Mulai yang Tersulit

Bukan kesulitan yang membuat kita takut, melainkan ketakutan yang membuat kita sulit.

Sejak mulai sekolah dari TKK, SD, SMP dan SMA, kita semua diajarkan untuk mengerjakan soal ujian, pekerjaan rumah atau tugas apa saja mulai dari mudah. Kalau kita kerjakan yang sulit dulu, maka kita akan kehabisan waktu. Bahkan kita tidak selesai menyelesaikan tugas atau soal ujian. Saya sungguh beruntung karena sejak kecil sampai lulus sarjana dan pascasarjana tidak pernah mengalami kesulitan. Sampai akhir sekolah saya selalu mendapat nilai terbaik.
Kini, kalau kita kerjakan demikian maka justru kita akan kehabisan waktu. Justru kita terbalik. Dalam kehidupan kita harus prioritaskan menyelesaikan pekerjaan tersulit dahulu. Biarlah pekerjaan yang mudah diselesaikan kemudian saja! Padahal masing masing pekerjaan punya nilai. Mengapa harus ada skala prioritas untuk bekerja dan mengapa harus dipisah-pisah.
Mari saya mengajak sahabat semua memasuki sebuah rumah tangga yang mengalami masalah. Suami istri tiap hari bertengkar. Masalah apa saja diributkan. Anak-anak sudah jenuh dan tidak betah tinggal di rumah. Sang suami sangat egois. Sang istri terlalu mau mudah saja, terlalu gampang dan suka santai-santai dan bersenang-senang saja. Suatu hari puncak pertengkaran soal rumah tinggal yang akan dijual. Suami mau pindah ke rumah yang kecilan. Pertengkaran ini berakhir dengan keputusan bercerai! Kasus ini akan menjadi menarik kalau sahabat-sahabat bisa kirim sedikit pendapat! Karena mungkin pendapat Anda berguna buat sesama kita. Pendapat sahabat bukan untuk didebatkan melainkan untuk dihayati.
Saya pribadi ingin mengangkat kasus ini mulai dari yang tersulit. Komunikasi, ini sulit sekali dilakukan, baik oleh istri maupun suami. Pertama, mereka tidak melibatkan anak-anak atau orang luar (pihak ketiga). Kedua, buatlah rencana terjelek atas keputusan dengan segala resikonya. Ketiga, cobalah terus membuat persoalaan menjadi lebih rumit dengan memasukan masalah demi masalah (saya masih ingat ide Bob Sadino dengan teorinya Dynamic Equilibrium). Setelah itu baru kita mulai berbicara sebab-akibat. Di sini punya dua kemungkinan, yaitu suasana makin rumit dan masalah selesai dengan damai.
Saya pemain golf. Dalam pukulan putar menuju lubang ada istilah No pass No chance. Artinya sebagus apapun pukulan kita kalau tidak sampai artinya tidak akan berhasil masuk lobang. Sebaliknya kalau pukulan kita lewat lobang, sejelek apapun pukulan, kita masih punya chance atau kesempatan untuk masuk lobang atau lewat.
Kristus sendiri memulai dengan yang paling sulit untuk menyelamatkan umat manusia. Ia mati di kayu salib.
Kehidupan kita demikian juga. Jangan takut dengan kesulitan bahkan harus dahulukan. semuanya akan menjadi mudah. Semoga Tuhan menjadikan kita berani menghadapi segala kesulitan dan menjadikan baik dalam hidup kita.

56 thoughts on “Mulai yang Tersulit

  1. Novi Andryani

    Dalam kasus rumah tangga yang mengalami masalah, sebenarnya masalahnya hanyalah komunikasi dan kurangnya rasa kasih, damai, toleransi dan pengertian. Bila terjalinnya komunikasi antara suami istri, maka masalah apapun akan dapat terselesaikan dengan baik,jangan menjadi pribadi yang egois, sebab egois dapat menghancurkan hubungan yang sebelumnya baik. setiap ada masalah, cobalah selesaikan dengan kepala dingin dan menerima pendapat orang lain. Dalam rumah tangga, janganlah selesaikan masalah dengan cara bercerai, sebab itu bukan jalan yang terbaik. Tuhan pun tidak suka dengan cara tersebut. Selesaikan masalah tersebut, meskipun sesulit apapun, bila kita berlindung di bawah Tuhan, maka akan terselesaikan dengan baik.

    Reply
  2. richardagustian

    menurut saya dalam kasus ini suami terlalu egois dan istri nya hanya santai” saja. kedua nya salaing tidak mau mengalah satu sama lain. musti nya suami istri jgan bertengkar di depan anak- anak mereka karena bisa membuat si anak menjadi membenci kedua org tua mereka yang tidak bisa akur satu sama lain.
    sebenarnya selain percerain itu bisa di hindari, suami istri harus berbicara baik” tidak dengan cara emosi. dan mereka harus berbicara jgan di depan anak/’ nya. karena mereka tidak suka kedua org tua nya bertengkar.

    Reply
  3. mei lina

    Sebagai kepala rumah tangga seharusnya sang suami harus bisa berfikir dewasa. Dan sang istri harus sabar menghadapi sang suami. Makanya sebelum menikah kita harus benar-benar yakin bahawa dialah pasangan hidup saya. Dengan seiman hubungan kita dengan pasangan kita akan menjadi lebih baik. Dan hubungan komunikasi harus menjadi no satu yang harus dilakukan dalam berumah tangga. Dalam hubungan rumah tangga bukan 2 melainkan 1. Jadi harus ada yang berkorban demi kebaikan kedua belah pihak (tapi berkorban dalam hal positif). Sehingga tidak ada permasalahn dalam rumah tangga.

    Reply
  4. Lianeu Suci Francizca

    saya setuju jika dibilang komunikasi menjadi masalah tersulit. jika suami-istri itu memiliki komunikasi yang baik, saya yakin masalah akan jauh lebih mudah diselesaikan. mereka tidak harus sampai bercerai, karena apa yang disatukan oleh Tuhan, tidak boleh dipisahkan oleh manusia. dalam hukum gereja pun dilarang untuk bercerai. jika kita punya masalah, cobalah diskusikan masalah ini dengan kepala dingin. dan jangan lupa berdoa. minta bantuan Tuhan untuk mengambil keputusan terbaik. dan coba cari saran dari beberapa orang terdekat

    Reply
  5. olyvia Angdreas

    dalam kasus masalah tumah tangga sebenarnya yang paling di rugikan adalah anak-anak
    orang dewasa yang egois dan tidak memikirkan nasip anak nya memutuskan hal dengan emosi semata.
    padahal sebenar nya masih bisa di selesaikan dengan baik. Dengan komunika yang lebih baik maka tidak akan ada yang di rugikan

    Reply
  6. Desmonda lienardi

    saya yakin setiap orang pasti ada hal-hal yang tersulit. komunikasi salah satunya kadang untuk berkomunikasi bagi orang itu juga adalah hal yang tersulit. seperti contoh di atas sepasang suami isteri, jika disuatu rumah tangga tidak komunikasi yang baik maka suatu rumah tangga itu akan hancur berantakan juga seperti karena gak ada komunikasi di rumah tangga maka sering terjadi kekerasan, sehingga hubunga mereka dengan anak merang jadi tidak dekat. padahal ini semua bisa diselesaikan dengan baik-baik. jadi kita harus bisa mengatasi hal-hal yang sulit terlebih dahulu. jika kita gagal mengatasi hal-hal yang sulit, kita masih ada kesempatan untuk mengatasinya lagi seperti kristus yang juga melakukan hal yang sulit yaitu dengan menyelamatkan umat manusia. jika kita menghadapi hal-hal yang sulit mintalah dan berdoa pada Tuhan supaya membantu mengatasi hal-hal yang sulit.

    Reply
  7. Felisia

    Saya juga setuju kalau kita harus mulai dari yang tersulit dulu. Jika kita kita mengerjakan yang mudah dulu, kita akan terlena dengan menganggap suatu hal mudah, sehingga saat kita dihadapkan dengan hal yang lebih sedikit saja, kita merasa itu sulit. Ketakutan itulah yang membuat kita dalam kesulitan. Tetapi, perkataan ini memang tidak mudah dilakukan karena hidup tak segampang yang kita kira. Ini pun dialami oleh rumah tangga tersebut. Mereka tidak memikirkan jalan kehidupan yang akan lebih sulit jika mereka bercerai. Dengan bercerai, mereka berpikir permasalahan di pertengkaran mereka akan selesai. Tapi, itulah yang membawa kesulitan baru. Mereka lebih baik memulai dari hal tersulit dulu mengenai komunikasi mereka yang buruk, masa depan anak mereka, mereka tidak dapat langsung mengambil kesimpulan tanpa bertanya kepada anak mereka. Setelah itu selesai baru pikirknlah hal yang mudah. Menurut saya, itulah jalan terbaik.

    Reply
  8. linda

    saya sangat setuju dengan artikel di atas bahwa kita sebaik nya menyelesaikan masalah yang sulit terlebih dahulu baru lah yang mudah. Karena masalah-masalah yang mudah juga akan terselesaikan bila kita mampu menyelesaikan masalah yang sulit. Oleh karena itu, kita jangan takut menghadapi masalah yang sulit karena ketakutan yang membuat kita tidak mampu untuk menyelesaikan masalah tersebut.

    Reply
  9. liayanti

    saya sangat setuju bahwa mulai yang tersulit adalah menjalankan rumah tangga karena jika dalam rumah tangga tersebut mengalami masalah maka yang terlibat bukan hanya suami dan istri tetapi juga anak anaknya,namun masalah nya terdapat pada kesalahan komunikasi antara si suami dan istri jadi menurut saya hal yang tersulit adalah masalah rumah tangga.apapun kesulitan yang terjadi kita harus tetap berlindung sama tuhan.

    Reply
  10. officialmevina

    saya pernah membaca kisah tentang mother theresia, dia juga berkata untuk selalu melakukan yg tersulit di hidup ini. Saya justru berpikir kenapa ada orang yg begitu sabar dan mau menyiksa diri dengan kesulitan kesulitan dimana terdapat banyak kemudahan. Namun setelah itu saya tau ternyata hal itu dapat menebalkan mental dan mempunyai nilai nilai tersendiri

    Reply
  11. cynthia aileen

    Dalam pengaplikasian soal pelajaran mungkin benar menyelesaikan hal yang lebih mudah dulu baru yang sulit agar tidak membuang – buang waktu. Tapi dalam pengaplikasian di rumah tangga akan sangat bertolak belakang. Kita harus menyelesaikan soal tersulit dahulu , yaitu komunikasi. Komunikasi memegang peranan penting dalam kehidupan berumah tangga. Komunikasi tidak akan berjalan lancar karena kita lebih mementingkan ego kita , tidak mau mendengarkan orang lain, apalagi keduanya tidak ada yang mau mengalah. Jika hal tersuit ini belum bisa terselesaikan, bagaimana mau menyelesaikan hal yang lain ? Tanpa adanya komunikasi, hal yang semudah apapun takkan terselesaikan. Masalah ini tidak boleh ditunda-tunda, karena akan ada pihak yang terkena dampaknya, yaitu anak – anak. Komunikasi yang buruk dapat diselesaikan dengan adanya saling pengertian, menekan ego kita masing – masing dan mencari solusi yang terbaik untuk kedepannya

    Reply
  12. evielsianah

    kesulitan dan kemudahan 2 hal yang mempunyai arti yang berbeda. kesulitan yang membuat pikiran orang menjadi banyak rangkaian beban. memang benar kita sebaiknya harus memulai yang tersulit karena kita agar lebih terkonsentrasi. adapepatah mengaakan bersusah-susah dahulu bersenang kemudian. menyelesaikan masalah yang lebih berat itu harus diutamakan karena agar tidak banyak konflik yang berdatangan. dan masalah sebaiknya diselesaikan dengan pemikiran yang lebih tenang agar masalah tersebut tidak semakin membesar. etika masalah yang besar terselesaikan lalu kita selesaikan masalah yang kecil dengan pelan-pelan menyelesaikannya. ketika di dalam rumah tangga kita sebaiknya harus ada yang mengalah 1 sama lain, agar terhindar adanya konflik. suami istri dalam sebuah keluarga harus mempunyai pemikiran yang dewasa, tidak egois dan saling mengerti hal-hal tersebut akan membuat hubungan keluarga akan lebih harmonis

    Reply
  13. Melyana

    Menuntaskan hal yang kecil dulu menurut saya sah-sah saja di lihat dari situasi tersebut bila masalah besar akan berakibat pada masalah-masalah kecil apa gunanya menyelesaikan masalah kecil terlebih dahulu. Menyelesaikan masalah dengan masalah mungkin bisa membuat masalah itu selesai atau mungkin bisa membuat masalah besar menjadi lebih besar lagi. Hanya dua pilihan tersebut tetapi mencoba menyelesaikan masalah akan lebih baik daripada diam dan membuat masalah lebih besar!

    Reply
  14. susanti_9411

    mulai yang tersulit.. saya sangat menyukai artikel ini kadang kita jika melihat suatu kesulitan menjadi takut untuk mencoba membuat kita menyerah sebelum berperang tetapi sebenarnya jika kita bisa melihat di balik kesulitan ada sebuah peluang besar maka segala sesuatu yang kita pikir sulit pun akan menjadi mudah.

    Reply
  15. vicaris8997

    Sebenarnya di dalam kehidupan kita ini , komunikasi merupakan salah satu masalah yang paling kita sering temukan dimana-mana.Di dalam rumah tangga , komunikasi merupakan salah satu faktor dalam mempertahankan keutuhan keluarga.Sebenarnya , tidak hanya dalam rumah tangga yang membutuhkan komunikasi , akan tetapi setiap hubungan antar teman pun juga sangat membutuhkan.

    Reply
  16. Renaldi Noerdjaja

    segala sesuatu tentunya perlu perlakuan khusus, dimana biasanya dilakukan hal yang mudah nya dahulu. namun menurut saya kita perlu mengerjakan yang sulit dahulu, sebab peribahasa “berakit2 kehulu berenang2 ke tepian, bersakit2 dahulu bersenang2 kemudian” sejatinya adalah benar , awalnya kita harus merasakan sakitnya dan pada akhirnya akan berbuah manis pula 🙂
    dalam kasus rumah tangga di atas, menurut saya hanyalah kurang pengertian dan komunikasi antara suami dan istri. mereka tidak mau mengayuh bahtera rumah tangga bersama2 , masing2 lebih mementingkan egonya ..
    butuh komunikasi yang baik dalam rumah tangga 🙂

    Reply
  17. Raisa Tamara Himawan

    Mengalami kesulitan dapat memberikan sugesti tersendiri bagi kita, kesulitan yang kita alami dapat menuntun kita untuk mencapai tujuan. Kita dapat belajar dari kesulitan yang kita alami, dan menelusuri mengapa kesulitan muncul. dengan menyadari kesulitan yang menghadang kita dapat mengetahui kekurangan kita dan kita akan berusaha mencari jalan keluar. Terbiasa menghadapi kesulitan melatih kita untuk menjadi pribadi yang tegar dan teguh dalam menghadapi tantangan yang lebih besar dikedepan hari.

    Reply
  18. agnesvinansia23

    “Bukan kesulitan yang membuat kita takut, melainkan ketakutan yang membuat kita sulit.” itu adalah hal yang fakta yang setiap orang alami disetiap hari-hari’a disaat melakukan aktifitas. melakukan segala hal dimulai dari yang tersulit sampai yang termudah baru mendapatkan hasil yang maksimal dan baik .. terkadang orang ingin melakukan dari yang termudah hingga yang tersulit justru itu akan membuat’a terbiasa dengan hal yang mudah dan hal yang sulit akan mudah dilupakan . maka dari itu jangan mudah menyerah jika mndapatkan hal sesulit apapun , karena dari hal yang sulit, nanti dikemudian hari akan mendapatkan hal yang mudah dari kesulitan tersebut.

    Reply
  19. willy chrisanto

    saya setuju banget dengan artikel yang ada di atas, sebenarnya kita bisa melakukan sesuatu yang terbaik, gak tahu kenapa pas kita ragu-ragu tiba-tiba muncullah rasa ketidakmampuan/kesulitan untuk melakukannya, jadi selama kita merasa sendiri itu bisa jangan ragu-ragu mikirin yang ga berguna buat kita, karena ragu-ragu itu bisa mambuat kita sebelum membuat uda mulai merasa susah.

    Reply
  20. Darwin Wijaya

    saat kita memulai yang tersulit sudah dapat di pastikan kita akan dapat mengerjakan yang mudah dengan cepat.
    dalam kasus rumah tangga di atas, kedua individu memiliki karakter yang buruk dan anak2 yang terkena dampaknya. seharusnya mereka sadar bahwa anak2 bukan untuk dikorbankan tapi untuk mereka rawat menjadi seorang manusia yang berguna, karena kalau merek sudah tua dan pensiun pastinya yang mengurus mereka berdua adalah anak2 mereka sendiri. bila mereka menyadari hal ini maka mereka akan bisa mengendalikan sifat buruk yang mereka miliki.

    Reply
  21. lina

    Pada umumnya setiap kita akan menyelesaikan masalah kita dari yang termudah lebih dahulu,tetapi sering juga hal yang mudah kita anggap sebagai hal yang sulit untuk dilakukan.seperti hubungan kita di lingkungan keluarga kita apakah komunikasi antara anggota keluarga berjalan sebagai semestinya atau tidak kita dan keluarga kita masing-masing lah yang mengetahuinya,padahal komunikasi sangatlah penting untuk mengungkapkan hal-hal atau masalah yang sedang kita hadapi dan mencari solusi bagi masalah tersebut

    Reply
  22. Michelle Elizabeth Jocom

    Karena dalam ujian kita mencari nilai, jika kita mengerjakan yang soal yang sulit duluan maka kita akan kehabisan waktu. Tapi dalam kehidupan, kita tidak menganggap pekerjaan yang sulit itu adalah prioritas utama dan pekerjaan yang gampang bisa dilakukan kapan saja.
    Dalam kasus suami-istri diatas, saya rasa ada baiknya jika mereka membicarakannya secara baik-baik. Mereka juga harus memikirkan anak-anaknya.

    Reply
  23. chara kitti

    tanpa ksulitan mengerjakan sesuatu kita tidak mengerti sesuatu tapi bila disertai rasa takut itu yang membuat kita makin tidak mengerti sesuatu. sehinggga terrasa sesuatu masalah tidak akan terseleasaikan dengan mudah.

    Reply
  24. Mega Aprilia

    Karna dari kecil, kita sudah di biasakan untuk menyelesaikan masalah dari yang kecil dulu, di saat sudah dewasa terkadang kita juga lebih memilih masala kecil atau sepele untuk di selesaikan. Sehingga sering kali kita menganggap masalah besar sebagai masalah sepele.

    Saat sudah dewasa, seharusnya masalah besar yang di selesaikan dulu. Karna dengan begitu melatih kedewasaan diri kita. Semakin besar masalah yang kita hadapi dan kita dapat menyelesaikannya, itu membuat kita semakin kuat sebagai pribadi manusia. Karena kalau hanya masalah sepele atau kecil yang kita pilih untuk di selesaikan terlebih dahulu, itu akan membuat kita menjadi pribadi yang seperti anak-anak.

    Saya setuju dengan kutipan dari artikel di atas, bukan kesulitan yang membuat kita takut melainkan ketakutan yang membuat kita sulit. Karna kita sudah terbiasa dengan masalah kecil, di saat kita menghadapi masalah besar, kita akan merasa ketakutan tidak dapat menyelesaikannya.

    Reply
  25. yohanesxgunawan

    terkadang memang permasalahan itu sulit namun sebenarnya tidak..karena kita menganggap permasalahan itu sulit maka itu sulit…tetapi karena kita memiliki Tuhan semua masalah kita menjadi lebih mudah…Selalu belajar mengandalkan Tuhan selalu

    Reply
  26. hendry8940

    Saya setuju sekali dengan artikel ini. Guru saya di SMK pernah berkata “Mereka yang memilih yang sulit adalah yang berhasil”. Dalam kehidupan saya, saya juga memilih yang tersulit dulu untuk diselesaikan, agar nanti saya bisa bersantai. Namun kita harus malihat kondisi juga, apabila ada hal yang mudah yang bisa didahulukan, tidak ada salahnya kita mengerjakan yang mudah dahulu.

    Reply
  27. vicky chandra

    banyak sebagian orang menganggap masalah adalah sesuatu hal yang sulit untuk di selesaikan,akan tetapi permasalahan tersebut dikatakan sulit apabila seseorang itu tidak pernah berani dalam menghadapi suatu masalah.,masalah itu tidak lah sulit jika kita berani menghadapi masalah itu dengan penuh keyakinan.

    Reply
  28. Verdy Saputra

    Sebelum kita melalui proses kesulitan yang tinggi, kita melalui perkara-perkara yang kecil dahulu baru masuk ke perkara yang besar.
    jangan terlalu menyepelekan perkara kecil, karena ingin menyelesaikan perkara besar dahulu. Karena perkara yang kecil sedikit demi sedikit akan bertumpuk menjadi banyak dan menjadi besar jika diabaikan, saat ingin menyelesaikan perkara yang besar.

    Sebelum rumah tangga itu hancur mungkin ada masalah kecil yang ditinggalkan atau diabaikan dan saat itu masalah-masalah yang menumpuk dan ditambah masalah yang sedikit lebih berat, membuat masalah yang kecil-kecil itu jadi terangkat kembali karena belum diselesaikan secara baik-baik, ketika masalah sedikit lebih berat itu muncul menyebabkan konflik yang berkesinambungan jika ada langkah yang terpeleset sedikit saja, mungkin disebabkan karena kurangnya pengertian antara kedua belah pihak.

    Reply
  29. Steward

    Sebaiknya kita menyelesaikan masalah besar dan kecil secara bersamaan, caranya adalah kita mencicil pekerjaan yang besar sembari mengerjakan pekerjaan yang kecil satu per satu. Seperti saat ada tugas paper dari dosen dan tugas akuntansi. Jika mendapatkan tugas seperti itu, saya akan mengerjakan paper dengan cara mencicil, sembari mengerjakan tugas akuntansi. Hal yang besar lama kelamaan akan menjadi kecil juga jika kita kerjaan sedikit demi sedikit. Mungkin beberapa hari kemudian tugas paper tinggal finalnya dan tugas akuntansi sudah selesai. Kita juga tidak boleh mengeluh jika mendapatkan tugas yang berat, karena tugas yang berat / besar juga memiliki makna dan arti yang besar. Lakukanlah segala sesuatu dengan santai namun secara terus menerus, kita tidak akan menyadari bahwa tugas kita akan semakin sedikit setiap hari jika terus mencicil.

    Reply
  30. Julio Hansen

    Ketika dihadapkan oleh hal yang sulit, kebanyakan manusia merasa takut untuk berbuat. Ketakutan hanyalah sebuah penghalang bagi kita untuk melanjutkan kegiatan kita. Jadi, setiap insan manusia perlu melatih diri untuk melawan rasa takutnya sendiri.

    Reply
  31. cathchand

    ” kerjakan soal yang kamu anggap lebih mudah terlebih dahulu ” kata itu selalu tercantum disetiap lembar soal ujian mulai dari TK – sekarang kuliah
    terkadang manusia sering menganggap sesuatu yang sulit lebih baik dikerjakan belakangan.
    harusnya mereka menyadari jika kita memulai dari yang tersulit, itu akan membantu kita untuk menyelesaikan segala sesuatunya yang lebih mudah

    Reply
  32. julyandri

    Kita hendaknya melakukan sesuatu mulai dari yang tersulit dahulu dan ketika masa tersulit sudah dilewati maka kita akan dimudahkan untuk mengatasi permasalahan berikutnya.Dan jangan lupa untuk meminta bantuan kepada Tuhan agar diberi kekuatan dan keberanian untuk menghadapi kesulitan yang kita alami

    Reply
  33. Aan kurniawan

    ketika kita merasa takut mengerjakan sesuatu,hal itu akan terasa amat sulit buat di kerjakan..kita harus mencontoh para petinju,mereka tanpa takut buat maju bertanding,karena mereka udah di latih buat tidak takut pada lawan sekuat apa pun..

    Reply
  34. cremonaliadylova

    Saya setuju artikel ini. jangan takut akan kesulitan jika belum dilaksanakan. Kita harus memulai dari awal atau memulai dari sesuatu yang sulit agar ke depannya ringan dan mudah. Jika kita memulai dari yang mudah, ke depan akan terasa sulit untuk menghadapinya. Sesuatu dimulai dari nol dalam mencapai suatu keberhasilan

    Reply
  35. Dewi Jayanti

    Menurut saya, Saya mempunyai 2 pendapat yang berbeda :
    1. Saat anda dalam Posisi Ujian: Anda akan mengerjakan soal termudah terlebih dahulu, agar waktu yang diberikan tidak terbuang sia-sia begitu saja.
    2. Untuk menghadapi suatu masalah yang besar, anda harus bisa melewati masalah yang kecil. Namun Masalah yang kecil saja anda tidak bisa selesaikan, bagaimana dengan masalah anda yang lebih besar lagi ?
    Suatu kesulitan harus anda kerjakan dengan tekad yang kuat dan dengan prinsip yang teguh. kesulitan membantu anda untuk membentuk kepribadian jati diri seseorang.
    Kesulitan tergantung dari cara pandang orang tersebut, Dan bagaimana cara anda menghadapinya? 🙂

    Reply
  36. lisda

    semua pekerjaan akan terasa sulit bila kita pikirkan pertamanya itu adalah SULIT !! seperti yang di ceritakan di atas,,tiap – tiap pekrajaan itu mempunyai nilai nya masing – masing. kita di utamakan untuk mengerjakan yang sulit terlebih dahulu agar kita mau berusaha dan terus berjuang mencari jalan keluar. teman saya sering berkata “Ujian di sekolah tidak seberat dan sesulit saat menghadapi ujian hidup !”
    kialau dilihat dari artikel di atas,,suami istri disini sama-sama egois menurut saya. karna tidak bisa mempertahankan dan tetap terus bersama saat cobaan menghampirinya. terlebih sang istri yang hanya ingin mengambil jalan yang simple saja dan tidak mau pusing. sang istri tidak bisa membawa suasana di rumah itu menjadi hangat kembali dan meredam amarah sang suami nya.

    Reply
  37. dewina sari

    dalam kasus rumah tangga ini yang paling dirugikan adalah anak-anak mereka, karena keduaa orang tuanya mempunyai masalah sehingga anak-anak di telantarkan itu adalah salah satu faktor yang membuat anak itu menjadi mencoba kepergaulan bebas. sebaiknya apabila ada masalah sebaiknya orang tua nya berbicara baik-baik dan tidak melibatkan anak nya kedalam masalah tersebut.

    Reply
  38. chelmizjel

    dalam kasus ini saya lihat suami dan istri sangat egois atau keras kepala,tidak ada yang mau mengalah,sehingga masalahnya sampai berujung dengan berpisah dan ini juga akan mengganggu jiwa anaknya.

    Reply
  39. chelmizjel

    seharusnya dalam rumah tangga ini menyelesaikan masalah dengan kepala dingin dan mendengarkan alasan dalam masalahnya,dan mencari jalan keluar agar masalah itu selesai dengan baik. Berpisah itu bukan hal yang baik dan kebanyakan orang menganggap cerai itu hal yang biasa tapi menurut saya cerai itu hal yang sangat tidak wajar dan juga perceraian itu adalah hal yang dosa dalam agama apapun.

    Reply
  40. erwinwiryanto18

    saya setuju dengan artikel ini apalagi dengan kata katanya “bukan kesulitan yang membuat kita takut, melainkan kekuatan yang membuat kita sulit’ apabila kita selalu memiliki rasa takut dalam melakukan sesuatu maka kita tidak akan berhasil. apabila kita melakukan dengan gagah berani maka langkah kita untuk menuju keberhasilan akan jauh lebih muda.

    Reply
  41. patricia tangkumahat

    jangan pernah takut memulai sesuatu yang sulit, jangan pernah takut untuk melewati sesuatu yang sulit. kalau kita terus di hantui rasa takut, kapan kita akan maju, nggak mungkin kalau kita hanya terus-terus berdiam dan tidak ada perkembangan

    Reply
  42. erika sufito

    saya setuju dengan kata di artikel , ketakutan lah yang membuat kita sulit untuk melakukan sesuatu , jika ketakutan itu tidak ada atau tidak muncul maka mudah bagi kita untuk melakukan sesuatu tanpa kesulitan . dalam firman TUHAN dikatakan ” jika kita setia dalam perkara besar maka kita akan lebih setia pada perkara kecil” jika kita bisa menyelesaikan masalah yang tersulit maka akan lebih mudah untuk menyelesaikan masalah yang lebih ringan” .

    Reply
  43. chelmizjel

    sesulit apapun jika kita lakukan dengan benar, bersyukur, tidak bersungut sungut, dan tanpa ada ketakutan, akan terasa lebih ringan

    Reply
  44. Eliriani

    Saya sangat setuju dengan artikel di atas karena dalam menyelesaikan tugas atau masalah di mulai dari yang mudah dahulu. kita semua pernah diajarkan untuk mengerjakan soal ujian, pekerjaan rumah atau tugas apa saja mulai dari mudah. Kalau kita kerjakan yang sulit dulu, maka kita akan kehabisan waktu. Bahkan kita tidak selesai menyelesaikan tugas atau soal ujian. Tetapi setelah kita selesai dari studi maka kita harus merubah pola pikir yang dahulu pernah tersimpan di dalam penak kita yaitu menyelesaikan yang mudah dahulu., tetapi sekarang mari kita ubah pola pikir yang dewasa yaitu menyelesaikan masalah dari yang tersulit. Dan masalah keluarga pun harus di selesaikan di mulai dari yang tersulit. Dalam sebuah keluarga harus ada terjalinnya komunikasi antara suami istri dan anak, maka masalah apapun akan dapat terselesaikan dengan baik,jangan menjadi pribadi yang egois, sebab egois dapat menghancurkan hubungan yang sebelumnya baik- baik saja malah menjadi masalah. setiap ada masalah, mulailah selesaikan dengan kepala dingin dan
    menerima pendapat orang lain (istri,suami,anak). Dahulu Yesus Kristus sendiri memulai dengan yang paling sulit untuk menyelamatkan umat manusia. Ia rela mati di kayu salib untuk menebus Dosa manusia. Janganlah kita takut dengan kesulitan bahkan harus kita dahulukan. semuanya akan menjadi mudah bila bersama Tuhan maka semua masalah akan selesai berkat bantuan tangan Tuhan.

    Reply
  45. Nathania Sumardi

    Saya pribadi ingin mengangkat kasus ini mulai dari yang tersulit. Komunikasi, ini sulit sekali dilakukan, baik oleh istri maupun suami. Pertama, mereka tidak melibatkan anak-anak atau orang luar (pihak ketiga). Kedua, buatlah rencana terjelek atas keputusan dengan segala resikonya. Ketiga, cobalah terus membuat persoalaan menjadi lebih rumit dengan memasukan masalah demi masalah (saya masih ingat ide Bob Sadino dengan teorinya Dynamic Equilibrium). Setelah itu baru kita mulai berbicara sebab-akibat

    Reply
  46. rosseinty

    untuk mencapai suatu tujuan yang kita inginkan kita akan memulainya dari yang tersulit terlebih dahulu sebelum kita mencapai kemudahan untuk mencapai hal yang kita ingikan. seperti pepatah bersakit sakit dahulu, bersenang – senang kemudian.

    Reply
  47. serrasepti

    segala apapun akan dimulai dari yang tersulit agar kita bisa berusaha untuk mencapai tujuan yang kita inginkan sebelum menemukan kemudahan untuk mendapatkan apa yang di inginkan

    Reply
  48. Dessy Kristanti

    setiap orang pasti pernah menghadapi masa2 sulit dalam hidupnya, bagi mereka yang mengerti, sesungguhnya masalah yang mereka hadapi itu adalah bagian dari rencana Tuhan yang indah, percayalah Dia punya rencana dan rancangan yang indah untuk setiap umatnya yangsetia dan percaya sungguh2 padaNya

    Reply
  49. Theresia

    setiap orang itu pasti akan menghadapi suatu masalah setiap harinya mau masalah kecil ataupun besar itu akan pasti kita hadapi. mulailah kita belajar menyalesaikan masalah dar yang kecil-kecil terlebih dahulu karena masalah besar itu muncul bila masalah besar kecl itu tidak dapat di selesaikan dengan tuntas. jadi bila kita terus dapat masalah itu akan membuat kita semakin dewasa.

    Reply
  50. putri indrayana

    pernikahan merupakan 2 insan yang disatukan dalam ikatan ..

    menikah dengan orang yang kita cintai , tapi kita lupa mencintai orang yang kita nikahi

    setiap manusia memiliki ego untuk mewujudkan apa yang ia inginkan ,
    jika setiap insan bersungguh-sungguh dalam sebuah ikatan pasti mereka mampu menekan ego mereka demi orang yang mereka cintai

    melakukan apa yang menurut kita mudah terkadang membuat kegagalan yang kita rencanakan , karna kita akan meremehkan hal tersebut.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s