Job Description

Begitu pentingnya job description (uraian tugas) dalam fungsi manajemen, sehingga diperlukan untuk memprioritaskannya sebelum pelaksanaannya (Adh)
jobdescription-md
Sesungguhnya masalah ini sangat sepele, tetapi ternyata sama sekali keliru walaupun tidak tertulis. Tugas dan tanggung jawab haruslah jelas dan digaris bawahi dengan tanggung jawab pelaksanaannya. Di dalam perusahaan HRD Departemen akan lemah dan tidak berfungsi kalau tidak memiliki jobdes, apalagi HRD tidak mengerti apa yang harus dilakukannya terkait tanggung jawab, hak dan kewajiban. Saya sendiri tidak terlalu paham soal HRD. Dulu semasa sekolah cuma dibilang Homming, Relax and Day dreaming (HRD). Tapi, saya merasakan bahwa sebuah perusahaan kunci kesuksesannya justru ada di HRD. Karena karyawan adalah aset terbesar perusahaan dan manajemen hanyalah keynote saja. Jadi, bagaimana pentingnya sebuah departement tidak diisi dengan Jobdes yang benar.

Pembahasan saya dengan Psikolog kami, hampir memakan waktu seharian penuh, memberikan wawasan saya. Prof. Dr. Anastasia mengatakan bahwa perlunya kekuatan HRD, bukan masalah pintarnya seorang direktur atau manager HRD tetapi tanggung jawabnya dalam pelaksanaannya. Sepintar apapun seorang direktur atau manager HRD tidaklah ada gunanya kalau ia tidak bertanggung jawab.

Pada saat saya mengikuti Konvensi Lions Clubs Indonesia di Makasar beberapa pekan yang lalu, saya rasa proses perekrutannya pantas untuk kita pelajari dan kita ikuti main perannya. Bagaimana seorang Gubernurnya dipilih dan setelah jadi gubernur dia harus menyusun kabinet yang bekerja hanya 1 tahun saja. Begitu salah pilih orang, apalagi yang tidak bisa bekerja sama, maka habislah sudah organisasi sementara waktu (Untuk yang mau belajar lebih jauh bisa mendaftar menjadi anggota Lions Club). Para ibu rumah tangga adalah direktur atau manager HRD di rumah. Bagaimana dia mengatur pembantu untuk masak, cuci, setrika, dan bersih-bersih rumah, sehingga saat kita masuk rumah seseorang dan melihat rumahnya seperti kapal pecah, maka ini pertanda ibu rumah tangga gagal dalam urusan jobdes. Itu karena ia menggampangkan masalah rumah tangganya. Kata orang tua kalau rumahnya tidak rapi, jorok, gelap, dan kotor, kemungkinan rejekinya susah. Apalagi ada istilah “yen lelet lan kotor, rejekini pun dicucuk pitik”

Hidup kerohanian kita juga perlu ada Direktur/Manager HRD yang mengatur dan membuat jobdes buat kita jalani. Dulu Pastor Siswardi, CM di Surabaya (sekarang sudah almarhum), mengatakan bahwa satu-satunya cara mengatur hidup kita adalah “ikuti seruan hati kecil kita”. Seorang penjahat sekalipun waktu melakukan kejahatan, pasti ada yang berbisik : jangan, jangan, jangan!! Tetapi orang ini tidak mau mendengarnya, apalagi mencatatnya!
Saya menterjemahkan kalimat beliau kalau penjahat tersebut tidak mau membuat jobdes dari suara hatinya yang harus dipatuhi dengan tanggung jawab.

Permasalahan sekarang bagaimana kita membuat jobdes diri kita sendiri. Dalam Kitab Kejadian, kita lihat 7 hari Tuhan membuat jobdes penciptaan dunia dan memberkatinya di hari terakhir.

Pertama kita melihat kegelapan sebagai sumber kebahagiaan karena ia sebagai sesuatu yang perlu diperbaiki dengan Terang Dunia. Dari DIA yang kita kenal sebagai Jalan, Kebenaran dan Hidup bisa merubah kegelapan menjadi terang. Inilah jobdes pertama kita. Kedua bahwa setelah kita memiliki sebuah tugas, lalu bagaimana menggarami dunia.Tugas dan tanggung jawab yang harus kita catat dalam hati. Kita menjadi terang dunia melalui sikap dan tingkah laku kita sehari-hari.

Ketiga, kita lihat siapa sesama kita? Kita mengenal sesama adalah jobdes yang sungguh penting dan menjadi sumber kebahagiaan kita. Kita tidak bisa hidup sendiri. Istri, suami, anak, orang tua dan keluarga serta sahabat adalah sesama yang kita prioritaskan.

Keempat adalah memiliki kunci surga. Jobdes untuk memiliki kunci surga, salah satunya adalah pengampunan.

Kelima adalah merebut kemenangan, yaitu kebahagiaan kekal. Kebahagiaan harus diperjuangkan sampai tetes darah terakhir, bukan diperoleh secara cuma-cuma. Semoga kita semua diberikan Tuhan kemampuan untuk mencatat apa yang diminta dan disuarakan oleh hati kecil kita.

2 responses to this post.

  1. Posted by Muh. Akbar Basit / 01PNO / 1701360015 on January 16, 2014 at 7:06 am

    dalam hidup itu kita dituntut untuk mengambil keputusan secara cepat dan terorganisir serta penyelesaiannya pun juga sistematis layaknya job description yang sudah tertata rapi tentang apa yang harus kita kerjakan dan musti diselesaikan dengan cara yang berproses dan satu-persatu.

    Reply

  2. Posted by Yovi Maria Kristanty on March 26, 2014 at 8:31 am

    Menurut saya hidup menuntut kita untuk cepat dapat dilihat dengan waktu yang selalu berlalu tanpa adanya menunggu, jadi untuk semua hal sudah seharusnya kita kerjakan dengan cepat agar semua yang akan datang dimasa depan tidaklah menjadi beban untuk kita karena kita sudah membuat sistematis (susunan) yang sudah teratur dan kita dapat menyusunnya menurut prioritas kita

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: