Kapal Laut

Tuhan tidak pernah menjanjikan laut tenang, atau cuaca selalu baik, tetapi Tuhan menjanjikan pelabuhan tujuan yang indah!

Kapal Laut

Setiap hari aku berkomunikasi dengan crew kapal-kapal kami yang berlayar mengarungi samudra, meniti jembatan lautan, dan membelah sukma dalam rindu keluarga. Aktivitas itu terus dilakukan demi memberikan pelayanan kepada para pelanggan kami agar barang-barang atau alat alat mereka disampaikan ke pelabuhan tujuan tepat waktu. Kami bisa berkomunikasi baik lewat telepon satelite, internet maupun radio SSB sampai jarak ribuan mil laut. Suka duka anak buah kapal, nakoda dan masinis tentu banyak cerita manis-manis dan selalu manis. Walaupun digoyang ombak dan diterpa badai, pelaut tiada pernah takut tetapi jiwa besar berpasrah dalam lindungan-NYA.
Setiap perjalanan kapal memang meninggalkan kesan yang menyenangkan. Jarang sekali ada pertengkaran atau kericuhan di atas kapal. Hampir selalu penuh dengan suka cita. Pelayaran kadang jauh. Di laut kadang bisa 20 hari. Jadi, hanya bulan bintang menghibur di malam hari dan desiran ombak.
Kapal-kapal modern sekarang sudah dilengkapi peralatan navigasi canggih, peralatan safety dan konstruksi yang baik sekali.
Kenangan saya melayang di tahun 1974 awal tahun saya berlayar dengan kapal kami KM Insumar bersama kawan saya John Tambayong dari Surabaya menuju Kupang 5 hari perjalanan. Belum ada pesawat terbang melayani jalur ini. Walau sahabat saya mabuk laut habis-habisan, muntah dan tidak bisa makan, tapi kami isi dengan menyanyi. Siang hari memancing ikan dan masak ikan segar. Kenangan manis ini membuat saya menulis kisah perjalanan di tahun 1979.
Kapal laut, sering diibaratkan sebagai bahtera rumah tangga. Kenapa demikian saya tidak tahu darimana datangnya, tetapi memang kehidupan rumah tangga seperti kapal laut yang berlayar. Suami sebagai nakoda, istri sebagai masinis, dan anak-anak sebagai anggota atau ABK. Semua harus terlibat. Satu hal yang sangat menarik di atas kapal adalah manajemen yang sangat rapi. Tidak ada satu pun yang nganggur. Semua bekerja keras.
Rumah tangga yang sehat bisa mencontoh sebuah kapal laut yang dioperasikan dari pulau ke pulau atau kota ke kota. Walau badai menerpa, angin ribut melawan, hujan dan angin, petir, ombak menggulung, dan arus menghanyutkan, tetapi semua bisa dilalui.
Ada juga kita lihat dan temukan rumah tangga ibarat kapal pecah atau tidak kuat diterpa ombak dan badai sehingga harus tenggelam. Memang benar Tuhan tidak selalu menjanjikan rumah tangga selalu damai dan penuh suka cita. Kadang harus melawan goncangan-goncangan, namun Tuhan pasti menjanjikan pelabuhan tujuan cinta yang indah. Jadi, kita nikmati badai dan ombak dalam rumah tangga bukan sebagai sumber kecelakaan atau bagian dari kapal pecah melainkan semuanya adalah rencana Tuhan. Dan, akan menjadi indah pada waktunya.
Ibarat kita ujian dan naik kelas atau lulus hasilnya akan sungguh menggembirakan kehidupan kita. Namun sebuah kapal yang pasti perlu nakoda yang baik bisa mengayomi, penuh tanggung jawab dan selalu memberikan cinta.
Kehidupan Rohani kita juga sama halnya kapal laut. Di air laut pasang dan surut kadang-kadang kita kehilangan arah tapi Tuhan selalu memberi petunjuk ibarat bintang tujuh di arah selatan.
Tuhan begitu sayangnya sama kita anak-anak-Nya sehingga tiada hentinya menghembuskan nafas cinta-Nya buat kita hidup lebih hidup. Semoga Tuhan memberkati semua sahabat, terutama melindungi bahtera rumah tangga yang sedang dilanda badai dan ombak.

47 thoughts on “Kapal Laut

  1. Dewi Susanti

    artikel diatas sangat bagus, menanamkan nilai kerohanian kepada saya lebih mendalam. walaupun Tuhan tidak pernah menjanjikan laut tenang, atau cuaca selalu baik, tetapi Tuhan menjanjikan pelabuhan tujuan yang indah!, pelabuhan tujuan yang indah disini maksudnya adalah rencana Tuhan yang selalu indah pada waktunya. didalam kehidupan setiap orang pasti memiliki masalah dan tidak dapat dihindarkan, apabila kita menyerah dengan masalah tersebut, kerajaan setan pasti akan bersuka cita.namun apabila kita terus berusaha menyelesaikan masalah tersebut maka janji Tuhan akan menanti. ingatlah Tuhan tidak akan memberikan suatu cobaan yang melebihi kemampuan umatnya bagi yang tetap berusaha dan menyertakan Tuhan dalam setiap usahanya ia akan bahagia bersama Allah Bapa selamanya.

    Reply
  2. Raisa Tamara Himawan

    Hidup manusia bagaikan kapal laut yang sedang mengarungi samudra luas, kapal yang dinahkodai seseorang yang telah mengerti bagaimana mengatasi kejamnya cuaca maka kapal laut tersebut akan baik-baik saja meski telah menghadapi badai. Sama halnya dengan hidup manusia yang harus terombang ambing oleh masalah, untuk itu kita harus mengarahkan diri kita untuk mencari yang baik dan meninggalkan hal yang kurang terpuji. Kompas terbaik kita adalah Tuhan, oleh karena itu mintalah petunjuk kepada Tuhan. Dengan demikian kita bisa menjelajah samudra dan sampai ke pelabuhan yang indah.

    Reply
  3. shintiya apriliyani

    hidup memang seperti kapal di lautan..sering diterpa ombak dan badai namun tetap fokus untuk mencapai pelabuhan terakhir..sekuat apapun badai yang datang kita harus lebih kuat dari badai yang datang..

    Reply
  4. debihendrikaM

    kehidupan bisa diibaratkan sebagai kapal yang berada di tengah lautan luas. terkadang kapal itu harus di terpa oleh ombak yang kuat sekali pun, di tempa oleh teriknya sinar matahari, oleh hujan, bahkan saat cuaca buruk. kita pun sama seperti kapal tersebut walaupun kehidupan banyak cobaan namun kita harus terus bertahan. karna kita masih bisa mengandalkan Tuhan yang akan menjadi nakhoda dalam kehidupan kita.

    Reply
  5. Eka Prillia

    kapal memang alat transportasi laut yang biasa di gunakan berpindah dari satu pulau ke pulau lainnya, namun juga dapat di andaikan sebagai kehidupan inim anggap diri kita ini adalah sebuah kapan yang mengarungi jagad raya yang telah tuhan ciptakan, ombak sebagai masalah atau rintangan yang menjadi tolak ukur kekokohan diri kita.

    Reply
  6. Dyah Indah Pratiwi

    kapal laut adalah alat transportasi pertama yang ada di indonesia dan juga salah satu alat transportasi yang tidak terlalu mahal , akan tetapi transportasi yang satu ini selalu saja dapat kendala di lautan . seperti di terjang ombak dan badai saat berlayar tetapi saat tidak berlayar sangat kokoh , ibarat kapal yang selalu di terjang ombak dan badai bagaikan rumah tangga yang sedang diguncang musibah .

    Reply
  7. Suriia

    hidup kita juga dapat di ibaratkan seperti kapal. hidup kita tidak selalu datar atau mulus, tp banyak ombak dan angin badai yang melewati kehidupan kita. jika kita dapat melewati setiap terpaan ombak dan badai, pasti kita akan dapat mencapai pelan=buhanyang idah yang sudah Tuhan siapkan bagi setiap umatNya.. waktu Tuhan slalu indah pada waktunya, jadi jangan perna khawati.. πŸ™‚

    Reply
  8. vieolyvia

    saya sangat setuju hidup memang seperti kapal di lautan, terkadang diterpa ombak dan badai namun harus tetap fokus untuk mencapai pelabuhan terakhir.
    Bil badai yang datang semakin kuat maka kita juga harus lebih kuat dari badai yang datang agar dapat mencapai tujuan kita πŸ™‚

    Reply
  9. Esther Lowiyanti

    memang kita sebagai manusia menyadari bahwa ada saatnya kita dibawah, ada saatnya diatas, saat-saat bahagia dan merasakan indahnya hidup. bahkan saat menghadapi cobaan-cobaan yang harus dijalani. tetapi kita sebagai nakoda yang menjalankan bertumbuh dalam kerohanian dapat menjalankan dan mengatur hidup kita dengan baik.semakin besar hal yang harus dihadapi semakin kita siap dan kuat untuk menjalani hidup kita kedepannya. Tuhan selalu punya rencana bagi orang yang berharap kepadaNya..

    Reply
  10. mariani purnama

    di dalam ombak-ombak kehidupan kita harus percaya bahwa ada Tuhan yang akan melindungi kita, dan ada pelabuhan indah menanti di depan kita bila kita dapat melewati ombak itu.

    Reply
  11. serrasepti

    dengan kapal laut kita bisa mengelilingi dunia, melihat luasnya samudra dan mengarungi lautan lepas, melewati berbagai pulau . bila disangkutkan dengan kehidupan, dunia ini adalah samudra yang harus di arungi, banyak pulau – pulau kecil yang harus di lewati. masalah, penyesalan, ketidakpastian, rintangan,itu lah sebagian pulau kecil yang harus di lalui. untuk cepat berlabuh di tempat yang dituju kita harus mampu menerpa ombak dan badai didalam kehidupan. agar dapat cepat berlabuh di pelabuhan terakhir.

    Reply
  12. cynthia aileen

    Kehidupan memang di ibaratkan mengarungi lautan. Kapal adalah bahtera rumah tangga, ayah sebagai nahkoda, ibu sebagai masinis, dan kita sebagai anak.Tatkala dalam mengarungi lautan pasti ada ombak, badai. Sama seperti kehidupan ini. Dalam menjalani kehidupan ini, pasti kita mengalami cobaan, tantangan, hambatan, dan rintangan.Suka duka dalam kehidupan berumah tangga harus dilewati bersama – sama dan saling bekerja sama untuk mengatasinya agar bahtera rumah tangga tidak hancur. Ombak dan badai yang menghadang akan membuat bahtera rumah tangga menjadi lebih kokoh dan kuat sehingga dapat mencapai pelabuhan ( kehidupan ) yang indah

    Reply
  13. steffanus sasteradinata

    hidup ini bagaikan pelayaran . ada kala nya kita tidak ada masalah seperti berlayar di air yang tenang, dan ketika masalah datang seperti kita sedang berperang dengan ombak..

    Reply
  14. adeputra

    Saya sependapat hidup ini bagaikan kapal laut yg sedang belajalan di lautan yg luas yg harus menghadapi ombak dan badai dan meskipun begitu harus bertahan mencapai tujuannya . keidupan memang banyak cobaan namu begitu kita harus terus berahan karena kehidupan ini semua sudah di tentuka oleh tuhan.

    Reply
  15. martinus

    Sebuah kapal laut bisa di ibarat kan sebagai vondasi kehidupan kita dan ombak-ombak laut bisa di ibarat kan sebagai rintangan tentang kehidupan kita. Jika vondasi kita kuat mau seperti apa cobaan hidup kita tidak akan merasakan goyanang yang berlebihan atau sampai hancur rumah kita. Memang hidup ga selamanya lancar-lancar saja mungkin akan ada beberapa cobaan tapi ketika kita mempunyai vondasi yang kuat kita akan bisa menjalani n berhasil menghadapi cobaan itu. Sama seperti kapal laut ketika bahan-bahan untuk membuat kapal itu bagus dan bahan yang terbaik seberapa besar ombak yang menghantam ga akan pernah merusak kapal itu dan sampai akhir nya kapal laut itu bisa mendarat sampai ke tujuan sama seperti kehidupan kita juga.

    Reply
  16. nindyastyan

    Jika hidup di ibaratkan seperti kapal laut, Kita harus memilih, apakah kamu ingin jadi nahkoda yg menentukan arah hidupmu ? Atau kamu akan membiarkan desiran angin dan ombak membawamu menyusuri jalan lain untuk sampai ke tujuan. Kalau aku, terkadang entah kenapa hanya ingin membiarkan hidup ini berjalan apa adanya.Terkadang juga ingin menjadi nakhodanya, yang bertanggung jawab menentukan rute perjalanan menuju tempat tujuan yang sudah ditetapkan/disepakati oleh-Nya. Tanggung jawab itulah yang akan ditanya di hari perhitungan nanti.

    Reply
  17. richard rioyanto

    sungguh mengagumkan artikel di atas. itu memberikan taukan kita bahwa hidup ini selalu ada rintangannya dan tidak akan berjalan mulus seperti yang kita inginkan. dengan menggunakan perumpamaan sebuah kapal yang apabila gagal melewati badai makai yang menanti yaitu tenggelamnya kapal. seperti kehidupan manusia, seseorang yang tidak tabah mendapatkan cobaan dari yang diatas maka akhirnya akan berakhir dengan kegagalan.

    Reply
  18. Maorel

    Renungan hidup hari ini : “Tuhan tidak pernah menjanjikan laut tenang, atau cuaca selalu baik, tetapi Tuhan menjanjikan pelabuhan tujuan yang indah”

    Reply
  19. stefano agung

    kapal laut yang mengitari samudra dapat diibaratkan seperti manusia yang sedang menjalani kehidupan didunia.terkadang cuaca saat berlayar juga menentukan,badai.ombak,angin,semua sangat sama dengan kehidupan,ada saat pasang surutnya seseorang,kadang berada di atas kadang di bawah.oleh karnanya kita harus tetap berlayar bagaimanapun ombak dan angin yang menerjang.agar kita bisa tetap sampai ke tujuan.

    Reply
  20. stefano agung

    kapal laut yang mengitari samudra dapat diibaratkan seperti manusia yang sedang menjalani kehidupan didunia.terkadang cuaca saat berlayar juga menentukan,badai.ombak,angin,semua sangat sama dengan kehidupan,ada saat pasang surutnya seseorang,kadang berada di atas kadang di bawah.oleh karnanya kita harus tetap berlayar bagaimanapun ombak dan angin yang menerjang.agar kita bisa tetap sampai ke tujuan

    Reply
  21. Aloisius Johnsis / 02PNM / 1601265763

    Tuhan tidak pernah menjanjikan laut tenang, atau cuaca selalu baik, tetapi Tuhan menjanjikan pelabuhan tujuan yang indah!, hal tersebut juga mungkin ingin mengungkapkan bahwa tuhan tidak pernah menjanjikan hidup kita manusia ini akan berjalan dengan lancar tidak ada masalah, namun tuhan berjanji untuk selalu ada, menguatkan, menemani, dan membimbing kita dalam proses melewati setiap masalah yang ada.

    Reply
  22. katherinehut

    Saya senang membaca artikel di atas, karena saya merasa artikel ini merupakan jenis artikel pembangun. Tuhan memang pencipta yang maha adil, maha kasih. Terima kasih pak atas renungannya pada hari ini

    Reply
  23. kesialaurensya

    artikel diatas sangat bagus menunjukan menanamkan nilai kerohanian kepada kita semua lebih mendalam. walaupun Tuhan tidak pernah menjanjikan laut tenang, atau cuaca selalu baik, tetapi Tuhan menjanjikan kesetiaannya kepada kita.

    Reply
  24. cheri meriani

    artikel di atas sangat baik, Tuhan tidak pernah menjanjikan laut tenang, atau cuaca selalu baik, tetapi Tuhan menjanjikan pelabuhan tujuan yang indah. Tuhan sangat setia kepada kita, ia selalu mempersiapkan diri kita sebelum kita mendapatkan apa yang kita inginkan. tuhan tidak akan memberikan sesuatu sblm kita siap menerima nya. karena tuhan seperti ayah kita yang tidak akan pernah memberikan sesuatu yang membahayakan anaknya.

    Reply
  25. anggunjievina

    Hidup ini memang diibaratkan seperti kapal laut. Dimana kita adalah nahkoda yang mengemudi arus kehidupan kita. Dimana dlam hidup ini kita akan sering diterpa oleh badai masalah. Badai masalah tersebut yang akan membuat nahkoda tersebut semakin berpengalaman dan semakin kuat. Dan setiap badai yang menimpa pasti aka nada laut yang tenang. Itulah ibarat dari kehidupan.

    Reply
  26. Melisa / 02PNM / 1601232166

    Seperti kata-kata yang terdapat di atas gambar tersebut, Tuhan tidak pernah menjanjikan laut tenang, atau cuaca selalu baik, tetapi Tuhan menjanjikan pelabuhan tujuan yang indah! Tuhan pun tidak pernah menjanjikan kehidupan kita selalu berjalan mulus dan indah seperti yang kita inginkan, tetapi Tuhan akan menjanjikan kebahagiaan jika kita senantiasa mengikuti Nya. Sebagai contoh, dalam kehidupan pastinya kita akan menghadapi rintangan ataupun masalah yang beraneka ragam, dengan kita selalu mengikuti Tuhan dan tidak pernah keluar dari jalannya, percayalah Tuhan pun akan membantu kita untuk menyelesaikan setiap masalah yang kita hadapi dan semuanya akan indah pada waktunya.

    Reply
  27. warsewo99

    perumpamaan yang bagus tentang kapa dan kehidupan rohani. kadang jika sedang ada badai kita malah berpikir kapal akan tenggelam bukanya berpikir saya akan berjuang menerjang keluar badai toh badai pasti berlalu. kalo dalam kehidupan rohani, jika ad masalah yang berat sebaiknya kita berusaha dan berdoa untuk menelesaikan masalah itu.

    Reply
  28. anita yulianti/02PNM/1601265265

    artikel di atas mengingatkan kita bahwa kehidupan di laut dngan mengauringi lautan menggunakan kapal sama hal kehidupan kita sehari2,apabila terjadi ombak atau badai yang menerjang secara tiba2 kita harus siap dan terus berkoban agar tidak tenggelam dalam badai tersebut,sama hal dengan kehidupan jika terjadi masalah dalam hidup kita tidak boleh berputus asa dan bangkit dari keterpukan jika tidak kita akan tenggelam bersama dengan masalah2 yang ada

    Reply
  29. Endy Winstone

    hidup memang dapat diibaratkan sebagai kapal laut dan badai sebagai masalah yang perlu kita ingat adalah tidak perlu laru kepadaNya dan yakinlah dia memiliki rencana indah dibalik badai ynag kita hadapi

    Reply
  30. Thalia

    kapal laut yang berlayar di laut yang tenang memang nyaman tapi lama kelamaan akan membosankan dan tidak akan melatih nakhoda sebagai pemimpin kapal untuk menjadi nakhoda yang lebih baik lagi. Terkadang dalam rumah tangga memang dibutuhkan “ombak”, untuk melatih si suami menjadi “nakhoda” yang lebih baik lagi. hidup yang terlalu tenang tidak nyaman sama seperti hidup yang terlalu ribut juga tidak nyaman maka itu di lautan yang tenang pun pasti ada ombak walaupun hanya ombak kecil..

    Reply
  31. Dicky Rawliet

    Hidup kita diibaratkan sebagai sebuah kapal laut. Menghadapi masalah seperti ombak yang deras dan pada akhirnya kita akan puas ketika masalah kita terselesaikan bagaikan menemukan tujuan yang indah seperti judul artikel di atas.

    Reply
  32. Brian Rickyantara

    Ya, memang kehidupan rumah tangga bisa diibaratkan sebagai kapal laut. sehebat atau separah apapun cuaca dan ombak yang didepan mata semua anggota crew kapal harus menghadapi bersama-sama. Para awak kapal pun pasti akan belajar dari nahkoda dan masinis karena kelak mereka akan memiliki kapal mereka sendiri.

    Reply
  33. Alfred Handoko

    Hidup memang sering ditempa oleh cobaan, namun sering kali juga dibalik semua cobaan terdapat hasil yang indah. dengan kepercayaan saya tentang hal ini saya selalu mencoba untuk tidak menyerah serta putus asa setiap kali saya menghadapi cobaan. dan, artikel ini sangat menggambarkan hal ini mengingat di balik semua ombak serta badai yang ada akan selalu ada pelabuhan yang indah.

    Reply
  34. 04PAW_Gavan

    kapal laut, walau tidak ada siapa” d samping kiri dan kanan dia ttp maju. walau dia sendirian dia ttp maju. hingga akhirnya bertemu dengan teman”ny, di dermaga. sesuatu yg cukup untuk memotivasi kita.

    Reply
  35. Cindy Purnamasari

    Kehidupan kita bisa diibaratkan sebagai kapal laut. Ketika kapal laut berlayar, pasti selalu akan ada ombak maupun badai yang menerjang, begitu pula di kehidupan kita. Dalam hidup, kita pasti menemui banyak masalah. Itu adalah ujian yang diberikan Tuhan yang harus kita lalui, Ia ingin melihat bagaimana cara kita menangani masalah itu dengan bijak, agar kita bisa menjadi seseorang yang lebih kuat, dan pada akhirnya Ia akan memberikan hasil yang indah untuk kita.

    Reply
  36. Andhika

    artikel yang sangat bagus. Menilai kehidupan bagaikan kapal laut. Layaknya kapal laut, hidup kita seperti sebuah petualangan diatasnya. Tuhan memberikan badai dan ombak tanpa tau kapan datangnya, namun Tuhan menjanjikan tujuan dan akhir perjalanan yang indah.

    Reply
  37. 04PKF harrypal chandra

    Hidup bagaikan kapal laut mengarung samudera, berlayar menghadapi ombak dan ancaman badai, dengan nakhoda dan awak kapal yang baik maka akan sampai ke tujuan, seperti kehidupan yang penuh misteri diliputi bahagia dan masalah, siapa yang berjuang dan sabar maka akan memperoleh bahagia.

    Reply
  38. auditiaharival

    kehidupan ibarat kapal laut yang mengarungi samudera, menghadapi ombak sampai ancaman badai, semakin baik nakhoda dan awak mengkomando kapal menhadapi ombak dan badai, maka akan sampai pula kapal ke tempat tujuan, seperti kehidupan yang penuh misteri ,diliputi bahagia dan masalah ,sebaik-baiknya manusia menghadapi masalah ,maka akan samapai (menggapai) bahagia.

    Reply
  39. Oktavianus Kurniawan

    Hidup tidak selamanya berjalan mulus seperti apa yang kita inginkan. Seperti ibaratnya kapal laut, kita harus melalui berbagai tantangan yang ada dan datang setiap harinya. Namun di lain sisi semua itu adalah proses pendewasaan diri yang harus kita lewati untuk mencapai kematangan rohani dan jasmani. Nikmati saja semua suka duka kehidupan yang kita lalui karena semua itu adalah proses penyempurnaan diri untuk menjadi ciptaan-Nya yang lebih baik lagi. Habis gelap terbitlah terang, rencana Tuhan pasti indah pada waktu-Nya. Kita lakukan yang terbaik dalam hidup kita, biar Tuhan yang menyempurnakan segalanya.

    Reply
  40. maria_04PJT

    Hidup ini kadang bisa diibaratkan seperti kapal .walaupun sering diterpa ombak dan badai namun tetap fokus untuk mencapai pelabuhan terakhir dan sekuat apapun badai yang datang kita harus lebih kuat dari badai yang datang.Badai masalah tersebut yang akan membuat nahkoda tersebut semakin berpengalaman dan semakin kuat.

    Reply
  41. sumajouw joan

    saya setuju dengan artikel ini. Kehidupan itu memang bagaikan sebuah kapal. Kita harus bertahan dan berusaha untuk melawan ombak, kadang- kadang air laut tenang tetapi kadang- kadang juga ada ombak besar yang akan menghadang kapal tersebut dan itu yang dinamakan dengan cobaan hidup tetapi setiap masalah yang akan kita hadapi baiklah kita berserah kepada Tuhan karena Dia mempunyai jalan dalam setiap masalah.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s