ANTARA SUNYI, LUKA, DAN BELAS KASIH

ANTARA SUNYI, LUKA, DAN BELAS KASIH

Cerpen 0049

Oleh : Adharta
Ketua Umum
KRIS

Komunitas
Relawan
Indonesia
Sehat

Awal Pebruari
2026

Nama kecilnya Regina.
Di kampung Ngada, Flores, orang banyak memanggilnya Regi.
Ia lahir dari tanah yang sunyi tetapi setia
tanah yang mengajarkan orang untuk sabar menunggu hujan dan bersyukur pada hasil yang sederhana.

Regi tumbuh dalam keluarga biasa, dengan doa yang diucapkan lirih setiap pagi dan senja.
Sejak kecil, ia mengenal Tuhan Yesus Kristus
bukan lewat kata-kata rumit, melainkan lewat ketekunan ibunya dan kejujuran hidup orang-orang kampung.

Namun seperti banyak anak muda lain, hati Regi menyimpan kerinduan akan dunia yang lebih luas.

Ia ingin merantau.
Ia ingin melihat hidup dari dekat, dengan segala kemungkinan dan risikonya. Maka pada suatu pagi, dengan air mata yang ditahan dan doa yang diselipkan di saku baju, Regi meninggalkan Flores menuju Jakarta.

Merantau dan Mimpi

Jakarta menyambutnya dengan cahaya dan bayangan sekaligus.

Kota ini menjanjikan harapan, tetapi juga menuntut daya tahan.

Regi bekerja, belajar menyesuaikan diri, dan berusaha berdiri di atas kakinya sendiri.

Ia belajar bahwa hidup tidak selalu seindah rencana, tetapi tetap layak diperjuangkan.
Di tengah kesibukan itulah Regi mengenal cinta.

Cinta manusiawi yang hangat, yang membuat hari-hari terasa lebih ringan. Ia belajar berharap bersama seseorang, berbagi cerita, dan menenun mimpi sederhana.

Cinta itu nyata, tulus, dan pernah membuatnya berpikir bahwa hidupnya akan berjalan seperti kebanyakan orang: bekerja, menikah, membangun keluarga.
Namun hidup memiliki cara sendiri untuk mendidik hati.
Kegagalan dan Kehilangan
Perlahan, apa yang dibangun runtuh satu demi satu.

Pekerjaan yang hilang. Harapan yang tertunda. Hubungan yang tak mampu bertahan menghadapi kerasnya realitas.

Regi mencoba bertahan, tetapi ada titik ketika kekuatan manusia terasa habis.

Malam-malam Jakarta menjadi sunyi yang menyesakkan. Regi menangis bukan karena ia lemah, tetapi karena ia telah berjuang sekuat tenaga.

Ia merasa seperti domba yang berjalan jauh, tetapi kehilangan arah. Ia berdoa, namun doa-doanya terasa hampa.
Ia hadir di gereja, tetapi hatinya kosong.

Dalam kegagalan itulah Regi mulai memahami bahwa hidup bukan hanya tentang berhasil atau tidak berhasil.

Ada sesuatu yang lebih dalam sedang dikerjakan Tuhan di dalam dirinya.
Pertemuan dengan Sabda

Suatu hari, dalam kelelahan yang mendalam, Regi duduk di sebuah kapel kecil.
Tidak ada maksud khusus. Ia hanya ingin diam.

Dalam keheningan itu, Sabda Tuhan menyentuhnya:

“Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasih kepada mereka, karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala.”

Regi terdiam lama. Kalimat itu seolah menggambarkan dirinya
dan banyak orang di sekitarnya.
Ia melihat wajah-wajah lelah di jalanan Jakarta,
anak-anak yang kehilangan perhatian, orang-orang yang bekerja tanpa arah, dan dirinya sendiri yang sedang mencari pegangan.

Untuk pertama kalinya, Regi menyadari bahwa Tuhan tidak selalu menjawab doa dengan mengubah keadaan. Kadang Tuhan mengubah hati
menggerakkannya oleh belas kasih.

Belajar Melayani di Tengah Lelah
Regi mulai terlibat dalam pelayanan kecil.

Awalnya sederhana: membantu anak-anak belajar, menemani orang-orang yang kesepian, mendengarkan kisah hidup mereka yang penuh luka.

Ia sering datang dalam keadaan lelah, tetapi pulang dengan hati yang hangat.
Ia teringat renungan yang mengatakan bahwa Yesus mengajak murid-murid-Nya ke tempat sunyi untuk beristirahat, tetapi tidak menutup mata terhadap mereka yang membutuhkan.

Regi belajar bahwa keheningan bukan pelarian, melainkan sumber kekuatan untuk kembali melayani.

Di sinilah ia mulai memahami keseimbangan hidup:
doa yang mendalam dan aksi nyata,
kediaman rohani dan tanggung jawab sosial.
Ia belajar bahwa kekudusan bukan soal menjauh dari dunia, melainkan hadir di tengah dunia dengan hati yang penuh kasih.

Cinta yang Dimurnikan
Cinta masa lalunya tidak hilang begitu saja.

Ada hari-hari ketika kenangan datang tanpa diundang.

Namun Regi tidak lagi melawan.
Ia menyerahkan semuanya dalam doa.
Ia belajar bahwa cinta tidak selalu harus dimiliki untuk menjadi nyata.
Ada cinta yang justru menjadi utuh ketika dilepaskan.
Air mata masih mengalir, tetapi kini berbeda.

Air mata itu bukan lagi tanda keputusasaan, melainkan proses pemurnian.
Regi mulai merasakan damai yang tidak tergantung pada situasi.

Damai yang lahir dari penyerahan.
Panggilan dalam Keheningan
Dalam doa-doa panjang dan sunyi, Regi mendengar panggilan yang pelan tetapi pasti.

Bukan panggilan yang spektakuler, melainkan panggilan untuk menjadi hadir sepenuhnya bagi sesama.
Ia menyadari bahwa kegagalan, luka, dan cinta yang kandas bukan akhir cerita
melainkan jalan yang mempersiapkannya.
Dengan gentar dan rendah hati, Regi memilih jalan hidup membiara.

Ia bukan melarikan diri dari dunia, tetapi justru ingin mengabdi lebih dalam kepada dunia.

Suster Regina:

Hidup yang Diberikan
Kini ia dikenal sebagai Suster Regina.
Namun bagi banyak orang, ia tetap Regi
sosok sederhana yang mau mendengarkan, hadir, dan berjalan bersama.
Setiap hari dimulai dengan doa dalam keheningan.

Ia belajar mencari Allah dalam refleksi yang mendalam, lalu membuka mata dan telinga untuk jeritan mereka yang terlantar.
Ia percaya bahwa damai sejahtera sejati hanya dialami ketika hidup dibangun dalam keseimbangan antara iman yang kokoh dan perbuatan kasih yang nyata.
Kadang, saat senja, ingatannya kembali ke Ngada
kampung yang mengajarkannya tentang kesetiaan.
Ia tersenyum. Hidupnya tidak berjalan seperti rencana awal, tetapi justru menemukan makna yang lebih luas.

Renunganntentang Cinta

Hidup Regi mengajarkan kita bahwa:
kegagalan bukan akhir,
luka bisa menjadi pintu panggilan,
cinta yang hilang dapat dimurnikan menjadi kasih yang lebih besar.
Seperti Sabda hari ini, Tuhan terus menggerakkan hati-Nya oleh belas kasih.

Ia mengundang kita untuk pergi ke tempat sunyi bersama-Nya
tanpa melupakan dunia yang menunggu sentuhan kasih kita.
Damai sejati lahir ketika kita berani mengosongkan diri, agar kasih Allah mengalir melalui hidup kita.
Selamat pagi, sahabat.
Tuhan memberkati kita semua.

Www.kris.or.id

Www.adharta.com

Leave a comment