Bank

Kalau bicara bank, pasti bicara uang, padahal bank tidak punya uang (GCT)

Sudah 2 bulan ini saya berhubungan dengan bank, dalam rangka pembiayaan perusahaan kami, yang keterkaitannya dengan pembiayaan proyek pembangunan Pelabuhan New Tanjung Priok. Seperti halnya setiap kegiatan perusahaan, maka bank adalah bagian dari perkembangan perusahaan.
Bank menjadi suatu pondasi perusahaan. Semakin dekat hubungan suatu perusahaan, semakin baik perusahaan tersebut. Memang susah-susah gampang berurusan dengan bank, tetapi posisi paling atas adalah TRUST atau kepercayaan. Kalau waktu aku masih kuliah kita kenal dengan 5C (kalau saya 5C + 1C)
Sewaktu saya mengikuti sebuah seminar masalah perbankan di Shen Zhen, China, hasilnya luar biasa, karena Pemerintah China begitu luar biasa perannya dalam pemberian pinjaman dan sangat mendukung setiap usahawan yang mau membangun perusahaan di China. Ini yang menyebabkan pertumbuhan ekonomi China berkembang luar biasa pesatnya. Kita memang harus banyak belajar dari sana sampai membenarkan bahwa mari kita belajar sampai ke China.
Hidup kita juga harus bertumbuh bukan saja secara ekonomi, tetapi juga secara iman. Kalau bisnis tumbuh, maka kita perlu bantuan bank. Untuk pertumbuhan iman, kita juga butuh pinjaman, yang saya sebut dengan Bank Rohani. Buat yang memiliki iman bisa membantu sharing atau meminjamkan kepada yang kurang sehingga bisa tumbuh menjadi iman yang kuat.
Ketika memberikan sharing di suatu Gereja Protestan, saya jadi pembicara tunggal, di hari Ulang Tahun ke-40. Para hadirin adalah para pendeta, tokoh umat, dan pemuka agama lain. Saya juga melihat ada beberapa pastor hadir. Saya memberikan sharing selama 90 menit. Di sesion awal saya mengibaratkan pertumbuhan iman kita ibarat kita mau pinjam uang di bank. Pertama, kita dilihat potongannya. Katanya orang gendut lebih mudah dapat kredit daripada orang kurus. Lalu, penampilannya, apakah pakai safari atau jas atau batik. Kalau pakai kaos atau T-shirt pasti susah dapat kredit.
Demikianlah kita akan menghadap yang punya uang.
Lalu, saya bertanya kepada hadirin : apa isinya bank? Semua menjawab kompak uang! Lalu, saya tanya apa isinya bank. Yang paling banyak jawabnya tetap uang! Saya jawab bahwa bank memang isinya uang, tapi yang paling banyak di bank adalah orang yang butuh uang dan orang yang kelebihan uang.
Bank tidak punya uang, tapi bank menjadi fasilitas. Dari yang simpan dan yang pinjam, bank dapat selisihnya. Jadi, uang berputar saja.
Terus apa hubungannya bank, nasabah dan rohani kita? Semuanya tersenyum karena dapat pinjaman hatinya senang sehingga jadi sumber suka cita.
Bank juga menjadi bagian dari penyelesaian masalah.
Saya sampaikan bahwa dalam kehidupan kita siapa yang bisa menyelesaikan masalah dirinya sendiri atau diri orang lain maka dia adalah Bank Rohani. Semakin banyak masalah yang diselesaikan, semakin banyak nasabahnya.
Seluruh hadirin memberikan tepuk tangan, bahkan ada yang berdiri ber suit-suit. Saya tersipu malu, karena beberapa ibu-ibu memberikan komentar bahwa hari ini juga mereka mau buka Bank Rohani dan bertanya : berapakah modalnya? Kaget juga saya karena tidak terpikir oleh saya. Tetapi, tiba-tiba seperti ada yang berbisik ke saya bahwa katakan bahwa modalnya adalah percaya dan pasrah kepada Yesus.
Acara kebaktian ditutup dengan makan-makan dan acara hiburan. Semua banyak memberikan pertanyaan, tapi panitia bilang pertanyaan nanti dikumpul oleh Gereja, sekarang makan dulu.
Saya pulang dengan suka cita, karena saya bisa menyebut para Pendeta, Pastor, Suster, Bruder, para anggota Dewan Gereja, dan Majelis adalah Bank Rohani. Terima kasih Tuhan, atas Kasih karunia-MU

28 thoughts on “Bank

  1. mei lina

    hampir setiap orang memakai bank sebagai alat untuk mempermudah transaksi-transaksi keuangan. Bisa mengeluarkan, menyimpan dan mentransfer uang kita dengan mudah. Andai bank bisa untuk menghitung kebaikan-kebaikan dan kejahatan-kejahatan apa saja yang kita lakukan didunia. Berapakah saldo yang ada saat kita mengeceknya yah??…

    Reply
  2. Mega Aprilia

    Saat saya mendengar kata bank, yang terpikirkan adalah uang atau orang yang banyak uang yang mau menyimpan uang nya. Tetapi setelah selesai membaca artikel di atas, saya memiliki pemahaman lain.
    Bank bukan melulu mengenai uang. Sebenarnya bank hanya menjadi media untuk masyarakat yang akan menyimpan atau mengambil uang simpanan nya. Bank hanya sebagai tempat menyipannya.

    Seperti diri kita yang memerlukan bank rohani. Sebagai media untuk kita mengembangkan pribadi kita. Melalui bank rohani (pendeta, pastor, suster, bruder, para anggota dewan gereja dan majelis) kita bisa menerima sharing iman yang pastinya akan berguna bagi kita.

    Seperti iklan bank, tingkatkan saldo tabungan mu.
    Dalam hidup, tingkatkan saldo bank rohani mu…

    Reply
  3. liayanti

    bank adalah suatu tempat yang dibuat untuk warga indonesia dapat menyimpan uangnya dengan aman,kalau mendengar istilah bank pasti yang ada di pikiran saya adalah uang,bank adalah tempat untuk bertransaksi dengan mudah. menurut saya dengan bank semua transaksi menjadi lebih mudah.

    Reply
  4. Erni Diana

    Setelah membaca artikel ini, saya baru menyadari bahwa ternyata bank tidak selalu identik dengan uang dan tempat dimana kita menyimpan dan mengambil uang kita. Tapi bank juga memliki pemahaman lain yaitu bank rohani, tempat dimana kiranya kita dapat menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi. Dengan bank rohani, kita dapat menabung segala perbuatan baik kita selama hidup kita didunia, kita juga bisa mendapatkan sharing penguatan iman dari imam gereja

    Reply
  5. Darwin Wijaya

    hmm saya baru pertama kali mendengar istilah bank rohani, jujur saja saya berpikir kalu bank identik dengan uang, tetapi bank rohani mungkin saja berpikir dengan iman dan kegiatan rohani lainnya, dimana saat berat sudah penuh maka kita harus membaginya kepada orang lain, berkat disini yang dimaksud bukanlah uang melainkan penguatan iman dan sharing yang memberi kekuatan kepada orang lain berdasarkan pengalaman rohani

    Reply
  6. daniel

    Bank yaitu tempat kita menabung,namun yang di tabung jangan uang saja tapi kita juga harus ingat untuk menabung kerohanian kita jika kita tidak menabung kerohanian maka kita tidak punya iman dalam dirikita dan itu berbahaya karena dengan tidak adanya iman di dalam diri seseorang maka seseorang tersebut mempunyai jiwa yang rapuh

    Reply
  7. cathchand

    saya setuju dengan kutipan yang bapak ambil ” Kalau bicara bank, pasti bicara uang, padahal bank tidak punya uang (GCT) “. setelah dipikir-pikir itu sangat lucu sekali karena bank pada dasarnya tidak punya uang. uang yang ada adalah uang dari setiap nasabahnya dimana uang itu dapat dipakai / diputar kembali dengan cara memberikan pinjaman kepada para pengusaha sehingga bank mendapatkan uang dari bunga pinjaman tersebut.

    Reply
  8. Michelle Elizabeth Jocom

    Jika bank tidak mempunyai modal awal, mana mungkin bank bisa berjalan. Bank itu harus mempunyai modal yang cukup besar. Mengenai “Bank Tidak Punya Uang, tapi bank menjadi fasilitas” jika anda membuka sebuah bank, dan orang pertama yang datang ke bank anda adalah orang yang meminjam uang, apa yang akan diberikan bank itu jika “bank tidak punya uang” ?
    Saya setuju dengan bank rohani yang anda katakan “Modal bank rohani adalah percaya dan pasrah pada Tuhan” , terdengar sangat mudah tetapi sulit untuk dijalankan.

    Reply
  9. suryati c

    bank adalah tempat untuk menabung atau menyimpan uang. agar kita tidak menghabiskan atau membolos-boloskan dengan secepat mungkin. jadi simpanlah dan nabunglah uang tersebut ke bank, karena uang tersebut bisa bertambah banyak.

    Reply
  10. dewina sari

    bank itu adalah tempat dimana kita untuk penyimpan uang dan tempat untuk menjamin masa depan kita apabila kita menyimpan banyak uang , apabil dalam kehidupan sehari-hari apabila kita tetap menyimpan banyak iman didalam Tuhan kehidupan kelak kita nanti akan dijamin oleh Tuhan.

    Reply
  11. Dewi Jayanti

    Bank memang identik dengan Uang. walaupun uang yang berada di bank tersebut adalah uang dari tangan masyarakat, Bank menjadi tempat rahasia, penyimpanan barang berharga. Saya baru mengetahui tentang keberadaan nya Bank Rohani, menurut saya itu tempat yang perenungan hati, menguatkan iman dan tempat sharing.

    Reply
  12. patricia tangkumahat

    kalau mendengar kata bank pasti selalu di sangkut pautkan dengan keuangan,
    sebenanrnya bank adalah tempat kita untuk menyimpan uang yang lebih yang ada di kita, untuk biaya hidup di masa depan 🙂

    Reply
  13. agnesvinansia23

    bank adalah tempat penyimpanan uang , tetapi adanya bank , kita tetap harus bisa jaga uang kita tersebut supaya tidak hilang , dan juga kita harus tetap hati-hati memilih tempat /bank yang baik , supaya uang kita tetap terjaga pula …

    Reply
  14. Weny Kurnia Dewi

    bank merupakan salah satu fasilitas yang dapat dugunakanuntuk menyimpan uang.. uang uang yang dimiliki bank merupakan uang milik nasabah. memang sebenarnya bank tidak memiliki uang karna uang yang terdapat di bank adalah uang dari, oleh dan untuk nasabah

    Reply
  15. meriana

    Bank adalah tempat menyimpan benda2 berharga misalnya uang, harta, tanah, dll. Namun artikel ini, membicarakan tentang bank rohani. Semakin menabung kebajikan dalam bank rohani kita , maka kita akan mendapat balasan atau pahala yang baik dari Tuhan.

    Reply
  16. serrasepti

    dalam pikiran saya bank itu identik dengan uang, dimana bank di sebut sebagai fasilitas untuk menyimpan dan meminjam uang. namun ternyata dalam artikel di atas dinyatakan bahwa ada bank rohani juga. hemmm,,, kita harus punya bank rohani juga karna hidup kita di dunia ini tidak kekal abadi, menabung untuk bekal kita di akhirat nanti sebanyak mungkin, karna yang dapat membantu kita di akhirat sana hanyalah amal ibadah kita semasa hidup didunia. so,, banyak lah berbuat kebaikan untuk diri sendiri dan orang lain. 🙂

    Reply
  17. Melyana

    Ya Tuhan adalah pemilik modal paling besar di Dunia dan alam lain sekaya-kayanya manusia tak ada yang bisa menyamai Tuhan. Maka kita harus mulai berinvestasi dengan Tuhan dengan cara menabung amal baik kita

    Reply
  18. charakitti

    bank adalah tempat mendaung uang . tapi kita sendiri juga punya bank yang harus diisi tapi bukan semuanya dengan uang juga bisa dengan amal kebaikan buat kebaikan kita. sedangkan bank di tempat yang kita tinggali adalah bank buat menabung uang yang mungkin baik buat kehidupan kita nanti yang mendesak

    Reply
  19. brian sisyadi

    guru ekonomi mikro saya berkata bahwa perbandingan uang real dengan uang di bank adalah 1 : 1500 ini berarti bahwa sebenarnya elastisitas dari perbangkan itu sendiri tidak seimbang tetapi bank sangatlah berguna bagi pemerintah khususnya karena dengan bank akan mencegah inflasi yang dapat terjadi ketika uang terlalu banyak beredar di masyarakat

    Reply
  20. susanti_9411

    benar kutipan di atas sebenarnya bank itu tidak punya uang, uang2 yang ada di bank itu juga ada termasuk uang kita dan nasabah2 lainya bank hanya sebagai tempat penitipan yang aman saja jika kita mau menitip sejumlah uang yang besar nominalnya.

    Reply
  21. carla claudia arianda

    bank itu pasti semua orang sudah tau tempat untuk menyimpan uang kita agar lebih aman dan bank juga menyediakan deposito yang kita tabung dan kita hanya menerima bunga dari bank tersebut . bank adalah tempat para inves orang untung masa depannya.

    Reply
  22. hedwig gerardine calvin

    bank adalah lembaga keuangan yang usaha pokoknya adalah menghimpun dana dan menyalurkan kembali dana tersebut ke masyarakat dalam bentuk kredit serta memberikan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang. Oleh karena itu, dalam melakukan kegiatan usahanya sehari-hari ban harus mempunyai dana agar dapat memberikan kredit kepada masyarakat.

    Reply
  23. Tan William

    Memang kita terlalu menanggap bank itu sebagai tempat penaruh uang, tapi apakah bank itu mempunyai uang? tentunya tidak, orang yang memiliki uang bukan bank, sehingga, janganlah menanggap bank itu sebagai uang.

    Reply
  24. LeonardArden

    Menurut saya bank itu adalah tempat dimana kita untuk penyimpan uang dan tempat untuk menjamin masa depan kita apabila kita menyimpan banyak uang , apabil dalam kehidupan sehari-hari apabila kita tetap menyimpan banyak iman didalam Tuhan kehidupan kelak kita nanti akan dijamin oleh Tuhan.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s