Belanja

Salah satu kesenangan para wanita adalah belanja.

133824_belanjaSetiap kali melakukan perjalanan keluar negeri tidaklah lengkap kalau tidak belanja, khusus buat para wanita. Ibu-ibu akan menyiapkan waktunya untuk belanja, apalagi kalau ada musim sale atau obral. Kalau ikut tour mungkin harus ada agenda shopping kalau tidak ada akan kurang seru. Demikian juga kehidupan sehari-hari kita juga tidak terlepas dari belanja untuk keperluan sehari-hari sampai kebutuhan primer kita. Ada 3 hal menarik saat berbelanja kata seorang ibu, sahabat saya.

Pertama, cuci mata. Kegiatan ini bisa mengurangi stress. Walau di kantong tidak ada uang, cukuplah dengan memandang, puaslah hati ini, karena seakan-akan barang itu sudah ada di hati kita bukan bayangan lagi. Demikian mal-mal akan penuh dikunjungi untuk cuci mata. Kedua, mengenal produk. Dengan mengenal suatu produk, harga, quality, seakan-akan kita lebih dari orang lain. Walau tidak memiliki apalagi koleksi, tapi tahu merk-merk terkenal, dan mengikuti perkembangan. Teman saya ada hafal semua seri Tas Hermes. Ada yang hafal seri Mercedez Benz atau BMW dan Audi termasuk semua type dan tahun pembuatan serta spesifikasinya. Ketiga, ini yang paling menarik, bisa tawar menawar. Kalau saja bisa dapat menawar harga sampai dapat murah dibandingkan dengan teman-teman yang lain, maka seakan-akan menjadi juara atas keberhasilannya. Ini membuat hatinya berbunga-bunga, tapi ada benarnya juga untuk para ibu yang kerjanya berdagang. Atau dijual lagi disini sehingga dia akan mendapat untung lebih besar lagi.

Saya sendiri suka vulpen Mont Blanc dan suka koleksi, tetapi beberapa kali dicopet dan ditotong. Saya akhirnya jadi jenuh lalu pakai Parker atau Sheafer atau Pilot saja. Saya suka sekali cuci mata lihat produk vulpen, karena indah sekali designnya, juga harganya wah. Sekarang ada Porche design dan Mont Blanc Blue yang harganya ratusan juta. Menarik juga dengan handphone seperti Vertu, Rodiez, Porche design dari Blackberry yang harganya bisa diatas 1 milyard (bandingkan dengan samsung 200,000 saja sampai Z10 atau Dakotanya Blackberry).

Dalam bukunya Suharyo, berjudul “Si Pemburu” mengisahkan bagaimana indahnya dan seninya para pemburu berbelanja dengan kemampuan menawar sampai memburu koleksi-koleksi barang-barang terkenal seperti lukisan dan lainnya.

Belanja artinya kita lihat dari sisi pembeli saja. Di sisi lain penjual sebenarnya juga menjadi pembeli kalau dia bukan produsen. Di sini pembeli menjadi raja. Ia diistimewakan dan dilayani. Apakah dia ada uang banyak atau tidak ada uang, tetap harus dilayani dan diberikan prioritas. Di kantor saya juga tekankan kepada para direksi dan manajer agar prioritaskan pelanggan. Kami sebagai penjual jasa harus melayani pembeli kami dan memberikan pelayanan istimewa. Walau kadang pembeli menawar harga sampai kelewatan murah, tetapi mereka tetap pembeli yang harus dihormati dan dilayani.

Dalam kehidupan rohani kita juga terus dari hari ke hari berbelanja. Apa yang kita belanja, yakni kebahagiaan, kesenangan, kedamaian, kebersamaan, persahabatan. Mutu dan kualitasnya juga berbeda-beda. Ada yang mahal tentu saja yangan bayaranya dengan pengorbanan, pelayanan, dan pengampunan. Semakin sering kita membeli semakin kita rasakan betapa indahnya Cinta Tuhan. Barter antara kebahagiaan dan pengorbanan susah ditawar.

Saya melihat sebuah buku dengan judul “Perkawinan Menuju Bahagia”. Penulis menekankan bahwa kita harus menuju bahagia walau banyak yang harus “dibelanjakan”. Saya berpendapat lain bahwa, siapa mencari kebahaagiaan dalam perkawinan dia akan kecewa. Justru dalam perkawinan kita harus utamakan kerelaan, pengertian, mengalah, mengabdi, melayani dan memberikan kasih yang terbaik ( mungkin ini yang dimaksud banyak belanja). Sedangkan kebahagiaan adalah upah yang kita terima dari pengorbanan yang diberikan.

Semoga Tuhan memberikan kita kemampuan untuk mampu berbelanja terutama belanja damai, cinta kasih dan kebahagiaan. Memang mereka semua harus dibayar mahal tentu saja dengan pengorbanan. Salam dan doa.

9 responses to this post.

  1. Posted by Fitria Mayangsari_1701294045_01PA2 on December 5, 2013 at 7:14 am

    “Salah satu kesenangan para wanita adalah belanja.”
    Sebenarnya tidak hanya wanita saja yang merasa senang ketika belanja namun para lelaki juga merasa senang,karena menurut saya belanja merupakan bagian suatu kepuasaan tersendiri dalam membahagiaan diri sendiri.

    Reply

  2. Posted by maria sefani on December 5, 2013 at 8:45 am

    dari artikel ini saya menyimpulkan bahwa belanja adalah sebuah pengorbanan yang dilakukan untk mencapai kepuasan.

    Reply

  3. belanja memang kerap identik sekali dengan wanita. Belanja juga bisa menjadi hobi dan gaya hidup. Kadang ada yang tidak peduli dengan harga karena sudah disediakan dengan kartu kredit, tinggal gesek maka sekelip mata semuanya akan menjadi milik anda. Tapi belanja sebenarnya memiliki kekurangan juga, jika kerap dilakukan makan akan berakibat fatal bagi seseorang. Apalgi kalau dia sampai mengutang dan tidak bisa membayar, atau dia tidak tahu apa yang telah ia belanjakan selama ini.

    Reply

  4. Posted by Christine Myrafirmin on December 5, 2013 at 3:10 pm

    Belanja memang terkadang mengurangi stress,cuci mata untuk sejenak melupakan masalah – masalah di luar.Tapi ingatlah stress tidak bisa dihindari dengan pelarian sesaat ,stress harus dihadapi dan tetap berdoa pada Tuhan

    Reply

  5. Posted by Muh. Akbar Basit / 01PNO / 1701360015 on January 16, 2014 at 6:24 am

    Menurut saya belanja yang ideal adalah belanja yang sesuai dengan kebutuhan bukan sesuai dengan keinginan. Namun terkadang kita juga membutuhkan sedikit penghargaan atas kerja keras kita selama ini maka mengikuti keinginan sedikit tidaklah masalah tapi jangan kebiasaan mengikuti keinginan kita untuk terus belanja membuat kita menjadi orang yang memiliki sifat konsumsi yang berlebihan karena akan merugikan kita sendiri.

    Reply

  6. Posted by Sutikno Maysen on January 16, 2014 at 2:03 pm

    Belanja merupakan sesuatu yang membuat kita puas dan kita sering mencari diskon-diskonan. Secara tidak sadar, kita terkena tipu sama diskon ketika membeli barang dengan stok banyak atau biaya tinggi. tapi terkadang kita akan stress atau pikir banyak ketika tidak membelinya, dan kita akan tenang jika barangnya sudah dibeliin.

    Reply

  7. Belanja merupakan pengorbanan yang dilakukan untuk memenuhi kepuasan pribadi. Kepuasan itu bisa berarti dalam kebutuhan maupun keinginan. Belanja apa saja itu pilihan. Tetapi tidak semua yang kita belanjakan akan memberi dampak kepuasan yang tetap. Berbelanjalah dengan pengendalian diri dan mengutamakan prioritas dibanding kepuasan sesaat yang ujungnya mungkin membuat kita berhutang sana-sini. Lebih baik mati muda tanpa hutang daripada tua kaya dikejar hutang.

    Reply

  8. Posted by 01PNO-Andrien on January 16, 2014 at 3:41 pm

    Kita juga berbelanja setiap hari, walaupun barang yang kita beli bukan barang yang nyata. Yang kita beli yakni kebahagiaan, kesenangan, kedamaian, kebersamaan, dan persahabatan untuk kebutuhan kehidupan rohani kita. Semakin besar pengorbanan, pelayanan dan pengampunan yang kita berikan maka akan semakin besar pula kualitas barang kehidupan rohani yang kita dapatkan.

    Reply

  9. Posted by Defreia on January 16, 2014 at 4:17 pm

    Belanja adalah salah satu great escape yang ampuh untuk mengurangi stress dan pressure

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: