Beda

Perbedaan yang diatur dengan benar adalah sumber kebahagiaan (Mother Teresa)

tampil_bedaSemalam saya dan istri mengikuti misa pemberkaatan jenasah dan tutup peti di rumah duka Heaven – Atmajaya. Seorang pastor muda yang memimpin misa dari Ruteng, Flores, NTT. Saya dari Alor. Dalam khotbahnya beliau mengatakan kematian memang bukan dihilangkannya hidup ini, melainkan hidup dirubah. Kisah Betania disitir perikop ini dan diisi dengan sedikit kisah saat Perang Dunia II.
Konon ada seorang pastor muda di belahan Eropa. Suatu malam bermimpi bahwa seorang nenek tua memanggil-manggilnya. Ia minta diberi perminyakan dan dibaptis karena dia akan melakukan persiapan meninggalkan dunia. Mimpi itu begitu jelas termasuk alamat rumahnya. Saat terjaga pastor itu langsung menuju lokasi rumah tersebut, tetapi di sana tidak dijumpai nenek tadi. Di sana hanya ada seorang pemuda ganteng sendirian. Dialog dilakukan di sana. Kesimpulan pastor tersebut ini “beda” dengan mimpinya. Beliau mengambil keputusan pulang ke gereja dimana beliau tinggal, tetapi sang pemuda bertanya agak heran, Mengapa pastor tengah malam datang dan apa tujuannya? Pastor menjelaskan mimpinya dan sang pemuda terkejut dan mengatakan bahwa itu neneknya. Dia sendiri juga menerima mimpi yang sama minta agar dirinya melakukan tobat, mengaku dosa dan menerima perminyakan.
Walaupun aneh karena muda beliau harus menerima perminyakan dan mengaku dosa demi cinta yang melampaui rasa berbeda dan perbedaan pendapat tadi. Sang pemuda melakukan semua prosesi pengakuan dan menerima sakramen perminyakan. Setelah selesai semuanya sang pastor kembali ke kediamannya, tetapi beberapa saat setelah meninggalkan lokasi tersebut, sebuah bom jatuh tepat diatas rumah tersebut dan sang pemuda tentu saja tewas!
Setelah selesai misa saya menyapa pastor tersebut. Ia seorang imam diosesan, Pastor Thomas Pr. Beliau sedang belajar bahasa Jerman di Goethe institute karena akan studi di Austria. Saya memberanikan diri bertanya apakah ada yang antar. Beliau bilang tidak ada tadi datang naik taksi pulang juga naik taksi. Saya menawarkan diri mengantar ke Unio Kramat. Sebelumnya kami mampir makan bubur ayam di Pluit. Sungguh enak disantap karena kami sangat lapar.
Khotbah singkat yang menarik. Itu mengingatkan kita, yang setiap hari selalu menghadapi perbedaan, baik dengan istri, anak, keluarga maupun sahabat. Setiap perbedaan jika disikapi dengan bijaksana maka disana sumber kebahagiaan. Saya dan istri paling sering berbeda pendapat kadang sampai menimbulkan kemarahan dan ingin saling menyalahkan, tetapi setelah selesai sungguh kami merasa perbedaan itu benar-benar indah.
Tuhan memberikan Kasih dengan berbagai jalan termasuk perbedaan. Perbedaan adalah jalan menuju kebahagiaan, Demikian Kasih Tuhan begitu besar mempertemukan kita sebagai sahabat, jadi apa yang dipersatukan Tuhan jangan diceraikan oleh manusia! Semoga perbedaan membuat kita semakin kuat, semakin bersahabat, semakin rindu akan Tuhan Damai bersamamu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: