Tukang Cukur

Suatu siang, saya menemani beberapa tamu VVIP. Sehabis makan di daerah Kelapa Gading, kita berkeliling untuk menghabiskan waktu karena malamnya ada resepsi untuk LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) di Hotel Mulia. Ada sedikit masalah, tamu saya mau Cukur Rambut (CR). Kalau orang biasa CR tidak masalah bisa di mall atau di salon. Tapi orang penting (ambasador) sungguh sulit. Terus mereka tidak mau di salon terkenal seperti JA, PS atau HBB atau RHS. Mereka bilang biasa di barber yang tradisional. Saya kewalahan, tapi akhirnya kita dapat barbershop traditional, antik dan ruangannya pun mewah di kawasan Senayan, dekat lapangan golf. Sata lega sekali karena dekat juga dengan Hotel Mulia. Saya pun coba menikmati CR, hitung-hitung bernostalgia.
Semua orang pernah CR karena rambut (kepala) adalah bagian tubuh kita yang tidak pernah berhenti tumbuh. Suatu hari saya ditanya seorang anak SD : ”Bagian mana dari tubuh kita yang selalu tumbuh selain rambut kepala?” Wah sulit sekali jawaban untuk seorang anak kecil. Kalau saya jawab tidak tahu, aku malu juga ya. Biarlah saya berpikir sebentar! Akhirnya kujawab juga (coba tebak ) dan anak tersebut bergembira sekali! Aku tersenyum membayangkan kalau gigi, jari, tangan, dan kaki tumbuh terus tidak tahu apa jadinya
Siapa yang pernah pegang kepalanya Mr. Obama, Paus Benediktus XVI, Bapak SBY? Pasti jawaban kita sama, yaitu Mr. TCR (tukang cukur rambut). Dan kita masih belum bisa CR kita sendiri, apalagi buat model rambut kita.
Seperti halnya iman kita yang tumbuh terus dalam hati dan jiwa kita, kita pun perlu tukang cukur untuk merapikannya, termasuk memotong bagian yang tumbuh liar dan tumbuh tidak karuan (Yang susah adalah menghadapi iman yang gundul, sama saja TCR bertemu Telly Savalas, Jul Britner).
Saya pernah bertanya sama TCR apa kesulitannya dalam menjalankan tugas CR? Jawabnya ada 3 katanya. Pertama, saya tidak bisa CR saya sendiri. Kedua, kalau menghadapi orang gundul. Ketiga, kalau CR seorang pastor! Kenapa tanya saya serius? Karena ada lingkarannya (The saint kaleeee)! Saya tertawa, tapi saya jengkel juga dalam hati. Padahal di sebelah saya ada seorang pastor yang sedang CR.
Tetapi penjelasan secara bergurau dan spontan ada benarnya. Dalam kehidupan rohani, ada bagian yang tumbuh nonstop. Bila kita mau merapikannya, maka yang paling sulit dan akan kita temukan adalah 3 (tiga) hal : Pertama, kita tidak bisa lakukan sendiri, tapi harus meminta pertolongan orang, bisa baca buku “aku tidak bisa hidup sendiri” terjemahan bahasa Indonesia (sharing). Kedua, saat kita kehilangan iman atau kepercayaan (gundul). Dan ketiga, jika kita sudah merasa suci dan tidak memerlukan Pengakuan Dosa (sakramen). Kesulitan di atas perlu kita renungkan, untuk lebih mempersiapkan iman kita. Tuhan tolonglah kami anak-MU.

One response to this post.

  1. setelah membaca artikel ini.. saya bertanya dalam hati.. apakah tukang cukur rambut (mengatur dan memperbaiki) dalam konteks kehidupan kita sudah benar? TUHAN? orangtua? sahabat atau pacar? kita sendiri yang bisa menjawabnya,,

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: