Ketidakpuasan

Pada sebuah perkara di Pengadilan Tinggi Jakarta, seorang ibu yang sedang berperkara masalah penyerobotan tanah tidak puas atas keputusan hakim, akhirnya menyopot sandalnya dan melempar sang hakim. Akibatnya dia dihukum denda 100 juta atau kurungan 3 bulan karena melakukan tindakan Contempt of court.

Dalam kehidupan kita, salah satu penyebab pertengkaran dalam keluarga, rumah tangga, persahabatan, dan lingkungan gereja, bahkan para biarawan bisa bertengkar karena “Ketidakpuasan”

Dalam sebuah novel saya lupa pengarangnya, judulnya. “Butir-butir Pasir di Tepi Pantai” mengisahkan betapa cinta bisa digagalkan oleh ketidakpuasan, padahal seharusnya CINTA harus menjadi jembatan ketidakpuasan.

 
Pada suatu hari ada sahabat saya pernah bertanya kepada saya “Mengapa manusia harus memerlukan MALAIKAT?” Lalu, saya menjawab bahwa Malaikat dibutuhkan untuk menutupi sudut-sudut kelemahan manusia, yang bisa menimbulkan ketidakpuasan, bahkan Malaikat itu adalah sudut-sudut kelemahan manusia sendiri. Jadi, di mana manusia tidak mampu melakukan sesuatu,  di situlah Malaikat berfungsi. Seperti halnya di mana manusia tidak mampu melindungi dirinya sendiri, d isitulah berdiri Malaikat Pelindung.

Lalu, apa hubungannya dengan ketidakpuasan, sampai keurusan Malaikat segala? Jawabannya memang karena ketidakpuasan adalah salah satu sudut kelemahan manusia, dan di situlah berdiri Malaikat untuk memuaskan manusia.

Saya pernah menonton film “Legion” dengan beberapa pastor (umat boleh nonton di VCD karena bagus sekali”) Di situ dikisahkan bahkan Tuhan sendiri tidak puas dengan Malaikat Michael karena terlalu lemah menghukum manusia, lalu Ia memerintahkan Malaikat Gabriel mengambil alih tugas Michael.  Bahkan karena melawan, Gabriel harus membunuh Michael. Tapi, di akhir kisah Tuhan harus mengakui Michael karena Cintanya yang menutupi ketidakpuasan manusia, bahkan menganugerahi Malaikat Michael menjadi malaikat paling berbahagia karena Cinta. Di sisi lain,  Gabriel marah dan protes ke Michael mengapa Tuhan tidak adil memberikan gelar. Tapi kata Michael ; ” Gabriel, engkau memberikan kepada Tuhan apa yang Dia inginkan, tapi aku memberikan-Nya apa yang Dia butuhkan yakni CINTA!” Jadi,  pada kisah ini terlihat jelas sekali keeratan hubungan cinta dan ketidakpuasan!!

Semakin cinta menjauh, semakin ketidakpuasan menggelora.

Lalu, mengapa ketidakpuasan bisa ditutupi oleh Cinta.  Jawabannya, karena kita “Manusia” sebab Ketidakpuasan bukan hal yang jelek, tetapi justru merupakan BERKAT buat kita untuk memberikan kepada Tuhan apa yang Dia butuhkan,  bukan apa yang Dia inginkan.

Tuhan menginginkan manusia hidup dalam cinta yang membuahkan damai sejahtera, suka cita, saling membantu dan yang indah-indah. Tetapi, Tuhan membutuhkan hati manusia untuk tetap mencintai-Nya, bahkan Tuhan CEMBURU kalau kita berpaling dari-NYA.  Dan,  di sinilah sumber ketidakpuasan datang.

Perceraian sepasang suami-istri karena dilandasi ketidakpuasan. Mengapa? Karena mereka hanya meletakkan dasar-dasar apa yang mereka ingini, dan mereka lupa meletakkan hal-hal yang mereka butuhkan! Di sinilah dasar pemikiran Tuhan memberikan gelar “Malaikat yg Berbahagia” kepada Michael, oleh karena kalau kita mengerti apa yang dibutuhkan istri atau suami kita,  maka sumber kebahagiaan sudah ditemukan.

Salam damai sejahtera, dan suka cita besar buat Anda semua yang lebih meletakkan apa yang dibutuhkan Tuhan daripada apa yang diinginkan Tuhan.

3 responses to this post.

  1. pada dasarnya sifat manusia adalah tidak pernah puas akan yang dia miliki..tetapi malaikat menutupi ketidak puasan manusia dengan cinta..

    Reply

  2. Cinta, sesuatu yang memberikan kepuasan batin dan fisik.
    Dimana kita merasa nyaman dan tentram dalam kehadirannya.
    Bayangkan kehidupan tanpa Cinta, jangankan puas, bahagiapun tidak!
    Jadi mari kita tingkatkan solidaritas antar umat manusia, TOLAK KERAS rasisme!
    Kita bisa hidup dengan damai dan penuh cinta!

    Reply

  3. manusa pada dasarnya memang tidak pernah merasa puas. ia akan terus berusaha untuk mendapatkan lebih dari apa yang ia punya. itulah ambisi dasar dari manusia… namun jika kita memiliki kasih dan kita memiliki Tuhan, maka jika kita percaya maka Tuhan akan mencukupkan segala yang kita butuhkan dan bukan apa yang kita inginkan. terima kasih

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: