Garam

Kalau garam sudah tidak asin lagi, dibuang saja!

Seniman mengenakan gaun nasional Belarusia memegang roti dan garam karena mereka bertemu dengan para peserta festival budaya berbagai etnis yang tinggal di Belarus, di kota Grodno, Belarus, Jumat, 13 Juni, 2008. Perwakilan dari lebih dari seratus kebangsaan tinggal di Belarus. (AP Photo / Sergey Grits)

Hari masih subuh, aku sudah dijemput di Hotel JW Mariott Surabaya oleh kawan dari perusahaan Garasindo. Kami akan menuju Madura melihat lokasi ladang garam. Bersamaku ada dua kawan dari perusahaan minyak di Daerah Duri, Pekan Baru. Misi kami adalah kunjungan tidak resmi dan rencana pengolahan garam industri untuk perminyakan, karena tanpa garam mobil kita tidak ada bensin. Tidak bisa jalan karena garam adalah salah satu bagian proses pembuatan minyak selain OWS Barite dan mineral lainnya.
Masih ingat Es Lilin atau Es Puter? Bagaimana cara buatnya? Gampang ada ember kecil dari aluminium diisi adonan susu, coklat, santan, gula, vanila, dan garam lalu di luarnya dikasih ss batu dan garam. Semakin banyak garam semakin cepat jadinya es puter kita, lalu ember di puter-puter (kalau yang jualan sudah didesign). Diputar-diputar terus dan ajaib 60 menit berlalu, adonan di dalam ember aluminium kita sudah beku, dan harus diaduk supaya halus, dan siap dihidangkan nikmat dan asyik. Kok pakai garam??
Buat ibu-ibu, tukang masak, tukang ketoprak sampai bakso atau soto semua menggunakan garam. Tanpa garam semuanya hambar.

Jadilah garam dunia!
Bagaimana kita jadi garam? Yang gampang saja. Garam banyak sekali gunanya, mulai dari industri minyak, gas, makanan, pengawet, ikan asin , telor asin, sampai sayur asin. Garam sangat berguna. Garam membuat manusia menikmati makanan. Jadi, kalau kita menjadi garam artinya kita menjadi penyedap masakan rohani. Membuat orang senang adalah ibadah. Jika tanpa garam maka kita juga tidak beribadah. Kehidupan rohani mutlak harus menjadi asin. Ia juga harus awet dan tidak mudah rusak. Berbagi adalah makanan rohani yang bila dilaksanakan akan lebih sedap untuk disantap dalam pengalaman komunitas apapun.
Sudah dua bulan lebih Thomas meninggalkan rumah untuk tugas kantor. Anak-anaknya masih kecil. Istrinya harus berhenti kerja untuk jaga anak-anak. Thomas sangat sayang anak dan istrinya. Mereka aktif ke gereja, namun berita buruk diterima istri Thomas, karena Thomas dipulangkan lantaran kena bagian penyusutan karyawan berupa PHK.
Keluarga muda ini sedih sekali. Mereka hampir putus asa karena mencari pekerjaan tidaklah mudah. Berkat doa, mereka sangat dikuatkan dan Thomas tetap aktif di gereja. Ia sering membantu pelayanan orang sakit. Ia juga tabah dalam menghadapi prahara rumah tangga. Situasi dan kondisi Thomas, sampai tahap tertentu, menjadi garam bagi keluarga dan tetangganya.
Menjadi garam dunia memang tidak mudah, karena banyak faktor luar yang ingin garam tersebut menjadi tawar.Demikian doa akan menjadi bagian yang tidak terlepas dari garam dunia.
Saya sendiri juga masih penuh pertanyaan tentang Perumpamaan Garam karena garam pada jaman itu, hampir hanya dipergunakan untuk masak dan pengawetan ikan asin. Fungsinya belum menjadi campuran lain seperti obat bahan peledak, pupuk, bahan baku kimia, dan industri minyak.
Jadi kesimpulan saya, yang dimaksud garam identik sekali dengan ibadah menyenangkan hati orang lain, baik dalam keluarga maupun persahabatan, sehingga hubungan cinta menjadi hangat dan mesra. Kalau hubungan itu hambar, maka mutlak kita harus menjadi garam demikian air laut asin adanya. Saya ingin bercerita tentang garam. Tentu Gereja akan mengambil bagian menjadi garam! Atau mungkin ada cerita lain?

28 thoughts on “Garam

  1. Suriia

    menjadi garam dunia memang bukan hal yang mudah.. tetapi jika di dalam diri kita sudah ada niat dan usaha untuk mau menyenangkan orang lain, menjadi garam dalam suatu persahabatan bukanlah hal yang sulit..

    Reply
  2. vieolyvia

    garam adalah hal yang sangat penting dalam sebuah masakan, tanpa garam maka masakan tersebut akan terasa hambar. BEgitu pula dalam kehidupan ini kita memerlukan hal-hal penting agar kehidupan kita tidak terasa hambar

    Reply
  3. Esther Lowiyanti

    tidak mudah menjadi garam dunia. harus berbeda dari dunia ini. gaya hidup,perkataan,tingkah laku kita. gelap tidak bisa dilawan dengan gelap. jadi terang didalam gelap , ubahlah gelap menjadi terang, maka jadilah garam dan terang dunia.

    Reply
  4. Dyah Indah Pratiwi

    Garam memang banyak kegunaannya sperti penyedap mkanan, pengawet, dsb . Tetapi untuk menjadi garam dunia tidak lah mudah . Walaupun menjadi garam dunia itu tdk mudah tetapi kita harus memiliki semangat untuk mau berusaha menjadi garam dunia 🙂

    Reply
  5. rosseinty

    Saya sendiri juga masih penuh pertanyaan tentang Perumpamaan Garam karena garam pada jaman itu, hampir hanya dipergunakan untuk masak dan pengawetan ikan asin. Fungsinya belum menjadi campuran lain seperti obat bahan peledak, pupuk, bahan baku kimia, dan industri minyak.

    Reply
  6. cynthia aileen

    Garam itu menjadi penyedap setiap makanan dan sangat diperlukan dalam bidang pengolahan minyak, dll. Selain itu garam punya sifat unik, mempengaruhi bukan dipengaruhi. Garam akan mempengaruhi masakan akan asin atau tidak.
    Seperti kata artikel diatas, jadilah garam dunia. Jadilah penyedap dalam setiap kehidupan dan kalau kita adalah garam dunia, maka kita harus mempengaruhi orang dunia, dan bukan sebaliknya, orang dunia yang mempengaruhi kita. Kita mempengaruhi orang lain dengan hal-hal yang positif bukan kita yang dipengaruhi hal negatif dalam lingkungan sekitar

    Reply
  7. Felisia

    Garam memang memiliki banyak manfaat. Entah sebagai penyedap makanan maupun hal lainnya sesuai tradisi daerah tertentu. Itu sangat luar biasa karena meski itu hanya butiran- butiran kecil yang jumlahnya sangat banyak tapi membawa berbagai kegunaan. Banyak orang mengatakan bahwa garam tidak penting, tapi jika kita kekurangan makan garam pun dapat menyebabkan penyakit. Oleh karena itu, baik bagi kita menjadi garam dunia. Meski kita hanya satu manusia dari puluhan juta manusia yang tidak diperhitungkan keberadaannya, bawalah manfaat bagi orang lain. Itu lebih dari cukup bagi kita memberikan kontribusi agar dunia ini menjadi lebih baik,

    Reply
  8. carla claudia arianda

    garam adalah bahan baku yang selalu dipakai dalam kehidupan kita dalam hal makanan yang selalu kita pakai. Firman berkata bila garam itu tawar dengan apa garam itu diasinkan? marilah kita belajar jadi garam di dalam didunia ini agar semua orang dapat mengenal Tuhan.

    Reply
  9. steffanus sasteradinata

    garam adalah bumbu yang sangat dibutuhkan dalam memasak. sampai ada pribahasa ” seperti masak sayuran tanpa garam”

    Reply
  10. adeputra

    artikel di atas sangat bagus karena membuat saya mendapatkan sesuatu pelajaran yg sangat bearti karena garam merupakan sebuah bahan baku yg di pakai untuk penyedap rasa dan sebagai pelengkapan dan kita bisa di kaitkan dengan contoh nyata yaitu rumah tanpa keluarga itu tidak akan bearti ataupun rumah tanpa orang tua itu tidak bermakna

    Reply
  11. nindyastyan

    Tidak mudah menjadi garam memang. Tapi setidaknya jika kita sudah ada niat dan di dasari denga ketulusan dan keinginan yang besar. Itu tidak mustahil. Di mulai saja dari dari ruang lingkup kecil yang terdekat dahulu. Menolong terhadap sesama.

    Reply
  12. katherinehut

    Menjadi garam dunia memang susah, karena apabila kita ingin menjadi “garam”, kita harus melewati beberapa proses yang kadang tidaklah mudah. Kita mungkin harus mengorbankan hal-hal yang kita anggap penting. Tetapi, dengan menjadi “garam”, kita berbuat baik untuk orang lain dan untuk diri kita sendiri. Sangatlah penting bagi kita untuk tahu bahwa apa yang kita lakukan tidaklah sia-sia.

    Reply
  13. cheri meriani

    garam memiliki rasa yang asin yang berguna untuk menyedapkan rasa. kita harus menjadi seperti garam, (Garam dunia) berguna untuk segala hal. jika kita terus bermalas-malasan kita seperti garam yang sudah tidak asin lagi dan akan di buang begitu saja. jika kita taat dan setia kepada tuhan kita akan bisa menjadi garam dan terang untuk dunia ini.

    Reply
  14. Melisa / 02PNM / 1601232166

    Menurut saya, artikel ini sangat mempunyai makna. Didalam kehidupan, jika setiap orang menjalankannya dengan hati yang tidak bersemangat atau tawar, maka tidak akan ada suka cita dan kegembiran di dalam hidupnya. Kita harus mengisi hati kita dengan rasa syukur dan selalu bersuka cita agar tidak ada lagi kekosongan didalam hidup dan bisa menjadi terang bagi diri sendiri dan juga orang lain.

    Reply
  15. warsewo99

    garam dapat dapat berubah-ubah bentuk bisa dalam bentuk bubuk atau dalam bentuk cairan(larut dalam air). kehebatan garam yang bisa beradaptasi patut kita miliki.

    Reply
  16. anastasia04pif

    iya, kita sbagai manusia harus dapat memberikan ‘rasa’ dlm kehidupan sekitar kita..mksudny membuat diri kita berguna bagi sesama, menjadi teladan, dan dapat menjadi sumber kebahagiaan dlm khidupan diri ndiri & org lain “3

    Reply
  17. daniswifti putra

    Garam ibarat keimanan pada hidup kita dan membuat orang lain bahagia juga merupakan ibadah ,, dan juga kita harus menjaga keimanan kita agar tetap dijalan yang benar dan lurus serta menjauhi larangan-Nya . meskipun di dunia ini banyak cobaan kita harus tetap tawakal dengan keimanan kita ,, jika kita belum mampu berbuat amal yang besar makan cukuplah membahagiakan orang disekitar kita dahulu 

    (tugas kampus)

    Reply
  18. daniswift

    Garam ibarat keimanan pada hidup kita dan membuat orang lain bahagia juga merupakan ibadah ,, dan juga kita harus menjaga keimanan kita agar tetap dijalan yang benar dan lurus serta menjauhi larangan-Nya . meskipun di dunia ini banyak cobaan kita harus tetap tawakal dengan keimanan kita ,, jika kita belum mampu berbuat amal yang besar makan cukuplah membahagiakan orang disekitar kita dahulu 

    (tugas kampus)

    Reply
  19. Thalia

    Menjadi “garam” bukan merupakan hal yang mudah. Garam sendiri fungsi utamanya adalah untuk menambah rasa masakan. Sayur tanpa menggunakan garam itu sama sekali tidak enak. Menjadi garam dunia sama seperti menjadi terang. Lilin itu harus menyala agar dapat menerangi kegelapan. Sama seperti garam itu harus asin agar dapat menambah rasa, untuk itu kita sendiri harus memperbaiki diri kita sebaik sebaiknya agar terasa “asin”nya dan dapat menjadi garam dunia

    Reply
  20. Brian Rickyantara

    Menurut saya, menjadi garam dunia itu adalah menjadi teladan bagi seluruh orang disekitar kita. Untuk menjadi garam dunia manusia perlu berperilaku dan bertindak yang baik dan benar, mengutamakan Tuhan di atas segalanya. Yang tidak kalah pentingnya adalah menjadi manusia yang bijaksana dan mengasihi sesama.

    Reply
  21. Cindy Purnamasari

    Menjadi garam dunia mungkin memang tidak mudah, tapi kita harus berusaha. Setidaknya kita bisa mulai dari hal yang kecil, contohnya di lingkungan sekitar kita, baik dalam keluarga, teman, maupun masyarakat.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s