunda). Dan akhirnya kami sadar bahwa ada kekeliruan dalam menyebutkan O dalam dialeg Sunda, kami hanya bisa tersenyum karena alamat yang dicari sudah ditemukan.
Aku di kantor memiliki tenaga ahli dalam bidang pemasaran. Kerjanya setiap hari mencari, mencari dan mencari order untuk perusahaan berupa proyek atau pekerjaan lainnya. Kepada mereka ditanamkan apa yang harus dicari! Karena selain kita mencari apa yang diinginkan perusahaan sering yang diperoleh tidak sesuai dengan apa yang diharapkan karena adanya miskomunikasi atau adanya distorsi bahasa dan hal-hal lain seperti kendala waktu, biaya dan usaha lainnya.
Mencari boleh dibilang menjadi kegiatan siapa saja, terutama buat para pemuda-pemudi, yang mencari pasangan hidup. Ada yang sampai putus asa dan pasrah. Kisah Novel Arjuna mencari Cinta sangat inspiratif buat para muda-mudi karena ada baiknya ada juga buruknya. Orang bilang jodoh di tangan Tuhan. Ada yang bilang jodoh ditangan hansip. Ada juga bilang jodoh ya dijodohkan kaya kisah Siti Nurbaya. Satu hal bahwa kita memang harus mencari, terserah jodoh atau tidak jodoh kita tetap harus mencari. No Pass No Chance, istilah dalam pukulan puter Golf.
Siapa yang punya akan diberi, yang tidak punya akan diambil. Agak aneh buat pendengaran normal. Tapi bagi siapa yang sudah biasa mencari maka akan mengerti maknanya. Punya atau memiliki di sini artinya punya niat baik, semangat, kepekaan, kebaikan, ketulusan, kemauan keras dan tiidak lupa kawan. Kalau tidak punya teman jangan harap bisa mendapat sekalipun cari keujung dunia.
Maka kepadanya akan diambil, yakni lelah, putus asa, kesedihan, kehilangan gairah, hidup tanpa suka cita.
Kita juga dari hari ke hari harus mencari Tuhan walau sebenarnya Tuhan sudah mencari kita sebelum kita mencari-NYA, tetapi bukan berarti kita bisa menemukan-Nya begitu saja. Kita harus punya hati yang bersih, niat dan cinta. Jalan yang kita cari menuju Tuhan tidak selalu mulus, melainkan banyak distorsi dan hambatan. Semoga mulai hari ini kita semua belajar mencari, mencari dan mencari.
Aku sendiri mau mencari damai sejahtera bersama sahabatku semua Tuhan memberkati, menyayangi dan melindungi kita semua.

Nafas

Selama nafas masih dikandung raga, Jiwaku memuliakan Tuhan sebagai nafas rohku

Semenjak RS Mount Elisabeth Singapura berdiri, ada sebuah ungkapan di antara para anggota Yayasan. Katanya: “Kita ini bisnis nafas”! Saya tertawa pada saat disampaikan dalam jamuan makan malam untuk mengenang para pendiri di Shangrilla, Singapura. Karena agak janggal dan tidak mengerti bagaimana nafas kok dibisniskan. Ternyata setelah dijelaskan panjang lebar akhirnya saya mengerti bahwa apa arti nafas itu! Nafas bukan datangnya dari kita, tapi dari Tuhan. Tidak seorang pun di dunia bisa membuat nafas, hanya Tuhan. Jadi, bisnis ini milik Tuhan katanya. Lalu apa yang terjadi kalau nafas itu berhenti? Tamatlah sudah oleh karena itu perlu kesinambungan, terus menerus dan estafet dari generasi ke generasi. Nafas itu hidup. Artinya perlu berkomunikasi secara sosial dan menjadikan kita bisa berkembang biak dan masih banyak penjelasannya.
Saya sungguh bersyukur karena bisa bernafas dan menikmati pemberian Tuhan yang sungguh-sungguh nikmat dan menyegarkan kehidupan saya. Dan saya belajar banyak hal bernafas. Ada satu hal yang menjadi misteri buat kita hayati bahwa nafas itu memulai awal kehidupan dan sekaligus mengakhiri sebuah kehidupan. Tetapi di dalam proses perjalanan hidup kita, nafas kita lupakan, baik dalam keadaan sadar maupun saat tidur. Kita tidak pernah mau atau sedikit saja memperhatikan nafas yang begitu penting bagi kita.
Misalnya pada saat kita mau tidur apa yang harus kita persiapkan untuk menjaga nafas kita? Pertanyaan pertama siapa yang menjaga nafas kita? Kedua apa guna nafas bagi kita.
Oleh karena itu, maka untuk menjaga nafas kita, haruslah kita minta pertolongan Tuhan melalui doa dan permohonan kita agar Tuhan mau memperpanjang nafas kita. Mari kita menarik nafas panjang, tahanlah sejenak lalu renungkan untuk siapakah nafasku ini. Apakah hanya untuk kehidupan atau ada kegunaan lainnya, lalu hembuskanlah nafas kita dan sekali lagi rasakan betapa besar Karya Agung Tuhan buat kita. Kita renungkan apa yang harus kita berikan sebagai ungkapan terima kasih kita buat Sang Pemberi.
Pernah suatu hari saya merenung, bagaimana suatu saat di bumi ini kehabisan oksigen, sebagai makanan utama nafas dan paru-paru kita. Kala kita membayangkan anak-cucu kita tersesak sesak saat bernafas, lalu mengapa kita merusak nafas dunia dengan merusak alam sekitarnya, lingkungan hidup kita? Apa kelak ada cadangan? Saya yakin kalau kita semua mau menjaga alam kehidupan kita, maka nafas kita dan anak-cucu kita serta keturunan kita semua bisa terjaga.
Selain Badan kita memiliki nafas, juga Roh kita memiliki nafas. Nafas roh adalah menghirup firman Allah dan menghembuskan kasih serta kabar gembira. Demikianlah kita diutus.
Siapa memiliki nafas raga tapi tidak memiliki nafas Roh sama saja dengan bernafas secara terbalik sehingga ia tidak menghasilkan hidup baik untuk dirinya maupun untuk sesama. Nafas roh ini berhenti sama juga seperti nafas raga kita berhenti. Selamat menulis Sabda Ilahi dan mengamalkannya sebagi nafas Roh kita.

Gunung

Bila imanmu sebesar biji sesawi saja, maka gunung pun pindah bila disuruh.

Give me this mountainMendaki gunung bukan hobiku, tapi waktu muda aku sudah beberapa kali ikutan. Pengalaman pertama naik Gunung Bromo, di Jawa Timur, sewaktu SMA. Perjalanan memakan waktu 4 jam dari lokasi penginapan untuk mencapai puncaknya. Jadi, kami harus jalan kaki jam 1 pagi sampai jam 5 pagi dan menikmati terbitnya matahari. Suatu pemandangan yang sungguh indah dan tidak bisa dilukiskan. Bromo, anak Gunung Tengger di Pasuruan indah sekali. Masyarakat di sana mayoritas beragama Hindu, percaya bahwa gunung tersebut dikuasai oleh seorang raksasa, yang suka marah. Setiap tahun mereka memberi korban sapi yang dibuang ke kawah yang masih ada laharnya. Alkisah dulu yang dikorbankan adalah anak gadis, cantik dan masih suci, tapi sekarang cukup sapi saja.
Pagi ini saya melintas Gunung Pangrango menuju Bandung, teringat pengalaman mendaki gunung ini saat masih mahasiswa. Perjalanan ke Puncak Gunung dijangkau dari Telaga Swarga selama 12 jam. Kita harus menginap di Desa Koja, lalu melanjutkan perjalanan keesokan paginya, lalu berkemah di puncak gunung. Perjalanan sangat berbahaya karena melintas jurang, bukit dan lereng yang curam dan licin. Kalau hujan basah kuyup dan jalan licin. Kalau sekarang anak-anak saya minta ijin ke sana mungkin saya tidak kasih, tapi dulu aku k esana tanpa minta ijin rang tua.
Dari perjalanan ke puncak gunung banyak sekali masalah. Bekal mungkin tidak jadi masalah tapi kondisi alam sungguh berat. Lagi-lagi terpikir olehku mau cari apa sebenarnya. Kok susah-susah dan melawan bahaya apalagi kalau fisik tidak kuat bisa sakit karena banyak nyamuk, serangga, ular dan binatang buas. Beberapa kali pawang pandu kami menangkap ular berbisa dan binatang berbisa lainnya. Tetapi saat tiba di atas gunung kami semua sangat berbahagia, puas dan penuh keakraban dengan teman-teman semua.
Inilah yang dijadikan perumpamaan gunung. Kalau kita punya iman sebesar biji sesawi, maka gunung pun bisa disuruh pindah. Kalau kita sudah pernah naik gunung saya rasa kita tahu maksud arti gunung. Masalah diibaratkan sebagai gunung, persoalan hidup, himpitan penderitaan, kekecewaan, kekhawatiran, ketakutan dan lain sebagainya. Hanya iman yang bisa menyingkirkannya, karena percaya kepada Tuhan bahwa gunung itu akan menjadi kecil kalau hati kita besar. Untuk membesarkan hati, kita perlu iman yang kuat. Gunung pun bisa berubah menjadi debu. Di alas kaki Tuhan, jadi apalah arti besarnya gunung.
Ada pepatah mengatakan: ”Jangan mengatakan Tuhan masalahku besar banget, tetapi katakanlah kepada masalah singkirlah dariku karena Tuhanku besar banget”. Masih mengutip sebuah tulisan di meja Dina, karyawanku : “Bukan kesulitan yang membuatku takut, tetapi ketakutan yang membuatku sulit”.
Selamat pagi, sahabatku semua, kukirim doaku buatmu satu persatu dimana pun anda berada. Tuhan menyayangi, membimbing dan melindingimu setiap saat dari terbitnya matahari, sampai fajar menjemput kembali.

Perpisahan

Saat pertemuan ada kesembuhan. Saat perpisahan ada inar harapan baik.

86150Akhir program Ikatan Orang Tua Asuh (IOTA) dan SSEAYP (the Ship for Sout East Asia Youth Program), saya menghantar anak angkat : Chen (dari Vietnam), Miyachi (dari Jepang), Adi (dari Brunei), dan Sam (dari Cambodia) menuju kapal MV Fuji Maru yang akan bertolak menuju Brunei terus ke Yokohama (End program).
Tadi malam setelah keliling Monas dan Taman Mini, kami menikmati Shabu-Shabu di Central Park dan sempat mencoba Durian Musang King (the best durian from Malaysia). Tadi pagi setelah sarapan Mie Acang, kami menuju Tanjung Priok, walaupun macet parah akhirnya sempat juga anak-anak sempat mendapat souvenir khusus berupa :

– Baju batik
– Sepede miniatur
– Becak Miniatur
– Catur khas Bali
– Patung burung bangau
– sabun susu khas Bali
– payung dan pin

Kami sendiri juga menerima banyak sekali souvenir dan kenang-kenangan dari anak-anak asuh ini dan itu akan menjadi koleksi kami sepanjang masa.
Mereka sangat menikmati pertemuan 3 hari ini sebagai ikatan kekeluargaan dan persahabatan. Kini tibalah acara perpisahan yang dirayakan dalam farewell party nan anggun di Tanjung Priok. Lebih dari 120 orang tua asuh, keluarga dan undangan hadir di bawah teriknya matahari Jakarta International Terminal Container.
Ada pertemuan, ada perpisahan. Saat pertemuan kita belum saling kenal, lalu meraba-raba dan akhirnya timbul cinta, sehingga walau hanya 3 hari air mata mengalir saat berpisah.
Tuhan mengirim anak-anak ini mengunjungi kami, bukan saja menghibur kami dalam canda ria, tetapi juga mengajari kami tentang cinta. Kita bisa bercerita tentang kebudayaan, tradisi, sopan santun, cara makan dan lain sebagainya.
Sebelumnya kita tidak tahu bagaimana seorang Jepang harus menawarkan makanan.
Pada malam pertama kami menikmati Sunset di Restoran Segara Ancol. Myachi bercerita bahwa tradisi Jepang tuan rumah selalu menemani tamu makan, tapi mereka hanya menyaksikan saja setengah jalan baru tuan rumah menikmati. Katanya kalau makanan kurang, maka tuan rumah mengalah tidak makan (itu dulu kalee). Padahal di restoran mereka belum makan aku sudah selesai santap.
Kapal MV Fuji Maru sumbangan Kaisar Jepang untuk anak muda Asia Tenggara (luar biasa) untuk menjalin persahabatan Jepang dan bangsa-bangsa Asia Tenggara. Sungguh luar biasa program ini. Program ini bukan saja mendidik anak-anak selama 60 hari, tetapi sebelum dan sesudahnya mereka juga dilatih agar kelak menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara, termasuk juga buat keluarganya. Kelak saat mereka menjadi pemimpin bangsa, mereka mengerti apa itu arti persahabatan (Saya menamakan program ini Sinar Harapan baik)
Kini, tiba waktunya perpisahan. Perpisahan dalam arti baik adalah Sinar Harapan baik. Di mana terjalinnya persahabatan ini akan abadi baik kami, anak-anakku, juga cucu cucuku.
Terima kasih khusus buat Ibu Lusia Soetanto, Ketua Umum IOTA yang telah bekerja keras bagi program ke-39 SSEAYP, yang memberi kesempatan mata hati dan jiwaku melihat CINTA dan menyaksikan terangnya KARYA Agung keselamatan bangsa-bangsa di Asia tenggara. Berkat bantuan Kaisar Jepang yang sangat baik hati dan mulia.
Semoga Tuhan memberkati kita semua dan juga mau memberikan kesempatan buat membuat masa depan bangsa dalam Sinar Harapan Baik.

Permata

Permata katulistiwa, Indonesia

beautiful_diamondMengakhiri tahun 2012 Indonesia diramalkan menjadi negara maju dan memiliki comparative advantage yang baik terutama di sektor industri. Peningkatan GDP yang signifikan akan membawa Indonesia menuju negara makmur, demikian statement yang diberikan beberapa pakar ekonomi. Tahun 2013 boleh dibilang tahun baik, kata ahli ekonomi Singapore dalam bahasa Indonesia minggu lalu di Metro TV. Indonesia menjadi Permata Katulistiwa. Kita doakan harapan para ahli menjadi kenyataan karena saya cuma melihat dari sisi positif saja bahwa seharusnya negara kita pasti maju tinggal bagaimana mengembangangkan sumber daya manusia.
Saya tertarik sekali dengan kata permata. Menurut saya sungguh indah bukan dari permata intan berlian dan batu-batuan berharga, tetapi permata adalah simbol kemakmuran, sumber kedamaian dan sumber kegemerlapan. Permata juga melambangkan suatu kemampuan untuk mengatasi masalah-masalah dalam negeri sehingga tercipta kedamaian. Rasa kebangsaan yang sangat dalam dapat menimbulkan kebanggaan dan rasa nasionalisme yang tinggi. Tetapi masih banyak yang harus dikerjakan. Kita tidak boleh terbuai dan lepas kendali apalagi sombong, sebab bisa menjadi bumerang. Bukan permata yang didapat melainkan permala (derita).
Kebangkitan bangsa dan kebangkitan negara harus mulai dari kita masing masing, seperti yang diungkapkan oleh Gong Fus Tse : ”Kalau kita tidak bisa merubah dunia, paling tidak kita bisa merubah diri kita agar dunia menjadi baik”. Karena itu saya melihat tahun 2012 sebagai suatu gemerlapan bagai permata. Hanya orang-orang yang mau maju dengan sikap jujur, sopan santun, berfikiran positif akan menempati gemerlapnya Indonesia.
Sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan yang memberkati negara kita, mari kita sama-sama semuanya memberikan perhatian dan persembahan kasih buat bangsa dan negara kita dengan merubah hati kita menjadi permata hati. Semoga kita semua menjadi permata bagi diri kita. Ia gemerlap dan dilihat orang sebagai terang dunia.

Persahabatan

Menjadikan dunia lebih kecil melalui persahabatan

Persahabatan antar dunia melalui Program IOTA dan SSEAYP International

Kapal MV Fujimaru, Selasa sore lalu merapat di Pelabuhan Tanjung Priok menghantar 314 anak muda dari 14 negara di Asia dan 16 perwakilan pengamat negara Asia. Program kunjungan keliling dunia selama 53 hari adalah suatu program yang sebagian besar oleh Kerajaan Jepang, dengan menghadiahkan kapal MV Fujimaru kepada para kaum muda dunia dari Kasisar Jepang. Indonesia sebagai negara ke 5 dari 12 negara yang dikunjungi, sampai selesai penutupannya di Tokyo Jepang.

Saya berbahagia mendapat 4 anak :
1. Mohd Adi Elmi bin Sarbhini (Brunei)
2. Taing Samrach (Cambodia)
3. Toshihide Myachi (Jepang)
4. Nguyen Minh Doi (Vietnam)

Mereka akan bersama kami sekeluarga (Homestay Matching) sampai hari Jumat 30 Nopember 2012. Kami mengunjungi Dufan, Ancol dan Taman Mini lalu mengunjungi tempat-tempat hiburan.
Selama berkunjung di. Indonesia, anak-anak ini juga telah melakukan performance dan menunjukkan kebolehan mereka dalam bidang musik, menyanyi, puisi, dan menari. Sungguh berkesan karena mulai hari ini, anak-anak ini juga resmi menjadi anak-anak angkat kami.
Menjadikan dunia kecil melalui persahabatan. Dunia itu besar sekali kalau kita tidak punya sahabat, tetapi akan serasa kecil sekali kalau setiap negara kita punya sahabat. Saya sendiri mencoba menjalin sebanyak mungkin sahabat di belahan dunia, dari timur sampai barat dan dari utara sampai selatan. Di sana saya merasakan bahwa semuanya itu berkat adanya CINTA.
Semakin banyak sahabat kita, maka hati kita semakin besar, semakin sedikit sahabat kita semakin kecil hati dan jiwa kita.
Tuhan memberkati, melindungi, dan menyayangi kita. Mari kita menjalin sahabat sebanyak mungkin.

Friend

Friend in need is a friend in deed (Teman sejati, itu ada saat dibutuhkan)

One friend with no hope is too much (Seorang sahabat tanpa harapan, cukuplah sudah)

Sambil menikmati makan malam di waktu yang singkat di Fish and Co Emporium Pluit, saya bersama anak-anak saya Pandu dan Aditya, menemani Jimmy seorang sahabat lama dari Medan. Kami sudah 25 tahun tidak jumpa juga bersama Pastor Dr. Bernadus Boli Ujan SVD, yang jam 10 malam nanti akan terbang menuju Merauke via Makasar dan Jayapura.
Dalam pembicaraan singkat dengan Pastor Boli, kita bercerita panjang lebar, dan saya juga sampaikan bahwa hari ini saya kehilangan seorang sahabat karena ia mengambil jalan pintas untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Seharusnya saya bisa menolongnya, tapi sayang Tuhan menentukan lain. Suatu kehidupan berat menekannya dan di luar kemampuannya untuk bertahan.
Beberapa motif memutuskan untuk mengakhiri hidup sendiri (bukan Euthanasia) :
1. Dilanda keputusasaan
2. Tekanan hidup yang berat
3. Gangguan kejiwaan
4. Kemiskinan
5. Penyakit panjang

Kalau secara sosiologis, penyebab bunuh diri :
1. Egoistic Suicide, karena urusan pribadi
2. Althrustic suicide, untuk perjuangan orang lain
3. Anomic suicide, karena kebingungan

Pandangan Gereja
Kehidupan kita adalah milik Allah. Apa yang diberikan Tuhan biasanya ditolak oleh Manusia. Dalam sejarah gereja banyak terjadi bunuh diri karena tidak tahan siksaan fisik. Pandangan gereja sendiri menolak kondisi ini dan cenderung memberikan keselamatan dengan proses penambahan kekuatan batin.
Hidup ini memang penuh dengan suka duka. Bagaimana kita menyikapi dengan bijaksana agar kita bisa memahami makna kehidupan?
Menelusuri suatu proses putus asa, saya pribadi melihat bahwa pentingnya arti persahabatan dan saling menguatkan, baik dengan doa dan sharing dalam keluarga maupun dalam lingkungan dan gereja. Dengan membuat seseorang bahagia kita sudah terlibat dalam karya keselamatan. Sehingga ibadah kita harus melibatkan diri kita dan diri orang lain dan harus ada suka cita. Menyenangkan hati orang lain adalah ibadah yang murni.
Tuhan kasihanilah kami. Hanya inilah Bapa persembahan hatiku. Kiranya Engkau berkenan mendampingi, menjaga dan melindungi semua sahabatku.

Keinginan

Keinginan adalah suatu sumber penderitaan akibat kita tidak terpuaskan, padahal nafsu keinginan itu tidak mungkin bisa dipuaskan, kecuali jika kita memiliki rasa puas atas apa yang telah kita miliki.

Mari simak Kisah Pengemis. Ada seorang pengemis yang setiap hari berkeliaran di jalanan. Dia selalu berpikir, betapa senangnya jika ditangannya ada uang USD 2.000.00 (pengemis bule kalee). Suatu hari pengemis ini tanpa sengaja, melihat seekor anjing kecil yang lucu sekali. Ia melihat di sekelilingnya tidak ada seorang pun, lalu ia menggendong anjing kecil ini dan dibawa pulang ke gubuknya lalu mengikatnya.
Rupanya pemilik anjing adalah orang yang paling kaya di kota tersebut. Alkisah hartawan ini sangat panik, karena anjing tersebut rasnya sangat terkenal. Lalu hartawan ini membuat pengumuman di stasiun TV di kota tersebut : “Barang siapa yang bisa menemukan anjingnya akan diberi hadiah USD 2.000.00”. Keesokan harinya pengemis ini keluar untuk mengemis, dia melihat pengumuman ini. Ia tergesa-gesa pulang ke rumahnya untuk menukar anjing tersebut dengan uang. Ketika dia menggendong anjing itu ke stasiun TV, dia melihat pengumuman hadiah berubah menjadi USD 3.000.00 karena hartawan ini tidak dapat menemukan anjingnya.
Langkah kaki pengemis itu berhenti, setelah dipikir-pikir akhirnya dia menggendong anjingnya kembali ke gubuknya. Hari ke-3, benar saja hadiahnya bertambah lagi. Hari ke-4, hadiah bertambah lagi. Hari yang ke-7, hadiahnya sangat mengagetkan seluruh penduduk kota.
Pada saat itu pengemis lari pulang ke gubuknya untuk mengambil anjing itu, tapi di luar dugaan anjing kecil itu sudah mati karena pengemis lupa memberinya makan.
“Keinginan” dan “Harapan” merupakan suatu expresi manusia yang menembus ruang dan waktu. Hal yang berbeda kalau keinginan lebih mengutamakan harapan untuk kepentingan diri sendiri. Sedangkan, harapan adalah keinginan yang mengedepankan kepasrahan terhadap kuasa Tuhan, yang dikuatkan oleh Iman dan Kasih. Sehingga apabila suatu keinginan diikuti dengan doa akan berubah menjadi pengharapan.
Minggu lalu saya ditelpon oleh Wakapolda Jawa Timur. Beliau seorang Katolik. Ia bercerita kalau dia membaca berita tentang Alkitab Tulis Tangan (ATT) di Majalah Hidup dan penulisnya Romo Efrem juga kebetulaan sahabatnya. Bercerita via telepon sampai hampir 30 menit lebih. Ia memberi kesaksian tentang kekuatan Alkitab Deuterokanonika dalam pengalaman pribadi beliau. Ada keponakannya harus masuk dalam pilihan cerai atau tidak dalam perkawinannya, tetapi Roh Kudus menuntun beliau untuk meminta orang tua dan pasangan pengantin untuk membaca Kitab Sirakh 3:1-16.

Barang siapa menghormati bapanya dia telah memulihkan dosanya.
Barang siapa memuliakan ibunya serupa dengan orang mengumpulkan harta.
Dan saat berdoa pasti dikabulkan Tuhan.
Hidupnya penuh sukacita.
Rumah tangganya akan dikukuhkan Tuhan.

Suatu pengharapan yang besar dari keluarga demikian besar, akhirnya keluarga muda tersebut dapat diselamatkan dan sukacita besar sekali bernaung dalam keluarganya. Beliau berharap penulisan ATT bisa ditularkan ke parokinya. Semoga ! Semoga berkat Tuhan selalu mendampingi semua sahabat.