Posts Tagged ‘Adharta’

FILM

HIDUP ini seperti film yang diputar, tetapi kita tidak menontonnya, orang lain yang akan menceritakannya.

AVATAR arahan James Cameron kokoh menduduki peringkat pertama film terlaris sepanjang masa dengan perolehan Rp 26,328 triliun.

Salah satu hobiku adalah menonton FILM dan membaca NOVEL. Kadangkala aku mengajak beberapa teman menonton lalu berdiskusi tentang isi film tersebut, tetapi aku belum pernah menonton sendiri. Banyak cerita dalam film yang aku tonton menambah inspirasi, membangkitkan semangat dan memberikan dukungan terutama dalam kehidupan rohani, seperti kisah perkelahian Malaikat Gabriel dan Michael dalam film The Legion. Di sana Michael mendapat gelar Malaikat berbahagia, karena rela memotong sayapnya untuk menjadi Manusia.
Film memang luar biasa, karena merupakan gabungan Inspirasi cerita, sutradara, para aktor, watak dan teknologi. Tentu saja tidak lupa para pendukung bintang figuran dan lagu soundtracknya.
Seperti halnya film Mgr. Soegiyapranoto, yang diputar dengan cara semi paksaan untuk menonton namun bagus juga. Lain halnya Film Batman dan Spiderman yang justru memecah Box Office tanpa harus menggiring penontonnya. Seharusnya memang demikian kalau sesuatu yang bagus, pasti akan dengan sendirinya menjadi pusat perhatian. Demikian juga halnya hidup. Ilustrasi di atas mengangkat bahwa hidup seperti film. Ada yang disia-siakan. Ada yang dipuja-puja. Ada pula yang berjalan seperti air mengalir.
Hari sudah sore mendekati magrib, aku pulang dari kantor proyek Pelabuhan Ratu dan di tengah jalan kami dihentikan oleh segerombolan crew film. Mohon maaf katanya karena jalan akan ditutup karena arus lalu lintas akan dialihkan sehubungan dengan pembukaan atau pembuatan awal Film Nyi Loro Kidul. Mas ACIL, seorang pria kerdil yang mengenal baik aku, mempersilahkan rombonganku turun karena bisa menyaksikan ritual pembuatan film. Rombongan kami pun berhenti. Mumpung ada makan gratis juga. Akhirnya doa diselesaikan dan acara shooting dimulai. Usai makan bersama kami lalu meninggalkan lokasi shooting terus menuju hotel.
Yang menarik buatku adalah di dalam doanya, mereka sama sekali tidak menyinggung agar film ini laris, melainkan minta agar semua peserta pemeran film ini dihindarkan dari segala mara bahaya dan mohon ijin penguasa Laut Kidul. Doa itu tidak menjadi kendala buatku, karena kuanggap doa selalu baik buat siapa saja, tidak perlu memikirkan negatifnya, tetapi tanggapan positif saja.
Malam hari aku masih sempat bertemu dengan beberapa pemeran film di hotel karena mereka malam nanti mau bersemadi di kamar tertentu di hotel sebagai tempat ritual atau berdoa.
Sebenarnya aku ingin sekali ikut, tapi ada rasa serem juga. Jadi, aku memilih duduk ngobrol daripada ikut. Banyak kisah yang diceritakan dan menjadi inspirasi penulis untuk menulis cerita dan menjadikannya layar hidup.
Aku sendiri termasuk kolektor film sendiri. Sebab mulai dari dahulu kala sejak menggunakan kamera 8 mm bisu dengan Betamax sampai Sony cassette dan DVD. Mulai dari anak-anakku bayi sampai film cucu-cucu. Kadang-kadang istriku marah melihat aku menggendong kamera dengan berat 5kg di pundak, tapi sekarang kami bisa melihat cerita semasa anak-anakku masih kecil.
Coba kita melihat film kenangan kita pada saat pernikahan di gereja! Aku tidak bisa membayangkan kalau ada keluarga yang berantakan kemudian melihat film mereka. Saat janji perkawinan di gereja atau di pesta. Silahkan melihat pesta perkawinan Pangeran Charles dan Putri Diana. Begitu megahnya sehingga menggemparkan seluruh dunia, tetapi semua harus berakhir dengan demikian miris. Demikian juga ada keluarga yang pecah dan penuh dengan dendam ke sumat, perkelahian dan lebih dalam lagi dengan perusakan hidup.
Oleh karena seperti halnya film itu sendiri kita bisa melihat kehidupan kita. Sayangnya kita tidak menonton, orang lain yang bercerita. Kalau saja kita sering menonton film kita sendiri, Tuhan mungkin senang melihat anak-anaknya penuh suka cita menikmati hidup, seperti janji perkawinan bahwa mereka bersama di waktu untung dan malang dan di waktu sehat dan sakit. Film kehidupan kita sekarang terus diputar, tetapi kita tidak ada waktu untuk menontonnya.
Film Satanic Verse dari novel Slaman Rusdi, akhirnya diputuskan tidak boleh masuk Indonesia. Masih beruntung Davinci Code akhirnya boleh beredar di Indonesia. Dahulu sama juga terjadi dengan Jesus Christ Super Star sebagai film yang dilarang beredar di Indonesia. Aku beruntung bisa menyaksikan semua film tersebut. Menurut saya semuanya baik adanya tergantung sudut pandang kita dan juga pencerahan iman yang kita dapat. Masih jauh lebih baik dari banyak film yang merusak moral kita dan anak cucu kita.
Kita memang sedang bermain peran dalam hidup kita, namun Sutradara sedang menyusun scenerio tentang hidup kita, tentang segala yang kita jalani dan akan direkam, baik untuk kita sendiri maupun untuk disaksikan oleh sahabat-sahabat kita.
Pada kunjungan Bapa Suci Paus Yohanes Paulus ke II ke penjara mengunjung Ali Aqsa yang menembaknya, beliau mengatakan bahwa aku telah mengampuni kesalahanmu, seperti halnya Tuhan mengasihi anak-anak-Nya. Ini akan direkam biar bisa dilihat kelak oleh keturunan. Saya teringat ucapan Bunda Maria (sayang dulu tidak ada kamera untuk merekam), kata beliau bahkan dinyanyikan : “Semua keturunan akan mengatakan aku bahagia”! Sama halnya kita semua, bagaimana kalau kita sepakat mengatakan: “Semua keturunan akan mengatakan kita bahagia, tentu melalui film yang kita buat”! Bagaimana kalau film yang kita buat itu film sedih, dan yang menonton akan mengalirkan air mata, bukan menangis sedih tetapi menangis karena melihat kita tidak bahagia, seperi sebuah lagu “Sad Movie” make me cry, but theres no movie, theres me.
CINTA memang luar biasa, berapa banyak penulis kisah CINTA dalam Novel, Cerpen dan tulisan-tulisan lainnya? Seakan-akan tidak ada habis- habisnya. Demikian juga lagu-lagu Cinta. Tante Titiek Puspa, pakar pencipta lagu juga tidak ketinggalan dengan lagu “CINTA”, yang liriknya cukup indah dan telah diangkat menjadi film layar lebar. Banyak sekali kisah cinta yang diangkat dan aku rasa tinggal Kisah CINTA yang kita buat yang belum diangkat ke layar lebar.
Terima kasih Tuhan, atas berkat yang diberikan kepada kita manusia. CINTA yang begitu besar buat kita untuk membuat cerita. Semoga kita semua bisa menjadikan dunia lebih baik.

PAHLAWAN

Ada yang lebih dibutuhkan CINTA, yaitu PAHLAWAN yang memperjuangkan CINTA.

Lions Club Jakarta Tomang Sejati dan Lingkungan Keluarga Kudus berbagi dengan Penyapu Jalan di Jakarta Barat pada Sabtu, 20 Agustus 2011 jam 05.00 subuh.

Setiap kali kita merayakan hari kemerdekaan, khususnya yang ke-67 kemarin, kita selalu berbicara tentang pahlawan, baik pahlawan yang dicatat namanya maupun pahlawan yang tanpa nama atau pahlawan tak dikenal. Kita memiliki ribuan pahlawan yang berjuang membela negara, bangsa dan kepentingan nasional, tanpa memperhatikan kepentingan sendiri bahkan nyawa sekalipun. Makam pahlawan hampir ada di setiap kota, kalau di Jakarta dikenal dengan Taman Makam Pahlawan Kali Bata. Setiap tanggal 17 Agustus pasti ada upacara di TMP tersebut.
Dalam bukunya Bill Gates bercerita bahwa saat berdialog dengan ayahnya selalu berkata betapa pentingnya mencari uang dan semuanya untuk keluarga, anak dan istri. Tetapi Bill Gates berpendapat bahwa mereka lebih menyukai sang ayah menjadi pahlawan agar bisa menyelamatkan keluarga. Kita juga bisa baca Tulisan Presiden Soekarno tentang perjuangan beliau melalui buku di bawah Bendera Revolusi (boleh dijadikan koleksi) bercerita bagaimana sikap beliau dalam berjuang melawan penjajahan, dan menyelamatkan bangsa karena konflik di dalam negeri. Cerita itu sangat menarik dan menginspirasi banyak orang.
Ketika masih kecil kami mendengar seorang pejuang Tionghoa tua (saya sedang searching namanya ) di Ende di mana rumahnya menjadi tempat pembuangan Bung Karno. Setelah kemerdekaan ada cerita di mana Encek tersebut kehilangan uangnya, lalu ia ke Jakarta menghadap Bung Karno. Di depan Istana Negara dijaga ketat sekali lantaran dikira orang gila karena mau bertemu Bung Karno, anaknya. Tetapi, dari jauh Bung Karno lari keluar dan berteriak “Papa” (ini juga direkam dalam tulisannya) dan mengajaknya tinggal di Istana beberapa hari. Ketika wafat Encek ini dimakamkan di TMP Kupang dengan 21 kali Salvo tembakan. Ini kisah The Postman untuk negara kita. Di mana hampir semua konsep kemerdekaan ditulis Bung Karno dalam masa pembuangannya di Ende- Flores, Nusa Tenggara Timur.

Pahlawan
Begitu mudah kata ini diucapkan tetapi begitu sulit dijalankan. Setiap insan manusia pasti ingin menjadi pahlawan bagi dirinya sendiri, bagi keluarga, bagi sahabat atau bagi bangsa dan negara, tetapi berbeda-beda kepentingannya. Seorang ayah harus membanting tulang mencari nafkah kadang harus meneteskan darah untuk menyelamatkan keluarganya. Seorang Ibu harus berjuang mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan kelahiran bayinya. Tentu banyak juga orang tua, kakak, adik, dan anak juga berjuang untuk menyelamatkan keluarganya.
Kita bisa mengingat kisah Kapal Tampomas yang terbakar tahun 80-an di Selat Madura. Nahkodanya berjuang menyelamatkan para penumpang. Karena kelelahan akhirnya harus meninggal dan tenggelam bersama kapalnya.
Pahlawan memiliki hati yang luar biasa karena begitu besar cintanya kepada kemanusiaan. Dengan kata lain, hati nurani selalu menuntut setiap orang menjadi pejuang kemanusiaan. Simaklah kisah seorang putera Indonesia dari Yogyakarta, yang berkarya di NTT dan mendapat pengakuan internasional selengkapnya di : http://inspirasijiwa.com/budi-dan-peggy-soehardi-jadi-inspirasi-kemanusiaan-dunia/
Tapi di sisi lain ada pahlawan dua sisi. Hitler di tempat tertentu adalah pahlawan, tetapi di dunia dianggap penjahat perang. Robin Hood dalam sejarah dianggap sebagai pahlawan orang kecil, tetapi bagi negaranya dia adalah penjahat. Jadi, dimana sebenarnya arti Pahlawan tersebut.
Dalam kehidupan rohani, pahlawan adalah bagian dari CINTA KASIH. Tidak mungkin bisa bergerak kalau tidak ada motornya atau pahlawannya. Misalnya, kita lihat para petinggi Gereja, siapa yang melihatnya, siapa yang memikirkannya, siapa yang peduli? Anggota Dewan Paroki Harian (DPH) sampai ke ketua lingkungan, koordinator wilayah, ketua seksi dan ketua kategorial adalah termasuk PAHLAWAN yang berjuang tanpa pamrih. Para pastor, para suster, dan bruder begitu besar cinta kasihnya harus menanggalkan kepentingan pribadi untuk menyelamatkan umatnya. Suara hatinya selalu berjuang demi kemanusiaan.
Secara pribadi, saya ingin menyampaikan bahwa PAHLAWAN paling berjasa dalam diri saya adalah SUARA HATI KECIL, yang selalu mengawal saya tiada henti-hentinya menasehati, menolong, dan memberikan penghiburan sekaligus juga juga menjadi penggerak CINTA dalam hati saya.
Terima kasih buat semua pahlawan yang hidup dalam hati saya seperti orang tua, istri dan anak-anak, mantu, cucu-cucu, besan-besan dan semua saudara, yang telah menjadi PAHLAWAN dalam hidupku. Pahlawanku juga adalah sahabat-sahabat dan teman-teman di mana saja berada, khususnya para pejuang kemanusiaandi di LAI dan Lions Clubs Indonesia. Mereka semua yang berjuang tanpa pamrih. Semoga Kasih Karunia Tuhan kita selalu memberikan penghiburan, perlindungan, kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan.

Merdeka

Logo Peringatan Tahun 2012

67 tahun lalu, Indonesia melalui Soekarno-Hatta mendeklarasikan kemerdekaan Bangsa Indonesia dari penjajahan Jepang. Melalui kemerdekaan itulah Indonesia memiliki kesempatan membangun bangsa dan negaranya. Indonesia bebas menentukan pembangunannya sendiri di antara bangsa lain.
Merdeka atau Mati. Itulah pekik yang selalu diteriakkan setiap ketemu anak bangsa sendiri. Setiap sapaan itu dengan bermaksud membangkitkan semangat mengusir penjajah. Sekarang cukup “Merdeka” saja dan teriakan ini mengingatkan kita akan perjuangan pahlawan kita. Mereka mengorbankan nyawanya bukan untuk diri sendiri tetapi untuk bangsanya. Mereka rela mati untuk kita dan generasi berikutnya. Oleh karena itu, sudah layak dan sepantasnya kita meletakkan suatu penghormatan sebesar-besarnya untuk para pahlawan kita. Semoga Tuhan selalu memberikan tempat yang khusus dalam damai. Kita sendiri juga berdoa agar kita semua diberikan semangat yang sama untuk melindungi bangsa dan negara kita sekarang dengan memerangi 5 K yaitu :

Korupsi
Kemelaratan
Kebodohan
Kebutaan dan Kematian dini
Ketakutan (kurang aman)

Siapa yang mau menjadi pahlawan kalau bukan kita? Tahun 2000, saya bertemu seorang ibu, Pomiaty WR Soepratman. Dari namanya kita tahu siapa beliau. Ia adalah putri tunggal pencipta Lagu Indonesia Raya (tanpa royalti) sebagai pahlawan nasional. Sahabat saya ini sangat sederhana bahkan hidup sendirian. Di lain pihak, lagu kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan dimana-mana dengan hati bangga, tapi pernahkah kita memikirkan siapa penciptanya? Bagaimana nasib keturunannya? No one else !!
Merdeka! Maha kuasa Tuhan! Dia memberikan kemerdekaan mutlak kepada manusia, sebagai tanda Cintanya. Tidak pernah ada sedikit pun pengekangan. Kita sebagai anak manusia boleh memilih mau jadi apa saja! Baik atau buruk dan senang atau susah tergantung semua sama kita. Kemerdekaan mutlak ini juga menjadi lambang keabadian Tuhan! Lambang Kerahiman Tuhan YME! Tidak ada seorangpun datang pada-Nya ditolak! Sedangkan kita masih pilih-pilih dengan siapa saya mau berbagi?

Merdeka,
Dalam hati
Dalam Jiwa dan raga
Dalam Cinta Kasih

Kemerdekaan akan menghantar kita ke dalam hidup penuh kedamaian, sejahtera dan ikhlas. Sungguh kita bersyukur bahwa kemerdekaan dalam hati kita peroleh dari Kasih Karunia Allah.

Merdeka!
Mari kita buka mata dan hati kita!
Benarkan kita merdeka?
Lihatlah rumah tangga kita!
Mari bebaskan diri kita dan merdeka lahir dan batin.

Sahabat-sahabat, keluarga dan semuanya, kiranya kasih Tuhan membebaskan kita dari belenggu, kebencian, dendam, marah, iri hati, sakit hati, keserakahan, dan cemburu yang menjadi penjajah jiwa dan raga kita. Teriakkan MERDEKA !!!

Telur

Oma Lena, Elle, dan Opa Adharta

Elle Mariie, cucu ketigaku ulang tahun pertama tanggal 16 Agustus 2012. Elle cantik dan penuh tawa. Jarang sekali ia menangis sekalipun sakit atau demam. Ia suka menyapa orang dan suka makan. Pagi ini diisi dengan suka cita, doa dan makan misoa dan TELUR puyuh. Terlurnya dimasak oleh Oma Lena dan enak sekali.
Di perjalanan Jakarta-Cirebon tahun 1993 dengan mobil, kami sekeluarga mudik ke Surabaya beberapa hari sebelum Lebaran. Kami berangkat subuh jam 5 pagi. Rencananya supaya terhindar macet, tapi apa daya, kami tiba di Cirebon jam 1 pagi. Hampir 20 jam perjalanan. Di jalan susah sekali cari makan. Kasihan anak-anak lapar. Akhirnya makanan yang bersih higiens cuma telor rebus untuk mengganjal lapar.
Dalam teori Omni vivo ex Ovo kehidupan berasal dari telur. Pernah menjadi suatu isu yang hangat di awal milenium, dalam seminar di Asean Forum for Future Life, di Hotel Century Jakarta, salah satu pembicara adalah Prof. Dr. Mahar Mardjono PhD. Kualitas telur yang baik akan menghasilkan manusia yang berkualitas. Begitu pun genetik dan kehidupannya.
Tuhan begitu sempurna melalui karya penciptaan dunia. Karena begitu sayang dan cintanya sehingga memberikan konsep telur sebagai sumber kehidupan kita. Telur sebagai sumber protein makanan kita. Ia menjaga kesehatan dan kehidupan kita dan rasanya enak. Semua ibu tahu kalau semua kue tidak akan jadi tanpa telur. Teur juga jadi sumber suka cita bagi anak-anak saat memasuki Paskah. Saat ulang tahun pasti harus makan telur. Kelahiran bayi baru atau 40 hari juga disimbolkan dengan telur. Orang tua juga suka dengan telur.
Kehidupan rohani menuntun kita untuk menghormati telur. Ia menjadi sebagai simbol kehidupan dan arti perlindungan akan kehidupan yang sehat. Telur melambangkan cinta karena telur menjadikan kehidupan. Saya pernah membaca sebuah artikel bahwa ada seorang biarawati, seumur hidupnya hanya makan telur saja.
Di Irlandia, pada musim semi, mereka sembahyang dengan mempersembahkan telur warna-warni sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan. Kalau Tradisi Cina biasanya pada perayaan ulang tahun anak dan kelahiran dilambangkan dengan mengecat Telur Merah sebagai ungkapan suka cita.
Telur menjadi bagian konsumsi makanan manusia hampir di seluruh dunia. Mulai dari telur ayam, bebek, burung, penyu/kura-kura, burung unta dan banyak lagi jenis telur yang kita konsumsi.
Aku paling suka cawanmushi, omelette, dan eggcake.
Semoga kita bisa menjaga hidup sehat. Masa depan sehat harus dengan kwalitas telur yang sehat, terutama buat ibu-ibu yang akan melahirkan generasi akan datang. Tuhan memberkati selalu.

Balas Budi

“Hutang beras bisa dibayar padi, tapi hutang budi dibawa mati”

Selama hidup aku selalu mencoba memberi kenangan khusus kepada siapa aku berhutang budi. Tiada henti-hentinya memberikan doa khusus buat mereka. Pertama-tama buat kedua orang tuaku, khusus buat ibuku. Hutang budiku tiada terkira. Mulai aku lahir, kanak-kanak, dan sampai dewasa tidak sedetik pun kedua orang tuaku memberi kesempatan aku susah. Sampai jika tidak ada makanan, ibuku rela menahan lapar asalkan aku kenyang. Kadang kalau aku sakit, ibuku rela tidak tidur walau semenit asalkan aku lekas sembuh. Bahkan di saat aku menangis, ibuku lebih rela menahan airmatanya hanya untuk membuatku tertawa.
Hutang budi juga kepada guru-guruku yang berjuang mendidikku. Walau mereka hanya mendapat imbalan yang sangat kecil. Lalu, sahabat-sahabatku yang selalu memberi nasehat berupa bantuan rohani. Khususnya para sahabat pastor sampai bapa uskup. Sahabatku yang lain adalah pembantu rumah tangga, suster-suster pengawas anak dan cucuku, anak-anakku dan mantu-mantuku. Mereka selalu menghibur di saat aku sedih. Juga cucu-cucuku yang selalu tertawa membuat seluruh kelelahan dan penat langsung hilang. Terakhir adalah istriku tercinta, yang selalu mendampingi, baik di saat sehat maupun sakit.
30 tahun lalu aku pernah hampir 2 tahun tergeletak tak berdaya di tempat tidur. Aku hampir lumpuh total. Istriku selalu tidur di sampingku. Kami selalu berdoa sampai aku sembuh. Rasanya betapa besarnya hutang budiku. Mungkin dan hampir pasti aku tidak dapat membalasnya. Mungkin hanya melalui DOAku kepada Tuhan untuk bisa membalas dengan Kasih Karunia dan berkat kesehatan, kebahagiaan dan Kesuksesan. Itu saja hampir aku tidak mampu.
Balas budi merupakan bagian dari usaha kita membayar hutang budi, pertolongan atau belas kasihan orang.
Sejak usia 7 tahun saya adalah penjaja kue keliling di Surabaya. Di usia 10 tahun saya sudah mulai memasukan kue dan roti ke toko-toko. Nanti sore harinya mengambil sisa kue dan uang. Kadang airmata keluar tanpa berdaya mengendalikannya karena kuenya tidak laku. Ibuku sangat sedih bila melihat diriku dalam keadaan demikian. Bertahun-tahun sampai selesai SMA baru terbebas dari jual kue. Itupun karena sudah banyak titipan di toko dan warung.
Suatu kehidupan yang begitu berat, tetapi ibu dan ayah selalu penuh suka cita saat makan malam yang nota bene adalah kue-kue sisa yang tidak habis dijual. Ibu selalu bilang kita harus bersyukur kepada Tuhan, karena masih banyak orang mati kelaparan. Yang aku ingat suatu sore pulang sekolah saat itu SD kelas 4. Usiaku 10 tahun. Jalan kaki 8 km dari sekolah ke rumah tiap hari.
Saat melewati Toko Harapan di Jalan Ngaglik No 70 Surabaya (sampai sekarang masih ada), aku duduk di emperan toko untuk rehat sejenak. Saat itu aku baru tersadar kalau uangku 300 rupiah hasil kumpulan dari toko ternyata hilang. Hatiku sedih sekali. Aku duduk dan airmata berlinang membayangkan betapa sedih hati ibuku nantinya. Mungkin aku akan dipukul habis-habisan karena kelalaianku.
Sementara itu ada seorang gadis pemilik toko keluar dan melihat aku menangis. Dia memaksa aku agar menceritakan masalahku. Terpaksa aku cerita sejujurnya. Kemudian dia masuk ke tokonya lalu kembali dengan uang 300 rupiah dan sekali lagi ia memaksaku untuk menerimanya. Sungguh Tuhan begitu baik dan menolongku. Sejak saat itu aku menjadi sahabat gadis itu namanya Enny Hardjanto. Kisah ini tetap ada selamanya di hatiku dan selalu kuceritakan buat anak-anakku supaya mereka ingat hutang budi ini yang akan kubawa mati.
Mengapa balas budi itu begitu penting dalam kehidupan kita manusia? Karena dengan berusaha membalas budi artinya kita menciptakan kehidupan damai nan sejahtera. Dengan membalas budi kita hidup dalam tali silaturahmi dan menghapus kesombongan kita. Dengan membalas budi secara tidak langsung kita mengundang Tuhan masuk dalam kehidupan kita.
Berusahalah membalas budi yang kita terima sekecil apapun. Cobalah kunjungi guru-guru kita yang sakit, saudara dan sahabat yang sakit. Atau sebaliknya membantu mereka yang membutuhkan kita. Cintailah semua orang yang berperan dalam hidup kita. Berbuat baik untuk menolong sesama sebanyak mungkin sebagai balas budi orang yang tidak sempat lagi menerima balasan budi kita. Untuk papa mamaku yang sudah tiada, tidak sempat aku membalasnya, tapi akan kusalurkan buat anak cucuku.
Damai sejahtera dan berkat berlimpah buat sahabat semua. Tanpa Anda, aku tiada.

Kamera

Sungguh suatu berkat luar biasa karena kita memiliki mata. Kita bisa melihat dengan terang dan jelas warna-warni segala sesuatu di sekitar kita. Kita bisa menikmati indahnya dunia. Kita pun bisa melihat kebesaran Tuhan. Kata para ahli Photography, mata merupakan kamera tercanggih yang ada di dunia dan belum ada tandingannya.
Fuji di Jepang pada tahun 1990 mendeklarasikan ambisinya untuk menjadi produsen kamera terbesar di dunia. Itu berarti Fuji ingin bertarung langsung dengan Kodak, Aqfa, Nikon, Cannon dan Olympus. Tetapi, saat memasuki era digital sekarang ini, semua kamera Fuji sudah tertinggal jauh. Film Leica Fuji yang sangat terkenal sudah tidak ada lagi di toko. Kamera Analog sudah jadi hiasan lemari saja. Perkembangan teknologi begitu cepat membuat teknologi fotografi berkembang pesat mengikutinya.
Kamera menjadi bagian dari hidup manusia. Ia pasti menjadi bagian dari kenangan. Ia juga menjadi harta yang tidak ternilai, khususnya bagi perkembangan seni fotografi. Buat orang awam jangan heran kalau ada hasil foto yang dijual jutaan dolar apalagi pemenang Hadiah Pulitzer.
Sahabat saya Darwis T., bersama saya menyelenggarakan Lomba Foto Lingkungan Hidup “Greenviart” tahun 2006 lalu. Banyak tokoh masyarakat yang terlibat seperti : Pak Nugroho dari Kompas, Ibu Martha Tilaar, Pak Arswendo, Pak Thoby Mutis, dan Ibu Erna Wituelar. Selain itu ada Pak Cosmas Batubara, Pak Edwin Gerungan, Pak Jefrey Dompas (Alm), dan Pak Andi (dari Kelapa Gading). Sedangkan para rohaniwan yang berpartisipasi adalah Romo Yance Mangkey MSC, Romo Edo Besembun MSC, Romo Yohanes Subagyo Pr dan Romo Julius Kardinal Darmaatmadja SJ. Sekarang hasil foto masih diabadikan di Kantor Provinsi MSC.
Gerakan ini merupakan bagian dari CSR PT Aditya Aryaprawira dan Kompas. Kegiatan ini menghasilkan foto yang cukup indah. Acara ini merupakan sumbangsih Gereja bagi pemerhati lingkungan hidup dan peran serta Gereja membangun kehidupan yang hijau.
Kamera dalam kehidupan rohani punya nilai tersendiri. ”Kamera” Ilahi setiap saat merekam tindakan kita. Baik atau buruk. Katanya nanti begitu sidang di akhirat akan diputar ulang semua perbuatan kita. Ada pula istilah Kamera Hati. Ia pasti bercerita lain. Jika kita memiliki kamera hati, maka kita akan peka. Khususnya saat kita memotret kehidupan orang-orang yang kurang beruntung, susah dan menderita. Mereka adalah korban bencana alam seperti gempa bumi, banjir dan segala penderitaan.
Rekaman hasil kamera hati membuat Cinta bergejolak. Di sana akan membangkitkan semangat kebersamaan.
Pada pameran World Photo Festival di Philadelphia, Mr. Dr. Sung Man Lee Phd, sahabat baik saya dari Seoul, Korea Selatan membaca desertasinya tentang foto. Beliau mengatakan bahwa kamera yang dipakai pemotret harus sinergi dengan kamera hatinya. Katanya bahwa hasil foto hanya 10 persen, 90 persen sisanya berasal dari kamera hati. Atau boleh saya tambahkan bahwa peran perasaan besar sekali dalam pemotretan.
Coba Anda ambil foto kenangan Anda 20 tahun lalu. Lihatlah foto itu. Yang tertinggal adalah kamera hati yang mengambil momentum berharga tersebut. Karena kameranya sudah tidak diperlukan lagi. Tapi, kamera hati selalu hidup terus bersama kenangan itu. Percayalah Anda akan meneteskan air mata jika melihat foto kenangan Anda. Kamera hati akan life seakan-akan ada bersama Anda pada saat itu.
Kamera menjadi sumber suka cita dan bagian dari kehidupan kita. Walau kamera juga mengabadikan duka cita, tapi semuanya tentu untuk kebahagiaan.
Milikilah kamera hati yang baik dengan lensa super peka. Mari potretlah dan bidiklah momen-momen dengan hati yang penuh welas asih. Tuhan mendengarkan seruanku dan memberiku penglihatan.

Tukang Cukur

Suatu siang, saya menemani beberapa tamu VVIP. Sehabis makan di daerah Kelapa Gading, kita berkeliling untuk menghabiskan waktu karena malamnya ada resepsi untuk LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) di Hotel Mulia. Ada sedikit masalah, tamu saya mau Cukur Rambut (CR). Kalau orang biasa CR tidak masalah bisa di mall atau di salon. Tapi orang penting (ambasador) sungguh sulit. Terus mereka tidak mau di salon terkenal seperti JA, PS atau HBB atau RHS. Mereka bilang biasa di barber yang tradisional. Saya kewalahan, tapi akhirnya kita dapat barbershop traditional, antik dan ruangannya pun mewah di kawasan Senayan, dekat lapangan golf. Sata lega sekali karena dekat juga dengan Hotel Mulia. Saya pun coba menikmati CR, hitung-hitung bernostalgia.
Semua orang pernah CR karena rambut (kepala) adalah bagian tubuh kita yang tidak pernah berhenti tumbuh. Suatu hari saya ditanya seorang anak SD : ”Bagian mana dari tubuh kita yang selalu tumbuh selain rambut kepala?” Wah sulit sekali jawaban untuk seorang anak kecil. Kalau saya jawab tidak tahu, aku malu juga ya. Biarlah saya berpikir sebentar! Akhirnya kujawab juga (coba tebak ) dan anak tersebut bergembira sekali! Aku tersenyum membayangkan kalau gigi, jari, tangan, dan kaki tumbuh terus tidak tahu apa jadinya
Siapa yang pernah pegang kepalanya Mr. Obama, Paus Benediktus XVI, Bapak SBY? Pasti jawaban kita sama, yaitu Mr. TCR (tukang cukur rambut). Dan kita masih belum bisa CR kita sendiri, apalagi buat model rambut kita.
Seperti halnya iman kita yang tumbuh terus dalam hati dan jiwa kita, kita pun perlu tukang cukur untuk merapikannya, termasuk memotong bagian yang tumbuh liar dan tumbuh tidak karuan (Yang susah adalah menghadapi iman yang gundul, sama saja TCR bertemu Telly Savalas, Jul Britner).
Saya pernah bertanya sama TCR apa kesulitannya dalam menjalankan tugas CR? Jawabnya ada 3 katanya. Pertama, saya tidak bisa CR saya sendiri. Kedua, kalau menghadapi orang gundul. Ketiga, kalau CR seorang pastor! Kenapa tanya saya serius? Karena ada lingkarannya (The saint kaleeee)! Saya tertawa, tapi saya jengkel juga dalam hati. Padahal di sebelah saya ada seorang pastor yang sedang CR.
Tetapi penjelasan secara bergurau dan spontan ada benarnya. Dalam kehidupan rohani, ada bagian yang tumbuh nonstop. Bila kita mau merapikannya, maka yang paling sulit dan akan kita temukan adalah 3 (tiga) hal : Pertama, kita tidak bisa lakukan sendiri, tapi harus meminta pertolongan orang, bisa baca buku “aku tidak bisa hidup sendiri” terjemahan bahasa Indonesia (sharing). Kedua, saat kita kehilangan iman atau kepercayaan (gundul). Dan ketiga, jika kita sudah merasa suci dan tidak memerlukan Pengakuan Dosa (sakramen). Kesulitan di atas perlu kita renungkan, untuk lebih mempersiapkan iman kita. Tuhan tolonglah kami anak-MU.

Lamaran

Hari sudah menjelang siang, kami sekeluarga siap-siap dengan pernik-pernik seperti pakaian, sepatu, alat hias, dan perhiasan lengkap berupacincin, anting-anting, gelang, dan kalung. Acara siang ini akan melamar calon pengantin wanita untuk keponakan saya Ridwan. Semua saudara kumpul, barisan antar barang dan melamar seorang gadis sebagai calon pengantin. Dalam tradisi Cina nantinya kalau lamaran sudah diterima harus ada acara “Sanjit” atau acara belis. Istilahnya jual-beli. Tradisi ini menggambarkan seorang pria harus membayar uang susu kepada orang tua calon pengantin wanita dan biaya perwatannya selama bayi sampai dewasa. Biasanya pihak wanita menerimanya sebagian dan dengan catatan jadi bukan dijual seratus persen.
Acara tentu akan ditutup dengan makan-makan. Pasti diiringi doa-doa dan pengharapan buat kebahagiaan pasangan pengantin serta kelancaran prosesi sampai ke pelaminan.
Hampir semua kebudayaan di dunia sangat menghormati prosesi perkawinan, termasuk liturgi dan ritualnya. Kalau di Cina biasa ada seorang pemimpinnya yang mengaturnya. Seperti halnya pesta perkawinan di Kana, pemimpin acara pesta kebingungan karena kehabisan anggur. Dalam tradisi Yahudi anggur merupakan simbol kebahagiaan dan simbol persahabatan. Jadi anggur habis bisa gawat, biasanya pesta pun dilaksanakan berhari-hari. Di India bisa 3 sampai 7 hari. Waktu Sultan Hasanah Bokiah di negara Brunai Darussalam membuat acara pernikahan anaknya memakan waktu 7 hari 7 malam ditutup oleh Michael Jackson.
Lamaran menjadi bagian dari prosesi dan awal dari segala rencana kehidupan rumah tangga. Pada tahun 2000 dalam Misa Milenium di Katedral, saya lupa siapa pastor yang buat khotbah, tapi beliau mengatakan bahwa Pembaptisan adalah proses lamaran kita terhadap kehidupan Surgawi. Diterima atau tidak masih di pertimbangkan tergantung kehidupan kita selanjutnya. Tentu saja juga berdasarkan belas kasihan Allah Bapa sendiri.
Terima kasih Romo Boli, SVD mengingatkan kita akan kebesaran hati Bunda Maria saat dilamar oleh Malaikat untuk menjadi proses awal keselamatan dunia. Kata-kata penyelamatan : “Aku ini hamba Tuhan, jadilah sesuai kehendak-Mu”. Yang diungkapkan dalam lagu the Beatles “Let it be” Whisper of the wisdom!
Dalam kehidupan kita tidak terlepas dari peristiwa lamaran. Mulai dari kita lahir. Dewasa mencari pekerjaan. Kerja sama dengan perusahaan. Membuat tugas. Business plan. Maka ada baiknya kita letakkan prinsip “Jadilah sesuai kehendak-Mu”. Jadi, bukan karena kehendak kita atau kehebatan kita atau kemampuan kita.
Dalam kisah Raja Daud, beliau selalu mengatakan bahwa untuk menjadi anak Tuhan pun tidak bisa semua diterima. Mau menyumbang Gereja pun tidak semua orang bisa hanya perkenaan-Nya saja kita bisa menyumbang. Jadi tidak bolehlah kita menyombongkan diri.
Demikian saat kita meletakkan koin 1000 rupiah ke tangan pengemis. Berterima kasihlah kepada pengemis tersebut dan Tuhan karena perkenaan-Nya. Pengemis tersebut mau menerima uang 1000 rupiah. Bayangkan kalau saat kita memberi ke pengemis tersebut, lalu uang 1000 rupiah dilempar kembali ke kita. Apa lagi diikuti ucapan harga diri.
Lamaran bisa menjadi bagian dari kita untuk meletakkannya dalam langkah kita bukan saja untuk orang lain. Misalnya saat kita mau berbuat sesuatu mari kita undang Tuhan. Letakkan lamaran kita kepada-Nya dan taruhlah semua rencana kita dalam nampan lamaran agar Tuhan memberkatinya. Dalam damai, ada suka cita dan dalam suka cita ada kebahagiaan.

Pupuk

“One friend without hope is too much”

Pengapalan pupuk sudah selesai tapi kapal kami tidak bisa berangkat karena cuaca buruk. Sedangkan musim tanam sudah dekat. Kalau tidak ada pupuk maka harapan kecil tanaman padi dan lainnya akan bisa ditanam. Tingkat ketergantungan tanaman terhadap pupuk sangat tinggi sekali. Walaupun bisa ditanam tapi hasilnya sangat mengecewakan.
Di kampung saya pupuk berarti juga “Harapan”. Jadi kalau kita memberi pupuk artinya kita memberikan harapan. Ada sebutan bahwa anak kecil harus dipupuk. Artinya diberi harapan agar kelak dia menjadi anak yang berguna.
Desa Banyumas di bawah koordinasi Kepala Desa H. Amin memiliki lahan bisa tanam seluas hanpir 25,000 HA. Tahun lalu saat musin taman tiba mereka mengalami keterlambatan supply pupuk. Akhirnya hasil panen drop 35 persen ditambah serbuan hama dan curah hujan tinggi. Pupuk bukan saja menjadi andalan petani, tetapi membantu kapasitas produksi sangat menolong.
Di Cina pada saat musim tanam, maka semua pupuk dikumpul. Lalu, sebelum dibagikan, maka orang sekampung berkumpul dan bernyanyi bersama dan diiring berpantun. Semua isi pantun adalah DOA agar nanti panennya menghasilkan makanan untuk dijual dan dimakan sendiri.
Dalam Mazmur 1 : 1-3 dikatakan hidupnya seperti pohon yang TUMBUH di tepi sungai dan berbuah banyak saat musimnya tiba dan apa saja yang di perbuat BERHASIL (mohon dibaca sendiri).
Pupuk rohani juga dibutuhkan dalam kehidupan kita. Ketergantungan pada pupuk rohani akan memberikan hasil buah-buah kebaikan yang bisa berlipat-lipat ganda. Pupuk-pupuk rohani bisa diperoleh secara cuma-cuma karena Cinta Kasih Allah begitu murah hati.
Semoga Tuhan memberkati kita semua dengan memberikan Pupuk Pengharapan agar kita semua bisa menghasilkan buah berlipat banyaknya, tapi yang lebih penting Apa saja yang diperbuatnya Berhasil !!!!

Kebakaran

Camat Kecamatan Tambora Isnawa Adji menerima penyerahan simbolis bantuan kerja sama dari Lions Club Jakarta Tomang Sejati, Distrik 307 B-1 di Kantor Kecamatan Tambora, Jakarta Barat

Bermain air basah, bermain api hangus.

Camat Kecamatan Tambora Isnawa Adji menerima sumbangan sukarela dari Lions Club Jakarta Tomang[/caption]Kecamatan Tambora di Wilayah Jakarta Barat memang bernasib kurang baik, karena di wilayahnya berturut-turut terjadi kebakaran cukup besar seperti yang terjadi kemarin di daerah Pekojan. Kebakaran juga terjadi Perkampungan Karet, Jakarta Pusat. Akibat kebakaran itu adalah para korban sangat menderita. Mereka stress dan sangat tertekan, terutama anak-anak dalam daerah pengungsian. Pak Camat Adji dan seluruh jajaran kelurahan berusaha keras membantu warga korban yang berkekurangan. Mereka menyiapkan tenda-tenda, sumbangan indomie dan pakaian. Namun tidaklah bisa mencukupi kebutuhan korban kebakaran.
Sejak akhir minggu, saya dan tim dari kantor memberikan bantuan indomie dan aqua, yang disalurkan ke Karet dan Tambora. Kemarin sore para relawan dari Lions Club Jakarta Tomang Sejati, Distrik 307 B-1, dalam rapat BOD di Waraku Gohan Mal Taman Anggrek sepakat mengumpulkan dana untuk bantuan korban kebakaran di Tambora. Saya menyempatkan diri untuk telepon Pak Camat Adji mengenai rencana ini. Beliau senang sekali dan nanti hari Jumat akan diserahkan bantuan berupa alat-alat sekolah : tas, buku tulis, buku gambar, pinsil, fulpen dan perlatan sekolah lainnya kepada Pak Camat.Buat sahabat dan handai taulan yang berkeinginan membantu bisa langsung mengirim bantuannya ke Kantor Camat Tambora.
Kebakaran memang mengakibatkan kerugian materi, penderitaan batin, dan trauma berkepanjangan. Sungguh sangat disayangkan karena kecerobohan, kelalaian, korsleting listrik mengakibatkan dampak kerugian yang sangat besar. Termasuk korban jiwa. Semuanya terjadi tanpa bisa dicegah.
Dua tahun lalu di lokasi berjarak lebih kurang 500 meter dari rumahku di Jalan Hadiah Jelambar, terjadi kebakaran dan seluruh penghuni rumah terbakar hangus 9 (sembilan) orang, yang terdiri dari dua keluarga kakak-adik. Sang kakak mau pindah rumah, lalu sang adik sekelurga dari Palembang mau berlibur sekaligus mau membantu sang kakak pindah rumah keesokan harinya. Namun naas nian. Subuh jam 4 pagi terjadi kebakaran akibat meledaknya gas elpiji kompor. Kebakaran tidak bisa dihindari dan sembilan orang tewas tanpa dapat kesempatan dari orang yang berniat menolong.
Sebulan yang lalu, ibu sahabat karibku harus meninggal karena terbakar, saat memasak di dapur. Sang pembantu membawa jerigen bensin lewat dapur dan kepleset jatuh. Bensin terlempar ke arah kompor dan meledak. Sang ibu tidak sempat menghindar dan meninggal dunia.
Kebakaran, antara nasib dan kecerobohan, antara ketidaksengajaan dan ketaksiapan alat pemadam kebakaran. Peralatan listrik yang jelek, kelalaian pada pemakaian kompor gas, dan puntung rokok yang dibuang sembarangan bisa memicu kebakaran. Ada baiknya setiap rumah dipersiapkan dengan alat pemadam CO2, seperti Yamato sehingga pertolongan pertama bisa dijalankan.
Seperti halnya kebakaran fisik, demikian juga adanya kebakaran rohani. Kebakaran jiwa dan kebakaran mental spiritual. Jiwa bisa terbakar dari api kemarahan dan api kebencian. Api kebencian yang bisa merusak jiwa dan raga sampai kematian. Kebakaran rohani bisa ditimbulkan akibat salah pengertian tentang kerohanian seperti bentrok antara agama atau bentrok antar umat satu kepercayaan. Kebakaran mental spritual bisa ditimbulkan akibat api emosional, adu domba, ajaran sesat dan pengaruh roh jahat. Kebakaran rohani, paling sulit diatasi karena melibatkan banyak orang dan bisa terjadi berkepanjangan. Bahkan bisa turun-temurun dan merambat sampai keturunan.
Kita perlu persiapan untuk mencegah kebakaran rohani. Ada istilah hati boleh panas, tapi kepala harus dingin. Siraman rohani yang sejuk, nasehat dan petuah dari para rohaniwan dan Gereja amat berharga. Memang mental spiritual pun perlu diperkuat agar jangan mudah terhasut. Apalagi dimasuki paham sesat. Hal ini tentu saja perlu pendekataan yang berhati-hati atau bisa meluas dan musnah terbakar habis.
Semoga Tuhan bisa memberikan Kasih Karunia-Nya yang bisa memadamkan kebakaran jiwa, rohani dan mental spiritual kita. Kita pun akan mendapatkan damai sejahtera-Nya. Tuhan memberkati.