Author Archives: adharta

Unknown's avatar

About adharta

Be positif

The Story of Prasetiya Mulya

By: Adharta
Chairman
KRIS

Cilandak Campus
Friday, May 16, 2025

I was invited to attend the Halal Bihalal gathering of Prasetiya Mulya alumni, known as Ikaprama.

The alumni’s enthusiasm was remarkable
especially with the presence of signature dishes such as young goat satay and kambing guling Gondrong,
which were definite crowd favorites.

The event was lively and festive, particularly with the announcement of the Ikaprama Chairman Election for the 2025–2029 term.

On this occasion, I would also like to invite all members of the KRIS family to become a little more acquainted with Prasetiya Mulya,
the institution where I once studied.

A Brief History
Prasetiya Mulya University was established in 1982 by a group of visionary Indonesian entrepreneurs and professionals, including prominent figures such as Ciputra, Bustanil Arifin, William Suryadjaja, Lim Sioe Liong, Mochtar Riady, Teddy Rachmat, and several other conglomerates.

The main goal of establishing this institution was to cultivate ethical, innovative, and globally competitive business leaders. In its early years, it was known as the Prasetiya Mulya School of Management (STIE Prasetiya Mulya) and focused exclusively on business and management education.

Prasetiya Mulya pioneered the MBA (Master of Business Administration) program in Indonesia, designed to produce leaders proficient in both business theory and entrepreneurial practice.

Over time, it evolved into a full-fledged university, offering a broad range of undergraduate and graduate programs in business, technology, science, and social sciences.

One of the university’s core strengths lies in its collaborative approach between academia and industry, with many programs emphasizing real-world projects, teamwork, and business incubation.

The university is renowned for its strong entrepreneurial ecosystem, having produced many alumni who have gone on to establish successful startups across Indonesia.

Today, Prasetiya Mulya University has two main campuses:

Cilandak Campus (South Jakarta)

BSD Campus (South Tangerang)

Both offer modern facilities and a learning environment that fosters innovation.

Core Values of Prasetiya Mulya University
Since its inception, the university has upheld three key values that form the foundation of all academic and non-academic activities:

1. Collaboration Encouraging cooperation among students, faculty, and industry professionals.

2. Integrity Instilling ethical values in decision-making and leadership.

3. Innovation Fostering creative thinking and problem-solving through a multidisciplinary approach.

Becoming a University
In 2016, Prasetiya Mulya officially transitioned from an institute to a university, allowing it to expand beyond business education with the launch of various schools:

School of Business and Economics (SBE)
Focused on management, finance, marketing, and entrepreneurship

School of Applied STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics)
Offering programs such as Business Mathematics, Digital Business Technology, and Renewable Energy Engineering.

School of Law and International Studies
Designed to deepen the understanding of law within the context of globalization and economics.

Entrepreneurial Ecosystem
Prasetiya Mulya is often referred to as the “Kawah Candradimuka” for young Indonesian entrepreneurs. Through initiatives such as:

Business Incubator & Innovation Hub, which helps students turn business ideas into real startups.

Entrepreneurship Project (E-Project), a flagship program where students are required to run actual businesses as part of the curriculum.

Industry Partnerships, where students regularly collaborate with major corporations and MSMEs on real-world projects.

Alumni and Their Impact
Prasetiya Mulya alumni are active in various industries, with many becoming CEOs, startup founders, or senior professionals.
Several notable startups founded or co-founded by its alumni have gained national and international recognition.

Academic Culture and Student Organizations
In addition to academic excellence, Prasetiya Mulya cultivates character development through:

Student organizations and special interest communities

Participation in national and international competitions, such as the L’Oreal Brandstorm, CFA Challenge, and HSBC Business Case Competition

Social initiatives and community service, shaping leaders who are socially responsible and compassionate

In my brief message, I expressed the belief that:

> An institution gains recognition not merely through its name, but through its alumni.

No matter how excellent a university’s education may be, it will mean little if it fails to produce alumni who are useful and impactful.

Therefore, alumni of Prasetiya Mulya known as Ikaprama
must strive to be influential, especially within broader society both in Indonesia and globally.
Ikaprama must go international.

I had the privilege of sitting with the Rector of Prasetiya Mulya University,

Mr. Hasan Wirayuda.

He agreed with my perspective on reciprocal collaboration between universities.

A dual-degree, one from two universities
what an honor.

May Prasetiya Mulya continue to grow in prominence and be recognized far and wide.

Adharta
http://www.kris.or.id
http://www.adharta.com

Kecantikan bisa merobah Dunia

Oleh : Adharta
Ketua Umum
KRIS

Jakarta
Selasa
9 April 2024

Dalam perjalanan pulang dari Pyongyang
Ibu Kota Korea Utara (DPRK)
Awal tahun 1992
Saya mendapat hadiah 4 buah lukisan Wanita yang cantik sekali
Hadiah tersebut di berikan oleh Mr O Ryong Chol
Menteri Luar Negeri Korea Utara dan merupakan teman baik saya

Hubungan baik saya dengan Korea Utara membuat saya suka mendapat Koleksi baik lukisan maupun banyak barang antik yang di berikan oleh Negara yang sangat tertutup

Lukisan 4 Wanita tersebut di lukis oleh seorang pelukis korea terkenal di tahun 1945
Mr Park Kho Jun
Lukisan ini memberikan cerita mistis bagi kami sekeluarga
Pertama Lukisan ini bisa mengeluarkan wangi wangian di malam hari
Bahkan beberapa teman saya bisa melihat bahwa Lukisan ini hidup
Memang benar adanya Lukisan yang sangat hidup
Kedua benar benar bisa berkomunikas
i
Pada tahun 2005
Ke empat lukisan ini saya hadiahkan kepada ayah angkat saya
Bapak Handoko Suratmin (Laksma TNI Purn)
Sebagai hadiah buat beliau

Keempat lukisan ajaib ini adalah Lukisan Legenda 4 Wanita Tercantik di Tiongkok
Juga terkenal di semenanjung Korea dan Jepang

Lukisan Pertama
Adalah lukisan
Xi Shi

Beliau punya kisah sendiri lahir di Hang Zhou
Dekat kota Shang Hai
Kisah nya anda bisa baca di google

Dalam Ungkapan kuno Tiongkok untuk menggambarkan kecantikan Xi Shi,
“Sangat cantik sehingga ketika ikan melihat bayangannya di air, mereka akan lupa cara berenang dan tenggelam ke dasar danau.” Kecantikannya disebut sangat ekstrim, sehingga sambil bersandar di balkon untuk melihat ikan di kolam, ikan itu akan sangat terpesona sehingga mereka lupa berenang dan perlahan-lahan tenggelam dari permukaan.

Xi Shi disebutkan hidup dari 506 SM di Zhuji, ibu kota negara Yue kuno (dekat Shang hai)

Lukisan kedua
Lukisan
Wang Zhao Jun

Ungkapan kuno untuk menggambarkan kecantikan Wang Zhaojun,
“Sangat cantik sehingga burung burung yang terbang saat memandangnya akan lupa mengepakkan sayapnya dan jatuh dari langit.”

Dalam sebuah legenda, Wang Zhaojun meninggalkan kampung halamannya dengan menunggang kuda dan memulai perjalanan ke utara.
Sepanjang jalan, kudanya meringkik, membuat Zhaojun sangat sedih dan tidak bisa mengendalikan emosinya.

Saat dia duduk di pelana, dia mulai memainkan melodi sedih pada alat musik petik.

Sekawanan angsa terbang ke selatan mendengar musik, melihat wanita muda yang cantik menunggang kuda, seketika mereka lupa mengepakkan sayapnya, dan jatuh ke tanah. Sejak saat itu, Zhaojun mendapat julukan
“angsa jatuh” atau
“burung jatuh.” Wang Zhaojun diceritakan hidup pada 50 SM, lahir dari keluarga terpandang di Zigui, Nan county (sekarang Xingshan county, Hubei) di selatan kekaisaran Han Barat. Ia memiliki nama lahir Wang Qiang

Lukisan ketiga
Lukisan
DiaoChan

Legenda Tiongkok mengatakan bahwa ketika Diaochan melakukan ritual membayar persembahan kepada Dewi bulan pada suatu tengah malam, Chang’e
(Dewi Bulan Tiongkok)
Maka Bulan bergegas bersembunyi di awan, karena wanita cantik ini membuatnya merasa rendah diri dan malu Ungkapan kuno terkenal

“mengalahkan bulan”
dalam idiom yang menggambarkan “Keindahan yang mengalahkan bulan dan mempermalukan bunga”

ditujukan untuk sosok Diao Chan.

Dalam catatan sejarah, Diao Chan hidup pada 160-an sebelum Maaehi.
Dalam novel klasik
“Romance of the Three Kingdoms”, ia muncul dalam plot yang melibatkan prajurit Lu Bu dan panglima perang Dong Zhuo. Wang Yun, kasim di bawah Kaisar Xian, menikahkan Diao Chan dengan Lu Bu, dan kemudian dengan Dong Zhuo.

Hal ini menimbulkan kecemburuan antara keduanya yang merupakan ayah dan anak.

Akhirnya Lu Bu membunuh ayah angkatnya, sesuai rencana Wang Yun untuk meredam tirani Dong Zhuo. Sehingga, disebutkan bahwa Diao Chan adalah kunci untuk memecah aliansi tak terkalahkan antara tirani Dong Zhuo dan pejuang ahli dan putra angkatnya, Lü Bu.
Ada berbagai cerita tentang kematian Diaochan. Ada versi cerita bahwa Diao Chan diperkenalkan kepada Guan Yu oleh saudara angkatnya Zhang Fei setelah kematian Lu Bu.

Lukisan keempat
Lukisan
Yang Guifei

Suatu hari ketika dia sedang berjalan-jalan di istana kekaisaran Dinasti Tang, Yang Guifei melihat mawar dan peony China sambil menangis karena dilarang meninggalkan istana dan dikurung seperti burung.

Begitu air matanya jatuh di kelopak bunga Mawar
kelopak bunga itu menyusut, yang diartikan bunga terkejut dengan kecantikannya dan menyembunyikan diri.

Yang Guifei atau Yang Yuhuan disebut dia adalah selir kekaisaran Kaisar Xuanzong dan biasa disebut Selir Kekaisaran Yang.

Dia juga dikenal secara singkat dengan nama biarawati Taizhen.

Yang Yuhuan lahir di keluarga pejabat yang terkenal. Dia memiliki kecantikan alami dan karakter yang lembut.
Dia berbakat dalam musik, menyanyi, menari dan bermain kecapi.

Dia pun memiliki pendidikan yang baik, sehingga membuatnya menonjol di antara selir kekaisaran dan memenangkan hati kaisar. Kaisar Xuanzong, seorang penggemar musik, memerintahkan para pemusiknya untuk memainkan musik

Song of Rainbow Skirt & Feathered Dress

yang digubah olehnya untuk mengekspresikan perasaan cerianya melihat Selir Kekaisaran Yang.

Yang Guifei mempromosikan seluruh keluarganya ke jabatan tinggi untuk menunjukkan cintanya pada kaisar, tetapi mereka salah mengatur kekuasaan mereka, menyebabkan pemberontakan yang hampir membuat kaisar kehilangan tahtanya. Pada tahun 755 M ketika pemberontakan militer “Pemberontakan Anshi (Anshizhiluan)” diluncurkan oleh pasukan lokal Dinasti Tang, Kaisar Tang Xuanzong, bersama dengan para selir melarikan diri dari Chang’an.

Ini adalah kisah hadiah 4 Buah Lukisan yang saya terima dari negara Korea Utara DPRK

4 wanita ini juga menggunakan busana mewakili 4 musim

Ada sebuah Kisah
Lukisan ini di pajang di ruang tamu rumah saya
Seorang sahabat saat berkunjung membawa putrinya
Kami memperhatikan putrinya bermain didepan Lukisan sambil bernyanyi
Dalam penjelasan nya
Putrinya menjelaskan bahwa Tante dalam lukisan itu keluar
Menari dan bernyanyi (merinding)

Untuk itulah Tuhan menciptakan Kecantikan seorang Wanita dengan lekukan sempurna untuk merobah dunia

Adharta

Www.kris.or.id

Www.Adharta.com

PancasilaDasar Negara,Jiwa Bangsa, dan Kompas Masa Depan

Oleh : Adharta
Kedua Umum
KRIS

Uluwatu
Sabtu
31 Juni 2025

Menjelang makan malam di Jimbaran Bali
Kenangan Bali tentu banyak bagi siapa saja

Saya merayakan Ulang Tahun saya
Di Jimbaran 10 tahun lalu diusia 57 tahun
Hati ini akan mengingat kalau besok saya usia 67 tahun

Saya ingin menyumbangkan pemikiran sedikit karena bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila
1 Juni 2025

Pemikiran tentang Kebangsaan,

Sebuah Filsafat Negara Pancasila,

Generasi Muda
Perlu memperingati hati Lahir Pancasila untuk mengenang arti dan makna Pancasila
Yang mungkin sudah mulai luntur

Pancasila bukan sekadar lima sila dalam teks resmi negara.

Ia adalah napas kehidupan bangsa Indonesia sejak kemerdekaan dikumandangkan pada 17 Agustus 1945.

Ditetapkan pada 1 Juni 1945 oleh Bung Karno dalam pidatonya di depan sidang BPUPKI,

Pancasila lahir dari perenungan mendalam atas keberagaman, sejarah, dan cita-cita bangsa yang besar. Pancasila menjadi landasan moral, politik, sosial, dan spiritual bangsa Indonesia.

Makna Pancasila Bagi Bangsa Indonesia

Pancasila adalah pemersatu dalam keberagaman.

Di tengah pluralitas suku, agama, bahasa, dan budaya, Pancasila hadir sebagai simpul kebangsaan yang kokoh. Setiap silanya menggambarkan prinsip luhur:

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

2. Kemanusiaan yang adil dan beradab

3. Persatuan Indonesia

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Pancasila membentuk watak bangsa yang ramah, toleran, dan penuh gotong royong.

Dalam setiap sendi kehidupan, Pancasila membimbing kita untuk hidup berdampingan dalam damai dan membangun masa depan bersama dengan semangat solidaritas.

Bagi Generasi Muda
Harapan saya bagi perkembangan Generasi Muda menyambut masa depan bangsa dan negara Indonesia Emas

Untuk generasi muda, Pancasila bukan hanya sejarah
Pancasila adalah cahaya penuntun.

Di era globalisasi dan digitalisasi, nilai-nilai Pancasila menjadi jangkar moral yang mencegah disorientasi arah dan krisis identitas.
Diharapkan generasi muda:

Menghidupi nilai Pancasila dalam tindakan nyata: berlaku adil, menghargai perbedaan, menjunjung demokrasi, dan peduli terhadap sesama.

Menjadi agen perubahan positif: membawa semangat persatuan ke dalam dunia pendidikan, sosial, ekonomi, dan politik.

Menjaga integritas bangsa: dari ancaman radikalisme, disinformasi, dan degradasi moral.

Masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda.

Dengan semangat Pancasila, mereka bisa membawa bangsa ini menuju keadilan, kemakmuran, dan perdamaian

Saya senang sekali bisa membimbing generasi muda
Terutama menyusun segala sesuatu menghadapi segala tantangan yang berat terutama perkembangan globalisasi

Kebangkitan negara negara kecil juga menjadi tantangan berat generasi muda

Saya sendiri mencoba membuat sebuah coretan
Bagaimana sikap Generasi muda
Apabila kehilangan Pancasila

Memang bukan segalanya tapi perlu di garis bawah bahwa Pancasila ituadalah semangat bangsa

Selamat hari Pancasila

Adharta

http://www.kris.or.id
http://www.adharta.com

42 Beauty wedding Anniversary

42 tahun

Saat pertama kali
Kujumpa denganmu
Ada sebuah tanda di wajahmu
Saat
Pertama kali kujatuh cinta psdamu
Aku tetap melihat ada tanda dalam mimpiku
Saat ketika kita menikah
Aku tetap melihat ada tanda dalam sanubarimu
Waktu berjalan
Waktu betlari
Tanda itu terus mengikutiku
Tahun berganti
Saat awan menaungi kita
Tanda itu jadi payung bagi kita
Aku berpikir ingin mengukir tanda itu
Supaya abadi
Ternyata hatiku berkata lain
Aku bahkan ingin membingkai tanda itu
Tapi sukmaku ber cermin dan ber andai andai
Sampai saat aku sakit
Saat aku terlena
Tak berdaya
Tanda itu selalu ada dalam kalbuku

Semakin hari
Tanda itu semakin jelas
Mungkin suatu saat nanti
Ingin kugubah menjadi lagu
Atau kunyanyikan saat aku melihat tanda itu di wajahmu

Kini dan nanti
Aku mencoba
Melukis tanda itu
Dengan kuas dan tinta emas
Namun aku tak sanggup

Karena tanda itu
Tak ingin dilukiskan
Tak ingin di nyanyikan atau di syairkan
Karena tanda itu adalah lukisan dirimu
Yakni Rindu ku

Buat istriku tercinta
Magdalena
Tanda hidupku
Dalam Rinduku
42 tahun
Bersamamu

Adharta

Singapura (Serie ke 1)

Pergi apa pulang?

Oleh : Adharta
Ketua Umum
KRIS

Rabu 3 Juli 2024

Kemarin pagi saya tiba di Singapura dengan GARUDA
Terbang dari Surabaya

Saya mau memberikan jempol buat Garuda
Pelayanan sederhana namun sangat bagus sekali
Saya raya tidak kalah dengan penerbangan lain dan memang pantas mendapat Bintang untuk tingkat pelayanan Air Crew awak kabin
Sangat ramah dan excellent

Pesawat mendarat di Changi Airport agak terlambat lebih kurang 60 menit
Karena hujan cukup deras
Kami tiba di Airport
Disini baru kita melihat Kemegahan airport Chngi Terminal 3

Dalam hati aku bertanya rasanya masuk Singapura

Ini Pergi?
Apa Pulang?
Jujur saya merasa lebih ke arah Pulang
Karena suasana begitu nyaman
Welcome
Pelayanan Airport Sempurna
Mari kita contoh
Airport Jakarta Crowded aga sedikit kurang rapi dan sangat rumit
Bayangkan kalau naik Citilink ke Surabaya
Jalannya jauh sekali harus di bantu kursi roda bahkan pakai Buggy car
Design yang agak ruwet
Tapi bagus lah di bandingkan beberapa negara lain
Namun Changi Airport harus bisa kita tiru
Kalau perlu jiplak

Saya kenal baik dengan Otoritas Changi
Bahkan kami bersahabat dengan salah satu kontraktor
Cleanning Service dan penataan bunga bunga Anggrek hidup
Wow indahnya luar biasa
Bayangkan Bunga segar harus di tukar tiap hari
Aroma wangi airport sangat dinikmati
Aku mau pulang kemana ?
Ke Singapuran atau Jakarta ?

Rabu ini saya melakukan Check Up
Di Mount Elisabeth Novena
Dengan Dr Nicolas Wanahita
Dokter Jantung saya
Di Clinic Gramercy
Lantai 5

Sekali lagi saya merasa di rumah sendiri
Tidak asing
Percaya sama saya
Beda saya tiba di rumah sakit di Jakarta semua terasa asing
Tidak percaya silahkan jika anda datang disini semua Suster Perawat mengenal baik saya
Dengan senyum dan tawa
Sedikit canda dan selalu menanyakan kondisi kesehatan bahkan boleh di tambah dengan iringan Doa
Saya benar-benar merasa seperti berada di rumah sendiri
Waktu sangat di hargai
Saya datang jam 7.45
Jam 8.00 pagi semua proses test di mulai
Lengkap sampai test darah
EKG USG Scan siap tidak lebih dari 60 menit
Lanjut konsul dengan dokter

Yang menarik
Disini saya bertemu teman teman
Banyak sekali semua dari Indonesia
Ada yang teman dekat sahabat baik yang jarang ketemu di Jakarta bisa ketemu di Mount Elisabeth Novena
Singapura

Semalam saya puasa
Karena akan test darah
Setelah selesai test
Saya dan Istri menikmati Sup Yahua Bakuteh di Outram Keppel building
Sangat nikmat

Semalam kami menikmati makan malam di Newton Food Centre
Food court atau di Singapura di Sebut Hawker Centre atau kaki lima
Menikmati makanan khas Singapura

Chaitowkewee
Ada Oyster omellete dan kelapa muda
Tidak lupa makan Tulang Merah khas India
(Di Indonesia tidak ada dan direkomen untuk di coba)

Singapura banyak makanan enak
Walaupun di PIK juga banyak tapi di sini secara jujur lebih menikmati baik suasana maupun pelayanan
Sekali lagi serasa HOME

Bagaimana kita membuat Indonesia lebih Home
Maka otomatis semua akan Pulang bukan pergi

Bersambung!

Singapura seri 2

Mencari teman

Oleh : Adharta
Ketua Umum
KRIS

Kamis
4 Juli 2024

Independence day
Di Amerika di rayakan meriah
Dan semua negara yang ber afiliasi dengan USA
Termasuk Singapura

Enam tahun lalu saya diundang kedutaan besar Amerika di Singapura
Hadir dalam peringatan HUT Amerika
Di kedutaan Amerika

Acara makan siang
Bertemu banyak teman
Saya ketemu teman lama Mr Jonatan yang sekarang jadi Duta Besar di Singapura

Persahabatan itu sungguh indah

Di Singapura ada Duta Besar Indonesia
Bapak Tomy
Saya belum sempat kontak beliau untuk salam

Saya suka berteman
Dan lebih penting lagi bisa ber anjangsana dan saling bercerita

Beberapa teman saya di Singapura sudah pergi mendahului
Ini jadi kenangan
Bersama bapak Yussof Kamarudin
Bapak Wee Soon Yeow
Bapak PS Tan
Mereka meninggal di usia Muda

Sekarang masih Banyak teman
Ada Mr KE Tan
Subandi
Mr Henry Sih
Mr Go Kim See
Mr Vincent Ong
Wah banyak sekali
Juga ada teman SMA saya
Ibu Jauw Fei Lan
Lama tidak jumpa

Mengapa persahabatan itu menjadi begitu penting
Karena ada 3 hal yang menurut saya menjadi dasar perdamaian Dunia

Pertama
Persahabatan antar negara selalu di mulai dari pertemanan
Baik antar pemimpin negara maupun persahabatan pengusaha teman sekolah

Saat Presiden Gusdur menjumpai ada pak Tong Djoe dan Pak Robin
Bagaimana saat itu menghantar Indonesia Membuka hubungan lebih Mesra dengan Singapura dan Tiongkok

Kedua
Para pemimpin memberikan sebuah contoh persahabatan yang baik
Kita bisa contoh PM Lee Kuan Yeow
Setiap kali berkunjung selalu membuka persahabatan
Bahkan bisa membuat warga negara Singapura bebas berkunjung ke beberapa negara tanpa harus membuat Visa
Ini perlu kita Contoh

Ketiga
Pertemanan memberi contoh rendah hati

Suatu hari saya diajak bertemu PM Goh Chock Tong
Walau di usia lanjut tetap menjalin persahabatan
Kami datang ke rumah beliau yang sangat sederhana di hantar putranya
Goh Ji Hian
Lalu beliau ajak lihat Klinik beliau
Disaat masih praktek
Sikap rendah hati
Mau bersahabat ini adalah kunci perdamaian Dunia
Masih banyak masalah perselisihan antar bangsa
Saya rasa hanya dan hanya bisa di selesaikan dengan persahabatan
Tentu Indonesia juga bisa memanfaatkan Friendship diplomacy
Jadi penyelesaian perdamaian diluar jalur resmi mungkin jauh lebih bermanfaat

Hatiku sungguh bersuka cita jika bertemu teman dimana saja
Apalagi diisi dengan makan enak
Bercerita bercanda bahkan bisa jalan jalan menikmati pemandangan

Singapura melakukan pendekatan pertemanan yang luar biasa
Suatu saat saya mengikuti Seminar tentang kemajuan teknologi di Shanghai
Tiongkok memamerkan teknologi yang canggih
Mulai yang ringan ringan sampai yang berat berat
Acara lanjut makan siang
Nah ini yang luar biasa
Semua makanan di sponsori oleh pemerintah Singapura melalui Kedutaan Besar Singapura di Beijing
Padahal di Shanghai mereka ada konsul tapi Duta besar turun tangan
Nah kita bisa menikmati Kuliner Singapura
Mulai Oyater Omelette sampai Nasi Lemak
Ada Singapore Sling sampai Es Kacang
Ada es potong
Sepintas lalu sangat sederhana just makan siang
Tapi ini kunci diplomasi persahabatan
Karena banyak Duta besar yang hadir
Saya sempat bertemu Duta besar Afrika Selatan
Saya sempat bercanda bahwa
Ini makanan semua asalnya dari Indonesia
Beliau tertawa lalu katanya sayang tidak ada black salad
Apa itu tanya saya
Kata beliau?
Rujak Cingur kata beliau
Haha ternyata beliau fasih juga bahasa Indonesia

Indonesia tidak kalah lho
Coba kemana saja tanya Nasi Goreng
Orang pasti tahu
Saya pernah makan di Shang Hai
Bahasa saya kurang sempurna lafal Cao fan
Mereka ga mengerti lalu saya bilang
Apa ya bahasa nya saya mau minta nasi goreng
Pelayan nya tertawa dan bilang
Wo Ming bai nasi goreng
Sungguh senang orang mengerti Bahasa indah Persahabatan
Nasi goreng
Coba dengar lagu bahasa Belanda
Makan nasi goreng en Krupuk

Saya senang cari makan enak
Dimana saja saya cari makanan khas negara tersebut
Di Singapura semua bisa di dapat
Ada Makanan Khas Pilipina namanya Balut
Nah ini susah makan telor yang mau jadi ayam
Bisa cari Lutung Pinoi
Makanan khas semua negara bisa kita jumpai disini

Jangan lupa syarat makan enak ada 5

Pertama
Harus lapar
Karena kalau kenyang semua makanan tidak enak

Kedua
Hatinya harus senang
Kalau lagi sedih semua makanan serasa diri

Ketiga
Harus ada teman yang menemani makan
Makan sendiri paling menyedihkan

Keempat
Makanan enak
Suasana adem enak
Dan juga diikuti musik enak

Kelima
??????

GRATIS

Senang sekali kita bersahabat

Miss you all friends

A friend of my friend is my friend

Ini semboyan orang Singapura

Bersambung……

Singapura

Small Change
Big Chalenger

Kecil Uangnya Besar Cintanya (The End)

Sabtu
6 Juli 2024

Penerbangan Garuda GA 837
Mengalami keterlambatan lebih dari 2 jam
Schedule 20.05
Baru terbang 22.20
Singapura Changi
Menuju Jakarta
Soekarno Hatta

Terima Kasih Garuda Indonesia
Khususnya kepada
Bapak Irfan Setiaputra
Direktur Utama
Garuda Indonesia
Kami sekeluarga mendapat pelayanan istimewa sejak dari Surabaya sampai kembali ke Jakarta

Kota Singapura
Bersama beberapa komunitas Sosial lainnya mengadakan penggalangan dana dengan mengumpulkan uang kecil atau recehan di tempat pembelajaan juga di Airport changi
Jangan Kaget
Uang yang terkumpul luar biasa besarnya
Angka tepatnya saya tidak tahu tapi paling tidak mereka biaa membangun tempat singgah dan membiayai anak anak yang memerlukan pembiayaan terutama yang mengalami penyakit lebutuhan khusus

Saya teringat kembali 10 tahun lalu seorang sahabat saya Almarhum bapak Jefrey Dompas
(Salam juga buat Ibu Ira istrinya)

Seorang aktifis Katolik yang handal
Beliau
Mengadakan pengumpulan dana melalui face book dan SMS waktu itu
Dengan transfer uang 1000 rupiah ke rekening tampungan
Hasilnya lumayan

Ide ini bisa di terapkan oleh KRIS yang sedang mengumpulkan dana untuk menangani Stunting Anak Anak di Wilayah kabupaten
Timor Tengah Utara
Propinsi Nusa Tenggara Timur

Bersama bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati
Juga bekerja sama dengan Direktur Jenderal Pelayanan Masyarakat
Departemen Kesehatan
Republik Indonesia
Beserta Jajarannya
Di bawah pimpinan
Ibu Dokter Maria Endang MPH

KRIS bekerja sama demgan Komunitas
INTI atau perkumpulan Indonesia Tionghoa
Perkumpulan Lions Club Indonesia Distrik 307 B1

Rotary Club internatiional
Diatrik 3410
Yayasan Adharta
Yayasan Taruma Negara
Yayasan Atmadjaja
Yayasan Frans Seda
Rumah Sakit Atmadjaja
Rumah Sakit Umum Pusat Ben Mboi di Kupang
Beberapa perusahaan
PT Bio Farma Tbk
PT Sagi Capri
Wings Group
Nirwana Lestari
Kacang Garuda
Dan beberapa Pabrikan Makanan
Di bawah Asosiasi Makanan dan Minuman Pimpinan Bapak Adhi Lukman
Juga beberapa Tokoh Nasional dan Pendukung Pribadi
(Maaf kalau ada yang lupa saya sebut)

Pengumpulan dana dengan Ide

Small Change
Big Chalenger
Menarik sekali

Kumpulkan Uang kecil anda
Baik di rumah
Di Super market
Di Alfamart
Di Indo Maret
Di Rumah Sakit
Dimana saja
Nanti kalau sudah terkumpul maka bisa di transfer
Ke rekening
KRIS
Atas nama
Perkumpulan Killcovid-19
Bank BCA
Rek no 6380888058

Atau tim penyelenggara akan menjemput di tempat Anda
Dan kami akan mengganti Celengan anda dengan Souvenir Celengan baru yang Cantik
Atau anda bisa juga mengirimnya melalui Komunitas anda
Di Gereja
Di Vihara
Di Mesjid
Di Klenteng
Di Candi
Di Pura
Notifikasi
Untuk Program Stunting KRIS

Nanti Info ke tim koordinasi WA ke 08119620888
Call Centre KRIS

Kami akan mengumpulkan bersama sama

Apa yang akan di lakukan untuk menekan Angka Stunting

Kami akan menerbitkan buku saku baik digital maupun Hard Copy
KRIS akan bekerja secara Holistik dan menjadikan
Sesuatu yang kecil akan menjadi kegiatan yang berguna bagi anak anak di kabupaten Timor Tengah Utara Propinsi Nusa Tenggara Timur

Matahari akan terbit dan bercahaya
Memastikan keberhasilan Program KRIS menangani masalah Stunting
Membantu pemerintah menuju Indonesia Emas 2045

Banyak yang bertanya
Mengapa di Pilih Kabupaten TTU
Bagaimana demgan kabupaten dan kota yang lain?

Program KRIS sangat kecil
Komunitas ini sangat Kecil tapi melalui Edukasi sistemilk terstruktur kami akan berusaha
Mengajak seluruh komponen anak bangsa bergerak
Anda bisa bergerak
Tidak usah harus melalui KRIS tetapi bisa melalui komunitas masing masing
Menggunakan Project ini

TTU akan menjadi PILOT Project KRIS
Dimana project percontohan ini bisa di Copy Paste oleh siapa saja tanpa di pungut biaya sama sekali

Pesawat A330 900 Garuda bersama KRIS akan terus berjuang
Semoga Para penumpang setia Garuda biaa ikut berpartisipasi dalam proyek ini

Terima kasih Singapura
Ternyata terang yang di buat oleh mu menginspirasi KRIS juga berbuat sama untuk sesama
o
Kecil uangnyaTapi besar Cintanya

Kami menanti anda
Kami sudah bersama anda

Mari Satu Hati
Satu Jiwa
Satu Tujuan

Indonesia Sehat
Indonesia Emas
2024

Tamat

The End

Adharta

Www.kris.or.id

Note
Komunitas yang ingin bergabung bisa menghubungi
0816707101

Surabaya with Love

(Serie 1)

Oleh : Adharta
Ketua Umum
KRIS

Minggu
30 Juni 2024

Saya terbang dengan Citilink 718 dari Bandara Sukarno Hatta menuju Airport Juanda Surabaya

Pagi subuh dari rumah
Udara segar sekali karena semalaman di guyur hujan deras

Serombongan bersama Istriku Lena
Adhitya dan Selly
Elle dan Rafael
Pandu dan Dea
Opi dan Ola

Kami akan menghadiri upacara peringatan 50 tahun atau Ulang tahun perkawinan Emas kakak saya nomor 6
Bapak Steve Johanes Ongkosaputra dan Ibu Maya Kurniawati di Surabaya

Kami kakak adik sepuluh orang ada lima laki laki dan 5 perempuan
Namun 2 kakak perempuan saya sudah meninggal jadi sisa 8 orang
Tersebar ada yang tinggal di Kupang
Ada yang tinggal di Surabaya Bandung dan adik perempuan paling kecil tinggal di Singapura

Keluarga kami dari keluarga sederhana boleh di bilang pra sejahtera saya harus mengakui bahwa mama atau ibu kami adalah pekerja sangat keras
Ayah atau papa saya pegawai negeri karyawan PT Pelni staf ahli inspektorat di Surabaya

Perjuangan almarhum Mama saya benar benar luar biasa bagaimana seorang ibu dengan 10 anak harus menghidupi dengan penghasilan pas pasan

Kami semua lahir di Kalabahi kota Pulau Alor di Nusa Tenggara Timur
Saya nomor delapan lahir tahun 1958

Kami pindah ke Kupang sehabis peristiwa PP10 1960
Saya sekolah sampai SD kelas 3
Kakak kakak saya ada yang sekolah di Suradikara Ende dan Ursula
Secara perlahan kami pindah ke Surabaya abibat kelaparan parah antara tahun 1965 dan 1967 di Kupang

Bagaimana merasakan kesulitan makanan
Setiap hari kami makan satu kali satu hari itupun makan bubur encer dan kangkung rebus disiran gula merah karena garam pun sulit di temukan
Kami harus tidur hanya beralas tikar tidak ada lampu listrik pakai petromax hanya sampai jam 21.00 malam selanjutnya dalam kegelapan
Masa kecil kami cukup menderita
Namun Mama kami berjuang
Apa saja yang bisa di jadikan uang untuk makan
Anak perempuan bantu menjahit
Membuat Topi BH dan produk umum juga membantu membuat kue kue
Anak laki laki yang besar membantu banting roti
Anak laki yang kecil bantu jual roti keliling atau jual di sekolah sekolah

Surabaya menjadi kota kenangan
Kami tinggal di rumah ukuran 3 x 10 M2
Di jalan Rangkah Gang VII nomor 26
Di gang kuburan
Saya dan 2 adik sekolah di SDN Kalianyar II
Setiap hari ke sekolah jalan kaki belum bisa bayar uang becak
Ada uang sedikit buat beli makanan karena adik perempuan masih 5 tahun adik laki laki 8 tahun dan saya 9 tahun
Kalau lihat anak cucu saya sekarang sungguh tidak sampai hati

Saya dan adik laki laki
Freddy suka gandol mobil untuk menghindari kelelahan suatu hari saya sudah diatas mobil tapi adik saya ketinggalan sehingga saya harus meloncat kasihan dia tertinggal
Saya jatuh dan dilarikan ke rumah sakit perut saya ada 7 jahitan
Sampai sekarang masih ada bekasnya

Saya harus bantu mama jual roti pagi antar
Nanti siang ambil kalau ada sisa

Hati sungguh bahagia kalau roti habis
Tapi kalau tidak laku harus bawa pulang kita obral murah
Sedih sekali

Bayangkan saya pernah kehilangan uang jualan roti
Duduk menangis depan Toko
Jalan Ngaglik no 70 Surabaya
Yang punya toko kasihan sama saya lalu di kasih uang ganti
Aku bilang seumur hidup ga bisa lupa

Bersambung……

Surabaya with Love

(Serie ke 2)

Oleh : Adharta
Ketua Umum
KRIS

Senen
1 Juli 2024

Perjalanan hidup memang cukup rumit
Terutama sebuah keluarga
Ibarat bahtera yang harus mengarungi samudra

Memang benar ada pepatah

Tuhan tidak pernah menjanjikan
Samudra itu tenang
Tidak ada ombak dan badai
Atau angin topan
Jika kita berlayar
Namun Tuhan menjanjikan pelabuhan Tujuan yang indah bersamanya

Malam Senen
Bapak Steve Johanes Ongkosaputra
Dan
Ibu Maya Kurniawati
Merayakan Ulang Tahun ke 50 perkawinan Emas atau the Golden Wedding Anniversary
Pestanya hampir dihadiri 800 orang dan penuh suka cita
Di restoran BIMA Garden Genteng Kali Surabaya dulu nama nya Gita Tamtama

Memang tudak mudah mengarungi bahtera Rumah Tangga sampai 50 tahun
Kalau tidak ada kekuatan luar biasa yang menopang menjaga
Bentuk kasih Sayang dan Cinta damai

Kunci dari keberhasilan sebuah rumah Tangga

Selamat buat Bapak Steve Johanes Ongkosaputra dan Ibu Maya Kurniawati

Malam ini sempat saya memimpin doa daalm cara Katolik
Saya mengutip 3 (tiga) Hal
Yang disampaikan Baapk Suci Fransiskus

Pertama
Tidak ada keluarga yang sempurna
Semua punya celah celah bahkan jurang pemisah tetapi perlu jembatan atau Tali pengikat supaya bisa menjadi sempurna

Kedua
Rumah Tangga
Yang penuh suka cita hidup bersama anak cucu itu wajib memiliki jiwa karunia
Tidak bisa terlepas dari kehidupan sosial
Mungkin salah satunya adalah membagi kebahagiaan kepada anak cucu atau keluarga atau bahkan sesama yang berkekurangan
Istilah Gusti ora Sare atau Tuhan tidak tidur sangat benar
Pasti Dia menjaga keutuhan Keluarga tersebut

Ketiga
Apapun yang bisa di buat sebuah keluarga itu adalah Doa
Kekuatan Doa terus menerus
Terutama minta Dari Bunda Maria
Yang terlibat langsung dalam kebangkitan sebuah keluarga
Maka Simbol Doa
Adalah Iman Pengharapan dan Kasih
Dan yang terbesar darinya adalah Kasih

Kami datang ke Surabaya dari Kupang di bagi beberapa group
Saya dan 2 adik serta kakak perempuan dalam rombongan ke tiga
Kita naik kapal Watudampo milik Pelni
Naik diatas Dek
Sempat mampir di Bima
Kita sampai di Bima
Tanggal 2 Juli 1967
Sehari setelah hari Bayangkara
Karena Ayah saya kenal baik dengan Kepala Polisi
Maka kami diajak turun dan makan makanan sisa pesta hari bayangkara
Bahkan masih ada kue kue
Yang bisa kami bawa sebagai sangu melanjutkan ke Surabaya

Hidup di Jawa tidak juga mudah
Walaupun kami sudah terlepas dari bahaya kelaparan tapi tetap sangat berat
Apalagi kami keluarga asing di Surabaya
Semua merayap dari bawah
Bayangkan anak anak harus sekolah
Sepatu baju buku semua belum ada
Untung ada bantuan beberapa keluarga jadi masih bisa kami pakai

Saya merasakan bahwa masyarakat Indonesia sangat baik
Saya pergi sekolah dan pulang jalan kaki
Di gang gang yang kami lalui di depan rumah para keluarga sudah menyediakan kendi kendi buat pejalan kaki yang haus dan perlu minum saat kelelahan
Hanya air mata saja yang bisa membalas budi baik orang orang yang berhati mulia

Saya menyelesaikan sekolah Dasar di jalan Kusuma Bangsa THR
SDN Kalianyar 2
Para Guru sangat baik hati bahkan secara diam diam mereka mengumpulkan dana membantu biaya sekolah saya

Suatu hari dua Ibu Guru kerumah saya menyampaikan kalau saya tidak usah melalui kelas 6 SD jadi dari kelas 5 saya loncat ke SMP kelas 1
Namun perlu menambah les
Mata pelajaran SD kelas 6
Setiap hari saya harus mendapat extra pelajaran
Dan dua guru saya memberi les tanpa meminta bayaran
Bapak Tjoek Sugiarto dan Ibu Mangun baskoro
Jasamu tidak pernah aku lupakan walaupun kalian sudah tidak ada di dunia

Saya selesai SMP Negeri IX
Di Putro Agung Kapas Kampung
Sampai sekarang alumni 1974 masih kompak sekali
Saya malu sekali karena satu kelas saya berbeda sendiri
Karena Nama pun masih pakai tiga Nama
Kepala sekolah waktu itu Bapak Poerlani mencari solusi supaya saya bisa mendapat ganti nama
Karena saya tidak punya surat surat sama sekali
Saya sungguh beruntung karena melanjutkan di SMAK Frateran
Dalam kondisi sudah mulai membaik
Saya dapat bantuan bea siswa

Sampai di Gereja
Saya mendapat perlakuan khusus
Dimana Pastor Siswadji CM Almarhum banyak sekali membantu saya
Juga Frater Adolfus Almarhum

Setelah lulus SMAK Frateran saya harus meninggalkan Surabaya
Melanjutkan
Ke Fakultas Teknik Sipil Trisakti
Nah ada teman Freddy Hartanto yang hari ini juga merayakan HUP ke 37
Kami berdua sering belajar bersama berkumpul bersama
Nanti Freddy bisa cerita
Bagaimana sebuah kamar tidur
Ukuran 3 x 3 m2
Bisa diisi 10 orang
9 laki laki ada 1 Orang Wanita
Kami berkumpul selama 5 tahun non stop belajar siang malam
Saya sungguh bersyukur memiliki teman teman yang luar biasa
Ada David, Hari, Freddy, Tommy, Budi, haryanto, Gunawan, Hery, Hery dan Sisca
Saya lulus dengan predikat baik
Waktu itu Rektor Kami Bapak prof Haryosudirdjo
Yang menjadi sahabat baik saya
Bersama Professor Sujono dan Profesor Roeseno

Surabaya meninggalkan kisah yang sangat menarik
Banyak Makanan Kesukaan saya

Ada Lontong mie di Pasar Atom
Lontong Balap di Garuda
Tahu Campur di Kalasan
Soto pak Sadi
Rujak Cingur di Peneleh

Kisah kuliner akan kita bahas nanti
Besok pagi pagi saya mau makan pecel Bu Djojo di Pandegiling

Bersambung…..

Www.kris.or.id

Buat Magdalena Luve-ku

Buat Magdalena
Luve-ku

Wahai Kekasihku bagaikan sekuntum mawar merah
yang baru muncul di bulan Juni 2024

Wahai Luve-ku yang baik hati banget
Penuh dengan semangat
Hidup dan harapan

bagaikan melodi
yang manis dimainkan seirama
Lagu Cinta yang kita nyanyikan
Luve-ku

Begitu cantiknya engkau,
gadis manisku,
Pujaanku
Membuat semua burung burung malu bersaing
Ikan ikan juga
Tenggelam sementara terpukau
Menatapmu

Begitu dalam cintaku
Dan aku akan tetap mencintaimu,

sayangku,
sampai Gunung Gunung ikut tertawa
Membaca kisah kita
Dan akhirnya harus ikut menyanyikan Lagu Cinta

Sampai lautan mengering, sayangku, aku bisa jalan kaki menjemput mu untuk berjalan mengarungi lautan luas
Kaya Nabi Musa donk yang
Menyebrang Laut Merah

Walaupun tidak mungkin
Tapi Tuhan menjadikan Mungkin
Samudra yang kita sebrangi lebih lebih luas lagi

Seperti kerasnya bebatuan meleleh karena tetesan air
Yang bisa jadikan
Semua terukir indah

Aku akan tetap mencintaimu, sayangku,

Selagi pasir pasir di tepi pantai mengukir kehidupan dan jejak jejak kaki terus berjalan
Kita selalu bersama
Baik dalam suka
Maupun dalam duka

Adakah Hujan turun deras basahi dijalan
Yang memberi satu-satunya kesejukan cinta kita

Dan kita bergandeng tangan dijalan
Bisa basah kuyup donk

sebentar lagi kita
Akan sampai di sebuah gubug Cinta
Disana kita akan berlindung dan berteduh
Dari hujan dan panas

Dan aku akan mengajakmu
Bermain pelangi lagi,
sayangku

Meskipun banyak sekali bunga bunga yang mewangi saat Ulang tahunmu
Entah berapa banyak disana
Tapi aku hanya bisa memberimu
1 kuntum mawar merah saja
Sebagai lambang Cintaku

Selamat Ulang tahun ke 65
Istriku tercinta
magdalena
Engkaulah satu satunya Pahlawan dalam hidupku
Pahlawan anak dan cucuku

Sampai suatu hari nanti
Semua orang akan bilang
Engkaulah yang paling Bahagia
Disampingku

Hahaha

Adharta

Www.kria.or.id