Kurs

Mata uang juga hidup seperti manusia, ada yang bernilai tinggi, ada yang tidak laku, ada yang hidup segan mati pun tidak mau.

kurs rupiahPerjalanan keliling dunia memang menyenangkan apalagi kalau kita sudah memiliki mata uang lokal, sehingga belanja akan lebih murah. Sebaliknya credit card sangat membantu, tetapi kalau kita membayar dengan mata uang asing selisih kurs bisa lebih 10 persen. Artinya barang yang kita beli menjadi lebih mahal. Kalau ibu-ibu yang tukang belanja sudah paham betul mata uang mana yang menguntungkan untuk dipegang. Atau buat para deposan tentu tahu persis uang apa yang dipegang. Kapan dibeli dan kapan dijual. Demikian juga pialang uang mereka sudah sangat mengerti bagaimana transaksi yang menguntungkan!

Mata uang memang unik sekali. Walaupun dalam transaksi global, uang kartal dan uang giral tidak tampil langsung, tetapi dampaknya langsung mengenainya. Saya sedang melakukan perjalanan menuju Berlin dari Hamburg. Saat tiba di Hamburg memang sudah saya siapkan Euro, tapi habis dibelanjakan dan terpaksa harus gunakan mata uang lain. Yang ada cuma US dollar dan AU dollar. Saya coba tukar Euro denga AU dollar. Ternyata selisih kursnya banyak sekali. Apalagi kalau dikonversikan melalui rupiah dan jatuhnya nilai mata uang AU dollar. Di dunia, memang yang paling ideal beli US dolar boleh dibilang kemana-mana laku. Kalau di negara blok timur malah menjadi rebutan. Kalau kita punya rupiah, maaf tinggalkan saja di rumah, karena kalau kita tukar rupiah di negara orang sama saja dengan kamikaze.

Mata uang juga hidup seperti manusia, ada yang bernilai tinggi, ada yang tidak laku, ada yang hidup segan mati pun tidak mau. Sekarang dengan adanya Euro, US Dollar mendapat tekanan berat karena persaingan mata uang dunia. Namun di sisi lain persaingan mata uang dunia sangat menguntungkan negara Cina, karena RMB ibarat primadona cantik di dunia. Ia ingin dijatuhkan tapi semua negara ramai-ramai menahannya, bertolak belakang dengan rupiah kita.

Saya tidak mengerti bagaimana mata uang itu bermain naik turun, tetapi yang terang banyak bikin orang senang dan juga banyak bikin orang susah. Keuntungannya diambil dari kerugian orang lain. Berbeda dengan perdagangan barang atau jasa.
Dalam kehidupan kita kalau mau berbicara dan beredar luas kita harus bisa dipakai terutama oleh Tuhan. Di mana tangan kita bisa bekerja untuk Tuhan, disana nilai kita akan bertambah. Kita tidak bisa terhindar dari transaksi tukar menukar nilai, sehingga kita harus pandai-pandai menjaga sehingga harga diri kita bisa bernilai. Jadi saat kita cacat dan harga diri jatuh maka kita tidak dapat menukarkan diri kita. Artinya kita juga berada dalam nilai yang rendah, baik di mata Tuhan maupun di mata manusia. Semoga kita semua diberkati, dilindungi, dan dikuatkan menjadi manusia-manusia bernilai dan mampu untuk ditukarkan agar Kerajaan Surga semakin kuat di bumi ini. Tuhan memberkati. Salam dan doa.

4 responses to this post.

  1. Hidup kita ini seperti nilai mata uang, ada yang bernilai tinggi, sedang, rendah.. Seseorang yang berpenampilan menarik pasti akan bernilai tinggi dan ‘laku’ dipasaran serta menjadi incaran..berlaku sebaliknya.. Oleh karena itu, kita harus senantiasa meningkatkan nilai dalam diri kita melalui perbuatan serta tingkah laku kita..

    Reply

  2. jujur saya juga tidak mengerti apa yang menyebabkan naik turunnya sebuah kurs mata uang. Apalagi sekarang indonesia berada dimasa yang sulit dicapai dimana kurs semuanya melambung tinggi. Banyak harga harga barang yang mau tidak mau ikut naik akibat dari kenaikan kurs besar besaran yang tak kunjung henti seperti sekarang.

    Reply

  3. Posted by Aghel Prabandono on December 5, 2013 at 3:58 pm

    Di artikel ini saya merasa bahwa kata “nilai uang” lebih menganalogikan kepada harga diri seseorang. Sangat bagus untuk bahan perenungan seseorang. Disini saya hanya ingin menyimpulkan saja karena di artikel atas sudah sangat jelas.

    Jadi inti yang saya pahami adalah buatlah dirimu berharga di mata orang lain, dan otomatis jika kamu sedang kesusahan, mungkin orang lain yang merasa perilakumu dihargai atau sebaliknya akan membantumu.

    Reply

  4. Posted by andy widya perdana on March 26, 2014 at 4:23 pm

    naik turunnya kurs itu tergantung dari kebijakan ekspor dan impor sebuah negara. rata-rata negara yang ekspor banyak punya kurs mata uang yang tinggi karena para pedagang ingin meukar uang yang mereka punya dengan uang negara tersebut agar dapat berdagang. sebaliknya terjadi ketika negara impor; semua pedagang tukar uang ke uang asing menyebabkan mata uangnya sendiri turun. sebenarnya kurs asing itu mengikuti aturan supply&demand, makin sedikit uang tersebut maka makin berharga, tetapi jika ada banyak yang ingin menukar mata uang sendiri ke uang asing makin murah nilai kurs uang sendiri.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: