Kedutaan

Mewakili sebuah negara lebih sulit dari berada di negara sendiri (Alatas)

Mobil-KedutaanPertama kali saya mengenal seorang duta besar pada tahun 1980, yaitu Mr. Karchov. Ia adalah Duta Besar berkuasa penuh USSR untuk Indonesia. Kantornya sekarang sudah jadi EX samping Plaza Indonesia. Dahulu memasuki suatu kedutaan penjagannya extra ketat. Saya bisa masuk karena mewakili sebuah perusahaan konsultan perencana untuk mengawasi pembangunan kedutaan besar USSR (sekarang Rusia dulu dikenal sebagai Uni Soviet). Bapak duta besar ini badannya besar sekali dan sangat berwibawa. Dia bisa berbahasa Indonesia bagus dan sangat ramah. Berbeda dengan orang-orang Rusia yang digambarkan dalam film yang sangar sangar. Saya pernah diajak makan malam dengan suasana keluarga dan makanan khas Rusia. Makanan khas Rusia katanya sangat digemari karena makanan itu tidak mengenal perbedaan kelas kaya atau miskin.
Orang Rusia mengenal ungkapan “Makanan kami adalah shchi dan kasha (bubur)” (Щи да каша — пища наша, Shchi da kasha pishcha nasha. Ini saya copas dari website mereka). Makanan istimewa dihidangkan dalam kesempatan khusus dan perayaan Gereja Ortodoks. Ketika berpuasa daging, kebiasaan orang Rusia membuat shchi dari sauerkraut saat Paskah. Hidangan istimewa untuk Natal adalah Kutia dan Blini untuk Maslenitsa, serta Paskha (makanan khusus untuk Paskah). Semua makanan disajikan spesial buat saya sungguh luar biasa.
Saya belum tahu dimana ada restoran Rusia di Jakarta. Yang terang makanannya enak sekali. Beliau senang karena saya masih muda sudah kerja keras. Makan malam ditutup dengan doa cara Rusia (padahal komunis ini, kita saja jarang menutup makan malam dengan doa). Caranya begini : masing-masing memegang garpu (ga ada sendok) lalu di tepukkan sekali di meja dan sekali di tangan sambil mengatakan spasibo (Спасибо) artinya “terima kasih”. Sebuah doa yang sangat indah.
Sampai hari ini 32 tahun lewat saya tidak bisa melupakan kenangan manis itu dan menjadi pelajaran bahwa kita harus menyadari bahwa hidup ini ibarat Kedutaan. Artinya kita “diutus” mewakili Dia untuk bisa bersahabat dengan saudara-saudara kita di negara lain. Kita mengabarkan kebaikan negara kita agar dicintai.
Demikian agar cinta semakin dikenal semua orang. Kita pun perlu selalu berpandangan positif juga terhadap orang komunis atau yang belum mengenal Tuhan. Mereka mengenal CINTA dan mungkin lebih dari kita yang mengatakan mengenal Tuhan tapi tidak mengenal Cinta.
Semoga Tuhan memberikan kekuatan kepada semua Duta Besar di seluruh dunia yang mengabarkan Cinta dan Damai. Tuhan memberkati. Salam dan doa.

10 responses to this post.

  1. wow keren,,😀 berarti apa yang di katakan orang selama ini belum tentu sesuai dengan orang yang bersangkutan kalau kita belum mengenalnya secara langsung.
    saya setuju banget sama kata2 di atas tadi “kita harus menyadari bahwa hidup ini ibarat Kedutaan. Artinya kita “diutus” mewakili Dia untuk bisa bersahabat dengan saudara-saudara kita di negara lain. Kita mengabarkan kebaikan negara kita agar dicintai.”🙂

    Reply

  2. Sebagai duta besar dari sebuh negara tentulah bisa sangat bangga terutama menjadi duta besar negara2 maju, sebagai duta besar Indonesia perlu mempromosikan produk2 Indonesia untuk meningkatkan ekspor dan turis berkunjung ke Indonesia.

    Reply

  3. selamat malam. Great artikel !
    ya, sebagai duta besar pastinya kita punya tanggung jawab untuk mengabarkan tentang kebaikan, ciri kas, dan serta budaya asal negara kita masing-masing.
    menurut sya, cerita menara babel dialkitab sebenarnya kita ini adalah satu hanya karena keegoisan mereka maka ALLAH menghukum mereka dengan memecahkan bahasa mereka. nah dari situlah terpencar banyak negara dengan berbagai macam budaya dan bahasa. yang perlu diingat hanyalah 1 bahwa kita semua ini adalah satu kesatuan yang memebedakan hanyalah budaya, agama, sosial dll
    jadi mari berdoa agar setiap negara yang diutus menjadi duta besar diluar sana agar dapat mendeklarasikan CInta dan KAsih tanpa membedakan / memandang 1 sama lain.

    Reply

  4. Luar biasa!!
    Dari bacaan ini kita tau bisa bahwa spirit orang rusia memang lebih besar dari religion. Padahal mereka adalah negara komunis. Tapi sikap mereka bisa begitu ramah dan penuh cinta kasih terhadap tamu dari luar.so kita yang dari negara yang beragama seharusnya lebih baik daripada mereka. karna saya percaya disetiap agama selalu mengajarkan yang baik .

    Reply

  5. artikelnya sangat bagus…. karna bisa jadi wawasan kita tentang kedutaan….sebagai duta besar seharusnya kita memanfaatkan itu semua untuk lebih membudayakan ciri khas dan kebudayaan masing-masing negara ….dan meningkatkan produk dalam negeri dan di luar negeri….

    Reply

  6. Posted by Yunita on March 14, 2013 at 1:39 pm

    Bacaan di atas menggambarkan kita tidak bisa menilai orang dari covernya saja. Contohnya saja seperti orang Rusia tersebut. Dia berasal dari negara yang biasa kita sebut sebagai negara komunis tetapi mereka bisa mengucapkan syukur atas apa yang mereka dapatkan hari itu dan mau menerima dan menghargai orang lain. Kita saja belum tentu mau melakukannya.

    Reply

  7. mewakili yang sering kali bukan cerminan diri sendiri memang berat. kita harus berpura pura dan bukan menjadi diri sendiri memang butuh perjuangan

    Reply

  8. Don’t judge book by the cover itu memang berlaku untuk isi dari tulisan ini. Keseringan dari kita hanya menilai orang dari luarnya, dari sudut pandang kita sendiri tanpa melihat sisi lain dari orang itu yang mungkin lebih luar biasa dari apa yang kita punya. Jadi berfikiran positif pada semua orang itu memang perlu untuk menghindari kita dari prasangka2 yang tak baik yang akan menjadikannya dosa pada diri kita. Terimakasih.

    Reply

  9. Posted by Hendro Tjeng on March 24, 2014 at 5:09 pm

    Sebagai duta besar seharusnya kita memanfaatkan itu semua untuk lebih membudayakan ciri khas dan kebudayaan masing-masing negara. Kita harus menjaga negara-negara kita dari segala masalah.

    Reply

  10. wah keren sekali perumpaannya, kita di dunia ini sebagai wakil dari sang Pencipta, kita sudah diberi kepercayaan untuk hidup maka kita tidak boleh menyia2kannya. kita harus bertindak baik karena kita merupakaan ciptaan dari Tuhan yang maha sempurna, maka kita harus meniru hal hal baik mengenai tuhan

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: