Passport

Mohon bantuan kepada seluruh negara yang dikunjungi agar membantu pemegang paspor ini dan bisa diberikan bantuan. Semoga Tuhan melindungi.
images (5)

Tulisan diatas diterjemahkan dari Passport yang dikeluarkan pemerintah DPRK Korea Utara. Saya rasa hal yang sama tertulis juga di paspor kita, cuma saya sendiri jarang baca. Mari kita semua buka paspor kita dan baca.

Passport atau paspor adalah dokumen resmi yang dikeluarkan pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM Direktorat Jendral Imigrasi. Dokumen ini begitu pentingnya buat kita yang melakukan perjalanan keluar negeri. Tanpa paspor kita tidak mungkin masuk ke suatu negara atau berkunjung keluar negeri.
Pengurusan paspor sangat mudah. Biro perjalanan atau travel bisa bantu mengurusnya. Kalau pakai urusan khusus hanya hitungan jam. Sekarang sudah ada E-Passport atau dokumen keluar masuk imigrasi tidak perlu antri panjang. Hanya kasih jempol saja atau retina mata.

Saya masih ingat sewaktu kecil. Passport tidak berlaku untuk semua negara, jadi kita harus buat banyak paspor bahkan ada hanya selembar kertas saja, seperti Cina, Portugal, Myanmar dll. Sekarang cukup satu saja, kecuali Israel. Itupun tidak jadi masalah sekarang ini bagi sahabat yang mau berkunjung ke Yerusalem.

Passport memang kita perlukan untuk perjalanan ke luar negeri. Demikian kita juga memerlukan passport hati yang diperlukan kalau kita mau keluar dari diri kita untuk masuk ke hati orang lain. Passport ini adalah KASIH. Kasih itu murah hati, lemah lembut, sabar sederhana, tidak cemburu, dst. Buatnya murah tidak pakai biaya, tapi pakai CINTA dan Pengorbanan.

Passport hati wajib dimiliki buat kita semua, baik untuk bekerja di kantor, di rumah, di gereja, di masyarakat dan dimana saja. Kita harus punya passport hati, yaitu KASIH. Pertanyaannya apakah perlu ditulis, disahkan atau di dokumentasikan? Jawabannya ya dan wajib bahkan harus ditulis dengan tinta emas, tapi dalam hati saja. Kasih itu harus disahkan dengan legitimasi penuh dari seluruh jiwa raga kita, sehingga jika kita laksanakan, maka tidak ada bagian tubuh kita yang protes. Misalnya saya mau menolong anak yatim piatu, tapi pikiran saya terbelah seperti menghitung bunyi tokek, hasilnya kita akan kecewa!

Semoga kita semua sudah memiliki passport hati dan bagi yang belum punya, maka tidak usah kuatir Tuhan akan menjemput seluruh dokumen hidup mu dan membuatmu jadi baru. “Utuslah Roh-Mu ya Tuhan. Jadilah baru seluruh muka bumi “.

2 responses to this post.

  1. passport hati juga bisa diibaratkan sebagai kartu masuk dan keluar hati seseorang. dimana passport ini memang disahkan atau disetujui oleh pihak yang terkait. passport diibaratkan sebagai “kasih” jadi kita dapat masuk dan keluar dalam hati seseorang tampa menyakiti hati seseorang tersebut.

    Reply

  2. Luar biasa! “Passport ini adalah KASIH. Kasih itu murah hati, lemah lembut, sabar sederhana, tidak cemburu, dst”.. Passport hidup kita dengan orang lain ialah kasih, Kasih setia yang tulus dan ikhlas dapat menjadi sarana untuk menjalin hubungan dengan orang lain..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: