Terowongan

Terowongan berguna untuk menempuh jarak lebih dekat, khususnya meliwati gunung-gunung, jurang-jurang dan lautan (Castro)

terowongan-batubaraSaya dan istri menginap di Nice. Pagi-pagi sekali kami sudah siap melanjutkan perjalanan menuju Swiss lewat Itali. Siangnya akan mampir di Turin untuk makan siang. Jarak tempuh Nice ke Turin 297km, tapi dengan suttle bus ditempuh 3 jam. Karena jalan melalui highway bebas hambatan, maka sepanjang jalan kami melalui puluhan bahkan ratusan terowongan. Bisa dibayangkan kalau setiap kali melewati gunung kita harus memutar, bisa-bisa seharian tidak bisa sampai.Terowongan berguna untuk menempuh jarak lebih dekat, khususnya meliwati gunung-gunung, jurang-jurang dan lautan. Sepanjang jalan, melalui kota-kota kecil di lereng gunung yang sangat indah. Ada jurang-jurang penuh pepohonan yang cantik sekali. Udara pun sejuk sekali. Suhu udara 20 derajat celsius enak dan nyaman sekali.

Di Kota Turin ada banyak industri terutama pabrik mobil. Salah satunya mobil FIAT. Italia negara yang dikenal banyak Mafia, sebagian dari Turin. Rata-rata tanahnya subur. Banyak tanaman sayur mayur dan buah-buahan. Anggur banyak ditemui sepanjang jalan.

Perjalanan sangat nyaman karena tidak terlalu padat jalannya. Dengan bus khusus, enak sekali menikmati perjalanan. Banyak sekali terowongan. Ada yang panjang. Ada yang hanya ratusan meter saja. Kami menyusuri pantai yang sungguh menawan seperti Costa Porto, Santa Agatha, Castelvenito, Santa Lusia, Santa Oliveto, Santa Gorreti, Santo Diano, Santo Bartolomeo, dan Santo Castelo. Setiap terowongan diberi nama-nama Santo dan Santa. Saya mencatat beberapa nama orang suci yang saya kenal.

Terowongan ini sangat berguna bagi mereka yang tempuh jalan darat. Pemerintah mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk membangun terowongan. Kebersamaan negara-negara Eropa sangat membantu pembangunannya.

Teringat sebuah ayat bahwa kalau kamu punya iman sebesar biji sesawi, maka gunung pun akan pindah kalau kamu mau dia pindah. Kalau gunung tersebut tidak bisa pindah kita buat terowongan saja. Gunung-gunung tinggi di hadapan kita adalah masalah yang ada dalam kehidupan kita. Beruntunglah sahabat-sahabat yang memiliki terowongan hidup. Jalannya mulus dan tidak ada naik turun, jurang dan hambatan. Tetapi buat sahabat yang masih menghadapi gunung bahkan pegunungan di dalam kehidupan, mari membangun terowongan hidup agar hidup lebih hidup, penuh dengan kenyamanan, kedamaian dan suka cita.

Sungguh sulit membangun sebuah terowongan dalam hidup kita, karena kita seperti debu di alas kaki Tuhan. Manalah mungkin kita menyelesaikan sendiri. Sering kita lebih banyak mengeluh daripada berpikir mencari jalan keluar. Bahkan hampir tidak mungkin membangun terowongan untuk menembus begitu banyak masalah di hadapan kita. Tetapi akan begitu mudah kalau kita-Nya. Semoga Tuhan bisa membantu kita untuk memindahkan gunung-gunung masalah. Atau kita membangun terowongan agar kita bisa melewati gunung masalah-masalah dengan mudah, cepat dan bahagia. Salam dan doa.

7 responses to this post.

  1. Gunung disini ibarat seperti masalah dalam hidup kita dan cara melaluinya adalah dengan membuat terowongan didalamnya begitu pula dalam hidup kita jikalau kita menghadapi masalah maka jangan lari darinya tapi mintalah petunjuk kepada –Nya agar diberi kemudahan karena terowongan itu laksana iman pada diri kita,,, jangan bilang kita memiliki masalah besar tetapi bilang lah kita mempunyai Tuhan yang lebih besar .. Wallahu’alam bishowab 

    Tugas kampus

    Reply

  2. Posted by Muh. Akbar Basit / 01PNO / 1701360015 on January 16, 2014 at 6:55 am

    hidup ibarat sebuah terowongan, ketika kita merasa hidup kita baik-baik saja tiba-tiba kita memasuki terowongan hidup kita yang gelap gulita, bagi yang tidak ingin mengejar cahaya di ujung terowongan maka ia akan terus terperangkap dalam kehidupannya yang kelam.

    Reply

  3. Posted by Aditya Arya Ramadhan on January 16, 2014 at 3:14 pm

    Terowongan ibarat masalah yg harus kita lalui, setiap terowongan pasti ada jalan keluarnya. Jika orang tersebut tahu cara keluar dari terowongan tersebut maka ia tidak akan terperangkap dalam terowongan tersebut.

    Reply

  4. Posted by SusY on March 26, 2014 at 1:12 pm

    Ya, menurut saya , kita harus membangun “terowongan” tersebut agar kita bisa melewati gunung masalah tersebut. Terowongan tersebut dilewati banyak orang. Ya, kita makhluk sosial dan kita harus saling membantu untuk bisa melewati gunung masalah tersebut.

    Reply

  5. Posted by Gloria Asmara on March 26, 2014 at 5:08 pm

    Tetap berusaha, berdoa, dan tidak putus asa. Tiada yang mustahil jika Tuhan sudah bekerja.

    Reply

  6. Posted by rizaldyfaroqi on March 27, 2014 at 1:59 pm

    Terowongan itu ibarat seperti hidup kita. keadaan diluar baik-baik saja sedamai biasanya. Tetapi setelah masuk ke terowongan, hidup kita dari damai menjadi gelap gulita dan akan ada permasalahan. Kalau kita berusaha mencari ujung terowongan yang terdapat cahaya, maka hidupnya akan mendapatkan kembali hidup damainya yang diinginkan

    Reply

  7. Posted by sumajouw joan on March 27, 2014 at 3:30 pm

    Terowongan ibarat bagaimana kita menjalani kehidupan kita bagaimana kita membangun terowongan di kaki gunung. Menjalani kehidupan dengan setiap masalah yang ada dan membuat sebuah keputusan itulah terowongan hidup.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: