Oleh : Adharta
Ketua Umum
KRIS
Jakarta
28 September 2024
Angin bisa berlalu
Awan bisa kelabu
Hujan bisa turun
Laut bisa berombak
Semua akan berlalu dan
Indonesia akan bangkit dan sehat
Udara cukup panas di desa Ifana Fafinesu 180 KM di utara kupang, 60 menit dari Kota Kefamenanu. Kami 12 Orang dan 20 tim Patwal membawa makanan, goodie bag berisi Kellogs, vitamin, sabun, pasta gigi, makanan PMT, dan nasi box buat lunch.
Begitu tiba saya dan Istri, Bapak PJ Bupati Eusabius dan Istri, dan beserta semua tim mendapat sambutan sangat hangat dengan pengalungan selendang tenun khas Timor, disambut dengan tarian daerah TTU yang sangat indah. Diiringi alunan musik yang sangat merdu.
Hari ini Sabtu 28 September 2024 bertepatan dengan hari Ulang Tahun KRIS ke 4 hadiahnya begitu indah. Sambutan dari panitia Ifana Fafinesu dalam bahasa daerah yang tidak aku mengerti, tetapi secara naluri aku merasakan ungkapan terima kasih yang sangat hangat dan mesra
Bunyi Gong 5 kali di pukul oleh PJ Bupati Bapak Eusabius tanda peluncuran program PPSA (Percepatan Penanganan Stunting Anak) untuk Kabupaten TTU di Puskesmas Tamis dan Puskesmas Wini yang membawahi 11 Desa. Jumlah anak Stunting yang di tangani ada 350 anak, mereka semua akan mendapat bantuan penanganan medis, Pemberian Makanan Tambahan (PMT), penambahan vitamin, dan juga obat-obatan yang di perlukan sampai pendampingan oleh lebih dari 100 orang Kader yang dengan sepenuh hati akan mengawal merawat anak anak tersebut
KRIS berjalan sudah 1640 hari melalui jalan sempit dan liku-liku tebing curam bahkan lembah yang penuh kegelapan selama pandemi Covid-19, namun waktu membuktikan bahwa Indonesia dibawah perlindungan Tuhan bisa melewati masa masa sulit walau korban lebih dati 160.000 jiwa harus berkorban
Kini kita ada disini dan ingin berbakti bagi Nusa dan Bangsa. Masalah PPSA bukan lagi tanggung jawab Pemerintah atau badan instansi tertentu tetapi sudah menjadi tanggung jawab setiap insan di bawah bendera merah putih, apabila kita warga Negara Indonesia maka kita wajib bertanggung jawab terhadap pertumbuhan anak Indonesia. Jika mereka gagal tumbuh maka itu bagian dari kegagalan tanggung jawab kita
Acara di TTU cukup padat tetapi masih tetap menggores sebuah kisah dalam hatiku walau PPSA ini hanya merupakan Pilot Project atau Project percontohan tapi sudah menjadi representasi bahwa prevelensi Stunting Anak di Indonesia masih sangat tinggi bahkan diatas ambang batas yang di tentukan oleh Badan Kesehatan Dunia WHO.
Dalam studi Tim KRIS biaya penanganan pun tidak kecil, estimasi IDR 15.000/anak untuk PMT belum obat-obatan, dan vitamin, dan juga biaya para petugas Nakes dan Kader.
Pada hari yang berbahagia ini saya ingin mengajak anda yang membaca tulisan ini dan tergeral hatinya membantu KRIS. Sehingga bola salju yang kita gulirkan akan membesar sampai ke seluruh wilayah di Indonesia. Bagi anda yang tidak bisa membantu baik tenaga pikiran dan materi, anda bisa membantu meneruskan atau viralkan tulisan saya ini. Itu saja sudah merupakan sebuah bantuan yang luar biasa
Saya memberikan apresiasi khusus kepada semua tim yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung. Anda semua sudah menjadi pahlawan bangsa tanpa tanda jasa, hanya Tuhan saja yang bisa membalas segala kebaikan anda yang di catat dalam tinta emas dari hati ke hati sampai anak cucu kita yang akan membaca dengan mata hati
Mari menuju Indonesia emas 2045 tanpa ada beban Anak Stunting
Salam dalam Doa
M E R D E K A
Dari Stunting Anak
Mari bersama KRIS dan dunia akan mendengarkan kita
Adharta
Rekening KRIS
BCA
6380888058
An
Perkumpulan Killcovid
Call Centre (WA)
+628119620888
