Sumbangan

Dengan memberi sumbangan, sama dengan Anda menerima berkat.

donateSuatu hari lampu jalan di depan rumahku mati, tunggu punya tunggu petugas PLN tidak juga datang, akhirnya saya putuskan membeli lampu 400 watt untuk ganti, tetapi setelah dipasang tidak beberapa lama putus lagi, terpaksa harus beli lagi. Setelah beberapa lama baru tukang listrik datang dan mengganti lampu beserta kabelnya, ternyata kabel rumah kami pun harus diganti semua karena standard terlalu kecil. Semua kabel diganti dan biayanya gratis. Lumayanlah.
Seminggu kemudian saya mengikuti acara di Gedung Indonesia Power, acara disponsori oleh PLN dan sekolah bisnis saya. Kebetulan Dirut PLN saat itu alumni dan masih adik kelas saya. Di acara puncak yaitu pemberian sumbangan beasiswa untuk beberapa mahasiswa berprestasi dan yang memberikan juga harus mantan atau alumni yg lulus berpredikat, di luar dugaan akhirnya jatuh pada pilihan kepada saya yang harus menyerahkan. Sambil menyerahkan sumbangan (yang sebagian besar dari PLN) saya memberikan sambutan buat bekal bagi para penerima beasiswa dan ditutup dengan pesan bahwa ingatlah selalu PLN supaya kelak kalau selesai sekolah bisa melamar di PLN pasti diterima, tapi pelayanan kelak harus di tingkatkan jangan seperti kejadian di rumah saya. Semua hadirin bertepuk tangan. Saya kembali ke tempat duduk dan disamping saya ada Dirut PLN. Dia menyalami saya terus berbisik bahwa nanti pulang ada hadiah khusus dari PLN buat saya (Lumayan sebuah fulpen Mont Blanc dan tas tangan Braun Bufel).
Memberi sumbangan bagi orang-orang tertentu sangat berat bahkan cenderung menolak. Di sisi lain ada orang yang bermurah hati selalu mau menyumbangkan sesuatu, baik materi maupun tenaga. Padahal kita mendidik anak cucu kita agar bermurah hati seperti Allah Bapa kita juga bermurah hati. Segala yang kita peroleh adalah cuma-cuma darinya, tetapi kita merasa semuanya adalah hasil kerja keras kita, sehingga semua menjadi hak kita, mau kasih sumbangan, bantuan adalah hak kita.
Saya sungguh terharu kalau bisa melihat orang-orang yang menerima sumbangan. Wajah mereka ceria penuh suka cita dan percayalah bahwa yang memberi sumbangan sudah mendapat berkat dan pahalanya, terlepas dia menyaksikan atau tidak.
Masih banyak orang yang merasa kalau memberikan sumbangan bantuan akan merugikan pihaknya, atau akan mengurangi penghasilannya. Saya rasa pendapat ini seratus persen benar, apalagi kalau keperluan kita masih banyak seperti rumah masih nyicil belum masa depan sekolah anak, dan belum ada tabungan. Sekali lagi pendapat ini benar dan tidak salah, tapi ada satu hal yang kita lupakan bahwa di bawah kesemuaannya ada kelebihan yang disampaikan kepada kita dan tidak bisa dibanding-bandingkan bahwasannya orang yang suka menyumbang pasti hidupnya penuh suka cita.
Ini tidak bisa ditawar-tawar bahkan sampai anak cucunya akan merasakan belas kasih dari Allah Bapa kita.
Tetapi, semuanya harus mulai dari pembelajaran, mungkin belum tiba saatnya, tetapi kita harus meletakkan langkah kita untuk secara bertahap dan perlahan-lahan berbuat sesuatu. Mulailah dari hal yang paling kecil, misalnya dalam rumah kita ada keluarga miskin, seperti pembantu rumah tangga kita, sedikit berbelas dengan berbagi, cukup membuat mereka senyum dan bahagia.
Setelah itu tiba saatnya kita lebih berbelas kasih kepada sesama kita, teman-teman kita dan saudara-saudara kita yang kurang beruntung. Tentu saja dengan syarat dan ketentuan-ketentuan menurut norma kemanusiaan dan dengan segala keterbatasan kita.
Semoga Tuhan mengajarkan kita bagaimana berbelas kasih, bermurah hati dan ringan tangan membantu sesama.
Cinta tetap Cinta, tapi Cinta akan lebih kalau kita berbagi.

4 responses to this post.

  1. Menurut Komentar Saya(Haryanto 11120229 2MAK2)

    Sumbangan itu suatu kelakuan yang sangat baik,bagi yang membutuhkan pertolongan ,kita dapat menyumbangkan nya,seperti fakir miskin yang kelaparan,kita dapat memberinya makanan dengan cukup ,orang yang sakit membutuhkan darah ,kita dapat menyumbangkannya,dengan cara mendonor darah kita untuk memberinya.

    Reply

  2. Guru kewraganegaraan sewaktu saya duduk di bangku SMA selalu berkata “Di dalam rezekimu, Tuhan telah menitipkan rezeki orang lain”. Memberikan sumbangan kepada orang lain adalah kewajiban bagi kita yang telah dianugerahkan rezeki oleh-Nya. Dan yang terpenting adalah memberi sumbangan dari segala bentuk kekurangan yang kita miliki lebih mulia dibangdingkan memberikan sumbangan dari kelebihan yang kita miliki.

    Reply

  3. Posted by stefano agung on May 25, 2013 at 7:49 am

    memberi sumbangan adalah hal yang menyenangkan,selain kita dapat berbagi kepada sesama,kita juga mendapatkan berkat untuk diri kita,saya sangat senang menyumbang kepada orang orang yang membutuhkan bantuan,bukan untuk merendahkan mereka akan tetapi saya menyumbang untuk mencoba sedikit membantu meringankan beban mereka.

    Reply

  4. sumbangan atau dana adalah sesuat yang kita salurkan guna untuk membantu sesama yang menbutuhkan, berdana hendaknya dilakukan secara tulus dari dalam hati nurani dan mempunyai manfaat yang sesuai untuk orang yang membutuhkan tetapi tidak harus memaksakan sesuatu yang sangat “wah”

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: