Menyanyi

Gempa bumi yang mengguncang LA California tahun 1990 meruntuhkan banyak gedung dan menelan korban cukup banyak. Dalam pencarian korban di suatu gedung, ditemukan beberapa korban masih hidup. Walau beberapa hari tiada makanan, mereka hanya bisa merenungi nasib dengan menyanyi memuji Tuhan dan mereka sampai lupa lapar dan bertahan hidup beberapa hari. Kisah tentang bertahan hidup dengan menyanyi banyak kita dengar. Tentu saja hal ini bukan hanya bualan tapi kenyataan memang menyanyi memberikan kekuatan.
Dalam pesan doa pun demikian adanya. Doa yang dinyanyikan memberikan manfaat berlipat-lipat dan dapat memberikan kekuatan dibandingkan dengan doa yang hanya diucapkan atau dibaca saja. Tradisi Kristiani mengajarkan bahwa siapa yang bernyanyi dengan baik sama dengan berdoa dua kali. Saya mencoba mencari konteks dalam Kitab Suci tentang doa yang dinyanyikan tapi belum ketemu, kalau saja ada umat yang bisa membantu mencarinya maka tentu dapat melengkapi cerita ini.
Saya suatu hari, saya mengunjungi sahabat yang sakit di Rumah Sakit St. Carolus Ia setengah baya, tapi karena sakitnya dia kehilangan berat badan cukup drastis. Biasanya kalau berat badan kita turun drastis kita bisa mengalami fatamorgana, karena saya pun pernah mengalami hal yang sama. Ada yang menarik dari sahabat ini. Dia setiap hari mendengar orang menyanyi di sampingnya dan mengajarinya menyanyi terus. Lalu, saya dan beberapa teman pun tertawa. Selain tidak percaya, kami juga menganggap teman ini ngelindur. Tapi, kami semua dibuat terkejut luar biasa ketika sahabat ini bilang mari duduk dan dengarkan saya menyanyi. Dia mulai menyanyi 3 lagu dalam 3 bahasa, yaitu bahasa Mandarin, bahasa Inggris dan bahasa Latin. Sedangkan kami kenal beliau adalah orang yang tidak bisa berbahasa Inggris, Mandarin apalagi bahasa Latin.
Kami yang mendengar dia menyanyikan lagu Chesara Delamia Vita Dilosa. Kami semua terdiam selesai beliau menyanyi. kami semua bungkam seribu bahasa. Apalagi lagu mandarin yang dinyanyikan Ni ai wo I cien pei, Wo ai ni I wan pei (kamu mencintai saya seribu, saya akan mencintaimu sepuluh ribu). Dan lagu dalam bahasa Inggris To The Border of Universe. Siapa yang mengajarnya nyanyi beliau sendiri tidak tahu?
Hal serupa juga terjadi pada tante kami di Solo. Di akhir hayatnya dia bisa menyanyi lagu dalam dialek Hok Kian, padahal dia sama sekali tidak bisa berbahasa Hok Kian.
Sampai hari ini saya belum mendapat penjelasan ilmiah, tentang kekuatan nyanyian yang dapat menembus dimensi manusia dan kehidupan lain.
Aku sendiri tidak bisa menyanyi dan cenderung gaptek, tapi saya pernah belajar Gregorian, pernah belajar main guitar solo/classic, dan sedikit electon tapi jujur hanya di luarnya saja. Tapi dengan jujur juga saya cinta lagu dan suka sekali mendengar lagu terutama dari Teng Ie Ling dengan judul “biarlah bulan mewakili hati saya, Yue Liang tai piao wo de Xing”. Sayang beliau meninggal di usia 19 tahun, sangat muda!
Mari kita belajar mendengarkan lagu, karena dengan mendengarkan lagu kita semakin peka mendengarkan suara hati kecil kita yang tidak lain tidak bukan adalah suara Tuhan sendiri. Ada pepatah mengatakan : “Dengan nyanyian kita bisa menghibur orang lain, paling tidak bisa menghibur diri sendiri”. Damai selalu mendampingi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: