Kado

Kalau saja kado itu bisa berbicara, tentu ceritanya pasti indah (JFK)

Foto seni kaligrafi bertuliskan Doa Bapa Kami


Marilyn Monroe memasuki kamarnya tidurnya. Di sana penuh dengan kado dan bingkisan bunga tangan. Semua datangnya dari pejabat negara, bahkan presiden atau raja-raja. Ada juga pejabat dari negara-negara terkenal kirim kado untuknya. Tapi, semuanya tidak dibuka kecuali bungkusan paling kecil. Yang lainnya disuruhnya sang ajudan menyimpannya di museum pribadinya yang tidak bernah dibuka sampai sekarang. Bungkusan paling kecil yang dibuka itu berisi bros bunga yang dibuat dari batu pualam dan bertahtakan intan berlian. Kado kecil itu merupakan pemberian seorang presiden negara terkemuka. Dia mencium bros bunga tersebut lalu mengikatnya di pita biru dan diikatkan di lehernya, lalu dia minta difoto (fotonya bisa dibrowsing diinternet).
Waktu aku menikah di tahun 1982, pulang pesta ada 10 karung lebih kado. Karena jaman itu memberi uang kurang etis atau kurang hormat, bahkan ada teman langsung menghubungi toko elektronik dan langsung dijual. Atau kadang sebelum kawin sudah ditanya mau perlu apa. Nanti toko kirim langsung ke rumah. sekarang sudah berbeda, kalau pesta kawin kita bawa kado wah bisa diketawain. Bahkan di undangan sudah dikasih tanda Kado X – Bunga X.
Pada jaman Constantine, ada tradisi memberi kado, harus diberkati sama pastor atau uskup. Demikian juga para raja memberi kado, bukan saja benda tapi kota. Demikian Kota Alexandria dibuat kado.
Sejak sebulan lalu aku memandang beberapa kenangan kado yang sudah puluhan tahun tapi masih menghias kamar kami, termasuk jam dinding, jam duduk dan beberapa lampu hias. Memang beda kalau sekarang kita cuma bisa menerima uang karena sirnalah kenangan baik dari keluarga maupun sahabat. Padahal kalau ada kado sekecil apapun ada kenangan besar di dalamnya. Ada sebuah jam pemberian Pak Haris Gunario tahun 1997 masih terpajang dan selalu kukenang, karena persahabatan begitu erat. Minggu lalu seorang putri almarhum Lao Tse saya mengantar undangan, saya mencoba mengulang tradisi masa lalu dengan menanyakan apa kebutuhan rumah barumu. Katanya masih kosong! Giliran aku yang bingung. Jadi aku bilang televisi akan menghias ruanganmu.
Kalau kita renungkan, memang tradisi kado ini sangat indah. Tanda mata dan kenangan akan melekat di sanubari dalam jangka waktu yang cukup lama, tetapi maknanya bukan itu saja. Ikatan kekeluargaan dalam persahabatan akan terjalin erat dan hati nurani akan selalu mengenang saat-saat indah pada saat kado itu diterima.
Misalnya kado perkawinan, setiap kali kita memandang kado itu, selain kita ingat siapa pemberinya kita juga mengingat betapa indahnya saat-saat pesta perkawinan. Saat-saat pemberkatan perkawinan dan janji perkawinan, seperti yang kuucapkan dalam misa HUP ke-30 di Gereja Stasi Santo Polikarpus, Grogol hari Minggu kemarin.
Pada saat kita berdoa, itu merupakan kado paling indah walaupun tidak berupa, tidak berbentuk, dan tidak berwangi seperti halnya kado biasa. Namun, doa adalah kado yang tiada ternilai. Kado yang cantik sekali dan harum serta akan dikenang sepanjang masa. Ia tidak akan dimakan ngengat atau rayap. Abadi adanya.
Doa “Bapa Kami” adalah kado yang paling indah yang pernah kudapatkan selama hidupku. Ia menemaniku dulu, sekarang, selalu dan selamanya. Terima kasih Yesus Kristus, atas pemberian kado buat kami sahabat-sahabat-Mu. Doa ”Bapa Kami” akan menjadi bagian bagi kami untuk mengenang-Mu. Seperti halnya memandang kado pemberian para sahabat. Doa ”Bapa Kami” akan mengenang-Nya dan mengenang saat-saat indah dalam hidupku, sekaligus menjadi pelipur di saat lara. Tuhan memberkati dengan kasih karunia-Nya, cinta-Nya serta kado-Nya yang indah.

Kado ini kukirim buat para sahabat di Papua.

54 responses to this post.

  1. Posted by Cindy Purnamasari on March 26, 2014 at 8:19 am

    Saya setuju dengan artikel di atas. Kado mungkin memang merupakan sebuah hadiah yang indah karena terdapat banyak kenangan yang ada di dalamnya, tetapi kado yang paling indah ialah doa, karena doa bersifat abadi dan tak ternilai. Meskipun tidak berwujud, tapi kita dapat merasakan efeknya yang luar biasa.

    Reply

  2. Dari kutipan cerita tersebut saya mengambl hikmah yaitu doa adalah kado yang tiada ternilai, Pada saat kita berdoa, itu merupakan kado paling indah walaupun tidak berupa, tidak berbentuk, dan tidak berwangi seperti halnya kado biasa. Namun, doa adalah kado yang tiada ternilai. Kado yang cantik sekali dan harum serta akan dikenang sepanjang masa. Ia tidak akan dimakan ngengat atau rayap. Abadi adanya.
    itulah yg saya kutip, dari sini saya bisa mendapatkan pelajaran. kalo kado tak hanya yg bermateri mahal atau berbentuk besar atau kecil, namun kita bisa memberikan kado yaitu doa, doa kepada keluarga, teman, sodara, ataupun negara.

    Reply

  3. Posted by Edi on March 26, 2014 at 2:31 pm

    “Doa adalah kado yang tiada ternilai. Kado yang cantik sekali dan harum serta akan dikenang sepanjang masa. Ia tidak akan dimakan ngengat atau rayap. Abadi adanya.”

    statement yang luar biasa!.
    Selama ini saya berpikir kado itu hanya sebatas hal-hal yang saya inginkan,saya harapkan yang hanya sebatas berupa material.Setelah membaca ini saya merasa diingatkan kembali ditegor, mungkin Tuhan selama ini sudah menyediakan yang terbaik buat saya.Saya bahkan tidak mengetahui ada Doa-doa orang tua,sahabat, saudara seiman yang terus memberi kekuatan bagi saya.

    Regards
    Edi

    Reply

  4. Posted by qurota aini on March 26, 2014 at 5:54 pm

    saya setujuh dengan artikel diatas karna kita masih bisa beryukur bisa merasakan kebahagian dalam keluarga karna kita masih merasakan sesuatu dalam hidup..karna kado yang terindah adalah keluarga kita diberi kesehatan dan dapat berkumpul.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: