Archive for January, 2013

Roaming

Komunikasi dengan roaming lebih efektif tapi mahal.

Membahas masalah komunikasi memang sangat menarik, bukan saja memberikan kemudahan tetapi juga suatu kesempatan untuk mengembangkan komunikasi itu sendiri. Dahulu kala sebelum ada telepon, komunikasi dilakukan dengan surat atau radiogram, telegram, telex dan butuh waktu lama sekali. Apalagi kalau keadaan tidak aman. Ada surat yang tiba setelah satu tahun dikirim.Sekarang segalanya sudah berubah. Teknologi begitu maju melintas batas dan yang lebih lagi masuk dalam wilayah roaming. Pengertian roaming itu adalah komunikasi lintas batas dengan posisi menempatkan lokasi kita sendiri di manapun kita pergi, jadi tidak perlu ganti provider atau handheld.
Dengan menggunakan teknologi pendekatan humanity, system roaming menjadi begitu bermanfaat dan sangat mudah, namun belum didapat alih sistem sehingga kondisinya akan mahal sekali. Apalagi komunikasi data. Jadi kalau pakai blackberry dari Jakarta mau ke Australia, maka matikan data roamingnya kalau tidak sehari bisa bayar 2 juta lebih. Sebagai contoh kalau saya dari Jakarta menuju ke Sydney, maka saya cukup pakai kartu Satelindo. Orang di Jakarta akan telpon saya dengan biaya lokal, tetapi saya harus menanggung biaya international call (idd) dan biaya ekstra roaming di Australia.
Sekarang kita kembali ke komunikasi hidup kita. Sementara kita lihat masih banyak antara suami istri menggunakan sistim komunikasi kuno. Walau hidup satu atap tapi tidak bisa berkomunikasi. Bahkan tidak bisa mengerti dan kadang-kadang putus komunikasi.
Bilang saja Sonya, yang sudah menikah 10 tahun dan dikaruniai 2 anak. Seorang anak laki Mike usia 8 tahun dan Lany usia 6 tahun. Anak-anak yang sangat lucu. Suami Dony kerja sebagai salesmen mobil, sedang Sonya sebagai agen asuransi. Hampir setiap hari terjadi pertengkaran, ribut mulut dan pertikaian. Sebagai contoh hari ini ulang tahun Lany, Sonya sudah sedia makan malam, tetapi sampai malam Dony tidak pulang, baru menjelang pagi pulang dan alasan ketinggalan kereta dari Cirebon. Pertikaiaan bisa berlanjut sampai berhari-hari. Hal kecil lainnya adalah bayar listrik. Suatu hari PLN memutus listrik karena sudah 2 bulan lebih tidak dibayar, bukan karena tidak ada uang tapi tidak tahu siapa yang harus bayar! Saya sendiri tidak tahu, komunikasi apa yang dipakai mereka, tapi ini terjadi pada banyak keluarga.
Bandingkan dengan Angel, gadis usia 30-an tahun dan mantan pacarnya bernama Robby sudah menikah dengan 1 anak laki-laki usia 3 tahun. Cinta yang dibangun Angel dan Robby lebih 5 tahun harus kandas karena tidak disetujui oleh kedua orang tua. Angel memutuskan hidup sendiri dan Robby menikah dengan orang lain. Pada awalnya kehidupan komunikasi sangat sulit karena akibat pemutusan hubungan ini dua keluarga jadi tidak harmonis, tetapi komunikasi yang dibangun Angel dan Robby sungguh indah. Akhirnya kedua belah pihak menjadi sangat akrab dan hidup saling mengerti. Biasanya istri akan jelous atau cemburu kalau mantan pacar hadir di rumah, tapi Angel bisa berkomunikasi dengan baik sehingga salah pengertian bisa dihindarkan. Saya juga tidak mengerti komunikasi apa yang dipakai, mungkin kalau saya sendiri belum mampu.
Tetapi saya memperhatikan komunikasi telepon secara roaming ini. Istilah saya lintas batas mungkin kita bisa terapkan dalam hubungan suami istri, bukan hanya telepon biasa tapi suami bisa berkomunikasi dengan bahasa istri dan istri juga bisa berkomunikasi dengan bahasa suami. Bagaimana mengembangkan sistim komunikasi roaming ini tentu harus dibayar mahal. Istri bisa hidup dalam diri suami. Sebaliknya, suami bisa hidup dalam diri istri. Komunikasi ini bukan komunikasi biasa, tapi ada pemindahan atau relokasi penempatan diri. Tentu saja dengan bahasa sama dan dilokalisir. Artinya sejauh apapun keberadaannya, suami istri serasa dekat.
Semoga kita bisa memanfaatkan teknologi komunikasi, menjadi komunikasi batin dan rohani, sehingga hidup lebih selaras. Jangan seperti slogan Blackberry “Mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat”. Tuhan memberkati dan melindungi kita semua.

Catatan : Saya menulis ini dalam pesawat Qantas QF41 Sydney ke Jakarta.

Advertisements

Legitimasi

Bergerak dalam suatu tindakan memerlukan legitimasi penuh.

Suatu legitimasi dapat diperoleh dengan berbagai cara yang dapat dikelompokkan dalam tiga kategori, yakni secara simbolis, prosedural atau material. Max Weber mendefinisikan tiga sumber untuk memperoleh legitimasi, yaitu adalah tradisional, kharisma dan legal/rasional.
Kalau memimpin suatu organisasi, maka mutlak sang pemimpin harus mendapatkan legitimasi, karena tanpa itu dia susah bergerak. Demikian juga dalam usaha, maka semua legitimasi diperlukan terutama prosedural dan legal. Apalagi kalau kita mengerjakan proyek besar.
Ada beberapa tipe legitimasi, yaitu: legitimasi tradisional, legitimasi ideologi, legitimasi kualitas pribadi, legitimasi prosedural dan legitimasi instrumental. Bagaimana kita mengerti hal tersebut di atas, jika kita tidak berusaha mendapatkannya? Oleh karena itu, kita harus berusaha mendapatkannya dengan cara dan gaya masing masing.
Kepemimpinan itu dimulai dari diri sendiri dan harus dilahirkan. Untuk memimpin diri sendiri diperlukan legitimasi. Seperti ada tradisi dalam masyarakat yang mengatakan “Memimpin diri sendiri saja tidak bisa bagaimana mau memimpin orang lain?”. Sebenarnya begitu kita lahir kita sudah mendapatkan legitimasi memimpin diri sendiri. Demikian bayi menangis, sebenarnya dia sudah memimpin kita untuk mengganti popoknya. Tetapi sayangnya kelak legitimasi diri kita hilang karena kemalasan, kebodohan, kecerobohan dan kesombongan diri.
Siapa yang menyuruh kita bersih, rapi dandan (make up), rajin, suka berdoa, sering ke gereja? Apakah semua karena istri? Atau karena dipaksa suami? Mungkin kita sendiri yang menjawabnya lalu kita mengenal legitimasi lebih jauh. Sungguh indah kalau kita bisa mendapatkan legitimasi diri kita dan menuju ke legitimasi diri secara eksternal seperti di kantor, lingkungan dan masyarakat apalagi dengan adanya kharisma dan kepercayaan. Semoga Tuhan membantu, melindungi dan menjaga kita.

Charity

Charity activity untuk menolong sesama yang membutuhkan bantuan sangat diperlukan.

Pertandingan tenis Australian Open di Melbourne menarik perhatian dunia. Bintang-bintang tennis dunia kumpul di Melbourne, Australia. Ada Novak Djokovic, Roger Federer, Bredich, Andi Murray Ferer. Pertandingan yang bernilai jutaan dollar menarik penonton dari seluruh dunia. Melbourne memang luar biasa. Ada 30 lapangan stadion dalam sebuah kompleks. Yang terbesar adalah Rod Laver Arena. Semua stadion siap menampung penonton dari seluruh dunia. Yang menarik di sisi pertandingan adalah banyak sekali kegiatan Charity. Mulai dari menyumbang orang cacat, korban kebakaran dan kebutuhan lainnya, yang diperoleh dari mulai ticket sampai sedikit kearah tarohan atau judi. Di Jakarta, kegiatan charity membantu korban banjir juga dilaksanakan oleh relawan-relawan. Klub sosial seperti Lions Clubs, Rotary Club dan kelompok-kelompok Gereja serta keagamaan lainnya. Pengelolaan kegiatan charity memang tidak mudah karena selain menggerakkan tenaga orang banyak tanpa dibayar (volunteer), dana dan keperluan lainnya seperti obat-obatan dan makanan serta pakaian. Saya bersama teman-teman di Lions Clubs Indonesia ada Komite Alert (tanggap cepat), yang setiap saat bergerak saat dibutuhkan. Kami tidak terlalu sulit untuk berkumpul, tetapi buat kelompok tertentu sangat repot. Sebuah komunitas mudah terbentuk, tetapi bergerak di charity tunggu dulu karena membutuhkan pengorbanan tenaga, waktu, pikiran dan uang. Di sana juga butuh kerelaan hati untuk mau membantu sesama. Mereka siap menerima segala kritikan, cercaan sampai penolakan. Saya ingin sekali mengajak sahabat-sahabat kita agar siap untuk melakukan kegiatan charity atau sosial. Barangkali ada pertanyaan apa yang kita peroleh kalau kita berbuat baik untuk menolong orang susah. Memang hasil materi atau imbalan uang pasti tidak ada. Sedikit pujian mungkin ada. Yang terang kita akan mendapat kebahagiaan lahir batin. Tuhan pasti membalas segala kebesaran hati para relawan. Memang kata yang tepat adalah upahmu besar di surga. Ada beberapa tips agar bisa menggerakkan para sukarelawan. Pertama, mungkin dibutuhkan cerita-cerita heroik dari para relawan untuk membangkitkan sentimen berkorban. Misalnya setiap misa lingkungan diceritakan oleh pastor. Bagaimana melayani para korban banjir. Kita membentuk beberapa kelompok kecil antara. 5 sd 10 orang yang akan menjadi motor penggerak. Kita mengajak diskusi singkat, bercerita dan melakukan kegiatan kecil-kecilan, seperti basar barang bekas, jualan kue dll. Latihan ini sangat baik bagi kelompok-kelompok bantuan. Kita juga ingat kegiatan cari dana, karena tanpa dana aktivitas charity lumpuh. Semoga Tuhan memberi petunjuk, membuka hati kita, berwelas asih, ringan tangan murah hati, dan siap bekerja sosial.

Catatan Harian

Mencatat adalah bagian dari pengharapan.

Tahun lalu waktu mengunjungi Tower Space Needle, Seatle USA,
di lobby atas ada coffee shop kecil. Suasana cukup ramai. Di bagian belakang agak atas ada sebuah tulisan slogan. Tulisannya menarik hatiku “Expectations should be written”. Mungkin akan lebih menarik kalau saya sedikit merubah dan saya terjemahkan kalau Harapan (Hope) harus ditulis dan pengertian lebih dalam menulis adalah harapan.Romo Vikjen Soebagyo, Pr. Pernah suatu sore beliau mengirim BBM ke saya, katanya : “Terus menulis, di sanalah pengharapan dicatat!” Saya sepintas tidak mengerti, tetapi di saat saya mengalami masalah di kantor saya suka membaca catatan harian saya, ternyata apa yang saya catat adalah pengharapan saya. Sebagai contoh catatan harian saya sebelum saya berangkat ke Melbourne. Ada beberapa catatan penting, tetapi ada yang saya khawatirkan terutama beberapa pekerjaan yang ada masalah. Setelah beberapa hari ternyata beberapa kekhawatiran saya menjadi kenyataan. Demi antisipasi kejadian itu saya sudah memberikan beberapa solusi. Saya sadar bahwa semua itu adalah pengharapan saya agar semuanya menjadi baik dan berhasil. Sebab, pengharapan yang ditulis dibaca juga oleh Tuhan. Alangkah baiknya kalau setiap doa yang kita panjatkan ditulis dan dibaca oleh orang yang kita doakan.
Mungkin tanpa sadar kita menulis di BBM baik group atau personal “selamat pagi”. Ini adalah doa dan pengharapan yang ditulis paling singkat tapi indah sekali. Kita mengharapkan pagi ini Anda selamat dan bahagia. Kalau orang Manado bilang pagi ngana bae jo. Kalau orang Timor bilang bo lele bo, tana Timor lele bo. Ini semua adalah doa. Mungkin karena generik jadi kita sudah lupa bahkan disingkat misalnya GBU, JBU, WUATB, GWS, GL, GBWU, TM apalagi dikasih simbol 🙂 tapi banyak juga yang tanya apa itu GBU. Ada jokes bilang Gua Butuh Uang. Saya berharap semua doa ditulis jangan disingkat ya, karena berkat Tuhan juga nantinya disingkat, tulislah God Bless You (GBU) atau Tuhan Memberkati (TM) nah kan enak dibaca. Karena ini adalah DOA murni bukanlah salam biasa. Bayangkan saja ada yang menulis : BKYADS di BB
Apa itu : Bapa Kami Yang Ada di Dalam Surga ? Wadoooh. Kembalii ke catatan harian saya. Sebagian besar juga ditulis doa buat diriku sendiri. Kekhawatiran sering hinggap dalam diriku. Ini juga mungkin karena kesombonganku merasa serba bisa, orang lain tidak bisa, tapi jujur saja saya selalu meletakkan kekhawatiran saya dalam tulisan. Rasanya lebih plong karena kadang apa yang saya doakan belum 5 menit saya sudah lupa. Maklum saya ini sekarang sudah pikun (kata istriku aku sudah pikun bahkan agak budeg). Pengalaman saya menulis catatan harian tidak muluk-muluk, tapi penuh dengan corat-coret, saya sampai punya 5 buku catatan yang berbeda-beda fungsinya termasuk janji-janji yang paling aku takutkan kalau lupa, karena peribahasa bilang janji itu hutang. Saya rasa, kita semua punya catatan, ada yang ditulis atau ada yang hanya diingat, kalau bisa menggubah jadi lagu lebih cantik atau membuat puisi. Don’t stop writing ( ini juga pesan Mgr. Julius Kardinal D.). Ada sebuah lagu yang selalu kuingat, “Di doa ibuku namaku disebut”. Indah sekali dan sulit kulupakan, karena memang aku pernah mendengar namaku didoa ibuku bahkan berlutut disampingku. Saya senang sekali memberi doa dalam tulisan, tapi tadi pagi ada seorang sahabat mengeluh ke saya melalui BBM (ini boleh disingkat ya), kalau dia punya sahabat yang BC (Broadcast) ayat-ayat mulu, doa mulu, apa dia ga sadar kalau bikin orang repot membacanya. Saya tersungging sedikit juga nih, tapi saya bilang biarkan saja itu berkat buatmu dan dia jawab ╠╣Aº°˚=D˚ ╠╣Aº°˚:D˚ ╠╣Aº°˚<=-P. Semoga kita semua diberkati oleh Tuhan. Semakin banyak orang yang kita doakan, doa itu akan kembali berlipat ganda untuk kita. Salam dan doa (SDD) dari Melbourne, Australia.

Catatan : Tulisan ini saya tulis jam 2 pagi sebagai inspirasi hadiah buat sahabatku Suster Ludo, PBHK atas usahanya dan bantuannya buat pengungsi koban banjir. Semboyan UNHCR “One refugee without hope, is too much” (Adh)

Ramalan Cuaca

Dalam riwayat cuaca Melbourne mengalami suhu udara terpanas 47 derajat Celcius dan tidak pernah diramalkan sebelumnya.

Berbeda dengan Jakarta, Melbourne mengalami serangan suhu panas sampai lebih dari 45 derajat 150 tahun lalu. Selain suhu udara memang panas ditambah lagi dengan adanya kebakaran hutan dan semak secara besar-besaranan di Victoria Selatan. Saat angin ke utara panasnya minta ampun. Suhu bukan saja panas, tetapi kadang-kadang drop sampai 15 derajat dan angin kencang membuat agak susah bernafas. Disaat konferensi perobahan iklim dan pemanasan bumi/global di Adelaide-Australia dinyatakan bahwa pengaruh black hole yang melebar membuat bumi akan semakin panas. Ini adalah dampak penggunaan freon yang terlalu besar jumlahnya di bumi ini. Kejadian ini diramalkan seperti bah di jaman Nabi Nuh, karena cuaca panas mencairkan es, sehingga terjadi kenaikan permukaan air di bumi.
Nah kalau ini terjadi, maka kota yang pertama-tama tenggelam adalah Jakarta.Saya selalu teringat bahwa kita harus bisa membaca tanda-tanda jaman. Di mana kita bisa melihat kuasa Tuhan yang terjadi di bumi, mulai dari karya keselamatan di mulai.
Ada suatu gambaran yang bisa kita baca dari siklus pemanasan global, yakni adanya pengaruh terhadap ekosistem dari bumi kita, sehingga kita harus menyadari bahwa untuk menjaga dan melestarikan alam kita perlu memperhatikan lingkungan, agar kelak anak cucu kita bisa menghirup udara segar. Tulisan Mgr. Julius Kardinal Daarmaatmadja, SJ tentang Ekopastoral perlu kita simak dengan baik karena bagus sekali buat suatu inspirasi tentang penyelamatan lingkungaan dan pelestarian alam. Kejadiaan banjir di Jakarta juga bisa diambil hikmahnya bahwa sebenarnya kita kurang memperhatikan lingkungan kita, termasuk urusan sampah dan sisa hasil produksi yang gencar di promosikan oleh Romo Andang, SJ. Semoga Tuhan memberkati dan melindungi kita, juga alam di mana kita tinggal.

To the Point

Sepertinya saya belum menemukan kata pengganti to the point, selain kata-kata Tuhan.

Ada seorang sahabat saya sebut saja Andi, hampir semua teman-teman kurang suka sama dia karena cara bicaranya agak kasar. Kalau ia menegur orang to the point atau tidak ada rasa. Ia pernah sama saya ribut mulut karena saya bilang dia keepoo (bhs hokkiaan artinya selalu turut campur urusan orang) terus dia marah. Katanya niat baiknya kenapa ditanggapi secara negatif.
Cerita Andi mengingat saya akan papa saya sendiri. Kerjanya suka marah dan omongannya selalu to the point kepada anak-anak. Untung mama saya orangnya halus sekali sehingga kita jarang sampai rebut. Kalau papa saya sudah bicara yang lain semua diam, sedangkan saya orangnya paling suka membantah jadi paling sering kena marah, tapi jujur saja ternyata saya paling disayang.
To the point itu agak berbeda dengan kata terus terang. Pada dasarnya manusia itu suka basa-basi (small talk), tapi ada sebagian orang tidak, bahkan maunya langsung ke permasalahan. Saya masih ingat saat kuliah, ada seorang sahabat yang disuruh keluar karena menegur dosennya dan dosennya marah sekali, tapi saat ujian akhir dosen tersebut menjadi dosen pembimbingnya. Kita semua sampai heran.
Tuhan menegur kita to the point tanpa basa basi, tetapi karena distorsi duniawi, sering kita tidak mendengar, sering cuek dan mungkin dianggap remeh. Hampir setiap hari kita diajak bicara oleh Tuhan, tapi kita mendengarnya seminggu sekali di gereja. Itu pun kalau kebetulaan ingat.
Seperti halnya Andi, kadang kita juga marah sama Tuhan. Kita bilang Tuhan tidak adil. Tuhan pilih kasih tapi kita lupa sebenarnya itu pembicaraan to the point. To the point memang kita perlukan karena di sini menyangkut hal kejujuran, kepolosan dan keakraban. Jadi, seandainya kita ungkapkan sesuatu dan sahabat kita itu marah dan tersinggung itu artinya dia belum akrab, tapi bila saatnya tiba dan dia sadar maka keakraban akan tambah erat.
Basa-basi boleh saja kita sampaikan, tapi dalam batas tertentu saja, karena kalau terlalu sering maka kita akan berlindung di balik topeng, pura-pura dan penuh kepalsuaan hidup. Cuma sekarang bagaimana kita belajar untuk menyikapi sikap kita dan penyampaian keinginan kita. Demikian juga doa yang kita sampaikan kepada Tuhan tidak usah banyak basa basi supaya kelihatan indah dan bermutu, tapi buat Tuhan tidak ada artinya.
Ketika kita sadar bahwa kita sudah mulai belajar to the point kita juga harus belajar menerima orang yang bicara to the point kepada kita. Kita akan semakin peka terhadap suara Tuhan yang disampaikan kepada kita melalui suara hati kita.
Pagi ini saya harus berdoa buat Allegra cucuku, karena harus kembali masuk rumah sakit, karena bilirubinnya tinggi sekali dan perlu penyinaran khusus. Kasihan juga baru usia 10 hari sudah harus dirawat. Tuhan tolong jaga Allegra. Saya berdoa buat para pengungsi dan korban banjir agar tabah dan perkuat pengharapan Tuhan pasti mendengar doa-doamu. Kita butuh doa syafaat buat para korban banjir dan pengungsi. Saya mengajak seluruh teman-teman memberikan 1 x doa Bapa Kami, 1 x Salam Maria, dan 1 x Kemuliaan.

Bawah Sadar

Pada dasarnya manusia memiliki kekuatan besar di bawah alam sadarnya melalui pikirannya.

Saya masih terus memikirkan kondisi banjir di Jakarta, walaupun jarak sangat jauh, selalu terpikir demikian banyak orang yang menderita, tetapi saya begitu percaya bahwa ada sesuatu kekuatan sesudah itu. Ada makna Tuhan memberikan banjir supaya kita sadar bahwa sebenarnya manusia diberikan suatu kekuatan maha karya di bawah alam sadar. Mungkin banjir ini membuka pikiran kita, kita sadar bahwa kita memiliki kekuatan di bawah alam sadar.
Salah satu cara mengenal alam sadar dan kekuatannya adalah memacu pikiran kita lebih tinggi. Kita pernah dengar cerita ada orang lari ketakutan lalu dia bisa meloncat 2 meter lebih. Atau ada yang bisa mengangkat lebih dari 100 kg. Doa yang diulang-ulang juga bisa memicu kekuatan bawah sadar. Doa rosario adalah salah satu cara bagaimana kita bisa merobah suatu kemampuan kita sehingga doa kita bisa dikabulkan. Autosuggestion, yakni keinginan kita mempengaruhi pikiran kita di bawah sadar dan menjadi daya dorong untuk kita berbuat sesuatu yang luar biasa. Di sana kita melibatkan emosi dan percaya diri yang dilakukan dengan konsentrasi tinggi, sehingga menimbulkan energi yang dapat dimanfaatkan mewujudkan impian hidup.
Pikiran bawah sadar ini juga secara tidak langsung membuat aura kita tampil beda. Asal dilakukan dengan benar dengan mengedepankan pikiran positif, kemampuan mengolah pikiran, mau mendengarkan pendapat orang lain dan menganalisanya, memiliki personalisasi dan penampilan baik dengan cara berbicara dan tata krama, etika dan saling menghormati.
Kita mengetahui bahwa banyak maha karya diciptakan manusia, yang timbul dari bawah sadar, dan kreativitas yang menjadi penghubung antara jiwa dan tubuh. Dengan demikian tubuh akan bereaksi menggerakkan potensi yang dimilikinya. Mungkin ini juga diartikan oleh Tio Sam Hong dalam menciptakan Tai Chi Zhuan dengan memanfaatkan tenaga dalam. Tuhan yang Maha Kuasa telah menganugerahkan kita kekuatan bawah sadar yang memiliki potensi besar di luar talenta yang kita rasakan.
Secara pribadi saya juga ingin merasakan kekuatan itu dan harus digali dan dijangkau oleh pikiran kita. Mari kita sama-sama belajar, mengenal kekuatan di bawah sadar kita yang telah diberikan Tuhan kepada kita, terutama membuat kita lebih berkemampuan melayani Dia. Damai selalu dalam kebahagiaan.