PESTA

Kebahagiaan sempurna belumlah lengkap, kalau tidak dibagikan dan dirayakan. “One friend without hope is too much”!

Bersama Mgr. Turang, Mgr. Mandagi, Rm Runo, Rm Yance Mangkey, Rm Rudy Kwari usai Misa PESTA pernikahan anak Adam dan Melisa di Gereja.

Ada sebuah kisah jokes di kalangan pemain Golf : Seorang Pastor, pecinta GOLF atau Golf Mania, suatu hari minggu tidak tahan untuk menuju lapangan berumput hijau. Alkisah karena malu terpaksa main sendirian karena kalau ada teman, wah bisa jadi cerita lain. Malakat Gabriel yang kebetulan berada di Padang Golf, terkejut melihat pastor itu main Golf dengan cerianya. Karena tidak tahan, lalu laporlah sang Malaikat kepada Boss, kalau pastor ini bukannya pimpin misa di gereja malah main golf. Lalu, perintah kepada Malaikat Gabriel, pergilah dan nanti di Hole 8 Par 3 kasih Pastor itu Hole in One! Malaikat Gabriel sangat heran karena pastor ini sudah mangkir kok malah dikasih hadiah (Hole In One adalah suatu kejadian yang jarang sekali diperoleh, dan merupakan suatu berkat luar biasa, kalau Pak Boni Goana malah sudah mendapat 2 kali Hole in One. Itu suatu Keajaiban).
Karena hanya menuruti perintah akhirnya dikasihlah pastor tersebut mendapat Hole in One. Karena masih penasaran, bertanyalah Malaikat Gabriel kepada Boss, mengapa kok seorang pastor mangkir malah dikasih hadiah Hole in One. Jawaban-Nya : Itu bukan hadiah melainkan hukuman.
Masih belum mengerti, akhirnya Malaikat Gabriel mengikuti pastor tersebut sampai selesai. Dari hari ke hari, dia terus murung durja, sedih dan menderita.
Ternyata, suatu kebahagiaan yang begitu besar yang diterimanya ( Hole in One) tidak bisa diceritakan kepada sahabat-sahabat. Inilah penderitaan yang besar.
Untungnya setelah mengaku dosa, sekarang pastornya ceria lagi
(maaf hanya bercanda. Kalau Pak Boni pesta terus untuk melampiaskan kegembiraan). Setiap malam minggu atau minggu malam saya dan istri selalu siap-siap, karena hampir setiap minggu pasti mendapat undangan perkawinan. Kadang kala harus berbagi waktu karena pestanya bersamaan, apalagi kalau yang pesta adalah keluarga dekat atau sahabat karib. Kalau di luar kota bisa dimaklumi, tetapi kalau dalam kota jadilah suatu kewajiban.
Saya selalu berusaha hadir kalau ada PESTA, baik perkawinan, ulang tahun, wisuda atau peringatan suatu acara. Masalahnya saat menghadiri suatu pesta, pasti bertemu sahabat, yang dikarenakan kesibukan jarang sekali bertemu. Juga bisa berjumpa keluarga-keluarga dan mengenal para generasi baru, anak-anak dan cucu-cucu. Juga bisa memberikan suatu kegembiraan bagi yang menyelenggarakan pesta karena merupakan kehormatan tersendiri. Seperti kalau kita yang membuat pesta maka tentu kita juga sangat mengharapkan kehadiran sahabat-sahabat, keluarga dan handai taulan.
Dalam kisah anak yang hilang, setelah melalui penderitaannya, dia kembali kepada ayahnya, tentu saja ayahnya penuh suka cita dan membuat PESTA bagi anaknya yang sudah mati kini hidup lagi. Bagi kakaknya tentu ini peristiwa sedih karena dia tidak merasakan pertemuan kembali, karena CINTA yang hilang jika ditemukan akan menjadi sumber suka cita yang besar sekali.
Sang ayah tidak lupa mengundang sahabat-sahabatnya untuk ikut bersuka cita bersamanya. Demikan juga jika ada seorang sahabat yang bertobat, maka Surga dan Bumi pasti bersuka Cita. Bapa kita di surga pun akan mengundang kita semua untuk menikmati kegembiraan tersebut melalui Berkat dan Kasih-Nya.
Sama halnya kita, jika kita menginginkan sesuatu, dan ternyata keinginan kita dikabulkan, maka kita akan senang dan suka cita. Kita ingin lulus sarjana, kita lulus, kita ingin anak kita lulus sarjana dan dia lulus tentu senang sekali. Kalau anak kita menikah tentu kebahagiaan besar sekali buat keluarga dan kita bisa PESTA. Persiapan pesta bisa 1 sampai 12 bulan dengan biaya besar sekali. Padahal pestanya cuma 2 jam saja, tapi arti 2 jam tersebut sangat besar, baik untuk kehidupan pengantin juga keluarga. Di mana kesatuan CINTA bisa menerobos kehidupan dan meneruskan keturunan.
PESTA memiliki arti : Perjamuan kudus karena kita akan mengundang TUHAN hadir bersama kita sehingga menghasilkan sumber suka cita dan berkat karunia kebahagiaan. Arti lain dari PESTA adalah membagi kebahagiaan. Sempurnalah arti kebahagiaan jika dibagikan bersama sahabat dan keluarga.
Dalam kehidupan ROHANI, kita merayakan PESTA setiap Minggu di Gereja, karena Ekaristi adalah PESTA bersama Tuhan. Kita makan dan minum bersama TUHAN. Kebahagiaan dan suka cita besar karena adanya pertobatan sebegitu banyak umat. Bayangkan saja 1 orang bertobat maka seluruh surga bersuka cita. Kalau sebegini banyak bertobat tidak bisa di bayangkan seluruh laskar surga dan malaikat sungguh bersuka cita. Sehingga untuk itu saat kita berada dalam misa, saksikanlah kebahagiaan Surga dan Bumi yang begitu besar dan kita sangat rugi kalau tidak bisa menikmati PESTA yang penuh suka cita.
Gereja yang paling kecil di dunia adalah hati kita, yang di huni oleh perpaduan CINTA Allah dan Manusia. Hati kita juga dikelilingi oleh Para Kudus dan dinyanyikan oleh sangkakala. Tentunya Gereja kecil ini juga harus melaksanakan PESTA suka cita dengan mengundang hati para keluarga, sahabat dan handai taulan. Sebab, hati kita haruslah selalu penuh dengan suka cita. PESTA ROHANI dalam hati memiliki kekuatan luar biasa. Pesta itu penuh dengan hidangan makanan kata-kata yang manis dan sejuk. Pesta itu dihidangkan dengan minuman senyuman yang manis, juga buah buahan CINTA yang begitu indah untuk dinikmati.
PESTA Rohani, harus kita buat setiap harinya karena Tuhan sendiri akan hadir. Sebab, CINTA adalah Tuhan sendiri. Kita sebagai tuan rumah, apa hidangan yang harus kita sajikan? Apakah mau kita kasih sayur masam? Kue marah? Es kepala batu? Buah dendam dan segalanya? Semua sahabat saya pasti merayakan Pesta Rohani sepanjang hari demikian tulisan yang saya gores “One friend without hope is too much”. Mari bergembira dalam suka cita Tuhan setiap hari.

11 responses to this post.

  1. 3 hukum terbesar dalam kehidupan IMAN, PENGHARAPAN,KASIH.. yang terbesar adalah KASIH. kasih menutupi segala dendam, kasih = mengampuni, kasih = tulus , banyak hal lainnya tentang KASIH. tanap KASIH kita tidak dapat menikmati dan menjalani hidup kita ini dengan bahagia.

    Reply

  2. pesta itu untuk mengadakan suatu yang penting dalam kehidupan kita..

    Reply

  3. Posted by Melisa / 02PNM / 1601232166 on June 15, 2013 at 6:02 am

    Sebagai contoh, pesta pernikahan seharusnya memang hanya dilakukan sekali seumur hidup. Tidak enak rasanya merayakan pesta tanpa kehadiran teman-teman dan kerabat yang kita cintai. Dengan adanya pesat kita bisa membagikan kebahagiaan kepada orang lain dan kita pun juga merasa bahagia karena banyaknya orang yang bersimpatik dan ikut turut serta meramaikan pesta.

    Reply

  4. pesta mencerminkan suatu kegembiraan akan suatu pencapaian atau keberhasilan salam kehiduan ini.

    Reply

  5. pesta mencerminkan suatu kegembiraan akan suatu pencapaian atau keberhasilan salam kehidupan ini.

    Reply

  6. Posted by Raymond Bintang on June 17, 2013 at 11:03 am

    tidak setiap keberhasilan kita harus berpesta tetapi juga ketika kita belajar dari kesalahan kita jg harus berpesta

    Reply

  7. Posted by Luna Claria Febri on December 5, 2013 at 2:16 pm

    Pesta merupakan tanda mengucap syukur akan berkat yang Tuhan berikan kepada kita. Pesta tidak perlu wah megah atau bagaimanapun, yang penting kebersamaan dalam pesta tsb. Kita menjamu tamu undangan kita dengan selayaknya, karena mereka telah menyediakan waktunya untuk menghadiri pesta kita.

    Reply

  8. Pesta yang dilaksanakan tidak akan berarti tanpa kehadiran Tuhan dalam pesta tersebut serta tidak hadir nya orang orang yang kita kasihi,Terima Kasih

    Reply

  9. pesta tidaklah perlu mewah dan megah, pesta di adakan cukup sederhana saja karena tujuan dari pesta sendiri hendaknya untuk mensyukuri apa yang terjadi

    Reply

  10. Posted by Hendro Tjeng on March 24, 2014 at 5:22 pm

    Pesta itu akan perlu saat kita mengadakan ulang tahun, menikah dan lain-lain. Bagi kehidupan orang-orang pesta itu sangat berarti sekali karena dapat membuat orang-orang senang dalam melihatnya.

    Reply

  11. Posted by Cindy Purnamasari on March 26, 2014 at 9:11 am

    Sebesar atau semewah apapun pesta yang diadakan tanpa adanya kehadiran Tuhan di situ, tidak ada artinya. Saya setuju dengan salah satu kutipan di atas bahwa pesta ialah tempat dimana kita membagi kebahagiaan, baik itu dengan sahabat, keluarga, dan juga Tuhan. Karena Tuhan hadir, maka pesta itu menjadi sumber suka cita dan berkat karunia kebahagiaan untuk kita.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: