Menghitung Waktu

“Ajarlah kami menghitung waktu kami sedemikian, hingga kami beroleh hati bijaksana.” (Mazmur 90:12)

Setiap kali saya hadir di hari ulang tahun, baik sahabat atau keluarga, kalau ada sempat untuk pidato maka selalu mengungkapkan bahwa kalau kita merayakan ulang tahun selalu kita memperingati 3 (tiga) hal. Pertama, kita mengenang ibu yang melahirkan kita. Kedua, kita menghitung hari-hari kita. Terakhir, kita semakin mengerti arti kebijaksanaan. Hari ini saya coba membaca Alkitab Mazmur. Saya terkejut karena apa yang saya tulis ada dalam Alkitab, padahal tidak terpikirkan sebelumnya.
Waktu adalah Uang (Time is Money). Kalau kita menghitung waktu sama dengan menghitung uang. Maksudnya waktu itu sangat berharga, bernilai tinggi bahkan lebih dari uang itu sendiri, karena besaran uang relatif, tapi nilai yang saya maksud adalah nilai kebijaksanaan kita, yang susah dinilai dengan uang. Semakin bijaksana kita, semakin tinggi nilai waktu kita. Coba bayangkan orang yang men sia-sia kan waktu, betapa sayangnya.
Di dalam perjalanan waktu kita sering bertemu pertigaan, perempatan atau kadang jalan buntu. Hal yang paling penting buat kita adalah petunjuk jalan, peta, GPS, tapi kalau tidak ada ya harus cepat-cepat berhenti tanya orang, supaya menghemat waktu jangan tersesat, dan harus mengulang dan mengulang lagi.
Berbahagialah orang yang sudah mengenal jalan. Dia akan menghemat waktu. Seperti halnya kita pulang ke rumah kita. Belum ada orang kesasar pulang ke rumah sendiri, kecuali orang mabok yaaa. Jadi, kita jangan membuang waktu sia-sia untuk mencari jalan pulang ke rumah Bapa. Begitu banyak petunjuk jalan yang kita temui, begitu banyak tawaran kendaraan untuk tumpangan. Mudah-mudahan tidak salah pilih.
Waktu berjalan bagai anak panah, jadi jangan sia-siakan kata peribahasa kuno. Waktu sama dengan kelopak mata dan ini mengingatkan saya akan lagu lama “Seribu tahun tak lama, hanya sekejap mata, kita kan jumpa lagi”. Kalau kita mengerti kata-kata tersebut, maka saat kita pergi atau pulang kantor jangan lupa cium istri, suami atau anak, sering bercengkerama, dan sering saling menyapa. Semakin banyak anda menyapa orang yang anda cintai sebenarnya anda semakin bijaksana. Saya sendiri sudah punya anak 3 dan cucu 5. Sungguh usia saat ini di tempuh cepat sekali, hampir tidak terasa.
Memang benar bahwa menghitung waktu supaya kita semakin bijaksana, supaya di hadapan kita hadir orang-orang yang kita cintai, bukan orang-orang yang kita benci atau kita tidak sukai. Itu yang dimaksud oleh Bonaventura (good venture). Semua yang datang baik adanya (mohon petunjuk teman-teman atau romo-romo kalau ada kata yang lebih indah untuk menghargai waktu). Semoga kita dapat merasakan datangnya Cinta Tuhan dan perginya segala kesusahan dan kepedihan hati.
Doa khusus buat sahabat yang sedang sakit. Sembuhlah karena nama-Nya. Tuhan selalu bersamamu dalam damai dan suka cita. Cinta-Nya pada kita tak berkesudahan.

2 responses to this post.

  1. Menurut saya waktu merupakan sesuatu yang harus kita hargai dengan sangat penting. Orang-orang yang menggunakan waktunya dengan baiklah yang suatu saat akan mencapai tujuan yang ia harapkan.

    01PA2-Ivan Hermawan

    Reply

  2. Saya setuju dengan anda. Waktu memang lebih berharga daripada uang, karena waktu tidak dapat dibeli dengan uang dan waktu yang telah terbuang tidak dapat diambil kembali.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: