Untung

Hampir semua perusahaan, meletakkan visi dan misi berdasarkan untung.

Seperti tulisan saya sebelumnya tentang masalah untung dalam Neraca (ballance sheet), maka perlu kita lihat bottom line apakah merah atau biru. Perode tahun 2012, jujur saja perusahaan saya rugi cukup besar. Mengapa sampai terjadi kerugian? Alasan klasik adalah besar pasak daripada tiang, kendala perekonomian global, jatuhnya industri minyak dan batu bara penyumbang pemasukan terbesar kami. Tahun 2013 manajemen dengan berani meletakkan untung di paling depan dan menetapkan keuntungan cukup baik selama tahun fiskal 2013 nanti.
Saya menjadi moderator saat pembicara Dr. Freddy Numberi (Jend.purn) mantan Menteri PAN dan Menteri Perhubungan. Beliau mengatakan bahwa industri maritime akan maju pesat tetapi dengan catatan semua pihak tidak terkecuali harus bekerja sama. Pada kesempatan Talk Show yang disponsori PT Aditya Aryaprawira dan Bank BNI akhir tahun 2012 lalu.
Beliau optimis sekali masalah ekonomi kita akan membaik, tapi kita semua harus bisa baca peluang ini. Jangan saling menjatuhkan. Pemerintah pasti selalu menfasilitasi untuk mendapatkan hasil yang baik.
Siapa yang tidak mau untung? Cuma kode etika bisnis saja bahwa kita boleh mencari untung tanpa harus menjatuhkan usaha orang lain. Semua orang mau untung, tidak ada yang mau dirugikan. Oleh karena itu, kita semua harus meletakkan dasar-dasar pemikiran tidak boleh merugikan orang lain.
Dalam kehidupan berumah tangga, keuntungan paling besar adalah kerukunan dan kedamaian. Ada keuntungan lain yang tidak kalah penting adalah kesehatan, sejahtera dan suka cita. Apa kerugian paling besar dari rumah tangga? Kita meninggalkan firman Tuhan dan lepas kendali menuju perceraian.
Saya setuju sekali kalau diajak bicara untung rugi. Apalagi urusan kerohanian, yang selalu juga meletakkan keuntungan di depan segala perencanaan-Nya, yakni Yesus Kristus sebagai lambang kemenangan.
Dengan catatan utama kita semua harus bisa bekerja sama, saling mengasihi dan memaafkan.
Tuhan mencintai kita dan memberikan Talenta yang harus ada untungnya. Jika kita menggali tanah dan menguburkan talenta karena takut rugi, maka Tuhan tidak menyukainya.

3 responses to this post.

  1. Posted by Anastasia M. Fenny T. on January 23, 2013 at 9:22 pm

    Mohon maaf apakah ada lowongan krj di tmp anda? Umur saya33th,lulusan D3 Akademi Sekretari Marsudirini,saya prnh bkrj di rekanan PLN sbg Acc dan Finance 5th,dan skrg msh bkrj di bid telekomunikasi bag Finance. Demikian sekilas info dari saya, trm ksh. GBU

    Reply

  2. Ya benar sekali. Siapa yg menghendaki keuntungan di akhirat akan ditambahkan keuntungan itu baginya & siapa yg menghendaki keuntungan di dunia akan diberikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia & tak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat. Siapa yang serius bekerja untuk memperoleh keuntungan yang halal (dengan amal usahanya) akan mendapat faedah di akhirat. Dia akan mendapatkan tambahan pada faedah yang dikehendakinya. Dan siapa yang menghendaki (dengan amal usahanya) kebaikan di dunia semata-mata dia akan mendapatkan kebaikan dunia itu (sekadar) dan dia tidak akan memperoleh sesuatu bahagian pun di akhirat kelak.

    Reply

  3. Posted by santoso on March 26, 2014 at 2:08 pm

    yup, tpi tak semua org sebijak itu dan bahkan sebagian org merasa senang saat menjatuhkan usaha org lain, tpi coba di fikir lagi bukan kah lebih baik bekerja sama dan membangun kualitas bersama dari pada menghancurkan org lain

    04PKF_santoso

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: