Istana

Kata orang istana itu sama tingginya dengan rajanya, karena raja tanpa istana sama dengan tanpa mahkota. (Napoleon)14a-istana-monaco

Dari Nice, kami menuju Montecarlo, Monaco di pagi hari. Jarak ditempuh 30 menit dengan suttle bus. Kota Montecarlo sangat indah. Kota dengan isinya mobil mewah melulu, mulai Porche, Lamborghini, Ferari dll. Kota ini juga dilengkapi dengan Casino. Saya sempat mampir di Katedral Santo Nicholas. Katedral itu indah sekali.
Lokasi kota di lereng gunung yang berbatasan dengan Kota Nice, yang penuh dengan kapal mewah. Penghentian akhir adalah Istana Raja Monaco, Prince Albert II. Istana yang dijadikan obyek wisata dan jadi pusat perhatian dunia. Kota Formula One ini memang luar biasa karena sulit dilukiskan keindahannya.

Istana Pangeran Monako adalah kediaman resmi Pangeran Monako, Prince Albert II, yang dibangun pada tahun 1191 sebagai Benteng Republik Genoa. Bangunan ini telah memiliki sejarah yang panjang dalam menghadapi bombardir dari berbagai kekuatan. Sejak akhir abad ke-13, bangunan ini telah menjadi kediaman keluarga Grimaldi.
Grimaldi memerintah area ini sebagai tuan tanah dan sejak abad ke-17 sebagai pangeran berkuasa.

Selama abad ke-19 dan awal abad ke-20, istana dan pemiliknya menjadi simbol kemewahan dan dekadensi yang diasosiasikan dengan Monte Carlo dan Côte d’Azur. Keglamoran ditunjukkan ketika bintang film hollywood, Grace Kelly memasuki istana pada 1956, istana ini kini menjadi kediaman resmi Pangeran Monako. Negara kecil yang sangat kaya dan makmur. Rakyat di sini hidup mewah dan penuh damai.

Memandang istananya, saya cukup bersyukur, karena istana memberikan catatan khusus. Siapa yang bisa menghuni istana hanya Raja, Ratu dan keluarganya. Begitu pentingnya istana sampai diibaratkan menjadi mahkota raja sendiri. Semua orang menghormati dan memuja karena istana menjadi titik tolak kedamaian. Siapa saja pasti berkeinginan memiliki istana dan menjadi raja bagi dirinya sendiri.

Semoga kita bisa mendiami istana kita. Di mana kita bisa memulai memimpin hidup kita dengan damai sejahtera dalam hati kita masing masing.

Semoga Tuhan memberikan kekuatan bagi kita untuk bisa memerintah diri kita dari istana yang Tuhan telah bangunkan buat kita. Salam dan doa.

5 responses to this post.

  1. istana itu diibaratkan sebagai rumah kita dan dalam peraturannya didalam istana adalah titik tolak perdamaian jadi kita selalu menginginkan jika di rumah kita itu damai dan tentram. dan ibaratnya jika dirumah kita berprilaku baik maka diluar rumah kita juga akan berprilaku baik. karena awal dari sesuatu diawali dari rumah dan keluarga.

    Reply

  2. Posted by branov on December 5, 2013 at 1:13 pm

    istana dimana tempat kita memerintah dalam nama Tuhan, semoga kita bisa memuliaknya nama-Nya

    Reply

  3. Istana bagi kita selama masih di dunia adalah rumah kita. Istana dengan furnitur maupun properti yang mewah hanya bersifat semu belaka. Kemewahan istana seyogianya terletak pada keharmonisan keluarga yang tercipta dalam rumah. Keharmonisan dalam keluarga kita mampu terpancar keluar dan memberi damai bagi orang lain. Kita semua adalah pemimpin bagi diri kita sendiri. Ketika kita mampu menaklukkan kebobrokan menjadi keindahan, kita bisa menjadi partner kerja sama dengan pemimpin lainnya. Keindahan istana berawal dari hati si pemimpin. Pemimpin yang baik bukan menuntut, tapi mendampingi dan melindungi.

    Reply

  4. Posted by Aghel Prabandono on December 5, 2013 at 4:07 pm

    Menurut saya istana sama juga seperti rumah atau tempat tinggal. Dan juga anggota keluarga yang menempati tempat tinggal kita juga secara tidak langsung menggambarkan perilaku kita kepada orang lain. Misal seperti Budi yang selalu berperilaku tenang, ternyata anggota keluarganya yang berada di tempat tinggalnya, dari orangtua hingga kakak adiknya selalu bersikap tenang tenteram, begitu pula sebaiknya.

    Reply

  5. Posted by Justinus Raymond on March 26, 2014 at 2:27 pm

    istana menurut saya merupakan wadah kita berkumpul dengan orang-orang yang kita sayangi. sebuah simbol betapa berartinya hubungan yang kita miliki satu sama lain, dimana untuk menjaga hubungan tersebut kita harus menerapkan aturan-aturan yang membuat kedamaian kita tetap terjaga.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: