Kita Diutus


Ketika Tuhan berkata pergi dan kita diutus  bagaimana kita bisa mengatakan TIDAK?  “Kita  akan menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang telah Anda lihat dan dengar” (Kej 22:15). Tuhan, bantulah dan tolonglah  aku untuk melihat nasib tragis jiwa-jiwa yang memerlukan pertolongan, setiap insan yang rindu akan Tuhan, dan saudara yang sedang mengalami duka-cita.

Tuhan tolonglah saya untuk mencintai, untuk mau berdoa dan mau pergi untuk mereka, membantu meringankan beban berat yang mereka pikul (Kis 1 : 12).

Kemampuan aku tak punya, kekuatan tidaklah ada padaku, tetapi kekuatan doa dan pengharapanku mendampingi selalu.

One response to this post.

  1. Posted by martinus on May 21, 2013 at 8:31 pm

    Sangat setujuh banget dengan artikel di atas kita sebagai orang yang percaya mempunyai tanggung jawab sebagai utusan Tuhan karna masih banyak di dunia ini orang yang belum mengenal kasih karunia Tuhan. Belajar mau menjadi utusan Tuhan untuk menjadi utusan Tuhan supaya seluruh bangsa-bangsa melihat kasih karunia Tuhan kita dan mejadi percaya. Ingat biarpun kita ga hebat dalam berbicara asalkan kita mempunyai hati sebagai utusan kita akjan di sertai Tuhan sampai selamanya dan Tuhan akan selalu ada buat kita dimana pun kita berada.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: