Kelemahan

Sesungguhnya setiap kelemahan kita itu sudah memiliki kekuatan yang hanya bisa bermanfaat saat kita mengetahuinya (2 Kor 12 : 8-9)

downloadManusia dilahirkan betul dalam keadaan tiada berdaya, tetapi melalui kuasa Tuhan Manusia itu tumbuh dan bisa berkarya. Di saat kita merasa lemah, sedih dan penuh duka, sesungguhnya di sana ada kekuatan yang luar biasa besarnya. Seorang pengkhotbah terkenal bernama Charles Haddon, mendapat gelar sebagai pahlawan pengkhotbah di London, Inggris. Suatu saat beliau merasa khotbahnya sangat jelek dan tidak bermanfaat. Saat tiba di rumah beliau langsung berlutut dan berdoa mohon kepada Tuhan, bukan menghapuskan khotbahnya yang jelek, tetapi memberkatinya agar berubah menjadi baik. Beberapa bulan kemudian beliau mendapat laporan bahwa ada puluhan orang yang bertobat akibat mendengar khotbahnya yang jelek tersebut. Sungguh ajaib.
Memang kita tidak bisa melihat langsung apa yang menjadi kelemahan kita. Boleh dibilang justru SULIT sekali mengenal kelemahan kita. Kita lebih gampang mengenal kelemahan orang lain daripada diri kita sendiri. Ada istilah tidak ada manusia yang sempurna. Benar sekali, tetapi itu tidak berarti kita harus menerima kelemahan tersebut, justru karena di sana adalah kekuatan manusia. Manusia tidak bisa terbang, tetapi bisa terbang dengan pesawat udara. Manusia tidak bisa lari cepat, tetapi bisa sampai dengan cepat dengan kereta api.
Manusia tidak bisa berenang jauh, tetapi bisa mengarungi samudra biru dengan bahtera.
Jadi, seharusnya kita semua bisa melihat dengan jelas setiap kelemahan manusia. Sudah ada yang menutupinya bahkan melengkapinya sehingga sempurna adanya.
Kelemahan harus bisa kita tutupi. Pertama kita harus berubah. Segalanya mulai dari sikap, kelakuan dan jati diri kita. Kita tidak bisa duduk diam dan meratapi kelemahan kita, melainkan terus bergerak menuju sesuatu yang lebih dan lebih baik lagi.
Kedua mulai bisa mengidentifikasi setiap kelemahan kita untuk mencari solusi dan mengantisipasi dengan baik. Kemalasan, kebodohan dan iri hati adalah suatu kelemahan yang fatal bagi diri kita semua, sehingga kita membutuhkan DISIPLIN untuk merobohkan hambatan dan kelemahan itu sendiri. Ketiga adalah mulai dengan berpikir positif. Kita merubah cara berpikir dengan mulai sesuatu yang bernilai positif dan tingkatkan percaya diri bahwa kita mampu mengatasi kelemahan kita.
Lihatlah bagaimana orang buta bisa membaca, orang bisu bisa berucap dan orang tuli mendengar! Dengan mengenal kelemahan kita dan kita manfaatkan segala kemampuan positif, maka niscaya kelemahan itu bisa kita atasi dengan baik.
Selain kita berusaha untuk menjauhkan dan melepaskan diri dari kelemahan itu, kita tidak terlepas dari kehidupan sosial. Oleh karena itu kita harus pintar-pintar memilih teman. Karena teman adalah bagian dari kelengkapan pemenuhan kelemahan kita bukan sebaliknya. Marilah kita meningkatkan pemahaman tentang kehidupan. Belajar, belajar dan belajar agar pengetahuan kita menjadi sumber kebaikan yang bisa membantu kita.
Terakhir, jangan putus asa dan lepas kendali. Letakkan semua usaha kita dengan pengharapan penuh pada kuasa Tuhan. Melalui Iman dan Kasih, kita bisa menuju pada-Nya.
Semoga kita bisa mengatasi setiap sisi kelemahan kita dan merubahnya menjadi kekuatan. Anda adalah malaikat penyelamat diri Anda sendiri. Tuhan memberkati. Salam dan Doa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: