Bekerja – Bekerja – Bekerja

Bekerja adalah bagian dari komitmen iman kepercayaan kita (Dahlan Iskan)

work lev2Saya pernah menulis perihal bekerja di beberapa milis, yang saya pandang dari sisi internal kehidupan manusia, tetapi pandangan luar perlu dibahas saat saya membaca motto Pak Dahlan Iskan semasa beliau jadi Direktur Utama PLN dalam catatan saya.
Pagi itu saya ada janji dengan Pak Vikner dan Pak Pamudji (sekarang Dirut PLN). Beliau adalah direktur PLN jam 6.30 pagi. Dalam hati saya pikir aneh juga kok pagi amat. Jam 6.30 tepat saya sudah di kantor PLN. kami datang berlima, saya dan direksi perusahaan.
Sejak duduk di ruang tunggu mata kami melihat banner yang pasang hampir setiap sudut “Bekerja-Bekerja-Bekerja” dan rajin amat bapak-bapak ini mau undang rapat jam 6.30. Saya kira mereka belum datang. Jam 6.40 kami diundang masuk ke ruangan Pak Vickner Sinaga. Beliau minta maaf karena harus rapat dulu dengan Pak Dahlan Iskan dari jam 06.00 pagi.
Sungguh luar biasa fenomena kerja ini. Sepulangnya dari sana saya mencoba di kantor saya untuk mulai rapat koordinasi jam 08.00 ternyata cuma hari pertama saja, selanjutnya semua protes dan datangnya jam 09.00.
Mental yang ditunjukkan Pak Dahlan Iskan luar biasa. Dia hadir di kantor jam 6.00 pulang jam 06.00 (paling cepat). Dia tidak mau terima gaji atau bonus atau hadiah dari perusahaan. Daya tidak mau naik mobil perusaahaan (kata beliau karena mobilnya lebih bagus). Daya tidak mau diiming-iming perusahaan dengan permen-permen supaya dia rajin kerja dan semangat. Menurutnya, itu semua semu. Sebab, hanya mental dan kemauan sendiri baru bisa kuat untuk bekerja. Itu harus dimulai dengan niat kita
Proses perubahan mental kita untuk mau bekerja memang harus dimulai dari luar atau lingkungan. Kalau saja seseorang rajin sekali berada di lingkungan 10 orang malas, maka akhirnya dia malas juga. Demikian juga kalau ada 10 orang rajin dan ada 1 orang malas, maka 10 orang ini akhirnya malas juga! Aneh tapi nyata, sehingga kita perlu membuat komitmen penuh di ruang kantor, di tempat kerja, dan di proyek bahwa tidak boleh ada 1 orang pun yang malas. Kalau ada maka lebih baik di korbankan atau di keluarkan.
Ilustrasi masuk Surga berikut ini tepat sekali : lebih baik masuk surga dengan mata satu daripada dua mata masuk neraka dan lebih baik masuk surga dengan tangan satu, daripada masuk neraka dengan tangan dua
Bekerja adalah bagian dari komitmen iman. Kemalasan adalah musuh nomor satu orang beriman. Karena itu malas harus dilawan. Musuh kedua adalah manipulasi, korupsi dan kecurangan. Semuanya harus kita atasi dengan hati yang putih. Semoga kita semua diberkati dengan berkat Tuhan, terutama kesehatan, kedamaian dan kesuksesan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: