Inggris vs Argentina – Semifinal Piala Dunia

Inggris
vs
🇦🇷 Argentina

Semifinal Piala Dunia

Oleh : Adharta
Ketua Umum
KRIS

Kamis
16 Juli 2026

Malam besar di semifinal.

Saya terkejut bangun jam 12.00
Malam sudah menyentuh larut
Cuma hasrat menonton pertandingan Inggris dan Argentina
Memaksa saya tidak lanjut tidur

Beberapa teman telepon ajak nobar di hotel tapi di rumah banyak tamu yang mau Nobar
Ada
Drg Wenny
Ibu Monic
Ibu Betsy

Nah kita akan nonton bareng
Sebelumnya kita adu siapa yang menang
Kalau tebakan benar akan dapat hadiah dari aku
Flazz Old Style Collection

Ayo kita ikuti
di Stadion penuh, tensi tinggi. Dua gaya sepak bola berbeda bertemu

Disiplin khas Inggris melawan kreativitas Argentina.

Mari kita saksikan
Jalannya Pertandingan
Kick-off dimulai dengan tempo cepat. Inggris langsung menekan lewat sayap
bola-bola panjang dan crossing menjadi senjata utama.

Masih ingat penyiar TVRI Sambas
Nah gaya komentarnya saya suka sekali

Argentina tidak panik.
Mereka bermain sabar, mengalirkan bola dari kaki ke kaki.

Menit 20-an, Argentina mulai menemukan ritme. Sentuhan magis dari Lionel Messi membuka ruang.

Satu umpan terobosan hampir menjadi gol, tapi kiper Inggris sigap.
Babak kedua lebih panas. Inggris menaikkan intensitas.
Duel fisik meningkat. Namun Argentina tetap berbahaya lewat serangan balik cepat.
Menit 70 ke atas, pertandingan menjadi sangat dramatis. Kedua tim saling menekan

Inggris dengan kekuatan fisik, Argentina dengan kecerdikan taktik.

Hahahaha
Asyik tuh narasumber
Membayangkan sebelum layar kaca memulai pertandingan

Saya yakin Argentina menang bisa diatas e Gol tapi Istri saya Ibu Lena pegang nya Argentina
Terpaksa saya ngalah
Sekarang saya pegang Inggris
Menurut saya pertandingan seimbang di akhiri perpanjangan waktu dan adu penalty

Jika ini Inggris berpeluang menang dan akan berhadapan dengan Spanyol di Final

Hayo siapa ikut saya

Tokoh Utama

🇦🇷 Lionel Messi

Sang Maestro
Messi bukan sekadar pemain
dia adalah otak permainan. Dribbling halus, visi luar biasa, dan kemampuan membaca permainan membuatnya jadi pusat serangan Argentina.

Di laga besar seperti ini, satu momen darinya bisa mengubah segalanya.

Harry Kane Mesin Gol Inggris

Kane adalah striker komplet: kuat, tajam, dan cerdas. Dia bisa mencetak gol dari peluang kecil dan menjadi pemimpin di lini depan Inggris.

Dalam pertandingan ketat, finishing-nya sangat menentukan.

Saya coba analisa strateginya

Strategi Kedua Tim

🇬🇧 Inggris
Formasi: 4-3-3 / 4-2-3-1

Fokus: crossing, set-piece, pressing tinggi
Kelebihan: Fisik yang lebih kuat, disiplin

taktik
Kunci: memanfaatkan bola mati & duel udara

🇦🇷 Argentina

Formasi: 4-3-3 fleksibel

Fokus: penguasaan bola & serangan cepat

Kelebihan: kreativitas, teknik tinggi

Kunci: pergerakan Messi & kombinasi lini tengah

Prediksi saya yang menurut pengalaman dan diskusi beberapa teman
Skor & Pemenang
Pertandingan ini sangat seimbang.

Namun jika melihat:
kreativitas Argentina
pengalaman pemain seperti Messi
kemampuan mereka mengontrol tempo

👉 Prediksi skor:
Inggris 1 Argentina 2

Pemenang: Argentina

Akhir kata

Ini bukan sekadar pertandingan, tapi pertarungan filosofi sepak bola. Inggris dengan kekuatan dan struktur,

Argentina dengan seni dan jiwa permainan. Dan di tengah semua itu, seorang legenda seperti Messi bisa menjadi pembeda.

Ayo kita nonton bareng
Besok saya akan coba menulis komentar mengapa Inggris menang

Selamat menyaksikan

www.kris.or.id I www.adharta.com

Norwegia vs Inggris (perempat final Piala Dunia 2026)

Norwegia
vs
Inggris

(perempat final Piala Dunia 2026)

Oleh : Adharta
Ketua Umum
KRIS

Hard Rock Stadium
Miami USA

Sabtu
11 Juli 2026

Panasnya kota miami akan membuat pertandingan Inggris dan Norwegia lebih seru

Sore tadi aku dan Ola dan Opi
Menikmati panasnya kota Jakarta dengan menikmati
Es kelapa muda AN di jalan Sangaji

2 kelapa muda Kopyor
10 otak otak
Ada Rujak Juhi

Siapa yang belum pernah kuliner ea kelapa muda AN di jalan sangaji rasanya anda rugi deh

Bisa bungkus otak otak dan es kelapa muda buat pendamping subuh sambil nonton bola
Inggris melawan Norwegia

Malam ini Aku biasa menjagokan Norwegia kalau Istri menjagokan Inggris
Nonton bareng keluarga sungguh asik suasana pertandingan FIFA World Cup kesempatan ngunpul keluarga untuk Nobar
Enjoy

Percaya sama saya sangat asyik
Buat anda yang bukan pecinta Bola
Silahkan coba nonton bareng anak anak dan cucu cucu
Mumpung gratis di TVRI

Saya coba membuat ulasan malam ini di banntu Chatgpt dan Gemini
Asyik juga diskusi sama AI

Selamat menikmati

Pertandingan

Analisa Singkat

Pertandingan ini termasuk big match karena mempertemukan:

🇳🇴 Norwegia
→ tim kuda hitam

(baru saja kalahkan Brasil)

🏴 Inggris

Sebuah tim berpengalaman
di turnamen besar

Norwegia datang dengan kepercayaan diri tinggi,
sementara Inggris punya mental & pengalaman lebih kuat.

TalkSport

Pemain Utama

🇳🇴 Norwegia
Erling Haaland
→ striker tajam (top skor turnamen)

Martin degaard
→ playmaker & kapten

Alexander Sørloth → tandem Haaland

Tim yang sangat solid
Saya rasa Inggris akan kelabakan malam ini

🏴 Inggris

Harry Kane
→ striker & kapten

Jude Bellingham
→ motor serangan

Bukayo Saka
→ sayap cepat

Perkiraan Susunan Pemain

Norwegia (4-3-3)
Nyland
Ryerson – Ajer – Heggem – Wolfe
Berg – Berge – Ødegaard
Nusa – Haaland – Sørloth

Inggris (4-2-3-1)

Spence/Konsa – Burn – Guehi – O’Reilly
Rice – Anderson
Saka – Bellingham – Gordon

Ritme Pertandingan (Prediksi)

Babak 1
Menit 1–20:
Inggris cenderung pegang bola,

Norwegia bertahan & tunggu counter
Menit 20–45

Norwegia mulai berani menyerang lewat Ødegaard → Haaland

Babak 2:

Tempo naik, duel terbuka
Inggris manfaatkan pengalaman & kedalaman skuad

Menit akhir / extra waktu jika ada
Potensi sangat ketat, bisa lanjut ke extra time atau adu penalti

Kapten Tim
Norwegia:
Martin Ødegaard

Kapten Tim
Inggris:
Harry Kane
Ingat roti kane

Prediksi Skor

👉 Prediksi utama:
Norwegia 2 – 2 Inggris (90 menit)

Inggris menang adu penalti

👉 Alternatif:
Inggris menang tipis 2–1

Alasannya:
Norwegia tajam tapi pertahanan kurang konsisten
Inggris lebih matang di laga besar

Kesimpulan
Norwegia = berbahaya lewat counter & Haaland

Inggris = lebih stabil & pengalaman tinggi
Match kemungkinan ketat + dramatis

Saya masih menganggap kemungkinan Norwegia akan memenangkan pertandingan ini

Posisi dan potensi pertahanan lebih penting dibandingkan menyerang inggris
Sehingga akhir skor imbang
Kemungkinan besar akan terjadu adu penalty

Yook nonton bareng di tempat masing masing

Ayo kita menikmati tayangan yang menggembirakan
Berkat Tuhan

www.kris.or.id I www.adharta.com

Argentina vs Swiss (Perempat Final Piala Dunia 2026)

Argentina
vs
Swiss

(Perempat Final Piala Dunia 2026)

Oleh : Adharta
Ketua Umum
KRIS

TVRI
Minggu
12 Juli 2026

Aku legi kepengen makan Ketoprak

Di dekat rumah Pak Freddy atau Ibu Kimmy
Ada Ketiprak Sahabat
Paling enak sedunia

Pemikik gerobak Ketoprak
Bapak Endang

Kakau pulang rumah naik Toyota Camry
Istrinya naik Toyota Kijang Reborn baru
Semua putra Putrinya kuliah di Universitas terkenal

Pak Endang
Hobbynya nonton Bola
Besok pagi beliau pegang
ARGENTINA
Saya pegang Switzerland
Diatas kertas
Argentina menang 2-1
Nah paling nikmat nonton bola sambil makan ketoprak belinya malam ini bisa titip Dea
Open PO ya

Saya semalam nonton Bola bersama Baoak Lendy dan Bapak Dwi
Ganjelnya pakai nugget
Big Mac dan 1 box drumstik
MC Donald
Seru akhirnya Spanyol unggul
Bagus permainan nya

Saya bilang kalau kesebelasan sudah masuk babak seperempat final maka semua itu bagus mainnya
Semua bagus

Cuma ada yang lebih bagus
Kata pak Lendy bener walau dia Kalah Tarohan sama saya

Besok pagi bumi bergetar karena Argentina
Si Juara bertahan akan main

Teman teman semua pasti pegang Argentina
Karena kemungkinan besar kalau dia lolos
Messi pasti
the beat Player
Dan kemungkinan besar juara Dunia lagi

Analisa Saya

Pertandingan antara Argentina vs Swiss ini sangat menarik karena:

🇦🇷 Argentina

Status: Juara bertahan & favorit
Dipimpin oleh Lionel Messi yang lagi on fire
(top skor turnamen)
LSalam dari temab teman
Houston Chronicle
Buat semua anggota KRIS

Argentina
Sudah menang semua pertandingan di turnamen ini,
tapi
Hampir kalah dari tim kecil (Cape Verde & Mesir)

Pertahanan kadang goyah

Artinya:
kuat di mental & serangan, tapi tidak sempurna di defense

🇨🇭 Switzerland

Status : Underdog tapi solid tim nya
Saya memang favorit kesebelasan ini

Kekuatan utama:
Pertahanan rapat & disiplin
Belum pernah tertinggal sepanjang turnamen

Lolos dengan mengalahkan Kolombia lewat adu penalti

Pemain kunci:
Granit Xhaka (pengatur permainan)

Breel Embolo (striker tajam)

👉 Artinya: tim ini susah ditembus tapi kurang agresif dalam permainan selalu menanti tidak mengambil inisiatip menyerang

Prediksi saya tentang Jalannya Pertandingan

Argentina kemungkinan akan
Dominasi bola
Serang lewat Messi + gelandang kreatif

Swiss kemungkinan:
Main bertahan
Tunggu counter attack cepat

Statistik peluang:
Argentina menang (90 menit):
~57%

Swiss menang: ~19%

Sisanya draw (lanjut extra time/penalti)

Prediksi Skor

Argentina 2 – 1 Switzerland

(atau bisa imbang lalu lanjut penalti)

Prediksi Pemain Inti

🇦🇷 Argentina (4-4-2)

GK: Emiliano Martínez

DEF: Molina – Romero – Lisandro Martínez – Tagliafico

MID: De Paul – Paredes – Enzo Fernández – Mac Allister

FW: Messi – Lautaro Martínez

🇨🇭 Switzerland (4-3-3)

GK: Gregor Kobel
DEF: Zakaria – Elvedi – Akanji – Rodriguez
MID: Jashari – Xhaka – Freuler
FW: Ndoye – Embolo – Vargas

Kunci Pertandingan
Kalau Messi bebas → Argentina menang

Kalau Swiss disiplin & bawa ke penalti → peluang upset besar

Duel penting:
Messi vs lini belakang Swiss
Xhaka vs gelandang Argentina

Kesimpulan
Argentina tetap favorit
Tapi Swiss bukan lawan mudah

Ini tipe pertandingan yang bisa ketat sampai akhir

Ayo ketemu di depan layar kaca
Atau Nobar
Bisa pikih Bajawa
Ada compliment buat anggota KRIS

Ayo siapa pegang siapa
Saya pegang Switzerland
Istri saya soalnya pegang Argentina
Haha

www.kris.or.id I www.adharta.com

See you then

 Piala Dunia FIFA 2026Perempat Final

🏆 Piala Dunia FIFA 2026
Perempat Final

Oleh : Ad harta
Ketua Umum
KRIS

Jumat
10 Juli 2026
03.00 WIB

🇫🇷 Prancis
vs
🇲🇦 Maroko

Gambaran Pertandingan

Laga ini adalah rematch panas setelah semifinal 2022, di mana Prancis menang 2-0.

Kini, keduanya bertemu lagi di perempat final 2026 dengan taruhan tiket semifinal.

Prancis datang dengan performa sempurna (menang semua laga) dan selisih gol besar.

Maroko kembali jadi kuda hitam, solid di pertahanan dan penuh semangat kejutan.

Kemungkinan Jalannya (isu PSSI)
Pertandingan
Gaya main kemungkinan:

🇫🇷 Prancis
Dominan penguasaan bola
Serangan cepat lewat sayap
Andalkan kecepatan & finishing tajam

🇲🇦 Maroko
Bertahan rapat (low block)
Serangan balik cepat
Mengandalkan disiplin & fisik

Artinya:
Pertandingan kemungkinan akan ketat, dengan Prancis menyerang dan Maroko menunggu celah dan bertahan

Prediksi Skor & Peluang Menang
Banyak analis memprediksi Prancis unggul tipis (±2-1)

Talksport
Prancis jadi favorit karena kedalaman skuad & performa stabil

KRIS
Prediksi pribadi realistis:

Prancis 2–1 Maroko

Tapi jika Maroko mencetak gol dulu bisa jadi kejutan besar

Prediksi Susunan Pemain
🇫🇷 Prancis (4-2-3-1)

GK : Maignan

DEF : Koundé, Upamecano, Saliba, Digne

MID: Koné, Rabiot

AM: Dembélé, Olise, Barcola
FW: Mbappé

Great Goals
🇲🇦 Maroko (4-2-3-1)

GK: Bounou

DEF: Hakimi, Diop, Riad, Mazraoui

MID: El Aynaoui, Bouaddi

AM: Diaz, Ounahi, El Khannouss

FW: Rahimi

KRIS NEWS

📌 Catatan:
Maroko kehilangan pemain penting (Saibari cedera), bisa mempengaruhi kreativitas serangan.

⭐ Pemain Kunci

🇫🇷 Kylian Mbappé
mesin gol, penentu laga
🇫🇷 Michael

Olise → kreator serangan

🇲🇦 Achraf Hakimi → bek menyerang berbahaya

🇲🇦 Bounou → kiper yang sering jadi penyelamat

KRIS SPORT

Komentar Menarik
Ini bukan sekadar pertandingan

ini pertarungan gaya dan mentalitas.

Prancis adalah tim “juara”, penuh kualitas dan pengalaman.
Maroko adalah tim “hati”, penuh semangat dan kejutan.

Kata saya
Jika sepak bola itu soal logika
Prancis menang

Jika sepak bola soal keajaiban Maroko bisa bikin sejarah

Kesimpulan

Favorit: Prancis

Potensi kejutan
Tinggi Maroko

Tipe pertandingan: Ketat, tak banyak gol, penuh tensi

Ayooo
Pilih Siapa yang unggul
Saya pilih Prancis

Dea
Pilih Maroko

Ibu Lena
Pilih Maroko

See you then

www.kris.or.id I www.adharta.com

Alvin Manusia super sibuk

Cerpen nomor 0091

Alvin
Manusia super sibuk

Oleh : Adharta
Ketua Umum
KRIS

Selamat ulang tahun Alvin

Jakarta
9 Juli 2026

Kisahku
Masyarakat Sulawesi Utara, khususnya etnis Minahasa, tentu tidak asing lagi dengan lagu daerah legendaris “Opo Wana Natase.”

Lagu ini bukan sekadar karya seni, tetapi telah menjadi bagian dari identitas budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Liriknya kerap dinyanyikan dalam berbagai kesempatan
mulai dari acara adat, pertemuan keluarga, hingga ibadah gereja
mencerminkan nilai kebersamaan, penghormatan kepada leluhur, dan kedekatan dengan
Saya termasuk salah satu pecinta lagu ini
Dan kalau anda mendengarkannya
Malampun bisa bawa dalam mimpi Jo

Sang Pencipta siapa?
Pencipta lagu ini adalah Johannis Ngangi, seorang putra Tonsea Lama yang lahir pada 18 Januari 1912.

Beliau bukan hanya dikenal sebagai seniman, tetapi juga sebagai tokoh masyarakat yang pernah mengabdikan diri sebagai anggota dewan Minahasa. Karyanya melampaui zaman, menjembatani generasi lama dan baru, serta menjadi warisan budaya yang tak ternilai.
Namun menariknya, jejak kebesaran Johannis Ngangi tidak berhenti pada karya musiknya saja.

Warisan semangat, nilai kerja keras, dan kecintaan pada budaya juga mengalir kepada keturunannya.

Salah satu cucu kandung beliau yang kini dikenal luas adalah Alvin Chester Sarayar,
Dan hari ini berulang tahun lho
Alvin
seorang pengusaha sukses di bidang kuliner yang membawa cita rasa Minahasa ke panggung yang lebih luas.

Hari ini menjadi momen istimewa, karena Alvin Sarayar merayakan hari ulang tahunnya.

Sosok yang dikenal ramah, pekerja keras, dan penuh visi ini tidak hanya sukses secara bisnis, tetapi juga dihormati karena kepeduliannya terhadap sesama.

Bersama sang istri tercinta, Nova, Alvin mengelola Restoran Rarampa yang berlokasi di Jalan Mahakam II No. 1, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Restoran ini telah menjadi salah satu destinasi utama bagi pecinta kuliner Manado di ibu kota.
Tidak hanya Rarampa, Alvin juga menghadirkan inovasi kuliner lainnya melalui Restoran Meimo yang kini hadir di berbagai mal besar.

Kehadiran Meimo membuktikan bahwa kuliner tradisional dapat dikemas secara modern tanpa kehilangan cita rasa autentiknya. Ini adalah bukti bahwa Alvin tidak hanya menjalankan bisnis, tetapi juga membawa misi budaya.

Berbicara tentang kuliner Manado, siapa yang bisa menolak kelezatan hidangan khasnya? Bagi pecinta makanan pedas, pilihan yang ditawarkan sungguh menggoda.

Mulai dari ikan bakar dengan sambal rica yang menggugah selera, hingga sop brenebon yang hangat dan kaya rasa.

Tidak ketinggalan bakwan jagung yang renyah di luar dan lembut di dalam
salah satu favorit banyak orang termasuk saya dan istri Lena

Ada juga ikan tude yang menjadi primadona, serta berbagai olahan rica-rica yang terkenal dengan sensasi pedasnya yang khas.

Dan bagi pecinta seafood, cumi hitam menjadi hidangan yang tak boleh dilewatkan. Bahkan, hidangan ini menjadi favorit bagi banyak keluarga, termasuk istri saya neh, yang selalu menikmati kelezatan dan keunikannya.
Namun di balik kesuksesan bisnisnya, ada sisi lain dari Alvin Sarayar yang patut diapresiasi. Beliau dikenal sebagai sosok yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kemanusiaan. Salah satu kontribusi nyatanya adalah keterlibatannya dalam mendukung kegiatan KRIS,
Komunitas Relawan Indonesia Sehat
sebuah gerakan yang berfokus pada perjuangan kemanusiaan dan pelayanan sosial.
Melalui dukungannya, Alvin tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga terlibat secara aktif dalam berbagai kegiatan sosial.
Alvin percaya bahwa kesuksesan sejati bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi juga tentang seberapa besar kita dapat memberi dampak positif bagi orang lain. Nilai ini sejalan dengan warisan moral yang ditanamkan oleh leluhurnya.

Kisah hidup Alvin juga penuh inspirasi. Dari awal yang sederhana, Alvin membangun usahanya dengan penuh dedikasi. Tidak jarang Alvin harus menghadapi tantangan besar, mulai dari persaingan bisnis hingga perubahan tren pasar.

Namun Alvin dengan ketekunan, inovasi, dan keberanian mengambil risiko, Alvin mampu bertahan dan berkembang.

Salah satu kisah menarik yang sering dikenang oleh orang-orang terdekatnya adalah bagaimana Alvin tetap turun langsung ke dapur di masa-masa awal usahanya.
Alvin belajar dari para koki, mencicipi setiap masakan, dan memastikan kualitas tetap terjaga.

Baginya, bisnis kuliner bukan sekadar menjual makanan, tetapi menghadirkan pengalaman dan kenangan bagi setiap pelanggan.

Di tengah kesibukannya, Alvin juga dikenal sebagai pribadi yang menjunjung tinggi persahabatan. Alvin memiliki banyak sahabat dekat, termasuk Pastor Yohanis Mangkey MSC yang menjadi salah satu figur penting dalam perjalanan hidupnya.

Selain itu, ada juga sahabat-sahabat seperti Lendy, sang pendukung sejati
Fandy, paling suka bercanda
dan Dwi sang penulis yang selalu mendukung dan berjalan bersama makan bersama dan bercanda bersama
dalam berbagai fase kehidupan.
Lingkaran pertemanan ini bukan hanya sekadar hubungan sosial, tetapi juga menjadi sumber kekuatan dan inspirasi.

Mereka saling mendukung dalam suka dan duka, serta bersama-sama berkontribusi bagi masyarakat.

Hari ini ulang tahun Alvin Sarayar bukan hanya menjadi momen perayaan pribadi, tetapi juga kesempatan untuk merefleksikan perjalanan hidup yang penuh makna. Dari warisan budaya yang mengakar kuat, kesuksesan bisnis yang terus berkembang, hingga kontribusi nyata bagi kemanusiaan
semua ini menjadikan Alvin sebagai sosok yang layak diapresiasi.

Semoga di usia yang baru, Alvin terus diberkati dengan kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan yang lebih besar. Semoga usahanya semakin berkembang dan terus menjadi berkat bagi banyak orang.

Dan yang terpenting, semoga semangat untuk melayani dan berbagi tidak pernah padam.
Bagi Anda yang belum mencoba kuliner khas Manado di Rarampa atau Meimo, mungkin inilah saat yang tepat.

Jangan sampai melewatkan kesempatan untuk menikmati kelezatan yang autentik dan penuh cita rasa. Karena sekali mencoba, Anda akan memahami mengapa banyak orang jatuh cinta pada kuliner Minahasa.
Mari kita dukung karya anak bangsa, melestarikan budaya, dan menghargai setiap usaha yang membawa kebaikan bagi sesama.

Selamat ulang tahun, Alvin Sarayar
teruslah menjadi inspirasi bagi banyak orang.

www.kris.or.id I www.adharta.com

Sepak bola dan Dongeng Kebaikan

Sepak bola dan
Dongeng Kebaikan

Oleh: Adharta
Ketua Umum KRIS

6 Juli 2026
Citilink QG 527, Singapura
Malam itu, langit di atas Singapura tampak tenang. Pesawat Citilink QG 527 yang saya tumpangi perlahan meninggalkan landasan, Changi
membelah gelap menuju Jakarta.

Di dalam kabin, lampu redup, sebagian penumpang terlelap, sebagian lagi masih terjaga
dan seperti yang sering terjadi akhir-akhir ini, percakapan kami tak jauh dari satu hal
sepak bola piala Dunia

Demam sepak bola sedang melanda dunia. Dari warung kopi kecil di sudut kampung hingga ruang tunggu bandara internasional, semua orang membicarakan

Sepak bola bukan lagi sekadar permainan
Ia telah menjadi bahasa universal, menyatukan perbedaan, bahkan menyentuh sisi terdalam kehidupan manusia.
Saya tersenyum sendiri. Kecintaan saya pada sepak bola bukan hal baru. Sejak muda, saya pernah terlibat di organisasi PSSI
Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia
Walau kemampuan bermain saya terbatas, kecintaan itu tak pernah padam. Kini, gairah itu menurun kepada anak kedua saya, Dirga, di Melbourne
yang bahkan pernah memenangkan tiket pertandingan Piala Dunia
Dan beberapa kali ke Amerika hanya untuk nonton bola

sebuah kebanggaan yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.
Di dalam pesawat, obrolan semakin hangat. Beberapa teman lama menghubungi saya, mengajak ikut
“tarohan ringan”
bukan judi, kata mereka, hanya seru-seruan menebak skor.

Saya tertawa kecil.
“Saya tidak ikut,” jawab saya.
“Kenapa?” mereka bertanya.
“Karena saya pasti menang.”

Mereka semakin penasaran. “Kalau begitu, berapa skornya?”

Saya menjawab santai, “0–0.”
Untuk Argentina dan Cape Verde

Tawa mereka pecah.
Tidak ada yang percaya.
Mereka yakin pertandingan itu akan berakhir dengan skor besar—3–0, atau lebih untuk Argentina
Namun kenyataan berkata lain. Skor akhir benar-benar 0–0.

Di situlah saya mulai berpikir: sepak bola sering kali bukan soal kekuatan, bukan soal statistik, tapi tentang sesuatu yang lebih dalam
tentang keseimbangan, kerendahan hati, dan kadang…
tentang dongeng.

Saya lalu teringat sebuah cerita sederhana yang sering saya ceritakan kepada cucu saya, Fayola.
Di dunia dongeng, hiduplah seekor kelinci yang sombong.
Ia merasa dirinya paling cepat, paling hebat.
Suatu hari, ia menantang kura-kura untuk berlomba. Semua makhluk di hutan tertawa. Bagaimana mungkin kura-kura yang berjalan pelan bisa mengalahkan kelinci?

Namun lomba itu tetap berlangsung.
Kelinci melesat seperti kilat, meninggalkan kura-kura jauh di belakang. Dengan penuh percaya diri, ia berhenti di tengah jalan untuk beristirahat dan tidur
“Kura-kura itu terlalu lambat,” pikirnya. “Aku masih punya banyak waktu.”
Ia pun tertidur lelap

Sementara itu, kura-kura terus berjalan.
Pelan, konsisten, tanpa berhenti.
Hingga akhirnya, ia melewati kelinci yang tertidur dan mencapai garis akhir.
Skor pun tercipta: 1–0 untuk kura-kura.

Kisah sederhana ini mengajarkan bahwa kesombongan adalah awal dari kekalahan, dan ketekunan adalah jalan menuju kemenangan.
Seperti dalam sepak bola. Seperti dalam hidup.
Namun malam itu, di antara gemuruh mesin pesawat dan bisikan percakapan, imajinasi saya melayang lebih jauh
ke sebuah dongeng yang lebih besar.
Konon, jauh sebelum manusia mengenal sepak bola, permainan ini sudah dimainkan oleh para dewa.
Di langit yang tak terbatas, terdapat dua kelompok dewa yang gemar bermain bola.

Mereka mengenakan jubah berwarna merah dan biru. Lapangan mereka bukan stadion biasa
melainkan seluruh jagad raya.
Bola yang mereka gunakan bukan bola kulit, melainkan bola cahaya, berkilau seperti bintang.
Setiap dewa memiliki perannya masing-masing.
Dewa hujan menjadi penjaga gawang.
Dewa angin dan dewa laut menjaga sisi kiri dan kanan pertahanan.
Dewa tanah dan dewa gunung menguasai lini tengah.
Sementara di lini depan, dewa makanan, dewa binatang, dan dewa tambang menjadi penyerang.

Pertandingan mereka selalu spektakuler. Disaksikan oleh dewa-dewa lain yang menjadi suporter, sorak sorai mereka menggema hingga ke bumi.

Namun ada satu masalah.
Ketika para dewa terlalu asyik bermain bola, mereka lupa akan tugasnya.
Dewa hujan lupa menurunkan hujan.
Dewa angin berhenti berhembus.
Dewa makanan tidak lagi menumbuhkan buah-buahan.
Di bumi, manusia mulai merasakan dampaknya. Kekeringan melanda. Tanaman mati. Laut menjadi tenang tanpa angin.

Dunia perlahan kehilangan keseimbangan.
Manusia pun berdoa.
Doa itu naik ke langit, menembus awan, hingga sampai ke telinga para dewa. Pertandingan pun terhenti. Skor saat itu? 0–0.

Tidak ada pemenang.
Para dewa akhirnya menyadari kesalahan mereka.
Mereka sepakat untuk menunda pertandingan dan kembali menjalankan tugasnya.

Mereka berjanji akan melanjutkan pertandingan di akhir pekan
setelah memastikan dunia kembali seimbang.

Sejak saat itu, sepak bola bukan hanya permainan. Ia menjadi simbol keseimbangan antara kesenangan dan tanggung jawab.

Pesawat mulai sedikit bergetar, menandakan kami telah memasuki wilayah udara Indonesia.
Saya menarik napas panjang, membiarkan kenangan mengalir.
Saya teringat masa-masa di era 80-an, saat saya aktif di PSSI.
Bersama tokoh-tokoh seperti sekjen Nugraha Besoes,
Bendahara Gasfan Ali, serta kepemimpinan Kardono dan Azwar Anas, kami membangun mimpi besar untuk sepak bola Indonesia.

Saya sendiri pernah dipercaya sebagai ketua pengembangan, sekaligus memimpin redaksi Majalah Sepak Bola.
Itu adalah masa penuh semangat, masa di mana sepak bola bukan hanya soal pertandingan, tetapi juga tentang membangun karakter, persatuan, dan harapan.

Semalam, saya menyaksikan pertandingan Brasil melawan Norwegia.
Hati saya tentu mendukung Brasil.
Banyak kenangan, banyak teman di sana.
Namun seperti dongeng
dongeng yang saya ceritakan, hasil pertandingan tidak selalu mengikuti harapan.
Sepak bola selalu punya cara sendiri untuk mengajarkan kita tentang kehidupan.
Tentang bagaimana yang kuat bisa terhenti.
Tentang bagaimana yang lemah bisa bangkit.
Tentang bagaimana skor 2 – 1
pun bisa menyimpan makna yang dalam.
Brasil kalah

Pesawat mulai bersiap untuk mendarat. Lampu kabin kembali terang. Saya menatap keluar jendela
lampu-lampu Jakarta berkelap-kelip seperti bintang yang jatuh ke bumi.

Saya tersenyum.
Mungkin benar, sepak bola adalah dongeng.
Namun bukan dongeng kosong.
Ia adalah dongeng tentang kebaikan.
Tentang kerendahan hati.
Tentang keseimbangan.
Tentang harapan.
Dan seperti semua dongeng yang indah, ia selalu meninggalkan satu pesan sederhana:
Bahwa dalam hidup, bukan siapa yang paling kuat yang akan menang

tetapi siapa yang tetap berjalan, tetap percaya, dan tidak pernah lupa akan kebaikan.
Karena pada akhirnya, hidup bukan tentang menang atau kalah.
Melainkan tentang bagaimana kita bermain dengan hati.

Hayo tebak siapa juara dunia
Saya pilih Argentina

www.kris.or.id I www.adharta.com

Singapura I love you

Singapura
I love you

Oleh : Adharta
Ketua Umum
KRIS

4 Juli 2026

Buat orang Amerika hari ini adalah Independence day
Dan di rayakan oleh semua warga Amerika baik di negaranya maupun di luar Amerika termasuk Singapura

Saya mendarat di Singapura menyebrang dari Batam dengan Majestic Ferry

Teringat 25 tahun lalu saya juga tiba di Singapura 4 Juli 2001
Malamnya di undang duta besar amerika untuk Singapura
Mr Steven J Green

Kita banyak berdiskusi tentang Indonesia masa depan

Hari ini sempat kirim ucapan selamat ke sahabat saya Mr.
Jonathan Kaplan

Tanggal 4 Juli 2026
Juga kita rayakan sebagai
Hari Zoonosis Sedunia (World Zoonoses Day)
Diperingati untuk meningkatkan kesadaran tentang penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia (contohnya rabies) oleh WHO
Mengingatkan awal Pandemi
Saya 4 Juli 2020
Masuk rumah sakit HUSADA untuk di rawat karena positif Covid 19
Namun di malam hari Bapak Budi Gunadi Sadikin
Memindahkan saya ke RSPP Simprug di rawat khusus di bawah tim yang di pimpin Dr Fathema Djan
Dan 7 dokter lengkap
28 hari di rawat dalam kondisi cukup parah
Saya bersyukur bisa melewati masa kritis
Namun setelah keluar RSPP seminggu kemudian masuk lagi RS Husada
Akibat obat obat lambung saya terjadi perdarahan berat

Tiga kali kena Covid-19
Dengan segala jenis Vaksinasi masih saja kena juga
Kenangan 4 Juli 2021 kita rame rame di RS Husada
Olapun merayakan Ulang Tahun Pertama 26 Juni 2021 di Rumah sakit Husada

Selama Pandemi saya sempat keluar negeri khususnya ke Singapura dan Shanghai dalam penanganan bantuan ke Negara Indonesia
Melalui BNPB Badan Nasional Pendalangan Bencana
Bekerja sama dengan BUMN
Seperti Pelindo 2 bapak Arief Suhartono sebagai dirut
Bapak Ririek Dirut Telkom
Bapak Irfan Dirut Garuda
Dan beberapa direksi BUMN

Luar biasa bantuan penerbangan dari Shanghai Guangzhou dan beberapa kota dari China
Bersama juga Bapak Henry Lie dengan Sriwijaya Air

Singapura berperan strategis dalam penanganan Covid-19
Bersama teman teman MOH dan asistensi para Dokter
Walaupun di Singapura sendiri mengalami kesulitan akibat tekanan Covid 19

Tahun 1980 saya menderita penyakit cukup aneh hampir 2 tahun saya mengalami kelumpuhan parah tidak bisa jalan tidak bisa berbuat apa apa
Beberapa Rumah Sakit dan Dokter di Indonesia belum bisa menemukan penyakit saya
Singapura memiliki ke inikan sendiri
Saya di larikan ke Singapura Oleh kakak Saya Bapak Risal Ongkosaputra
Dari satu dokter di pindah ke dokter lain dan mereka saling berkomunikasi akhirnya bertemu dengan Dr JA Tambyah
Dan akhirnya di pastikan masuk Rumah Sakit Mount Elisabeth Orchard
Disana saya banyak berkenalan dengan tim medis dan para ahli tentang penyakit
Dan penyakit saya pun bisa disembuhkan dan saya kembali normal seperti saat ini

Harus di akui bagaimana Dokter disini bekerja 1980
Kita masih harus banyak belajar di Sungapura
Dan saya bersyukur bisa disembuhkan di Singapura

Malam ini saya bersama anak cucu menikmati pemandangan sepanjang jalan Orchard
Manusia ramai sekali
Dipenuhi anak anak. Muda
Generasi muda menguasai lokasi
Reatauran semua penuh
Aaya mau beli Yogurt harus antri lebih 50 meter

Toko toko cukup rame
Mal juga rame
Apakah hanya malam minggu saja saya kurang tau

Plaing tidak kondisi kota cukup baik
Bisnis baik dan nyaman

Kita melihat Singapura lebih siap menghadapi Krisis Global
Walau negara kecil tentu lebih rawan karena tidak. Memiliki reaources

Kuliner jadi salah satu tujuan saya
Mencari makanan khas Singapura
Makanan India
Makanan Chineese
Maupun makanan Melayu

Singapura
Bagaimanapun aku masih suka kota yang penuh kenangan
Membesarkan saya dan memberikan kesempatan saya belajar

I love you
Singapura

www.kris.or.id I www.adharta.com

Air mata yang Berbeda

Cerpen nomor 0090

Air mata yang Berbeda

Oleh : Adharta
Ketua Umum
KRIS

Awal Juli 2026

Kisahku
Lina selalu terbiasa hidup dalam kemewahan. Sejak kecil, ia tidak pernah tahu bagaimana rasanya kekurangan.

Apa pun yang ia inginkan, selalu tersedia. Namun, kemewahan itu perlahan membentuk sifat yang dingin
bahkan sombong.

Lina memandang rendah orang-orang yang menurutnya “tidak selevel”.

Di sisi lain, Candra adalah kebalikan dari Lina.
Ia berasal dari keluarga sederhana. Hidup mengajarkannya arti kerja keras, kesetiaan, dan kesabaran.

Ia bukan pria yang banyak bicara, tetapi hatinya tulus.
Pertemuan mereka terjadi dalam sebuah acara bisnis keluarga Lina. Candra bekerja sebagai staf lapangan di perusahaan milik ayah Lina.

Entah karena ketulusan atau mungkin karena ketenangan yang dimiliki Candra,
Lina tertarik. Meski banyak yang heran, hubungan mereka berlanjut hingga pernikahan.

“Dia hanya beruntung,” bisik Lina suatu kali kepada temannya.

“Kalau bukan karena aku, dia bukan siapa-siapa.”

Kalimat itu tidak pernah sampai ke telinga Candra.
Ia mencintai Lina sepenuh hati.
Ia bekerja lebih keras lagi setelah menikah, berharap bisa membahagiakan istrinya.
Namun, perbedaan cara pandang hidup mulai meretakkan rumah tangga mereka.

Lina semakin sering pulang larut, sibuk dengan dunia sosialnya.

Di sanalah ia bertemu dengan Widodo
seorang pengusaha kaya yang karismatik, namun telah beristri.

Hubungan itu dimulai dari makan malam bisnis, lalu menjadi rahasia yang perlahan menggerogoti pernikahan Lina dan Candra.

Tiga tahun berlalu.

“Candra, aku mau cerai.”

Kalimat itu keluar begitu saja, tanpa penjelasan panjang.
Candra terdiam. Hatinya seperti runtuh. “Apa aku kurang berusaha?”

Lina hanya tersenyum tipis. “Aku butuh hidup yang lebih dari ini.”

Tanpa perlawanan, Candra menandatangani surat cerai.
Ia tidak ingin memaksa seseorang yang sudah tidak mencintainya.

Setelah perceraian itu, hidup Candra berubah drastis. Ia kehilangan pekerjaan, kehilangan arah, dan hampir kehilangan harapan.

Namun, ia tidak menyerah.
Ia mulai dari nol
menjadi pengemudi ojek online.
Hari-harinya diisi dengan perjalanan panjang, panas, hujan, dan lelah. Tetapi ia tetap tersenyum kepada setiap penumpang.
Suatu siang yang terik, ketika ia sedang menunggu pesanan, ia melihat seorang pria tua terjatuh di pinggir jalan.
Tanpa pikir panjang, Candra berlari menghampiri.

“Pak! Pak!” ia mengguncang tubuh pria itu pelan.

Pria itu pingsan.
Candra segera membawa pria itu ke rumah sakit terdekat, bahkan menggunakan uangnya sendiri untuk biaya awal.

Beberapa jam kemudian, pria itu sadar.
“Siapa kamu?” tanyanya lemah.
“Nama saya Candra, Pak.

Kebetulan saya lewat,” jawabnya sederhana.
Pria itu tersenyum.

“Saya Eka.”

Candra tidak tahu bahwa ia baru saja menolong seorang konglomerat besar.

Beberapa hari kemudian, Candra dipanggil ke rumah besar milik Pak Eka.
Ia merasa canggung, tetapi tetap datang.
Di sana, ia bertemu dengan seorang wanita muda
anggun, sederhana, dan berwajah lembut.

“Ini cucu saya, Shinta,” kata Pak Eka.

Shinta baru saja lulus S2. Bisnis school Terkenal
Berbeda dengan Lina,
Shinta memiliki hati yang hangat dan penuh empati.
Sejak saat itu, hubungan mereka mulai terjalin.

Awalnya hanya sebagai rasa terima kasih, tetapi perlahan tumbuh menjadi kedekatan.

Pak Eka melihat sesuatu dalam diri Candra

kejujuran yang langka.
“Saya ingin kamu menjadi bagian dari keluarga ini,” ujar Pak Eka suatu hari.
Candra terkejut.
Namun, Shinta tersenyum. “Kalau kamu tidak keberatan…”

Dengan restu Pak Eka, mereka menikah.

Kehidupan Candra berubah lagi
kali ini bukan karena keberuntungan, tetapi karena karakter yang ia jaga.
Bersama Shinta, ia membangun usaha.
Pak Eka membimbingnya, tetapi Candra tetap bekerja keras dari bawah. Ia tidak ingin bergantung sepenuhnya.

Tahun demi tahun berlalu.
Candra dan Shinta dikaruniai dua anak perempuan:

Dewi dan Ani. Rumah mereka penuh dengan tawa dan kehangatan.

Bisnis Candra berkembang pesat.

Ia menjadi pengusaha sukses, tetapi tetap rendah hati.
Sementara itu,

kehidupan Lina tidak berjalan seperti yang ia bayangkan.
Widodo, pria yang ia pilih, ternyata tidak pernah benar-benar meninggalkan keluarganya. Lina hanya menjadi bayangan dalam hidupnya.
Ketika skandal hubungan mereka terbongkar, Lina terseret dalam kasus hukum terkait bisnis ilegal Widodo.

Ia harus menjalani hukuman penjara selama lima tahun.
Semua kemewahan yang dulu ia miliki lenyap.

Teman-temannya menghilang. Keluarganya pun menjauh.
Ketika akhirnya bebas, Lina tidak lagi sama.
Ia hidup dalam keterbatasan,
berpindah
pindah tempat, dan sering kali tidak tahu harus makan apa
keesokan harinya.

Suatu hari, dalam keadaan lelah dan hampir putus asa, ia duduk di pinggir jalan.

Sebuah mobil berhenti di depannya.
Pintu terbuka.
Seorang pria turun.

“Lina?”
Ia mengangkat wajahnya perlahan.

“Candra…” suaranya bergetar.
A
Waktu seakan berhenti.

Candra melihat wanita yang dulu ia cintai
kini jauh berbeda.

Tidak ada lagi kesombongan di wajah itu, hanya kelelahan.

“Ayo ikut saya,” kata Candra lembut.
Lina menggeleng. “Aku tidak pantas…”

Candra tersenyum tipis.

“Tidak semua hal harus tentang pantas atau tidak.”

Ia membawa Lina ke rumahnya. Shinta menyambut dengan hangat, tanpa menghakimi.

Lina menangis malam itu.
“Aku dulu sangat jahat…”

katanya. “Aku menghina kamu, meninggalkan kamu…”

Candra duduk di depannya.

“Semua orang pernah salah.”
“Kenapa kamu masih mau menolong aku?”

Candra menatapnya dalam. “Karena kamu pernah menjadi bagian dari hidup saya.”
Hari-hari berikutnya menjadi awal baru bagi Lina. Ia diberi kesempatan untuk bekerja di salah satu usaha milik Candra

bukan sebagai orang istimewa, tetapi sebagai karyawan biasa.
Perlahan, Lina belajar kembali tentang hidup. Tentang kerendahan hati. Tentang arti kehilangan.

Suatu sore, Lina melihat Candra bermain dengan Dewi dan Ani di halaman.
Tawa mereka tulus.
Di sampingnya, Shinta berdiri dengan senyum tenang.
Lina tersenyum kecil.
Untuk pertama kalinya, ia tidak merasa iri.

Ia hanya merasa… sadar.
Bahwa hidup tidak selalu memberi apa yang kita inginkan, tetapi selalu memberi apa yang kita butuhkan untuk berubah.

Dan di antara semua jalan yang pernah ia tempuh, Lina akhirnya menemukan satu hal yang dulu tidak pernah ia miliki

hati yang mengerti

Diantara Airmata yang berbeda

www.kris.or.id I www.adharta.com

 “Samudera yang Tak Pernah Diam”

Cerpen nomor 0089

🌊 “Samudera yang Tak Pernah Diam”

Oleh : Adharta
Ketua Umum
KRIS
Ketua Dewan Pengawas
PRAMARIN

Sebaga hadiah tulisan buat Ayunda Chandra Motik terkasih juga
Ungkapan Terima kasih dan selamat menjadi Ketua Umum PRAMARIN 2026-2030
Selamat bertugas

Jakarta
27 Juni 2026

Kisahku
Di sebuah rumah teduh di kawasan Menteng, Jakarta, lahirlah seorang bayi perempuan pada 18 Februari 1954. Ia diberi nama Nirmala Chandra Dewi Motik
sebuah nama yang kelak akan dikenal luas, bukan hanya sebagai seorang wanita, tetapi sebagai sosok yang menaklukkan samudera kehidupan.

Sejak kecil, Chandra Motik hidup dalam keluarga besar yang hangat. Ia adalah anak dari B.R. Motik,
seorang tokoh ekonomi dan nasionalis yang kuat memegang nilai-nilai kehidupan. Dari ayahnya,
Chandra Motik belajar arti disiplin. Dari ibunya, beliau belajar arti kasih.

Namun hidupnya bukan hanya tentang kenyamanan.
Di balik rumah besar dan nama keluarga yang terpandang, Chandra Motik kecil adalah anak yang gelisah beliau ingin lebih dari sekadar hidup “baik-baik saja.” beliau ingin berarti.

🌱 Masa Muda:

Mencari Jati Diri
Remaja
Chandra Motik tumbuh berbeda.
Beliau tidak suka membatasi dirinya. Ia bergaul dengan siapa saja, tanpa melihat status. Beliau belajar keras, menempuh pendidikan hingga Fakultas Hukum Universitas Indonesia
sebuah pilihan yang tidak mudah bagi perempuan di zamannya.

Langkahnya bahkan menyeberang benua ke London, Jerman, hingga Amerika Serikat.

Beliau mencari ilmu, tetapi sebenarnya beliau sedang mencari dirinya sendiri.

Di tengah dunia yang masih meragukan perempuan, beliau mulai membangun keyakinan:
“Aku harus berdiri…
bukan sebagai bayangan siapa pun.”

💍 Cinta dan Kehidupan Baru

Tahun 1983 menjadi titik balik.
Chandra Motik menikah dengan Yusuf Djemat, seorang pria yang kelak menjadi sahabat hidupnya
bukan hanya dalam cinta, tetapi dalam perjuangan.

Dalam pernikahan itu, lahirlah tiga cahaya kecil:
Ashana, putri pertama

Yuda dan Yudi, putra kembar

Rumah mereka tidak hanya berisi tawa, tetapi juga harapan.
Chandra Motik, yang dulu mengejar dunia, kini belajar membagi dirinya
antara karier dan keluarga.

Dan di sanalah ujian sebenarnya dimulai.

⚖️ Perempuan di Dunia Keras
Dunia hukum
terutama hukum maritim
bukanlah tempat yang ramah bagi perempuan.

Namun Chandra Mitik tidak mundur.
Beliau mendirikan firma hukum sendiri pada tahun yang sama dengan pernikahannya.

Sebuah langkah berani, bahkan nekat.

Kasus demi kasus beliau tangani.
Gelombang demi gelombang bskiau hadapi.
Di ruang sidang, beliau tegas.
Di rumah, beliau lembut.
Tak jarang beliau pulang dalam lelah, namun tetap tersenyum di depan anak-anaknya.

Beliau tahu, dunia boleh keras… tapi rumah harus tetap hangat.

🌊 Titik Balik:

Makna Kehidupan
Seiring waktu, Chandra Motik mulai memahami sesuatu yang lebih dalam.
Kesuksesan bukan hanya tentang gelar, jabatan, atau nama besar.
Beliau melihat anak-anaknya tumbuh
menjadi pribadi yang berhasil di jalannya masing-masing.
Di situlah
Beliau merasa… menang.
Beliau menulis buku, berbagi ilmu, dan mengabdikan hidupnya pada hukum maritim
sebuah bidang yang jarang disentuh, tetapi sangat penting bagi negeri kepulauan seperti Indonesia. Tercinta

Orang-orang mulai menyebutnya: Srikandi hukum maritim Indonesia.

Namun bagi dirinya sendiri, beliau tetap seorang ibu.
Seorang istri.
Seorang anak.

🌅 Samudera yang Tenang
Kini, perjalanan panjang itu seperti samudera yang mulai tenang.
Namun bukan berarti berhenti.
Karena bagi Chandra Motik, hidup bukan tentang mencapai pelabuhan…
melainkan tentang terus berlayar.
“Aku telah melewati badai,
tapi aku tidak tenggelam.
Aku justru belajar… menjadi laut itu sendiri.”

PRAMARIN
Atau Praktisi Maritim Indonesia
Akan berlayar mengarungi samudra Maritim
Dan Chandra Motik kini menjadi Nakodanya
Samudra di sebrang menanti kebangkitan Maritim Indonesia

www.kris.or.id I www.adharta.com

96 TahunAntara berkat dan Cinta

Cerpen nomor 0087

96 Tahun
Antara berkat dan Cinta

Harjoko Trisnadi

Oleh: Adharta
Ketua Umum
KRIS

Jakarta, 22 Juni 2026

Kota
Jakarta selalu punya cara untuk mengingatkan manusia tentang waktu.

Gedung-gedung bertambah tinggi, jalanan makin riuh, dan sejarah seperti berdesakan di setiap sudutnya.

Di ulang tahun ke-499 kota ini, ketika orang-orang menatap angka 500 dengan rasa bangga sekaligus cemas, ingatan saya justru melayang pada seorang pribadi yang tidak pernah suka berdiri di depan sorotan.
Namanya Harjoko Trisnadi.
Yang juga berulang tahun ke 96 hari ini
Selamat Ulang Tahun Papi
Tulisan sederhana ini disediakan buat Ulang tahun ke 96 Bapak Harjoko Trisnadi
Semoga Tuhan selalu membimbing mendampingi dan melindungi dengan berkatNya khususnya berkat kesehatan

Bapak Harjoko
Bagi banyak orang, beliau mungkin hanya sebuah nama yang muncul dalam catatan sejarah pers.

Tapi bagi saya, ia adalah “Papi”
Orang tua dan sosok tua yang sederhana, tenang, dan penuh wibawa yang tidak dibuat-buat. Beliau bukan tipe orang yang berbicara keras, apalagi mencari perhatian. Namun setiap kata yang keluar darinya seperti memiliki berat yang tidak bisa diabaikan.

Usianya kini 96 tahun.
Tapi bila duduk berbincang dengannya, waktu terasa seperti mundur.

Beliau masih ingat detail peristiwa, nama-nama, bahkan suasana batin di masa-masa sulit yang membentuk perjalanan hidupnya.

Awal tahun 1970-an adalah masa yang tidak mudah bagi dunia pers Indonesia. Ketegangan politik, tarik-menarik kepentingan, dan batas kebebasan yang samar membuat banyak wartawan berjalan di garis tipis antara keberanian dan risiko.

Di tengah situasi itu, lahirlah sebuah gagasan. Gagasan yang tidak hanya ingin membuat media, tetapi juga menjaga martabat berpikir.

Dari perpecahan, dari pemecatan, dari ketidakpastian
justru muncul tekad untuk membangun sesuatu yang baru.

Majalah itu kemudian dikenal dengan nama Tempo.

Di balik nama besar yang sering disebut orang
para pemimpin redaksi, para penulis tajam
ada sosok-sosok yang bekerja diam-diam. Mereka tidak menulis headline, tetapi memastikan semuanya bisa berjalan. Mereka tidak tampil di halaman depan, tetapi menjaga agar halaman-halaman itu tetap terbit.
Dia
Harjoko Trisnadi adalah salah satunya.

Bersama beberapa orang kepercayaan Yayasan Jaya Raya, beliau ikut mengelola sisi yang jarang dilihat orang: bisnis, keberlangsungan, dan stabilitas. Di saat banyak orang terbakar semangat idealisme, beliau menjaga agar api itu tidak padam karena hal-hal praktis.

“Media yang baik bukan hanya soal tulisan,” katanya suatu kali.
“Tapi juga soal bertahan.”

Kalimat itu sederhana, tapi mengandung pengalaman panjang.

Saya masih ingat pertama kali duduk cukup lama bersamanya. Tidak ada kesan beliau ingin menggurui. Beliau lebih banyak bertanya daripada bercerita. Tentang keluarga, tentang pekerjaan, bahkan tentang hal-hal kecil yang sering dianggap tidak penting.
Namun ketika pembicaraan mulai menyentuh masa lalu, nadanya berubah.
Bukan menjadi dramatis, tetapi lebih dalam.
Beliau bercerita tentang masa ketika Tempo harus menghadapi pembredelan.

Tentang rasa tidak pasti. Tentang keputusan
keputusan yang harus diambil tanpa jaminan apa pun.
“Tahun-tahun itu,”
katanya pelan, “mengajarkan satu hal
jangan pernah bergantung pada keadaan yang nyaman.”
Kenangan bersama saat makan siang di Oh my Pork pluit
Disana ada sahabat KRIS
Bersama pemilik restoran bapak Rudy Jaya Lie

Bapak Harjoko Trisnadi
Beliau tidak mengeluh.
Tidak pula menyalahkan siapa pun. Seolah semua itu memang bagian dari perjalanan yang harus dilalui.
Padahal, bagi banyak orang, dua kali pembredelan bukan hal kecil.

Tahun 1982 dan 1994 menjadi catatan pahit bagi kebebasan pers.
Tapi dari sudut pandangnya, itu bukan akhir. Hanya jeda.

Dan dari jeda itulah, kekuatan diuji.
Yang membuat saya kagum bukan hanya ketahanannya menghadapi masa sulit. Tetapi cara beliau menjalani masa-masa baik.
Ketika Tempo kembali berdiri, berkembang, dan menjadi salah satu media paling berpengaruh di Indonesia, beliau tetap sama.
Tidak berubah menjadi lebih keras, tidak pula lebih tinggi hati.
Low profile, orang bilang.
Tapi bagi saya, itu lebih dari sekadar sifat. Itu adalah pilihan hidup.

Beliau tidak merasa perlu mengklaim peran.
Tidak merasa perlu disebut. Bahkan ketika penghargaan Seumur Hidup diberikan kepadanya pada tahun 2018, beliau menerimanya dengan cara yang hampir terasa biasa saja.

“Ini bukan untuk saya,” katanya waktu itu.

“Ini untuk perjalanan panjang yang kita jalani bersama.”

Kalimat itu kembali menunjukkan siapa dirinya.

Beliau
Selalu melihat “kita”, bukan “saya”.
Luar biasa sekali

Di usianya yang ke-96, banyak orang mungkin memilih untuk beristirahat total.

Tapi tidak dengan Papi. Beliau mungkin tidak lagi aktif seperti dulu, tetapi pikirannya tetap hidup.

Beliau masih mengikuti perkembangan, masih peduli pada arah bangsa, dan masih menyimpan harapan.

Suatu sore, kami berbicara tentang Jakarta. Tentang perubahan yang begitu cepat. Tentang generasi baru yang tumbuh di tengah dunia yang sangat berbeda.
“Jakarta akan mencapai 500 tahun,” saya berkata.
Ia tersenyum kecil.
“Yang penting bukan umurnya,” jawabnya.
“Tapi apakah kota ini masih punya jiwa.”

Saya terdiam.
Kalimat itu sederhana, tapi seperti menampar pelan.
Kita sering merayakan angka, tetapi lupa makna.
Dan dari seorang yang telah melewati hampir satu abad kehidupan, kata-kata itu terasa lebih jujur.

Bagi saya pribadi, Papi Harjoko Trisnadi bukan hanya bagian dari sejarah pers. Beliau adalah pelajaran tentang bagaimana menjalani hidup dengan tenang tanpa kehilangan arah.
Beliau menunjukkan bahwa tidak semua kontribusi harus terlihat.
Tidak semua pengaruh harus terdengar keras. Ada kekuatan dalam ketenangan, ada wibawa dalam kesederhanaan.
Dan mungkin, di dunia yang semakin bising ini, kualitas seperti itu justru semakin langka.

Masih teringat selama masa pandemi Papi Harjoko selalu memberi nasihat kepada saya
Memberikan dukungan semangat
Dengan kata kata ungkapan nama saya
Sunguh menjadikan kekuatan besar buat kami anak anak berjuang melawan COVID-19 bersama KRIS atau dulu dikenal dengan Killcovid-19

Hari ini, ketika Jakarta merayakan usianya yang ke-499, saya memilih untuk tidak hanya melihat ke depan.
Tetapi juga menoleh ke belakang, pada sosok-sosok yang diam-diam ikut membentuk perjalanan kota ini.
Beliau
Harjoko Trisnadi adalah salah satunya.
Seorang yang tidak banyak bicara, tetapi meninggalkan jejak yang panjang. Seorang yang tidak mengejar sorotan, tetapi justru menjadi cahaya bagi banyak orang.

Bapak Harjoko Trisnadi
Di usianya yang ke-96, beliau tidak hanya menjadi saksi zaman.
Beliau adalah bagian dari zaman itu sendiri.
Dan bagi saya, Beliau tetap Papi saya yang dengan caranya sendiri, terus memberi berkat dalam CINTA

Adharta

www.kris.or.id I www.adharta.com