Catatan Harian

Mencatat adalah bagian dari pengharapan.

Tahun lalu waktu mengunjungi Tower Space Needle, Seatle USA,
di lobby atas ada coffee shop kecil. Suasana cukup ramai. Di bagian belakang agak atas ada sebuah tulisan slogan. Tulisannya menarik hatiku “Expectations should be written”. Mungkin akan lebih menarik kalau saya sedikit merubah dan saya terjemahkan kalau Harapan (Hope) harus ditulis dan pengertian lebih dalam menulis adalah harapan.Romo Vikjen Soebagyo, Pr. Pernah suatu sore beliau mengirim BBM ke saya, katanya : “Terus menulis, di sanalah pengharapan dicatat!” Saya sepintas tidak mengerti, tetapi di saat saya mengalami masalah di kantor saya suka membaca catatan harian saya, ternyata apa yang saya catat adalah pengharapan saya. Sebagai contoh catatan harian saya sebelum saya berangkat ke Melbourne. Ada beberapa catatan penting, tetapi ada yang saya khawatirkan terutama beberapa pekerjaan yang ada masalah. Setelah beberapa hari ternyata beberapa kekhawatiran saya menjadi kenyataan. Demi antisipasi kejadian itu saya sudah memberikan beberapa solusi. Saya sadar bahwa semua itu adalah pengharapan saya agar semuanya menjadi baik dan berhasil. Sebab, pengharapan yang ditulis dibaca juga oleh Tuhan. Alangkah baiknya kalau setiap doa yang kita panjatkan ditulis dan dibaca oleh orang yang kita doakan.
Mungkin tanpa sadar kita menulis di BBM baik group atau personal “selamat pagi”. Ini adalah doa dan pengharapan yang ditulis paling singkat tapi indah sekali. Kita mengharapkan pagi ini Anda selamat dan bahagia. Kalau orang Manado bilang pagi ngana bae jo. Kalau orang Timor bilang bo lele bo, tana Timor lele bo. Ini semua adalah doa. Mungkin karena generik jadi kita sudah lupa bahkan disingkat misalnya GBU, JBU, WUATB, GWS, GL, GBWU, TM apalagi dikasih simbol🙂 tapi banyak juga yang tanya apa itu GBU. Ada jokes bilang Gua Butuh Uang. Saya berharap semua doa ditulis jangan disingkat ya, karena berkat Tuhan juga nantinya disingkat, tulislah God Bless You (GBU) atau Tuhan Memberkati (TM) nah kan enak dibaca. Karena ini adalah DOA murni bukanlah salam biasa. Bayangkan saja ada yang menulis : BKYADS di BB
Apa itu : Bapa Kami Yang Ada di Dalam Surga ? Wadoooh. Kembalii ke catatan harian saya. Sebagian besar juga ditulis doa buat diriku sendiri. Kekhawatiran sering hinggap dalam diriku. Ini juga mungkin karena kesombonganku merasa serba bisa, orang lain tidak bisa, tapi jujur saja saya selalu meletakkan kekhawatiran saya dalam tulisan. Rasanya lebih plong karena kadang apa yang saya doakan belum 5 menit saya sudah lupa. Maklum saya ini sekarang sudah pikun (kata istriku aku sudah pikun bahkan agak budeg). Pengalaman saya menulis catatan harian tidak muluk-muluk, tapi penuh dengan corat-coret, saya sampai punya 5 buku catatan yang berbeda-beda fungsinya termasuk janji-janji yang paling aku takutkan kalau lupa, karena peribahasa bilang janji itu hutang. Saya rasa, kita semua punya catatan, ada yang ditulis atau ada yang hanya diingat, kalau bisa menggubah jadi lagu lebih cantik atau membuat puisi. Don’t stop writing ( ini juga pesan Mgr. Julius Kardinal D.). Ada sebuah lagu yang selalu kuingat, “Di doa ibuku namaku disebut”. Indah sekali dan sulit kulupakan, karena memang aku pernah mendengar namaku didoa ibuku bahkan berlutut disampingku. Saya senang sekali memberi doa dalam tulisan, tapi tadi pagi ada seorang sahabat mengeluh ke saya melalui BBM (ini boleh disingkat ya), kalau dia punya sahabat yang BC (Broadcast) ayat-ayat mulu, doa mulu, apa dia ga sadar kalau bikin orang repot membacanya. Saya tersungging sedikit juga nih, tapi saya bilang biarkan saja itu berkat buatmu dan dia jawab ╠╣Aº°˚=D˚ ╠╣Aº°˚:D˚ ╠╣Aº°˚<=-P. Semoga kita semua diberkati oleh Tuhan. Semakin banyak orang yang kita doakan, doa itu akan kembali berlipat ganda untuk kita. Salam dan doa (SDD) dari Melbourne, Australia.

Catatan : Tulisan ini saya tulis jam 2 pagi sebagai inspirasi hadiah buat sahabatku Suster Ludo, PBHK atas usahanya dan bantuannya buat pengungsi koban banjir. Semboyan UNHCR “One refugee without hope, is too much” (Adh)

3 responses to this post.

  1. Posted by cheri meirani on June 14, 2013 at 6:11 pm

    menulis pengalaman2 dan cerita hidup kita itu akan mengingatkan kembali kita ketika momen2 itu terjadi mungkin pas nulis skrg belum kelihatan tp pas udah 10 tahun kemudia pasti kita akan tersenyum kembali melihat tulisan2 kita yang penuh harapan

    Reply

  2. Posted by hudson on January 16, 2014 at 3:54 pm

    menulis catatan harian sangatlah penting dan memiliki banyak manffat. membuat kita tidak melupakan hal2 penting dan dapat mengingat kisah hidup kita. bhakan jika kita nantinya menjadi orang yang terkenal mungkin catatan kita akan di jadikan novel atau sebuah filem. maka itu ada baik nya membudidayakn kebiasaan ini. walaupun sudah semakin memudar tetapi belum terlambat untuk melakukan nya😀

    Reply

  3. Posted by Kevin Julian on March 24, 2014 at 9:59 am

    Menulis catatan harian mempunyai banyak manfaat, contohnya untuk mengabadikan suatu moment terindah yang tidak mau dilupakan dalam hidupnya. Disaat kita tua nanti kita dapat tertawa dan menceritakan kepada seluruh keluarga kita tentang masa lalu kita.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: