Monthly Archives: August 2013

Tanah Air

Tanah airku tidak kulupakan, kan kukenang sepanjang hidupku (Lagu)

indonesia1Kamis malam akhirnya saya dan istri menginjakkan kaki di tanah air tercinta Indonesia. Kami disambut hujan deras sekali, guntur dan kilat luar biasa. Kerinduan terhadap tanah air terasa sekali terutama makanan yang enak-enak.
Ada kejadian lucu dua hari terakhir. Istri saya bilang saya kena fatamorgana, karena ada makanan timur tengah Galejo saya lihat dan baca sebagai gado-gado. Lalu, Rulyakh dibaca Rujak. Ini saking rindunya sama makanan di tanah air.

Saya tidak tahu kenapa disebut tanah air, tapi yang terang kerinduan akan tanah air sungguh terasa. Bisa dibayangkan buat keluarga, saudara dan sahabat yang tinggal di luar negeri untuk sekolah, belajar, dan bekerja yang bertahun-tahun tentu pasti ngiler kalau dengar gado-gado. Ada beberapa negara yang bisa diperoleh makanan Indonesia tapi taste atau rasanya tidak sama, karena tidak diulek kata temanku. Kerinduan bukan saja makanan, tetapi suasana, teman-teman, pekerjaan semua membuat hati senang saat berada di tanah air. Kita semua memang berkewajiban melindungi dan menjaga tanah air. Sekalipun dengan darah dan airmata. Seperti yang dilakukan para pahlawan dan pejuang terdahulu kita.

Tanah airku tidak kulupakan kan ku kenang sepanjang hidupku. Lagu ini indah sekali. Kita bisa meneteskan airmata jika mendengarnya saat ada di luar negeri. Begitu eratnya hubungan batin kita dengan tanah air kita, membuat saya teringat akan kisah tanah perjanjian. Berpuluh-puluh tahun dengan jalan kaki, umat Israel menuju tanah terjanji yang dijanjikan Allah sendiri, dengan suka duka dan perjuangan berat demi sampai di tanah mereka. Buat kita semua Tuhan juga menjanjikan Tanah Perjanjian, yang kelak kita akan menuju ke sana. Walau untuk itu kita harus berjuang mengalahkan segala yang jahat dan berjuang membangun dunia dengan berperang melawan kelaliman. Suatu kerinduan besar kita akan berjumpa dengan keluarga, dan sahabat yang telah mendahului kita. Di sana tidak ada lagi air mata. Semuanya indah bersama sang Khalik karena kita hidup damai sejahtera. Kerinduan demikian besar memberikan kita penuh cinta-Nya. Pengharapan membangkitkan semangat kita untuk mau melayani Tuhan dan sesama kita. Mari kita semua mencintai dengan sepenuh hati untuk Tanah Air kita tercinta, Indonesia.
Tuhan memberi kita waktu dan kesempatan di mana kita lahir di sini. Semoga kita bisa bersama membangun Tanah Air kita buat anak cucu kita juga buat Tuhan kita. Salam damai sejahtera. Tuhan memberkati.

Kurs

Mata uang juga hidup seperti manusia, ada yang bernilai tinggi, ada yang tidak laku, ada yang hidup segan mati pun tidak mau.

kurs rupiahPerjalanan keliling dunia memang menyenangkan apalagi kalau kita sudah memiliki mata uang lokal, sehingga belanja akan lebih murah. Sebaliknya credit card sangat membantu, tetapi kalau kita membayar dengan mata uang asing selisih kurs bisa lebih 10 persen. Artinya barang yang kita beli menjadi lebih mahal. Kalau ibu-ibu yang tukang belanja sudah paham betul mata uang mana yang menguntungkan untuk dipegang. Atau buat para deposan tentu tahu persis uang apa yang dipegang. Kapan dibeli dan kapan dijual. Demikian juga pialang uang mereka sudah sangat mengerti bagaimana transaksi yang menguntungkan!

Mata uang memang unik sekali. Walaupun dalam transaksi global, uang kartal dan uang giral tidak tampil langsung, tetapi dampaknya langsung mengenainya. Saya sedang melakukan perjalanan menuju Berlin dari Hamburg. Saat tiba di Hamburg memang sudah saya siapkan Euro, tapi habis dibelanjakan dan terpaksa harus gunakan mata uang lain. Yang ada cuma US dollar dan AU dollar. Saya coba tukar Euro denga AU dollar. Ternyata selisih kursnya banyak sekali. Apalagi kalau dikonversikan melalui rupiah dan jatuhnya nilai mata uang AU dollar. Di dunia, memang yang paling ideal beli US dolar boleh dibilang kemana-mana laku. Kalau di negara blok timur malah menjadi rebutan. Kalau kita punya rupiah, maaf tinggalkan saja di rumah, karena kalau kita tukar rupiah di negara orang sama saja dengan kamikaze.

Mata uang juga hidup seperti manusia, ada yang bernilai tinggi, ada yang tidak laku, ada yang hidup segan mati pun tidak mau. Sekarang dengan adanya Euro, US Dollar mendapat tekanan berat karena persaingan mata uang dunia. Namun di sisi lain persaingan mata uang dunia sangat menguntungkan negara Cina, karena RMB ibarat primadona cantik di dunia. Ia ingin dijatuhkan tapi semua negara ramai-ramai menahannya, bertolak belakang dengan rupiah kita.

Saya tidak mengerti bagaimana mata uang itu bermain naik turun, tetapi yang terang banyak bikin orang senang dan juga banyak bikin orang susah. Keuntungannya diambil dari kerugian orang lain. Berbeda dengan perdagangan barang atau jasa.
Dalam kehidupan kita kalau mau berbicara dan beredar luas kita harus bisa dipakai terutama oleh Tuhan. Di mana tangan kita bisa bekerja untuk Tuhan, disana nilai kita akan bertambah. Kita tidak bisa terhindar dari transaksi tukar menukar nilai, sehingga kita harus pandai-pandai menjaga sehingga harga diri kita bisa bernilai. Jadi saat kita cacat dan harga diri jatuh maka kita tidak dapat menukarkan diri kita. Artinya kita juga berada dalam nilai yang rendah, baik di mata Tuhan maupun di mata manusia. Semoga kita semua diberkati, dilindungi, dan dikuatkan menjadi manusia-manusia bernilai dan mampu untuk ditukarkan agar Kerajaan Surga semakin kuat di bumi ini. Tuhan memberkati. Salam dan doa.

Kursi

Sebutan sebuah tahta adalah kursi. Demikian pentingnya kursi sehingga sama dengan jabatan seseorang (Adh).

kursi-rajaKursi diperebutkan dan kadang sampai harus berjuang mati-matian, baik di partai, organisasi sosial, pemerintahan, dan perusahaan. Bahkan kursi dipakai sebagai lambang kekuasaan. Padahal di lain sisi kursi itu memang enak untuk diduduki. Di seluruh dunia tata krama untuk mempersilahkan tamu, sahabat, dan keluarga untuk duduk di kursi dilakukan dengan cara yang sopan dan halus sekali, karena memang kursi mendapat tempat istimewa dalam kehidupan kita. Ada yang menyediakan kursi yang mahal-mahal sampai kursi plastik atau dikenal kursi bakso. Saya tidak tahu persis di lingkungan, tapi tradisi di lingkungan kami, masing-maing keluarga wajib menyumbang kursi, sehingga jika ada acara lingkungan, bisa dipinjamkan dan dipakai, karena tanpa kursi maka terpaksa harus sewa. Ide menyumbang kursi ini bagus sekali, karena memberikan rasa kebersamaan dan rasa memiliki. Kursi dalam hirarki gereja juga diperbincangkan khususnya mengenai kedudukan uskup.

Uskup adalah pimpinan tertinggi Gereja setempat yang bernama Keuskupan dan merupakan bagian dari hirarki Gereja Katolik Roma. Setelah Sri Paus (Uskup Agung Roma) dan Kardinal. Dalam kedudukannya ini, Uskup sering disebut sebagai pengganti dari para rasul Kristus. Setiap Uskup, karena tahbisannya, dengan sendirinya menjadi bagian dari jajaran para Uskup se-dunia (Collegium Episcopale) di bawah pimpinan bapa suci Sri Paus dan yang bertanggung jawab atas seluruh Gereja Katolik (Paroki) yang berada di dalam wilayah Keuskupan-nya.
Dalam Gereja, kedudukan Uskup bersifat seumur hidup dan diangkat oleh Tahta Suci (The Holy See) di Vatican, Roma. Gereja memberikan gelar Monsigneur kepada seseorang yang secara sah diangkat menjadi Uskup yang artinya kursi.

Mengenai Kursi, saya sepakat istilah yang dipakai, karena Raja pun duduk di kursi tahtanya. Di sanalah dia memerintah. Seperti kita juga duduk di kursi kita lalu memerintah badan dan jiwa kita, tentu saja yang bijaksana, adil dan berwibawa. Seorang teman saya pernah bercerita bahwa kita kalau tidak bisa adil dan jujur terhadap diri sendiri, tidak mungkin bisa adil dan jujur terhadap orang lain. Oleh karena itu, kursi yang kita duduki dalam kehidupan kita, harus pantas dan layak, jujur dan adil serta bisa memimpin dan menjadi sumber suka cita. Tuhan memberkati. Salam dan doa.